RANGKUMAN IHRAM HAJI DAN UMRAH (1)

Ahmad Thib Raya |
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta |

Dari uraian-uraian terdahulu tentang haji dan umrah, dapat disimpulkan sebagai berikut. Untuk melihat kapan dan di mana jamaah harus melakukan ihram, tergantung dari haji dan umrah yang ingin mereka lakukan. Untuk memudahkan pemahaman kita, maka saya akan membagi jamaah berdasarkan keberadaan atau kedatangan, yaitu datang dari luar Makkah dan yang berada di Makkah.

A. Yang Datang Dari Luar Makkah

1. Yang datang dari arah Madinah, mereka berihram (berniat untuk haji atau umrah) di Bi’ir Ali. Mereka bersiap untuk berihram di hotel di mana mereka tinggal di Madinah, yaitu mandi ihram, berpakaian ihram dan memakai wangi-wangian, atau melakukan semua ini di Masjid Bi’ir Ali. Lalu mereka melaksanakan shalat sunnat ihram di Masjid, dan berniat untuk umrah saja (haji tamattu’), untuk umrah dan haji sekaligus (untuk haji ifrad), atau haji saja (untuk haji qiran). dan lain-lain di hotel mereka tinggal di Madinah, atau di Masjid Bi’ir Ali.

2. Yang datang dari Indonesia, yang ingin ihram (berniat untuk haji atau umrah) di Yalamlam. Mereka bersiap untuk berihram di tanah air, yaitu Asrama haji menjelang keberangkatan ke Jeddah. Mereka melakukan persiapan di Asrama haji, yaitu mandi ihram, berpakaian ihram dan memakai wangi-wangian, dan melakukan salat sunnat ihram. Ketika pesawat sudah sampai di atas Yalamlam (Yaman), dia berihram (berniat) untuk umrah saja (haji tamattu’), untuk umrah dan haji sekaligus (untuk haji ifrad), atau haji saja (untuk haji qiran).

3. Yang datang dari Indonesia, yang ingin ihram (berniat untuk haji atau umrah) di Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Mereka boleh bersiap untuk berihram di tanah air, yaitu Asrama haji menjelang keberangkatan ke Jeddah. Mereka melakukan persiapan di Asrama haji, yaitu mandi ihram, berpakaian ihram dan memakai wangi-wangian, dan melakukan salat sunnat ihram. Ketika sampai di Jeddah, menjelang masuk kota Mekkah dia berihram (berniat) untuk umrah saja (haji tamattu’), untuk umrah dan haji sekaligus (untuk haji ifrad), atau haji saja (untuk haji qiran).

4. Ketiga kelompok yang sudah berniat haji atau umrah, lalu menuju Mekkah dalam keadaan Talbiyah. Lalu mereka ke Masjidil Haram untuk melakukan tawaf dan Sa’i. Mereka melakukan tawaf dan sa’i tergantung dari jenis haji yang dipilihnya.

a. Yang memilih haji tamattu’, harus melakukan tawaf dan sa’i umrah, lalu memotong rambut atau mencukur di Marwah setelah selesai Sa’i. Pada saat akan haji, dia berihram (berniat) untuk haji di Hotel di mana mereka tinggal di Makkah. Menjelang wukuf di Arafah untuk wukuf, dia berangkat ke Araha sehari sebelumnya, lalu pada tanggal 9 Zulhijjah berwukuf, lalu diikuti oleh rangkaian ibadah haji yang lain hingga selesai semua rangkaian ibadah haji. Dia umrah dulu baru haji.

b. Yang memilih haji ifrad, dia melakukan tawaf dan sa’i umrah. Setelah selesai sa’i, dia tidak boleh memotong rambut atau mencukur. Dia bertahan dalam keadaan berihram (menjaga semua larangan ihram) hingga dia cukur atau memotong rambut setelah selesai melontar Jamarah Aqabah, atau setelah selesai tawaf ifadah dan sa’i haji. Dia haji dan umrah sekaligus.

c. Yang memilih haji qiran, dia melakukan tawaf saja, tetapi tawaf yang dilakukannya adalah tawaf qudum, yang hukumnya sunnat sebagai penghormatan terhadap Majidil Haram. Setelah selesai tawaf, dia kembali ke Hotelnya tetap dalam keadaan berihram. Dia bertahan dalam keadaan berihram (menjaga semua larangan ihram) hingga dia cukur atau memotong rambut setelah selesai melontar Jamarah Aqabah, atau setelah selesai tawaf ifadah dan sa’i haji. Lalu dia melakukan mabit di Mina dan melontar 3 jamarah (Ula, Wusta, dan Aqabah) selama dua hari atau 3 hari.

Setelah selesai semua rangkaian haji, dia ke Ta’im untuk berihram di Masjid Tan’im untuk melakukan umrah. Lalu dia melakukan tawaf dan Sa’i umrah, serta memotong atau mencukur rambut. Dia haji dulu, lalu umrah.

Demikian dulu untuk hari ini. Besok akan diraikan mengenai ihram bagi mereka yang berada di Kota Makkah. Semoga bermanfaat. Jakarta-Matraman, Selasa pagi, tanggal 22 Agustus 2017.