JAGALAH HUBUNGAN BAIK DENGAN SESAMAMU, WALAU KAMU BERBEDA DENGAN MEREKA

Ahmad Thib Raya |
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta |

Memang sudah menjadi fitrah manusia untuk hidup berbeda dalam banyak hal. Sesuatu yang menjadi fitrah tidak akan bisa dihindari oleh siapapun. Dalam banyak hal setiap orang berbeda dengan saudara-saudaranya yang lain. Ada perbedaan yang permanen dan ada pula yang temporal.

Jenis kelamin Anda laki-laki adalah fitrah Anda yang diberikan oleh Allah. Anda tidak bisa menghindari darinya. Yang perempuan, dengan jenis kelaminnya perempuan adalah fitrah Anda yang diberikan oleh Allah. Anda pun tidak dapat menghindarinya. Inilah perbedaan permanen yang diterima oleh manusia sebagai anugerah Allah kepada mereka masing-masing.

Anda memiliki warna kulit yang berbeda dengan orang lain yang ada di sekitar Anda. Kalau Anda memiliki kulit yang warna putih, maka itulah anugerah Allah kepada Anda. Kalau Anda memiliki warna kulit sawo matang, itu adalah fitrah Anda yang dianugerahkan Allah kepada Anda. Kalau Anda melihat di sekitar Anda, saudara Anda, teman Anda yang memiliki warna kulit hitam, itulah anugerah Allah baginya.

Anda menggunakan bahasa yang berbeda dengan orang-orang yang ada di sekitar Anda. Anda menggunakan bahasa Indonesia, teman Anda yang satu menggunakan bahasa Inggris, dan teman Anda yang lainnya menggunakan bahasa Arab, dan teman-teman Anda yang menggunakan bahasa mereka masing-masing. Itu adalah perbedaan yang dianugerahkan Allah.

Ada sekian banyak perbedaan yang dimiliki oleh manusia, yang tampak berbeda dengan orang-orang yang ada di sekitar Anda. Berbeda dalam agama dan keyakinan, berbeda dalam kedudukan dan jabatan, berbeda status sosial, berbeda dalam hal harta yang dimiliki, ada yang kaya, dan ada yang miskin.

Perbedaan itu telah diciptakan oleh Allah kepada manusia yang harus disadari, dan dipahami oleh mereka. Setiap orang sombong dengan kehebatan dan ketinggian derajatnya, tidak boleh sombong dengan kekayaannya, dan tidak boleh sombong dengan jabatannya yang tinggi. Masing-masing harus saling menghargai dan menghormati, dan saling berbuat baik di antara mereka tanpa mengenal perbedaan.

Hal itu telah ditegaskan oleh Allah dalam satu firmannya, QS. Al-Hujurat [49]: 13:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ :١٣

‎13. Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.‎

Kata kunci yang menunjukkan saling menghargai di dalam ayat di atas adalah kata لتعارفوا. Kata ini secara karfiah memiliki makna yang sangat sederhana, yaitu “saling kenal-mengenal.” Tetapi maknanya, sangat luas dan dalam.

Kata لتعارفوا memilili makna sebagai berikut: Saling kenal satu sama lain. Walaupun Anda berbeda dalam banyak hal, maka kenalilah saudaramu agar tercipa hubungan yang baik antara Anda dengannya. Saling kenal mengenal itu merupakan usaha awal Anda untuk mendekatkan diri Anda dengannya.

Setelah saling kenal mengenal, maka terjalin hubungan yang baik antara Anda dengannya. Terjadilah hubungan pertemanan dan persahabatan antara Anda dengan dia. Ketika terjadi hubungan itu, maka Anda harus saling menghargai antara satu dengan yang lain. Anda harus menghormati dan menghargainya, lalu kemudian dia akan menghargai Anda. Dengan begitu, maka Anda pun akan saling memahami dan mengerti dengan teman Anda. Dengan begitu pula, maka hubungan silaturrahim Anda menjadi kuat di antara Anda dengan dia.

Jika hubungan itu selalu baik antara Anda dengan orang-orang yang ada di sekitar Anda, maka dapat dipastikan bahwa Anda adalah orang-orang yang sangat berbahagia dalam kehidupan Anda, karena Anda hidup dalam kedamaian, ketenangan, dan ketenteraman. Oleh sebab itu, dekatkanlah diri Anda dengan saling kenal mengenal dengan orang lain, dan lengketkankah hubungan Anda dengan orang lain dengan senantiasa memelihara dan menjaga hubungan baik dengan orang lain.

Wallaahu a’lam. Semoga kita mampu menjaga hubungan baik dengan semua orang yang ada di sekitar kita agar kita dapat menikmati kehidupan ini. Aamiin. Jakarta-on the way to Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu pagi, tanggal. 27 September 2017.