Auditorium, BERITA FITK Online– Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Jakarta menggelar Pekan Apresiasi Sastra dan Drama ke-4 (Pestarama#4) dari 15 Januari 2019 sampai 29 April 2019.

Diketahui, rangkaian acara diisi dengan Lomba Baca Cerpen dan Lomba Menulis Monolog (15/01/2019-30/03/2019), Seminar Nasional (22/04/2019), Bazar (22-29/04/2019), Diskusi Lintas Komunitas dan Pameran Karya-karya Danarto (23/04/2019), Pementasan Drama PBSI (24-27/04/2019), Talk Show membedah pemikiran Danarto dari berbagai perspektif dan Haul Danarto dengan peluncuran buku esai tentang Danarto (29/04/2019).

Kegiatan bertema “Napak Tilas Danarto” ini dirancang khusus sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan kepada almarhum Danarto dan pegiat sastra lainnya, khususnya di bidang drama.

Salah satu rangkaian acara, yaitu Seminar Nasional bertajuk “Pembelajaran Multidisipliner Berbasis Drama sebagai Inovasi Pendidikan di Era Revolusi 4.0” digelar pada Senin (22/04/2019) dan dibuka Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Dr Zulkifli MA ditandai dengan pemukulan gong.

Dalam sambutannya, Zulkifli mengatakan bahwa perkembangan emosional, sosial, dan personal, berbagai literasi, komunikasi, bahasa, perkembangan matematika, bahkan pengetahuan dunia juga bisa dipelajari melalui drama.

“Yang terpenting dari semua itu adalah imajinasi yang kreatif,” ujar Zulkifli di hadapan ratusan peserta seminar, para narasumber, sejumlah pejabat dan dosen FITK, dan tamu undangan.

Pada kesempatan yang sama dalam sambutannya, Dekan FITK Dr Sururin MA berharap, Prodi PBSI bisa berkembang tidak hanya dalam karya sastra, tapi mampu memberikan makna lebih dalam lagi untuk memperkenalkan Indonesia ke luar negeri.

“Ini menjadi tanggung jawab kita semua, termasuk para alumni untuk lebih memperkenalkan bahasa dan sastra Indonesia ke luar negeri,” ujar Sururin.

Dari Ciputat ini, lanjut Sururin, diharapkan muncul sanstrawan-sastrawan baru sekelas Danarto yang bisa mempengaruhi peta pergerakan sastra Indonesia.

“Semoga para tokoh seperti Pak Danarto bisa menginspirasi mahasiswa PBSI, sehingga muncul sastrawan-sastrawan sufistik, sastrawan-sastrawan baru, yang akan memberikan pengaruh dinamika kesusastraan Indonesia,” imbuhnya.

Selain diikuti peserta dari mahasiswa PBSI UIN Jakarta, hadir pula dalam acara tersebut peserta dari Universitas Negeri Padang (UNP), IAIN Tulungagung, dan Unindra.

Hadir dalam kesempatan tersebut sebagai narasumber Dr Hurip Danu Ismadi MPd (Kepada Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan), N Riantiarno (Dramawan dan Pendiri Teater Koma), Dr Fahriany MPd (Dosen Magister Pendidikan Bahasa Inggris FITK), dan Dr Bahrissalim MPd (Direktur Madrasah Pembangunan UIN Jakarta). (lrf/mf/mts)