Ahmad Thib Raya |
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta |

Husnul khatimah dapat diraih oleh seseorang dengan amal usaha yang dilakukannya sendiri. Kemudian seseorang dapat mendapatkannya melalui doa yang dimohonkan oleh orang lain untuk dirinya. Ini berarti bahwa husnul khatimah dapat dicapai jika kita sendiri yang memulainya dengan usaha kita sendiri, lalu dengan doa dari orang lain. Tanpa usaha kita, maka husnul khatimah tidak dapat diraih. Doa orang lain hanya untuk menyempurnakan husnul khatimah itu.

Apa yang harus dilakukan oleh seseorang agar dia dapat meraih husnul khatimah di akhir hayatnya? Paling tidak, ada tiga hal pokok yang harus dilakukan, yaitu beriman, beramal saleh, dan bertaubat.

Iman adalah unsur islam yang penting dan paling utama. Sebab. Iman adalah fondasi dari segala sesuatu amal yang dilakukan oleh seseorang. Imanlah yang mendorong seseorang untuk beramal saleh dan bertaubat. Imanlah yang mencegah seseorang dari syirik. Imanlah yang mencegah seseorang dari perbuatan buruk. Imanlah yang membuat seseorang mau berbuat dari perbuatan kesalahan dan dosa.

Oleh sebab itu, iman itu merupakan “bodyguard” yang senantiasa menjaga seseorang dari segala perbuatan buruk, jika iman itu ada di dalam hati seseorang. Bertambah kuat iman seseorang, maka bertambah kuat pula hati seseorang untuk bermala saleh. Bertambah lemah iman seseorang, maka bertambah kurang pula dorongan untuk beramal. Seseorang dapat melakukan perbuatan buruk, karena imannya berada pada titik nol, atau imannya tidak ada.

Iman adalah kunci pembuka bagi lahirnya amal saleh. Amal saleh itu muncul karena dorongan iman dan amal saleh adalah waujud dari iman. Taubat adalah kunci penutup bagi amal. Kalau Anda sudah beramal. Maka tutuplah amalmu itu dengan bertaubat. Siapa tahu ada di dalam amal yang engkau lakukan ada kekurangan, ada kesalahan, dan ada perbuatan dosa di dalamnya. Dengan bertaubat, kekurangan, kesalahanmu, dan perbuatan dosamu dapat terhapus atau diampuni.

Iman, amal saleh, dan taubatmu itu harus dilestarikan terus, dan bahkan ditingkatkan hingga akhir hayatmu. Iman itu bukanlah sesuatu yang konstan, stabil dan tetapi. Tetapi, dia adalah sesuatu yang dapat berubah-ubah dari waktu ke waktu. Saat tertentu, grafik iman itu naik, saat tertentu turun, dan pada saat yang lain bahkan akan hilang dan berada di titik nol.

Imanmu akan stabil pada posisi yang tinggi dan grafiknya tetap stagnan pada posisi yang tinggi, jika engkau selalu berzikir kepada Allah. Zikir dapat dilakukan secara lahiriah, lisaniah, dan qalbiah. Jika engkau mampu menjaman imanmu yang posisi yang tinggi itu, maka insya Allah engkau akan dapat meraih predikat “husnul khatimah itu.”

Mengapa husnul khatimah selalu dikaitkan dengan orang yang sudah meninggal? Harus diingat bahwa setiap orang pasti menjalani sakratul maut (mabuk kematian), sebelum ajal dan kematiannya datang. Pada saat sakratul maut, setiap orang berada dalam keadaan tidak sadar, atau antara sadar dan tidak sadar, bagaikan orang yang sedang mabuk. Pada saat sadar, dia masih bisa meningat Allah dan berzikir. Sementara pada saat dia tidak sadar, dikhawatirkan aka nada bisikan-bisikan setan, yang dapat memalingkan dirinya dari iman dan keyakinan akan keesaan Allah swt.

Dalam keadaan demikian itu, Rasulullah memerintahkan kepada kaum muslimin untuk mendampingi keluarga, sahabat, dan kerabatnya yang sedang sakratul maut untuk mengingatkannya dan menuntunnya untuk mengucapkan kalimat: “لا اله إلا الله” (Tidak ada tuhan selain Allah). Tuntunan dan pengajaran itu diharapkan agar dia tetap dalam keadaan iman.

Tidak ada satu pun manusia yang tahu tentang apa yang terjadi pada seseorang yang sedang sakratul maut. Yang tahu keadaan yang bersangkutan hanyalah Allah swt. Apakah dia tetap dalam iman, ataukah dia keluar dari iman, hanya Allah yang tahu. Untuk itulah, maka kita perlu berdoa untuk yang bersangkutan semoga dia mendapat husnul khatimah. Di sinilah peranan doa yang kita mohonkan untuk setiap orang yang sudah meninggal. Semoga yang bersangkutan meninggal dalam keadaan iman dan islam.

Kata Rasulullah: جَدِّدُوْا إِيْمَانَكُمْ بِذِكْرِ اللهِ (Perbaharuilah imanmu dengan senantiasa berzikir kepada Allah). Bertambah banyak zikir yang engkau lakukan, maka imanmu pun bertambah baru. Bertambah banyak zikirmu, maka bertambah kuat pula imanmu

Wallaahu a’lam bi al-shawaab. Semoga uraian ini ada manfaatnya bagi kita. Semoga kita menjadi hamba yang husnul khatimah dan kelak menjadi manusia yang memperoleh kenikmatan. Aamiin. Jakarta-Matraman, Senen pagi, 8 Januari 2018.