Swiss-Belhotel, Serpong, BERITA FITK Online – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Konsinyasi Updating Data Akademik Mahasiswa PPG Daljab 2021. Acara tersebut dilangsungkan di Swiss-Belhotel, Serpong pada Senin-Selasa, (27-28/12/2021) yang diikuti oleh pimpinan fakultas, Biro AAKK, Kaprodi dan Sekprodi PPG, Pustipanda, Akademik Pusat, Kepegawaian, tim helpdesk, dan sejumlah staf TU.

Acara ini digelar dengan tujuan untuk updating data akademik berupa input mata kuliah dan input nilai ke dalam Academic Information System (AIS).

Sebagai informasi, akademik universitas telah menginput mata kuliah PPG dan sudah bisa dilakukan input nilai mahasiswa PPG Daljab 2021. Adapun mata kuliah yang telah diinput ke dalam AIS sebagai berikut:

  1. Pengembangan Kompetensi Pedagogik
  2. Penyusunan Perangkat Pembelajaran
  3. Pengembangan Kompetensi Profesional
  4. Pengelolaan Administrasi Pembelajaran
  5. Inovasi Pembelajaran
  6. Pendalaman Materi Pedagogik
  7. Pendalaman Materi Profesional
  8. Pengembangan Perangkat Pembelajaran
  9. Praktik Pengalaman Lapangan

“Bapak/Ibu, terima kasih atas kedatangannya. Dus hari ke depan (Senin-Selasa) kita akan duduk bareng dan membahas masalah yang sangat penting dan cukup padat yaitu updating mata kuliah dan input nilai ke AIS. Sengaja acara ini kami buat sekemanya konsinyering di hotel agar Bapak/Ibu bisa lebih fokus karena tidak terganggu oleh kerjaan lainnya,” ucap Zaenul Slam saat penyampaian laporannya sebagai Kaprodi PPG.

“Bapak/Itu, untuk diketahui, alhamdulillah kita telah melaksanakan UKMPPG Daljab 2021 batch 1 dan batch 2. Sudah kita ketahui bersama pada batch 1 keberhasilan kita terkait UKMPPG baru mencapai 77%. Di mana 77% yang terbaik adalah madrasah dengan rata-rata 86%, sedangkan PAI 66%. Alhamdulillah di batch 2 keberhasilan kita meningkat, tanpa retaker meningkat cukup signifikan yaitu 92%, sedangkan jika digabung dengan retaker rata-rata 82%. Secara umum, jumlah mahasiswa PPG di LPTK UIN Jakarta berjumlah 702, alhamdulillah dinyatakan lulus sebanyak 658 dan 44 mahasiswa belum lulus dengan prosentase kelulusan 93.77%,” sambung Zaenul Slam.

“Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras kita semua, peran panitia, dosen yang berjibaku demi mensuksekan PPG ini, dan tidak diragukan juga peran tim helpdesk yang cukup sabar dalam mendampingi mahasiswa dan dosen selama pelaksanaan PPG,” tambahnya.

“Namun demikian, kita masih memiliki PR yang cukup berat yaitu updating data akademik berupa input mata kuliah di AIS dan menginput nilainya. Alhamdulillah, informasi yang saya dapatkan, semua mata kuliah PPG Daljab sudah tersedia di AIS, tinggal menginput nilai saja,” tutup Bapak kelahiran Majalengka ini.

Sementara itu, dalam sambutan dan arahannya, Abdul Muin menyampaikan harapan output pada kegiatan konsinyering ini.

“Saya berharap kegiatan konsinyering ini berjalan optimal. Targetnya adalah kita dapat menyelesaikan kewajiban kita sebagai LPTK, sebagai pengelola PPG dan profesionalisme kita juga sebagai pengelola PPG untuk memeberikan pelayanan yang optimal, terutama terhadap hak-hak mahasiswa,” Ucap Muin.

“Total peserta yang mengikuti PPG di FITK UIN Jakarta batch 1 dan batch 2 berjumlah 702 mahasiswa. Ini adalah amanah kita yang harus dipertanggung jawabkan kepada negara, karena kita dititipi mensertifikasi guru-guru madrasah dan PAI di bawah Kemenag dan negara telah menganggarkan untuk kegiatan ini, maka kita berkewajiban untuk melaksanakan program profesi ini dengan sebaik-baiknya. Bentuk dari pertanggung jawaban kita di antaranya adalah memastikan hak-hak mahasiswa terpenuhi seperti mata kuliah dan nilai yang sudah terintegrasi ke Forlap PD-Dikti,” jelas Muin.

Selanjutnya, saat memberikan pembekalan, Biro AAKK, Dr. H. Jaenudin, M.Ag. menyampaikan administrasi dan updating akademik dalam PPG ini sangat penting dan sudah ada darasrnya. “Di dalam SK Rektor sudah ada dan sudah disiapkan aplikasinya, yang pertama itu kode fakultas, kemudian kode KKNI berikutnya kode prodi,” ungkap Jaenudin.

Ia menambahkan, Program PPG Daljab juga sudah ada regulasinya dalam bentuk Keputusan Menteri Agama. “Sekarang juga sudah ada KMA tentang PPG ini yaitu nomor 745 tahun 2020. Artinya lebih dahulu terbitnya disbanding SK Rektor 173 tahun 2021,” terangnya.

Berikutnya ia menyampaikan hirarki hukum dari yang tertinggi hingga paling bawah. “Hirarki hukum yang tertinggi itu Pancasila, UUD, Undang-undang, Tap MPR, PP, Perpres, Kepres, Permen, Kepmen, dan Dirjen/Rektor. Jika terjadi kontradiktif antara satu regulasi dan lainnya, maka yang diikuti adalah regulasi yang lebih tinggi.” Pungkas Jaenudin. (MusAma)