HUKUM SELAMATAN BERBEDA DENGAN HUKUM AQIQAH

Ahmad Thib Raya |
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta |

Selamatan yang dilakukan kaum muslimin Indonesia berbeda dengan acara akikah. Kegiatan selamatan tidak ditemukan dalil yang menerangkan tentang hal itu, baik di dalam Al-Qur’an maupun hadis. Tetapi, acara itu merupakan sesuatu yang baik dan boleh dilakukan karena memohon keselamatan. Memohon keselamatan termasuk doa dan zikir.

Adapaun acara akikah bagi bayi yang baru lahir memang ada dalilnya di dalam hadis Rasulullah. Seperti hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, yang bersumber dari Salman bin Aamir yang menyatakan:

عن سلمان بن عامر الضبي قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم ( مع الغلام عقيقة أريقوا عنه دما وأميطوا عنه الأذى ). إسناده صحيح. رواه احمد

Dari Salmaan bin Aamir al-Dhabbiy, ia berkata, Rasulullah telah bersabda: Bersama anak ada aqiqahnya (sembelihan akikah). Lalu keluarkanlah daripadanya darah dan jauhkanlah daripadanya gangguan. HR Ahmad.

Di dalam hadis ini Rasulullah memerintahkan kepada orang tua si bayi untuk melakukan pemotongan hewan (kambing atau domba) sebagai akikah baginya.

Di dalam hadis yang lain Yang diriwayatkan oleh Abu Daawud yang bersumber dari Samrah bin Jundab, sebagai berikut:

عن ‏ ‏سمرة بن جندب ‏ ( ‏أن رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏قال ‏ ‏كل غلام رهينة ‏ ‏بعقيقته ‏ ‏تذبح عنه يوم سابعه ويحلق ويسمى ‏). رواه ابو داود

Dari Samrah bin Jundab, sesungguhnya Rasulullah saw telahnbersabda bahwa setiap anak terikat atau tergantung dengan akikahnya, yang harus disembelih pada hari ketujuh dari hari kelahirannya, dipotong rambutnya, dan diberi nama. HR Abuu Daawuud.

Hadis ini menunjukkan perlu orang tua melakukan akikah (memotong hewan, kambing atau domba), untuk setiap anak yang baru lahir. Acara pemotongan hewan akikah itu dilakukan pada hari ketujuh dari hari kelahirannya. Pada hari ketujuh itu, bayi dipotong rambutnya dan diberi nama.

Kedua hadis di atas dan ada beberapa hadis lain lagi yang menerangkan tentang akikah itu menunjukkan bahwa Nabi memerintahkan umatnya untuk mengakikah anaknya. Nabi sendiri dalam suatu hadis dijelaskan bahwa beliau telah melakukan pemotongan akikah untuk cucunya Hasan dan Husein, putra Sayyidina Ali dan Fatimah, masing-masing 2 ekor kibas ( domba).

Wallaahu a’lam bi al-shawaab. Semoga uraian ini menambah wawasan kita. Aamiin. Yogyakarta, Hotel Grand Inna, Rabu pagi, tanggal 6 September 2017.