BERBURUK SANGKA ADALAH PERUSAK PIKIRAN DAN PENGHAMBAT SILATURRAHIM

Berburuk sangka adalah salah satu sifat buruk yang dapat merusak pikiran dan menghambat hubungan silaturrahim di antara manusia. Jika sikap ini terdapat di dalam diri seseorang, maka yang dirusaknya adalah pikiran, ide, dan pandangannya. Hal yang kedua yang dirusak oleh sikap berburuk sangka adalah hubungannya dengan orang lain. Kalau setiap manusia memiliki sikap berburuk sangka di dalam diri mereka, maka hubungan antara dia dan orang lain pasti tidak baik.

Berburuk sangka, yang dalam Bahasa Arabnya adalah “su’-u al-zhann-i” adalah suatu sifat yang sangat berbahaya, tidak hanya bagi diri dan peribadi yang memiliki sikap itu, tetapi juga akan berbahaya dalam hubungannya dengan sesama. Orang yang memiliki sikap seperti ini selalu muncul di dalamnya pikiran-pikiran yang buruk, pikiran-pikiran negative, dan pandangannya yang tidak benar terhadap orang lain.

Kalau sikap iri pada awalnya bersumber dari dalam hati seseorang, maka sikap berburuk sangka ini bersumber dari otak dan pikiran manusia. Ini berarti bahwa sikap berburuk sangka ini ada di dalam diri seseorang dan tidak ada yang tahu sifat ini kecuali dirinya. Tidak ada orang lain yang tahu tentang sikap buruk sangka itu, karena tersembunyi di dalam pikiran manusia. Yang tahu ada keberadaannya, atau tidak di dalam hati setiap orang adalah dirinya sendiri. Kemudian sikap buruk sangka itu berwujud dalam bentuk sikap, ucapan, atau kata-kata yang keluar dari mulut pemiliknya. Dari sinilah baru orang lain tahu, bahwa di dalam hatinya ada buruk sangka.

Apa bahaya sikap berburuk sangka bagi diri seseorang? Sikap iri sangat berbahaya karena sikap ini akan memenuhi otak dan pikiran seseorang yang sempit itu. Orang yang memiliki sikap buruk sangka, maka saraf-saraf otak akan terganggu karena terpenuhi dengan pikiran-pikiran yang negatif. Saraf-saraf yang akan melahirkan pikiran-pikiran yang positif tidak dapat berfungsi dengan baik karena tertutup oleh pikiran-pikiran negatif.

Orang-orang yang memiliki sikap buruk sangka memiliki subjektivitas pemikiran yang tinggi. Semua kebenaran ada padanya. Semua yang hebat ada padanya. Semua kebaikan ada pada dirinya. Hanya dirinyalah satu-satu manusia yang baik. Orang yang seperti ini mempunyai pandangan yang tidak seimbang antara dirinya dengan orang lain yang ada di sekitarnya.

Kalau ada orang lain yang memiliki kelebihan daripada dirinya, dia akan berpandangan dan mengatakan bahwa kelebihan yang ada pada orang itu bukanlah kelebihan yang diperoleh dengan cara yang benar. Kelebihan yang diperolehnya itu adalah dengan cara yang tidak benar. Kalau ada orang lain yang menduduki suatu jabatan yang lebih tinggi daripadanya, dia akan berkata, mislanya, bahwa jabatannya itu diraihnya bukan dengan jalan yang benar, tetapi diperoleh dengan jalan tidak benar. Kalau ada orang lain yang melakukan sesuatu, maka sesuatu itu dipandangnya tidak benar.

Apa bahaya sifat buruk sangka dalam hubungannya dengan orang lain? Sifat buruk sangka ini sebenarnya akan melahirkan suatu sikap yang memandang bahwa orang lain selalu salah, selalu tidak benar. Apa yang diraih oleh orang lain dipandangnya diraih dengan cara yang tidak benar. Sikap ini muncul karena adanya anggapan bahwa dirinyalah yang baik, dan orang lain yang lebih daripadanya tidak.

Seseorang yang datang kepadanya dengan tujuan yang baik, diapandangnya datang untuk sesuatu yang tidak baik. Pendekanya, orang yang memiliki buruk sangka pasti memandang orang lain selalu dalamm posisi yang tidak benar, tidak baik. Bisa Anda bayangkan, kalau pikiran dan otak Anda penuh dengan pandangan dan pikiran yang negatif seperti itu. Yang selalu ada dalam pikirannya adalah pertanyaan-pertanyaan seperti ini. Mengapa dia bisa demikian? Mengapa dia bisa mendapatkan seperti itu? Mengapa dia bisa memperoleh yang demikian? Jawabannya yang diberikannya adalah semua negatif.

Buruk sangka di dalam pikiran kita akan membuat saraf-saraf berpikir menjadi berat dalam bekerja karena dia bekerja untuk memikirkan hal-hal yang buruk bagi orang lain. Kalau saja kita memiliki pikiran yang positif, saraf-saraf otak itu akan bekerja dengan ringan. Orang-orang yang pemikiran yang positif akan menjadi ringan beban pikirannya karena semua itu akan menimbulkan pengaruh yang baik akan pikiran manusia.

Penyakit buruk sangka ini sangat berbahaya bagi seseorang. Orang seperti ini tidak akan memiliki sikap positif terhadap orang lain. Semua orang akan dipandangnya negative. Sebaliknya, orang yang berpikiran pisitif selalu memandapa orang lain dengan sudut pandang yang baik. Bahkan, orang lain yangs udah jelas salah bagi dirinya, nahkan masih menganggap orang itu adalah orang baik.

Semoga kita semua dijauhkan oleh Allah dari sifat buruk sangka itu dan menunjukkan kita kepada sikap berbaik sangka atau berpikiran positif. Aamiin. Wallaahu a’lam bi al-shawaab. Jakarta-Matraman, Rabu pagi, tanggal 3 Agustus 2016.