TA’ZIYAH, MENGINGAT KEMATIAN, DAN BERDOA

Ahmad Thib Raya |
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta |

Semalam, saya berkesempatan memberikan taushiyah dalam rangka ta’ziyah hari ketiga, wafatnya Gurunda Dr. (HC) H. Mustafa M. Nuri, LAS di Kediaman beliau di Jalan Skarda N. Makassar Sulawesi Selatan. Hadir pada acara itu Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Musafir, beberapa orang guru saya, Prof. Dr. Hj. Andi Rasdiyanah dan AG. KH. Drs. Muhammad Ahmad. Hadir pula keluarga besar Pesantren Modern IMMIM Makassar, keluarga dan handaitaulan, bekebur menjadi satu dalam suasana kekeluargaan dan silaturahim.

Luar biasa banyaknya hadirin yang menghadiri acara itu. Ada sejumlah acara yang dilakukan semalam, yang diawali dengan sambutan Rektor UIN Alauddin Makassar, lalu taushiyah, doa, dan testimoni dari tiga orang murid beliau terdekat beliau.

Ketika saya mendapat kesempatan untuk memberi taushiyah dalam ta’ziyah itu, materi yang saya sampaikan terdiri atas pengertian ta’ziyah, mengapa ta’ziyah itu dilakukan beberapa hari, dan manfaat ta’ziyah. Dalam kaitan dengan pengertian ta’ziyah, saya jelaskan bahwa ta’ziyah itu berarti menghibur orang-orang yang sedang ditimpa musibah, seperti musibah kematian. Kalau menghibur orang-orang yang sedang berbahagia, bukan ta’ziyah namanya, tetapi tasliyah. Jadi, tasliyah itu menghibur orang-orang yang bergembira ria, sepert ketika pesta pekawinan, dalam acara malam ramah tamah.

Mengapa ta’ziyah itu dilakukan beberapa hari. Fungsi dan tujuannya adalah keluarga, sahabat, dan handaitolan dapat memberi hiburan atas kesedihan yang menimpa keluarga si mayit. Diharapkan dengan ta’ziyah selama tiga atau 7 hari, suasana batin keluarga yang ditinggalkan sudah ringan menghadapi musibah. Demikian pula diadakannya ta’ziyah pada hari ke 40 atau 44, ada seratus hari. Ketika ada ta’ziyah keluarga si mayit merasa tehibur dengan kehadiran mereka membaca Al-Qur’an, yasin, tahlil dan doa.

Lalau saya jelaskan lagi bahwa ta’ziyah itu tidak hanya bermanfaat bagi yang meninggal dunia, tetapi juga bermanfaat untuk yang menghadiri acara ta’ziyah itu. Bagi yang hadir, ta’ziyah itu dapat mengingatkan yang hadir untuk selalu ingat kematian. Saya menyampaikan sebuah hadis Rasulullah yag menyatakan bahwa: “Perbanyaklah mengingat kematian. Karena dengan mengingatnya, kalian dapat menjauhkan diri dari perbuatan dosa, dan dapat membuat kalian menjadi manusia yang zuhud dalam kehidupan dunia.

Bagi yang meninggal dunia, ta’ziyah bermanfaat. Manfaat bagi yang meninggal, saya sampaikan sebuah hadis Rasulullah yang menyatakan. Suatu ketika ada seseorang yang datang kepada Rasulullah dan bertanya, Apa yang harus saya lakukan terhadap kedua orang tua saya yang sudah meninggal dunia, sehingga dipandang sebagai perbuatan baik saya kepadanya. Jawab Rasulullah: “Lakukanlah 4 hal, yaitu: berdoalah untuk keduanya, semoga amalnya diterima di sisi-Nya dan mendapakan tempat yang layak. Mintalah ampun kepada Allah atas semuanya dosa, semoga Allah mengampuni dosa-dosanya. Lalu lakukanlah dan tunaikanlah dan selesaikan janji atau utang, serta amanatnya. Dan jalinlah silaturahim dengan orang-orang yang penah beliau bersilaturahim dengan mereka.

Di akhir ceramah itu, saya katakan bahwa Pak Mustafa adalah guru kita semua, orang tua kita yang telah memberikan ilmu, nasihat, ajaran, dan keteladanan kepada kita semua. Wajarlah kalau kita melakukan 4 hal itu untuk beliau. Bagi saya sendiri, saya katakan “Beliau adalah Mahaguru dari paramahaguru.”

Demikian ringkasan ceramah saya semalam, semoga bermanfaat untuk kawan-kawan FB yang tidak hadir semalam. Doa dibacakan oleh Prof. Dr. Ahmad Abubakar, juga murid beliau. Di akhir acara ada testimoni dari tiga orang murid beliau, yaitu Prof. Dr. Mardan, Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Makassar, Dr. Taufan, Direktur Pesantren Modern IMMIM Makassar, dan Bpk Ismail Adam.

Doa kami semua, semoga almarhum ditempatkan di surganya yang paling tinggi. Semoga bermanfaat. Makassar-Hotel Clarion, Senen pagi, tanggal 14 Agustus 2017.