Swiss-Belhotel, Serpong, BERITA FITK Online–Sebanyak 659 mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Madrasah Dalam Jabatan (Daljab) Tahun 2021 LPTK Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta mengikuti Pengukuhan Guru Profesional pada Rabu, (29/12/2021). Acara tersebut diselenggarakan secara hibrid, di Swiss-Belhotel, Serpong, Tangerang Selatan dan daring melalui platform zoom.

Dekan FITK dalam laporannya menyampaikan, total peserta yang mengikuti langsung pengukuhan guru profesional sebanyak 411 dan 247 mengikuti melaui zoom.
“Total peserta yang mengikuti langsung pengukuhan guru profesional di gedung ini sebanyak 411, sedangkan 247 mengikuti secara daring melalui zoom,” ucapnya.

Sururin melanjutkan, mahasiswa PPG Daljab 2021 yang mengikuti program PPG di LPTK UIN Jakarta tercatat sebanyak 702 orang, dengan rincian 659 dinyatakan lulus dan 43 tidak lulus. Ia pun menyampaikan, mahasiswa yang dinyatakan lulus telah mengikuti serangkaian kegiatan.

“Mahasiswa tersebut di tiap batch telah mengikuti kegiatan utama terdiri dari pendalaman materi, lokakarya, pengembangan perangkat pembelajaran, Uji Komprehensif, PPL, UKin, UP, dan yang dinyatakan lulus hari ini dilaksanakan pengukuhan guru profesional. Total durasi dua batch tahun ini dari Juni sampai Desember,” ujar Sururin.

“Secara umum, jumlah mahasiswa PPG di LPTK UIN Jakarta tahun 2021 berjumlah 702, alhamdulillah dinyatakan lulus sebanyak 659 dan 43 mahasiswa belum lulus dengan prosentase kelulusan 93.77%,” jelas Sururin.

“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk membantu mahasiswa agar dapat lulus semua. Kami telah melakukan upaya seperti try out, pendampingan berupa pembahasan soal try out, workshop pembuatan video pembelajaran, dan pembahasan kisi-kisi soal. Namun ternyata masih ada yang tidak lulus. Untuk yang belum lulus, tidak perlu patah semangat, karena diberikan kesempatan untuk mengikuti UP ulang selama tiga tahun,” pungkas Sururin.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan SK Rektor UIN Jakarta nomor 1306 Tahun 2021 tentang Kelulusan Mahasiswa Profesi Guru Madrasah dan Pendidikan Agama Islam Dalam Jabatan Tahun 2021 oleh Ketua Prodi PPG, Dr. Zaenul Slam, M.Pd.

“Jumlah lulusan PAI 290, Akidah Akhlak 67, Quran Hadits 42, Fiqih 87, SKI 38, Bahasa Arab 33, GKRA 54, dan GKMI 70 dengan total keseluruhan yang lulus 659 mahasiswa,” jelas Zaenul Slam.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Muhammad Zain, M.Ag. Direktur GTK Kementerian Agama yang didapuk menyampaikan sambutan dan pengarahan mengatakan, kelulusan di angka 93 persen adalah prestasi yang sangat baik.

Dia berpesan, untuk menjadi guru profesional harus terlahir dari jiwa dan keikhlasan.
“Bapak/Ibu sekalian, setelah saya hitung-hitung kita ini menghadapi tujuh ratus tujuh puluh ribu sekian guru di Indonesia. Jadi banyak sekali. Masalahnya juga banyak,” ucapnya.

“Bapak/Ibu yang berbahagia, saya meringkas tugas guru menjadi 4 K. 1. Kualifikasi guru, kita memastikan masih ada sekitar 47.000 guru yang belum S1. Ini tugas bersama kita untuk mencari solusi, terutama LPTK seperti UIN Jakarta ini; 2. Mengurus Karir guru, dari data yang saya punya, kepangkatan guru kita tidak lancar, sehingga menghambat karir mereka. Saya minta kenaikan guru adalah kepastian, tidak boleh dihalang-halangi; 3. Kompetensi guru, guru-guru hari ini yang kita butuhkan adalah guru profesional dan setelah pandemi ini kita mengalami learning lose. Yang harus kita lakukan hari ini adalah learning recovery (pemulihan pembelajaran). Dan untuk mencapai pemulihan pembelajaran kita membutuhkan guru yang profesional dan guru yang peduli; 4. Kesejahteraan guru, ini yang sedang kita kerjakan bersama dan ini belum tuntas. Saya tahu kita sedang menggelontorkan program BSU, 1 triliun kurang 5 milyar. Yang kedua kami telah membayarkan Tukin terhutang 1,7 triliun. Hari ini hampir 100% pencairannya. Kami juga telah menggelontorkan kepada guru-guru yang berada di daerah 3T, alhamdulillah kita telah memberikan insentif sebesar 674 milyar untuk guru-guru di daerah pinggir-pinggir Indonesia tersebut. Kita juga memberikan bantuan Pokja melalui Bank Dunia 113 milyar menyentuh untuk 8816 untuk pokja guru, dan pengawas,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur PAI Kemenag Drs. H. Amrullah, M.Si. mengapresiasi pelaksanaan Program PPG di FITK yang berjalan lancar sesuai arahan Kemenag dan Panitia Nasional.
“Alhamdulillah, kegiatan PPG di FITK UIN Jakarta 2021 dari dapat berjalan lancar. 93 persen kelulusan di UIN Jakarta ini luar biasa,” ujar Amrullah.
“Bapak/Ibu sekalian yang saya hormati, saya belum lama diangkat menjadi direktur sekitar dua bulan lebih. Kami diberi amanat menjadi direktur PAI pada 8 Oktober 2021, jadi masih hangat. Alhamdulillah hari ini saya dapat bersilaturahmi dengan Bapak/Ibu semua,” ucap Amrullah.
“Yang jadi kesamaan PAI dan madrasah adalah kita sama-sama guru, guru adalah kendaran utama tapi bukan robot, karena guru adalah kendaraan maka dia hidup sebagai elemen utama dalam pencerdasan manusia Indonesia.” Jelasnya.
“Dengan dikukuhkannya dan akan diterimanya sertifikat, lanjutnya, tentu akan berimbas positif terhadap kesejahteraan menjadi lebih baik. Hal inilah yang terus diupayakan oleh pemerintah. Pemerintah pada 2020 mendapat dapat hibah dari World Bank sebesar Rp 1 triliun selama empat tahun untuk meningkatkan guru secara berkelanjutan dalam program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan atau PKB,” sambungnya.
“Saya berterima kasih kepada Bapak/Ibu semua yang telah mendedikasikan diri dengan segala upaya dan kasih sayang yang sudah diberikan sekian tahun, mungkin sudah ada yang mengajar selama sepuluh tahun, dua puluh tahun bahkan mungkin lagi. Mereka mengajar di berbagai jenjang dengan berbagai macam tantangannya. Itu maka diperlukan metodelogi yang sesuai dengan jenjang yang dihadapinya. Ini gambaran betapa sulitnya guru-guru kita. Semoga semuanya diberikan kekuatan lahir batin,” pungkasnya.

Sementara itu dalam penyamapaian amanatnya mewakili rektor, Zulkifli memberikan pesan-pesannya untuk guru yang telah dikukuhkan menjadi guru profesional.
“Pertama saya ucapkan selamat kepada guru profesional. Saya akan mengungkapkannya dalam bentu pantun.
“Jalan pagi melewati terminal, mencari pasar mergetas, selamat guru professional semoga pendidikan semakin berkualitas. Itu amanat pertama yang penting. Amanat kedua, kita ini hanya dapat dibagi dua, pertama learner dan the loser. Pembelajar dan merugi,” jelas Zulkifli

“Jalankan profesi sebagaimana mestinya. Sebagai guru profesional tentu akan ada hak yang mengikutinya. Menjadi guru bukan pelarian, tetapi pilihan hidup, sehingga para guru mendapatkan lebih banyak pengalaman dalam dunia pendidikan,” ujar Zulkifli mengingatkan.
Terakhir, Zulkifli berharap kepada guru-guru yang hari ini dikukuhkan menjadi guru profesional agar bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

“Para guru akan menghadapi generasi milenial, generasi semua serba cepat. Boleh jadi murid lebih pintar dan canggih, maka tugas guru ada dua, yaitu menyampaikan pendidikan karakter dan memberikan contoh yang baik. Itu yang tidak bisa digantikan oleh teknologi,” tandasnya. (MusAm)