ADA DUA KEGEMBIRAAN YANG DIPEROLEH ORANG-ORANG YANG BERPUASA

Ahmad Thib Raya |
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta |

Setiap orang akan merasa gembira kalau dia berada dalam suasana yang menyenangkan, sebaliknya dia akan sedih karena berada dalam suasana yang tidak menyenangkan. Kalau seseorang telah berusaha melakukan sesuatu untuk hal-hal yang menyenangkan baginya, pasti dia akan gembira.

Seseorang sebagai mahasiswa, pasti akan merasa senang, gembira, dan bahagia kalau dia lulus dalam suatu ujian. Apalagi kalau ujian yang Anda hadapi telah menguras tenaga Anda, waktu, dan bahkan uang Anda untuk mencapai itu. Kalau ada orang yang telah mencapai hasil dari usaha yang inginkannya, maka orang itu memiliki gangguan psikis yang berat.

Pendek kata, setiap orang pasti akan gembira kalau dia sukses dalam usahanya. Demikian halnya, orang-orang muslim yang melaksanakan ibadah puasa. Sepanjang hari dia menahan lapar, haus, dahaga, dan menahan segala yang membatalkan puasanya, pasti akan senang ketika sampai pada waktu akan berbuka puasa.

Tidak kegembiraan, kesenangan dan kebahagiaan yang diberikan Allah kepada orang-orang yang berpuasa. Allah memuji orang-orang yang telah berpuasa dengan beberapa pujian, yang luar biasa. Pujian Allah bukan sembarang pujian sebagai yang diberikan manusia, tetapi pujian Allah adalah pujian yang hakiki.

Mari kita lihat pujian-pujian Allah terhadap orang yang berpuasa, seperti yang diterangkan di dalam sebuah hadis qudsi, yang diriwayatkan oleh Bukhari dari Abu Hurairah, sebagai berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: ” يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: الصَّوْمُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَأَكْلَهُ وَشُرْبَهُ مِنْ أَجْلِي، وَالصَّوْمُ جُنَّةٌ، وَلِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ: فَرْحَةٌ حِينَ يُفْطِرُ، وَفَرْحَةٌ حِينَ يَلْقَى رَبَّهُ، وَلَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ المِسْكِ “.

Dari Abu Hurairah, dari Nabi Muhammad saw., beliau bersabda: Allah Yang Maha Agung dan Maha Tinggi berfirman: “Puasa itu adalah untuk Aku. Aku sendiri yang akan membalas puasa itu. Puasa telah menyebabkan (hamba-Ku) meninggalkan syahwatmu, makanan dan minumannya demi Aku. Puasa itu adalah perisai. Seseorang yang berpuasa akan mendapatkan dua kegembiraan, kesenangan, dan kebahagiaan pada dua waktu, yaitu waktu berpuka puasa, dan waku dia akan bertemu dengan Allah di akhirat kelak. Sungguh bau mulut seorang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada harumnya minyak kesturi. HR. Bukhari.

Itulah beberapa balasan pahala yang dijanjikan oleh Allah kepada orang-orang yang berpuasa. Pahala-pahala yang sangat luar biasa. Orang yang berpuasa mendapatkan kegembiraan dunia, karena dia telah melaksanakan ibadah puasa dengan ikhlas. Dia juga akan memperoleh kegembiraan di akhirat ketika akan bertemu dengan Tuhannya. Kegembiraan itu sebagai balasan atas ketataannya atas perintah-Nya. Bahkan, bau mulut seorang yang berpuasa akan dibalas dan digantikan oleh Allah dengan harum yang luar biasa di akhirat kelak, lebih baik dan lebih harum daripada harumnya minyak kesturi.

Kita semua berdoa kepada Allah semoga puasa kita yang telah lalu dan puasa kita yang akan datang diterima dikabulkan oleh Allah dan kita akan mendapatkan balasan seperti yang digambarkan di dalam hadis qudsi itu. Wallaahu a’lam. Semoga bermanfaat. Aamiin. Jakarta-Matraman, Senen subuh, tanggal 5 Juni 2017.