SIAPAKAH YANG TAKUT MATI, DAN SIAPA PULA YANG TIDAK TAKUT MATI?

Ahmad Thib Raya |
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta |

Kali ini saya ingin menyampaikan kepada kawan-kawan tentang hadis Rasulullah yang menggambarkan tentang jenis manusia yang takut mati, dan manusia yang tidak takut mati. Hadis itu diriwayatkan oleh Ibn Majah yang bersumber dari Aisyah r.a., sebagai berikut:

‏ ‏عن ‏ ‏عائشة ‏ ( ‏أن رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏قال ‏ ‏من أحب لقاء الله أحب الله لقاءه ومن كره لقاء الله كره الله لقاءه فقيل يا رسول الله كراهية لقاء الله في كراهية لقاء الموت فكلنا يكره الموت قال لا إنما ذاك عند موته إذا بشر برحمة الله ومغفرته أحب لقاء الله فأحب الله لقاءه وإذا بشر بعذاب الله كره لقاء الله وكره الله لقاءه ‏ ) .

Dari Aisyah r.ah., Sesungguhnya Rasulullah saw telah bersabda: Barangsiapa yang suka bertemu dengan Allah, maka Allah pun suka bertemu dengannya. Barangsiapa yang membenci bertemu dengan Allah, maka Allah benci bertemu dengannya. Lalu ada sahabat yang bertanya, “Ya Rasulullah, apakah kebencian bertemu dengan Allah itu karena kebencian terhadap kematian. Kita semua membenci kematian.” Rasulullah menjawab: “Bukan. Hal itu hanya akan terjadi pada saat dia mau mati. Apabila diberitakan kepadanya dengan berita gembira bahwa dia akan mendapat rahmat Allah dan pengampunannya, maka dia suka bertemu dengan Allah. Dan apabila diberitakan kepadanya bahwa dia akan mendapatkan siksaan Allah dia benci bertemu dengan Allah, dan Allah benci bertemu dengannya. HR. Ibn Majah.

Apa yang digambarkan oleh Rasulullah adalah berkaitan dengan macam manusia. Ada manusia yang takut mati, dan ada manusia yang tidak takut mati.

Manusia yang takut mati adalah manusia yang tidak mau bertemu dengan Allah. Sebab, jika dia mati maka dia akan bertemu dengan Allah. Orang yang tidak bertemu dengan Allah adalah orang yang tidak menyiapkan bekal untuk bertemu dengan Allah. Dia tidak memiliki amal saleh sebagai bekal hidupnya di akhirat. Selama hidupnya, dia berpangku tangan, tidak beramal saleh, dan selalu melakukan pelanggaran atas perintah Allah.

Hadis di atas juga menggambarkan bahwa orang yang akan mati akan mengalami sakaratul maut. Pada saat itulah, Allah akan menggambarkan kepadanya semua yang telah dilakukannya selama hidupnya, yang baik dan buruk. Orang yang hidupnya bergelimang dengan dosa akan melihat perbuatannya itu pada saat sakaratul maut. Pada saat itulah, dia menangis dan ketakutan untuk mati dan menghadap kepada Allah.

Sebaliknya, ada manusia yang tidak takut mati. Mereka adalah manusia yang ingin segera bertemu dengan Allah. Sebab, jika dia mati maka dia akan segera bertemu dengan Allah. Orang yang mau segera bertemu dengan Allah adalah orang yang telah menyiapkan bekal untuk bertemu dengan Allah. Dia telah memiliki amal saleh sebagai bekal hidupnya di akhirat. Selama hidupnya, dia beribadah kepada Allah dan taat kepada-Nya dan selalu melakukan perbuatan yang sesuai dengan perintah Allah.

Orang yang hidupnya taat beribadah kepada Allah akan melihat perbuatannya itu pada saat sakaratul maut. Pada saat itulah, dengan melihat amalnya, wajahnya cerah, ceria, dan bahkan tersenyum karena melihat amalnya yang saleh. Saat itu pun, dia ingin agar segera bertemu dengan Allah.

Kawan-kawan sekalian. Kita mau menjadi manusia yang mana, yang takut mati dan tidak mau bertemu dengan Allah atau yang tidak takut mati dan ingin segera bertemu dengan Allah? Tentu, semua kita mau menjadi manusia yang kelompok kedua. Untuk itu, marilah kita menyiapkan diri kita untuk bertemu dengan Allah, dengan melakukan amal-amal baik, amal saleh.

Semoga diberi hidayah oleh Allah agar senantiasa berada di jalan-Nya, dan kita dijauhkan dari jalan yang menyimpang dari jalan-Nya. Aamiin. Wallaahu a”lam bi al-shawaaab. Jakarta, dalam perjalanan menuju Kampus UIN di Ciputat, Jumat pagi, tanggal 18 Agustus 2017.