SEMINAR NASIONAL: BANGUN MALAM SYARAT UTAMA MENJADI GURU PROFESIONAL

Gedung FITK, – Seorang guru dituntut untuk mampu mengembangkan potensi anak didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia dan bertanggung jawab sesuai amanah Undang-undang RI No 20 Tahun 2003.

Demikian disampaikan Rektor UIN Sunan Gunung Djati Prof Dr Mahmud MSi yang menjadi salah satu narasumber Seminar Nasional yang digelar Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Jakarta di Ruang Teater Prof Dr Zakiyah Darajat Gedung FITK lt 3, Senin (13/11/2017).

“Untuk dapat mewujudkan hal tersebut, tidak perlu repot dengan berbagai macam teori dan metode pendidikan dan pembelajaran,” ujar Mahmud.

Kuncinya, sambung Mahmud, ada dalam al-Qurán Surat al-Muzammil ayat 2-5 yang artinya bangunlah (untuk shalat) di malam hari kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah al-Quran itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat.

“Saat seorang guru merasa kesulitan menasihati anak didiknya, coba periksa dan teliti shalat malam dan tilawah al-Quránnya, barangkali ini yang belum dilaksanakan,” imbuh Ketua Umum Pengurus Sarjana Pendidikan Islam Indonesia (PSPII) Wilayah Lampung periode 2017-2022 itu.

Dia melanjutkan, “Amaliyah tersebut akan ada bekasnya (atsar), ada buahnya, yakni qoulan tsaqiila, baik lisan maupun tertulis. Sebuah kebaikan jika disampaikan dengan baik, maka akan melahirkan kebaikan pula,” terang Mahmud di hadapan puluhan guru PAI sebagai peserta yang datang dari berbagai daerah itu.

Dalam seminar bertema Pengembangan Kurikulum Guru PAI di Abad 21 itu, dia mengambil contoh penyanyi Dangdut Rhoma Irama yang menyandang predikat Raja Dangdut sampai sekarang dan belum tergantikan. Lirik lagu yang dinyanyikannya mempunyai kekuatan yang dapat menghipnotis pendengarnya.

“Ternyata dia rajin shalat malam, sehingga Allah anugerahkan qulan tsaqila yang membuat lagu-lagunya disukai banyak orang,” terang Guru Besar Pendidikan Islam UIN Bandung itu.

Ditegaskannya, seorang guru profesional tidak hanya dituntut mampu menguasai metode pembelajaran dan cakap dalam penyampaian, namun di balik itu semua ada metode paling dahsyat yang membuat anak didik dapat diarahkan menjadi anak yang shaleh.

“Luangkanlah waktu untuk bangun malam dan konsisten, itulah metode yang paling dahsyat untuk menjadi guru profesional,” pungkas Mahmud. (mf)