Halal Bihalal Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Kepada Yth.
1. Para Guru Besar,
2. Para Dosen
3. Para Tenaga Kependidikan
4. Alumni FITK
5. Para Mahasiswa
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta_

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Kami mengundang Bapak/Ibu dan Mahasiswa untuk bergabung pada
*acara Halal Bihalal Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Jakarta *, pada :

🗓️ Kamis, 5 Syawal 1441/28 Mei 2020
⏱️ 09.30 – 11.30 WIB
Zoom Cloud Meeting:https://zoom.us/j/98997975998
Meeting ID: 989 9797 5998
Password:HBHFITK

👩‍🎓 Keynote Speaker:
Prof. Dr. Amany Lubis, MA.

👨‍🎓Taushiyah: Prof. Dr. H. Abuddin Nata, M.A (Guru Besar FITK dan Ketua Senat UIN Jakarta)

👩‍🎓Sambutan: Dr.Sururin,M.Ag. (Dekan FITK UIN Jakarta)

Demikian undangan ini kami sampaikan, atas perhatian dan partisipasinya kami ucapkan terima kasih.

Ket:
✅Dress Code: Batik (Untuk Laki2 memakai Peci)
✅Peserta diharapkan mengaktifkan Videonya di Awal dan Akhir Acara.
✅Selama acara berlangsung, hanya Pembicara dan Moderator yg dipersilahkan berbicara (unmuted mode).

Tugas Akhir : Lulus Cepat dan Bermanfaat untuk Masyarakat Indonesia

Himpunan Mahasiswa Program Studi Tadris Fisika berjibaku tetap produktif dalam belajar meski dikala pandemi COVID-19 ini. Salah satu bukti konkret mahasiswa kerap kali dikaitkan dengan budaya “demonstrasi”, ini merupakan hipotesis yang mendekati kata “benar”. Namun kali ini berbeda, mahasiswa Tadris Fisika memodifikasi makna demonstrasi dengan menciptakan inovasi-inovasi yang menunjang progres pendidikan Indonesia kedepan. Dalam rangka Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) dengan ada nya seminar web Pelatihan Karya Tulis Ilmiah (PKTI) Sesi 1 tingkat Nasional yang diprakarsai oleh Wakil Ketua HMPS Tadris Fisika, Muhamad Syahril Sidiq bahwa “usaha kecil apabila diniatkan dengan sungguh-sungguh maka akan ada hasilnya” dengan penuh harapan bahwa pendidikan kedepan akan semakin baik.

Dalam pengantar nya Taufiq Al-Farizi menyampaikan bahwa “Salah satu tips skripsi selesai tepat waktu adalah meluruskan niat dan menguatkan tekad kita dari awal memulainya”. Patut kita sadari sebagai mahasiswa bahwa jika ada awal maka ada akhir, dan proses menuju akhir itulah yang harus kita usahakan secara maksimal. Perlu usaha dan semangat lebih setelah tugas akhir (skripsi) selesai, maka tantangan kedepan dalam hidup bermasyarakat akan lebih berat. Skripsi itu antara idealisme akademis dan realita. Sceptisme mahasiswa terhadap skripsi menimbulkan makna yang bermuara pada hati bahwa “skripsi itu menyulitkan”. Kita kaji lebih jauh lagi, Ai Nurlaela mengungkap bahwa “dalam Al-Qur’an salah satu tanda bahwa seseorang yang berakal adalah yang senantiasa mengingat Allah, berfikir walau dalam keadaan sulit apapun”.

Skripsi bukanlah akhir yang sesungguhnya, setelah kita menyelesaikan salah satu kewajiban kita sebagai peserta didik dan calon pendidik maka langkah selanjutnya adalah mengamalkannya kepada masyarakat. Dalam presentasi Erina Hertanti mengatakan bahwa “kerangka berpikir merupakan acuan utama bagi mahasiswa untuk melanjutkan ke tahap yang berikutnya. Kerangka berpikir merupakan faktor penentu dalam sebuah penelitian yang lebih baik, untuk itu kita harus memahami betul sebagai peneliti bagaimana membuat kerangka berpikir yang baik”. Meningkatkan budaya literasi dan gemar membaca harusnya dilakukan oleh para mahasiswa, agar tugas akhir yang diciptakan mampu membawa perubahan pendidikan kedepan.

Seminar web nasional yang dihadiri oleh sejumlah kampus di Indonesia ini menghadirkan harapan yang besar untuk menyelesaikan tugas akhir yang baik dan cepat. Dalam presentasi nya Kinkin Suartini menjelaskan bahwa “Penelitian itu mengandung cara ilmiah yang rasional, empiris, sistematis”. Cara ilmiah harus mampu dipandang sebagai sesuatu yang masuk akal, dilakukan dengan kelima indra kita, harus dilakukan secara bertahap agar mampu mewujudkan penelitian yang baik dan berkualitas.

Dengan usaha kecil ini HMPS Tadris Fisika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berharap penuh, dapat membuka gerbang logika para mahasiswa untuk menyelesaikan tugas akhirnya dengan baik dan cepat. Kerap kali mahasiswa akhir menunda tugas akhirnya untuk mencari beberapa tambahan uang saku jajan, tapi pilihan yang tepat adalah segera menyelesaikan tugas akhir dan bermanfaat untuk masyarakat sekitar.

Penulis : Muhamad Syahril Sidiq – Wakil Ketua HMPS Tadris Fisika

Jelang Lebaran, FITK UIN Jakarta Bagikan Bingkisan

Berita FITK Online– Menjelang lebaran Idul FItri 1441 H, pimpinan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Jakarta bagikan 120 paket bingkisan Idul Fitri kepada seluruh karyawan FITK UIN Jakarta.

Bingkisan Idul Fitri diberikan secara simbolik oleh Dekan FITK Dr Sururin MAg kepada perwakilan staf FITK di Ruang Dekanat, Kamis (14/05/2020).

Pada kesempatan tersebut, Sururin menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada seluruh sivitas akademika FITK yang telah bekerja sama dan membantu jalannya seluruh agenda-agenda FITK.

“Semoga bingkisan yang sederhana ini bermanfaat dan memberi kebahagiaan untuk seluruh karyawan FITK beserta keluarga di rumah,” ujar Sururin. (fnh)

Dialog Pendidikan: Peran Pendidikan Revolusi 4.0 dalam Mengatasi Fenomena Letargi Dampak Covid-19

Berita FITK Online– Dilansir pada Jum’at, (8/5/2020) dalam web seminar sesi ke-2 yang diadakan Dewan Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (DEMA-FITK) UIN Jakarta, menuai harapan berlimpah dari para calon pendidik.

Koodinator Acara Thoriq Majid dalam sambutannya mengatakan polemik pendidikan dari berbagai aspek harus tetap dihadapi dan dituntaskan.

“Akibat pandemi Covid-19 membuat beberapa aspek kehidupan lumpuh, banyak dampak yang terjadi, salah satunya dalam sektor pendidikan,” ujar Thoriq.

Pandemi ini, lanjut Thoriq, memicu terjadinya fenomena letargi, yaitu fenomena yang sangat memilukan. Dimana, banyak terjadi kekhawatiran, kecemasan yang berlebihan, bahkan akut, sehingga menyebabkan penurunan mental serta daya berpikir yang akan dialami oleh peserta didik.

“Bagaimana peran pendidikan untuk mengatasi fenomena tersebut, maka mengikuti dialog ini menjadi penting dan semoga membuka cakrawala kita,” imbuh Ketua Dema FITK itu.

Menyikapi efek letargi yang dideskripsikan Thoriq, Co Founder Artificial Intelligence Center Indonesia yang juga dosen FITK Dr Baiq Hana Susanti MSc menegaskan bahwa ada potensi lain dari fenomena letargi selain kecemasan, yakni seseorang akan mengalami gangguan kesehatan jiwa.

“Dari situasi pandemi COVID-19, menurut ilmu psikologi terbagi menjadi tiga zona yakni, Zona Ketakutan, Zona Belajar, dan Zona Bertumbuh,” ujar Baiq.

Dari ketiga zona tersebut, sambungnya, mengindikasikan bahwa setiap peristiwa menuju ke titik kesetimbangannya, menuju ke arah lebih baik. Sama halnya seperti pendidikan, Sektor pendidikan, terangnya, perlahan mengalami perubahan mulai dari teknis manual menuju ke digital.

“Artinya, pendidikan seiring berjalannya waktu akan mengalami pergesaran mindset dan fokus,” imbuh Baiq.

Pada kesempatan yang sama, Pendiri Inovator 4.0 Indonesia Budiman Sudjatmiko yang didapuk sembagai narasumber kedua mengatakan fenomena letargi dialami seluruh manusia di dunia, depresi masal yang sifatnya secara bersamaan, dan ini menyerang psikis tiap individu.

“Serangan pandemi Covid-19 akan lebih parah dampaknya dari economic depression,” ujar Budiman.

Maka dari itu, sambungnya, terdapat beberapa shifting yang akan dialami oleh manusia pasca Covid-19 ini, seperti banyaknya kecemasan, perasaan sepi, dan depresi, orang dipaksa bekerja dari rumah, e-commerce akan berkembang, hilangnya trust terhadap sosial dan produk, meningkatkan ketegangan, kontak terbatas dengan para lansia dan orang tua, pembatasan perjalanan, dan meningkatnya level pengangguran global (bangkrut).

“Intinya, pendidikan akan selalu mengalami perubahan dan bersifat dinamis. Selama ini terdapat persepsi yang salah terhadap pendidikan,” imbuhnya.

Kebanyakan dari kita, lanjutnya, mengatakan pendidikan hanya mengisi pikiran dengan pengetahuan-pengetahuan yang baru. Pasalnya, katanya, pendidikan adalah bagaimana cara kita untuk membentuk cara atau pola berpikir yang baik.

“Pendidikan hari ini akan mengalami banyak perubahan, dan perubahan itulah yang harus kita jawab dan cari solusinya,” tandasnya.

Ditegaskannya, ketidakmerataan pendidikan di Indonesia masih menjadi permasalahan yang besar, sehingga menyebabkan proses transfer ilmu menjadi terkendala.

Sementara, narasumber ketiga Budi Sugandi, mengutip kata-kata Prof Young Jou bahwa “Tofu is not a cheese”, artinya tahu bukanlah sebuah keju. Indonesia butuh revolusi pendidikan, bukan hanya dari teknis pembelajarannya yang berbasis e-learning, melainkan revolusi kecil-kecilan yang dapat dirasakan dampaknya juga oleh daerah pelosok.

“Misalnya seperti pemanfaatan televisi (non-internet), yaitu proses pembelajaran dapat ditayangkan melalui televisi tanpa harus terkoneksi internet, dan ini merupakan salah satu terobosan dan upaya revolusi pendidikan kedepan,” ujar Budi.

Banyak harapan untuk pendidikan kedepan, terang Budi. Sinergitas antara peserta didik, dan pendidik harus saling terkoneksi sehingga paham dengan apa yang dibutuhkan.

Dari hasil diskusi sesi ke-2 ini, Thoriq berharap pendidikan dapat terus dikembangkan dan dibangun untuk masa depan Indonesia. (bj/mss)

Tadris IPS Gelar Studium General Clinic Academik Writing

BERITA FITK Online– Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) FITK UIN Jakarta kembali menggelar diskusi dosen secara daring (online). Diskusi dengan tema klinik Academic Writing ini berlangsung pada Jum’at, 8 Mei 2020 atau bertepatan tanggal 15 Ramadhan 1441 H.

Menurut Ketua Jurusan Tadris IPS Dr. Iwan Purwanto, M.Pd., diskui ini dikemas dalam bentuk studium general, hal ini karena sasaran dari kegiatan ini adalah dosen dan mahasiswa program studi Tadris IPS terutama  mahasiswa yang sedang menyusun skripsi. Dengan tujuan untuk memotivasi dosen untuk menulis paper yang bisa terpublikasi di jurnal nasional maupun jurnal internasional.

Tampil sebagai sebagai nara sumber adalah Prof. Dr. Ulfah Fajarini. M.Si.  dengan penelaah Maila Dinia Husni Rahim, Ph.D . Menurut Prof Ulfah untuk menulis academic writing, penulis harus memahami jangkauan dan batasannya, kemudian cari subjek yang cocok untuk dilakukan research, cari sumber yang kredibel. “Sebuah sumber yang kredibel untuk academic writing adalah yang mempunyai akurasi yang didukung oleh referensi yang relevan sebagai pondasi research”, jelasnya. Lebih lanjut dosen Tadris IPS FITK yang juga Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Jakarta ini menegaskan bahwa referensi yang kuat akan menghidari plagiarisme.

Diskusi yang dipandu oleh Dr. Sodikin. M.Si cukup menarik. Banyak mahasiswa yang melontarkan pertanyaan di seputar bagaimana menulis skripsi yang benar dengan basis referensi yang kuat.

Diskusi dosen Tadris IPS FITK UIN Jakarta ini, merupakan rangkaian diskusi yang dirancang Prodi Tadris IPS. Dimulai Rabu, 29 April 2020 lalu dengan nara sumber Dr.H.  Zaimudin, M.Ag, dosen PAI UIN Jakarta dengan  tema diskusi “ Muhamadiyah Pioneer Pendidikan Satu Atap”. Dilanjutkan dengan diskusi Desain Baru Kurikulum Kampus Merdeka (13/4) dengan nara sumber Dr. H. Abd. Rozak, M.Pd. (r)