Optika 20 Tahap 1

Tangsel, BERITA ONLINE FITK- Olimpiade Matematika (OPTIKA 20) pada tahun 2021 ini dilaksanakan dengan sistem baru yaitu online dan mengusung tema “Surpass Every Situation, Rebuild The Spirit of Competition, Be The Next Pious Mathematician”. Adapun Pada hari ini Sabtu, 16 Januari 2021 telah dilaksanakan acara Pembukaan Tahap 1. Acara ini dipandu oleh 2 MC yang merupakan mahasiswa dan mahasiswi Program Studi Pendidikan Matematika. Dimulai dengan melantunkan tilawah Al-Qu’an yang dilkukan oleh salah satu mahasiswa Program Studi Matematika, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya.

Acara ini di isi dengan sambutan-sambutan yang disampaikan oleh Sadewo Aji Guno selaku Ketua Pelaksana OPTIKA 20, disambung oleh Arya Widiyanto selaku Ketua HMPS Pendidikan Matematika, sambutan selanjutnya disampaikan oleh Dr. Gelar Dwi Rahayu, M.Pd selaku Kepala Prodi (Kaprodi) Pendidikan Matematika, dan di akhiri oleh sambutan yang disampaikan oleh Dr. Sururin, M.Ag selaku Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK).

Adapun kegiatan ini ditutup dengan melakukan foto bersama seluruh peserta Zoom meeting yang berjumlah 400 peserta, dan dilanjutkan dengan Pembacaan Do’a yang dipimpin oleh salah satu mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika, kemudian ditutup oleh MC.

Pada waktu yang bersamaan, para peserta OPTIKA 20 yang berjumlah 588 regu, terdiri dari 148 regu tingkat Madrasah Ibtidaiyah, 260 regu tingkat Madrasah Tsanawiyah, dan 180 regu tingkat Madrasah Aliyah melangsungkan Olimpiade Tahap 1, di mana proses pengerjaannya di awasi melalui zoom oleh para pengawas yang merupakan bagian dari panitia OPTIKA 20 dan pengerjaan ujian melalui platform Sibiti.

Kuliah Umum Bersama Prof. Shinji Nobira

Shinji Nobira adalah professor filsafat pendidikan dari Universitas Aichi Jepang dihadirkan sebagai Narasumber dalam kuliah umum yang melibatkan peserta dari tiga universita yaitu UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Dipenegoro Semarang, dan Universitas Udayana Bali.  Acara difasilitasi oleh Indonesia Education Promoting Foundation Japan bekerjasama dengan Prodi Tadris Biologi UIN Jakarta, Prodi Bahasa dan Sastra Jepang UNDIP, dan Prodi Bahasa dan sastra Jepang UDAYANA.  Acara dilakukan dalam format webinar dihadiri hampir 200 partisipan terdiri dari dosen dan mahasiswa di tiga universitas. Kuliah umum mengambil tema pendidikan lingkungan dan lesson studi di Jepang.

Prof Nobira memaparkan mengapa Jepang sangat konsen dengan pendidikan lingkungan? Ini karena jepang pernah punya pengalaman buruk tentang masalah lingkungan.  Tragedi masalah lingkungan di dunia ada di Jepang, yaitu Tragedi Minamata karena laut tercemar merkuri,   Tragedi Yokkaichi Asma karena polusi udara perusahaan petrokimia, penyakit Itai-itai karena tanah dan air tercemar kadmium.  Kepedulian terkait lingkungan dan pengembangan pendidikan lingkungan di Jepang, hadir agar generasi selanjutnya lebih bisa menghargai alam.

Untuk membuka kesadaran kita semua, Prof. Nobira membuka melalui sebuah pertanyaan Apakah manusia puncak ekosistem yang menunjukkan ego untuk menguasai dan mewarisi ala mini atau manusia bagian dari alam itu sendiri tanpa alam manusia tidak dapat hidup? Falsafah Indian kuno menyatakan “alam ini bukanlah warisan nenek moyang, tetapi alam ini kita pinjam dari anak cucu.  Falsafah ini adalah falsafah yang bijaksana sesuai dengan hakikat dari pendidikan lingkungan adalah “mengubah  manusia sebagai penguasa alam atau egocentris, menjadi manusia sebagai bagian yang menyatu dengan alam itu sendiri atau ecocentris

Selanjutnya Prof. Nobira menjelaskan bagaimana Kurikulum dan penerapan Pendidikan Lingkungan dilakukan di jepang sebagai sebuah matakuliah terintegrasi pada mata pelajaran lainnya, dan bagaimana lesson studi sebagai tradisi jepang berabad-abad mampu mengembangkan pembelajaran tidak hanya bagaimana integrasi pendidikan lingkungan pada mata pelajaran namun pembelajaran secara keseluruhan. Kunci keberhasilan lesson studi di Jepang, karena 70% guru di Jepang merasakan meningkat profesionalisme karena belajar dari sesama guru.

Para peserta kuliah umum sangat antusias memberikan pertanyaan-pertanyaan selama kuliah umum ini, Prof. Nobira dengan sabar melayani pertanyaan-pertanyaan tersebut, walaupun tidak semua pertanyaan terkait dengan pendidikan lingkungan dan lesson studi.  Bagaimana kesan para peserta setelah mengikuti kuliah umum ini, berikut beberapa petikan kesan mereka.

“Kuliah umum ini sangat membuka wawasan dan pengetahuan sebagai calon pendidik di masa depan. Juga memberikan gambaran pelaksanaan pendidikan lingkungan di kelas yg baik mulai dari persiapan hingga hasil pelaksanaan…. “ (Ade Irma Fenriyanty dari UIN Jakarta)

“Informasi yang diberikan sangat informatif dan bagi saya yang sekarang juga sedang mempelajari budaya Jepang materi yang dipaparkan sangat membantu untuk meluaskan wawasan saya tentang pendidikan di Jepang”. (Putu Ira Krisanti dari Universitas Udayana)

“Sangat bermanfaat bagi pengetahuan, membuka pikiran untuk lebih berpikir lebar dan inovatif terkait menjaga lingkungan, dapat membayangkan bagaimana kehidupan pendidikan lingkungan di Jepang” (Gathayu Zahrawati dari Universitas Diponegoro)

DISKUSI DOSEN FITK VIRTUAL NASIONAL SEKALIGUS PENUTUPAN DISDOS PERIODE 2020: (MODEL DAN STRATEGI YANG EFEKTIF DAN EFISIENSI KEGIATAN PENDIDIKAN)

TANGSEL, BERITA FITK ONLINE-Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Jakarta kembali menggelar program rutin bulanan yaitu diskusi dosen Seri ke 10 secara virtual Nasional, sekaligus penutupan kegiatan diskusi dosen periode tahun 2020 pada Rabu, (30/12/2020). Diskusi dibuka oleh Dekan FITK Dr. Sururin, M.Ag dan setidaknya diikuti oleh 100 peserta lebih. Mereka adalah para dosen, mahasiswa dan praktisi pendidikan di seluruh nusantara.

Diskusi digelar dalam 2 sesi serta menghadirkan dua pembicara kunci yaitu Dr. H. Thobib Al-Asyhar, S.Ag. M.Si (Sekertaris Menteri Agama RI) sebagai pembicara kunci yang pertama. Dan Dr. H. Syafi’i, M. Ag (Kasubdit Ketenagaan Diktis Kemenag RI) sebagai pembicara kunci kedua. Sesi pertama mengusung tema “Aktualisasi Model Problem Based Learning Menuju Cita-Cita Pendidikan Islam”  dengan menghadirkan narasumber Dr. H. Sapiudin Shidi, M. Ag dan pembahas Prof. Dr. Husni Rahim. serta dimoderatori oleh Dr. Erba Rozalina Yulianti, M. Ag. Sementara itu, sesi kedua mengusung tema “Model Pengukuran Efektifitas Pendidikan” dengan menghadirkan narasumber  Dr. Otong Suyanto, M. Si. dan pembahas Dr. Abdul Muin, M. Pd. dengan dimoderatori oleh Zahril Anasy, M. Hum.

Dekan FITK Sururin dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada panitia Diskusi Dosen Periode tahun 2020 karena telah berhasil menyelenggarakan kegiatan ini sebanyak 10 seri meskipun dimasa pandemi covid 19. Sururin juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh dosen dan guru besar FITK yang hingga kini tetap mensuport dan bersemangat untuk mengikuti kegiatan rutin bulanan  dosen di tengah masa pandemi covid 19. Selain itu, ia juga berharap dalam sambutannya bahwa setelah kegiatan ini aka nada rekomendasi-rekomendasi kebijakan yang berkaitan dengan kemajuan pendidikan di lingkungan Kementrian Agama.

Masih dalam sambutannya, Dekan FITK mengucapkan selamat dan bangga kepada UIN Jakarta yang baru saja mendapatkan 3 penghargaan pada`3 kategori APDIKTIS 2020.

Sementara itu, Thobib Al Asyhar  dalam pemaparannya menjelaskan bahwa Allah SWT menciptakan manusia dengan segala keunikannya. Dalam kondisi fitrah tentunya manusia memiliki karakter yang berbeda sehingga dalam proses pelaksanaan pendidikan tidak aka nada prestasi yang sama antar sesame siswa. Maka, peran pendidikan akan sangat menentukan prestasi tersebut”.

Sejalan dengan hal tersebut, Syafi’I dalam pemaparannya menjelaskan bahwa “Jadilah maha guru.  Maha guru di zaman milenial adalah guru yang mampu menginspirasi siswanya. Maka saat ini guru tidak boleh menganggap bahwa guru adalah sumber belajar utama”

Masih pada kesempatan yang sama, Sapiudin  memaparkan bahwa Syarat utama menjadi guru adalah akhlakul karimah dan kreativitas. Lebih lanjut ia menegaskan bahwa dasar konseptual yang mendasari pembelajaran berbasis masalah bersifat membangun pengetahuan dan keterlibatandalam intelektual emosional sehingga anak didik aktif dan kreatif.

Prof. Dr. H. Husni Rahim menanggapi pemaparan narasumber bahwa PBL mengubah pola belajar  dari teacher centered menjadi students centered, siswa pasif menjadi siswa aktif dan memiliki gara belajar beragam. Pembelajaran mendengar, mencatat, menghapal menjadi berpikir, berkomunikasi,mencari dan mengolah. Sehingga siswa dan mahasiswa menjadi aktif dan kreatif.

Masih dalam forum yang sama, Otong menjelaskan pembelajaran yang efektif bukan hanya sekadarmembuat siswa mengetahui yang benar dan yang salah tetapi bagaimana siswa menjadi lebih interes. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa metode nonparametric menentukan tinkat efesiensi dari suatu unit analisis.

Sementara itu Abdul Muin menaggapi pemaparan pemateri bahwa Model DEA merupakan model yang sangat baik untuk mengevaluasi kinerja pendidikan. Lebih lanjut ia memaparkan bahwa model DEA dapat menganalisis sector kinerja pendidikan mana yang efisien dan yang tidak efesien. Juga dapat mengoptimalkan pembayaran sebagai inputdan teknis sistem sebagai output kinerja yang menjadi target institusi pendidikan.

Undangan Disdos Seri ke-X

 

 

Assalamu’alaikum, Warahmatullahi Wabarakatuh

YTh. Bapak/Ibu/Saudara/i. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan bangga mengundang kehadiran Bapak/Ibu/Saudara/i dalam acara diskusi dosen virtual bulanan seri ke- X dengan tema : Pentingnya sebuah Model dan Strategi yang Tepat untuk Efektivitas dan Efesiensi Kegiatan Pendidikan Pada :

📆Hari : Rabu, 30 Desember 2020
⏰Pukul : 13.30-16.30 WIB
🖥️Platform : Zoom Meeting
Host :
🗣️Ratna Faeruz, M.Pd
(Dosen PIAUD UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
Sambutan :
🗣️Dr. Sururin, M.Ag
(Dekan FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
Keynote Speaker:
🗣️Dr. H. Thobib Al- Asyhar, S.Ag., M.Si (Sekertaris Menteri Agama RI)
🗣️Dr. H. Syafi’i, M.Ag (Kasubdit Ketenagaan DIKTIS Kemenag RI)

Diskusi Dosen
Sesi 1.
Sub Tema :
Aktualisasi Model problem based learning menuju cita-cita Pendidikan Islam

Narasumber :
🗣️Dr. H. Sapiudin Shidiq, M.Ag
Pembahas :
🗣️Prof. Dr. H. Husni Rahim
Moderator :
🗣️Dr. Erba Rozalina Yulianti, M.Ag

Sesi 2
Sub Tema :
Model Pengukuran Efektifitas Pendidikan

Narasumber :
🗣️Dr. Otong Suyanto, M.Si
Pembahas :
🗣️Dr. Abdul Mu’in, M.Pd
Moderator :
🗣️Zahril Anasy, M.Hum

Doa Penutup
🗣️Dr. Ahmad Royani, M.Hum

Dengan terlebih dahulu mendaftar sebagai peserta lewat link berikut :

Link Registrasi Peserta
http://bit.ly/DftardisdosX

Link Bahan Diskusi
http://bit.ly/materidisdosX

Live Link Zoom Meeting
https://zoom.us/j/97997101238?pwd=RFRMNytnWnlnbEgvZW1wcVhQWkM3UT09
atau
http://bit.ly/zoomdisdosX

Meeting ID: 979 9710 1238
Passcode: FITK301220

Fasilitas:
✅E-Sertifikat
✅Soft Copy Materi
✅ Live Streaming Youtube

💰Free dan Terbuka untuk umum
👥👥👥👥👥👥👥👥

Terima Kasih atas perhatian serta kehadirannya

☎️Narahubung :
081312475787🧕(Rizqy)

Wassalamu’alaikum
warahmatullahi wabarakatuh

Jakarta, 28 Desember 2020

Hormat Kami

Tim Disdos FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2020

Meneladani Gus Dur

Oleh: Muslikh Amrullah

Bagi masyarakat Indonesia, khususnya warga nahdiyin, bulan Desember dikenang sebagai bulan Gus Dur. Hal tersebut karena tokoh besar pejuang demokrasi dan pluralisme tersebut wafat di bulan Desember, tepatnya pada 30 Desember 2009. Banyak predikat disematkan pada sosok Gus Dur, mulai dari ulama, Presiden RI ke-4, bapak bangsa, pejuang demokrasi dan HAM, tokoh pluralisme, pahlawan kemanusiaan, politikus, budayawan hingga pengayom bagi semua golongan. Terlebih perhatiannya yang demikian besar terhadap kelompok minoritas di negeri ini.

Gus Dur telah meninggalkan banyak warisan penting bagi negeri ini untuk dijadikan teladan berharga bagi bangsa dalam menghadapi setiap tantangan kebhinekaan. Ajaran Gus Dur akan selalu relevan untuk dijadikan contoh bagi segenap warga bangsa. Ia secara konsisten memperjuangkan pluralisme, bagaimana anak negeri ini mesti menjaga dan merawat bangsanya dengan anugerah kebhinekaan, mulai dari agama, suku, ras, bahasa, budaya, dan sebagainya.

Gus Dur kecil tumbuh dalam kultur pesantren. Sebuah tempat dengan nuansa penuh kesederhanaan, toleransi, serta praktik beragama yang sangat menghargai budaya nusantara. Perilaku beragama yang lebih menekankan pada substansi nilai-nilai agama daripada simbol-simbol formalitas agama. Gus Dur tumbuh besar dengan pengembaraan keilmuan yang begitu luas.

Cucu pendiri NU (Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari) ini telah mewariskan kepada kita tentang cara berislam sesuai dengan bingkai keindonesiaan. Agama yang menghadirkan perilaku saling mengasihi sesama umat manusia, tanpa harus membedakan suku, agama, ras, etnis, bahasa, budaya, dan sebagainya. Gus Dur juga dikenal dengan komitmennya yang demikian besar dalam melindungi serta mengayomi kelompok minoritas. Golongan yang terkadang rentan mendapatkan perlakuan tidak adil dan diskriminatif karena keberadaannya merupakan bagian kecil dalam sebuah komunitas. Dalam prinsip Gus Dur, kaum minoritas tetap harus mendapatkan perlakuan yang sama dan adil dalam setiap aspek kehidupan.

Sebagai pejuang demokrasi, sikap Gus Dur selalu konsisten dalam memperjuangkan kesetaraan bagi setiap warga negara, baik dalam aspek politik maupun hukum. Gus Dur membuka lebar ruang dialog dengan siapapun. Gus Dur tidak pernah memikirkan risiko dari setiap perjuangan yang ia lakukan. Selama apa yang diyakininya benar maka Gus Dur akan terus memperjuangkannya tanpa kenal takut.

Sebagai tokoh pejuang pluralisme, Gus Dur dengan gigih memperjuangkan terciptanya persatuan di antara elemen bangsa di tengah-tengah fakta kemajemukan yang ada. Gus Dur sadar bahwa keberagaman ada keniscayaan yang harus diterima oleh segenap warga bangsa. Gus Dur rajin mendatangi pemeluk agama lain maupun tempat ibadahnya demi menjalin persatuan walau sikapnya tersebut seringkali mendapat penentangan dari sebagian kelompok masyarakat, termasuk tokoh agama. Gus Dur telah mengajarkan kepada kita bahwa bergaul erat dengan kelompok agama lain tidak akan mengurangi tingkat keimanan seseorang terhadap ajaran agamanya. Justru hal tersebut merupakan bagian dari mengamalkan ajaran agama, yakni menjalin persatuan dalam upaya mewujudkan perdamaian.

Selain berderet predikat yang disematkan Gus Dur di atas, ia juga dikenal sebagai sosok humoris. Dalam berbagai kesempatan beliau selalu menyelipkan humor-humor segar, khas Kiai NU. Ungkapan “Gitu aja kok repot” begitu terpatri di hati rakyat dan pengagumnya hingga saat ini. Tentu saja ungkapan tersebut muncul bukan karena menyepelekan setiap persoalan yang sedang dihadapi, melainkan sebuah sikap untuk menyikapi persoalan dengan lebih sederhana. Ungkapan itu juga menunjukkan kepada kita bahwa tidak ada sesuatu yang harus dipertaruhkan secara mati-matian hanya karena urusan duniawi, seperti jabatan dan sebagainya. Yang mahal harganya bagi bangsa ini adalah persatuan. Siapapun tidak boleh mengorbankan persatuan hanya demi meraih materi, pengaruh maupun jabatan. Hal itu pernah Gus Dur lakukan saat dirinya dilengserkan dari kursi Presiden RI ke-4 23 Juli 2001 silam.

Ajaran Gus Dur tentang penghargaan yang demikian besar terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang selalu dicontohkan sendiri dalam kehidupannya penting dijadikan teladan bagi kita semua. Praktik menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara dengan menjunjung tinggi kesetaraan, sebuah sikap untuk saling mengasihi, menghormati, menghargai, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Gus Dur menunjukkan kepada kita bahwa karakter asli masyarakat nusantara adalah sikap yang ramah terhadap kemanusiaan. Sikap yang mesti kita jaga dan rawat sebagai modal penting dan berharga bagi generasi muda dalam membangun dan memajukan bangsa ini.

Wallahu a’lam

FITK Gelar Pelantikan Organisasi Mahasiswa Intra Kampus (OMIK)

TANGSEL, BERITA ONLINE FITK– Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengadakan acara pelantikan Organisasi Mahasiswa Intra Kampus (OMIK) SEMA, DEMA, HMPS dan HMJ FITK pada Senin, (28/12/2020) bertempat di ruang siding fakultas lantai 2.

Acara tersebut dihadiri oleh Dekan Dr Sururin Mag, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama Dr Khalimi MAg, pengurus Dema dan Sema FITK, HMJ dan HMPS FITK.

Dalam sambutannya, Sururin menyampaikan permohonan maaf atas gangguan teknis saat pelaksanaan acara pelantikan tersebut.

“Saya sebagai penaggung jawab yang ada di kampus ini, saya mohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan ini,” Suurin.

Kegiatan ini dipandu oleh MC (Dzikrullah) dengan tilawatil Qur’an oleh Pandu Prioatama. Kemuadian dilanjutkan dengan sambutan dari Dr. Khalimi, Dr Sururin, dan Ketua DEMA-FITK terpilih Haikal Ramadhan. Setelah itu, pembacaan SK kepengurusan dan penyerahan SK secara simbolis oleh Dr. Khalimi.

Dr. Sururin juga akan menunggu program dari setiap departemen DEMA-FITK dan memberikan beberapa pesan. Misalnya untuk Departemen Pengembangan Bahasa, Dr Sururin mengatakan “Departemen Pengembangan Bahasa kalo bisa menghidupkan kembali program unggulan dulu, yaitu Duta Dewantara.”.

Untuk departemen ekonomi kreatif “kami baru saja menyusun proposal pengembangan ekonomi berbasis masjid, kalau saudara (departemen) bisa terlibat di dalamnya, akan sangat bagus sekali dan memberikan manfaat,” sambungnya

Untuk departemen Hubungan antar lembaga “Departemen hubungan antar lembaga sangat penting sekali, karena sekarang ini dibutuhkan banyak jejaring, banyak kolaborasi, karena dengan itu semua kita bisa semakin kuat dan berkembang lebih lanjut“.

Pesan untuk departemen kominfo “kalau kalian ikut ICEMS kemarin, kalian harus ambil pelajaran darisana sebanyak-banyaknya, buatlah berita-berita atau quote-quote yang bagus, dan mungkin tahun depan akan disiapkan kamera yang bisa digunakan oleh dosen dan mahasiswa”

Pesan untuk Departemen pemberdayaan perempuan “FITK UIN Jakarta belum ada ruang laktasi, FITK UIN JAKARTA perlu mengadakan acara-acara pemberdayaan perempuan, kami sangat mendukung penuh kegiatan-kegiatan pemberdayaan perempuan di FITK

Pesan untuk Departemen Seni dan Olahraga “kami menunggu prestasi-prestasi dari departemen ini”

Pesan untuk Departemen Pengabdian masyarakat “banyak sekali kegiatan yang bisa kita kembangkan, misalnya program kejar paket A, B, C. Jangan salah, masih ada daerah misalnya bojongsari yang masyarakat disana belum tamat SMP maupun SMA”.

Pesan untuk Departemen Keagamaan “Ini menjadi tugas kita bersama, saya ingin musholla-musholla yang ada di FITK baik kampus 1 dan 2 harum ruangan-nya, bersih  tidak hanya suci tapi juga rapi.”

Departemen penelitian dan pengembangan “kami tunggu event-event dimana terdapat banyak kegiatan kompetisi untuk meningkatkan kualitas akademik dalam hal ini, penelitian dan pengembangan

Dr. Sururin juga dalam sambutan-nya mengatakan bahwa masuk organisasi tidak akan mengganggu perkuliahan “ikut organisasi, tidak akan menghambat saudara untuk studi, lulus dan selesai tepat waktu” ujarnya

Dr. Sururin juga berpesan dalam penutupnya “Harapan kami, kalau saudara/i sudah diberi amanah, tolong dijaga baik-baik dan buat sejarah. Sejarah dimana saudara/i mampu memberikan prestasi dan pengalaman khusus pada saat menjadi bagian dari Keluarga DEMA-FITK”

 

FITK Adakan Monitoring dan Evaluasi Kinerja Pegawai

 

Cinangka Depok, BERITA FITK Online–Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengadakan monitoring dan evaluasi kinerja pimpinan fakultas, Prodi, dan pegawai FITK pada Rabu, (23/12/2020) di  Cinangka Indah Sawangan Depok.

Hadir pada kegiatan tersebut Dekan FITK Dr Sururin MAg,  Wadek I Bidang Akademik Dr Kadir MPd, Wadek II Bidang Administrasi Umum Dr Abdul Muin MPd, Wadek III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama Dr Khalimi MAg, Kabag TU Drs Edy Suandi, para Kasubbag, para Kaprodi/Sekprodi dan seluruh pegawai FITK.

Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum FITK Dr Abdul Muin MPd dalam sambutannya menjelaskan, kegiatan ini dilakukan untuk monitoring dan evaluasi kinerja seluruh pimpinan, unit, dan pegawai FITK, serta mengevaluasi program program yang sudah dijalankan pada tahun anggaran 2020.

“Hasil monitoring dan evaluasi kinerja ini diharapkan menjadi bahan acuan untuk seluruh pegawai di lingkungan FITK guna ke depan bekerja dan berkinerja lebih baik lagi,” ujar Muin.

Muin juga mengatakan bahwa dari segi anggaran BLU tahun ini FITK mendapatkan dana BLU sebesar 3,8 M, sedangkan dana BOPTN sebesar 83 Juta. Karena pandemi maka ada beberpa progam yang tidak terealisasi, juga anggaran yang dihibahkan untuk dana covid.

“namun banyak juga kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan, kita berharap kedepan dapat melakasanakan kegiatan dengan maksimal” ujarnya.

Muin yang mewakili Dekan melanjutkan, saat ini kondisi Indonesia tidak menentu dikarenakan Covid-19, termasuk telah menjangkiti beberapa pegawai UIN di beberapa fakultas dan unit.

“Saya himbau kepada seluruh pegawai dan civitas akademika FITK untuk tetap menjalankan protokol kesehatan (3M) dalam menjalankan tugas-tugas kantor dan dalam keseharian; memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak,” jelas Muin.

“Kita harus tetap waspada dan ikhtiar untuk selalu hidup sehat dan mengikuti anjuran pemerintah tentang menjalankan protokol kesehatan untuk terhindar dari paparan virus corona tersebut,” tutup pria kelahiran Sumedang ini.

Setelah acara pembekalan selesai, acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan untuk pegawai pelaksana yang dipilih oleh pimpinan fakultas dengan kriteria-kriteria tertentu.

Diwawancarai secara terpisah, Ahmad Fuqoha selaku ketua panitia menyampaikan acara monitoring dan evaluasi kinerja ini didesain sedemikian rupa agar seluruh civitas akademika FITK menyatu dan dapat bersilaturahmi, namun juga tetap memperhatikan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah.

“Acara ini kami desain sedemikian rupa agar seluruh civitas akademika FITK menyatu dan bersilaturahmi, namun tetap memperhatikan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah,” ucapnya.

FITK Beri Penghargaan Karyawan Terbaik Tahun 2020

 

BERITA FITK Online- Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta beri penghargaan kepada empat karyawan terbaik  kategori tenaga pelaksana kebersihan dan keamanan, dalam satu rangkaian kegiatan monitoring dan evaluasi kinerja FITK tahun 2020 pada, Rabu (23/12/2020) di Cinangka Indah, Depok.

Empat karyawan yang terpilih ini dinilai langsung oleh pimpinan fakultas dengan melihat kinerja yang dilakukan pada tahun 2020. Adapun keempat peraih penghargaan karyawan terbaik kategori tenaga pelakasana tersebut adalah Ahmad Wahyudi, Ahmad Dahlan, Erfan Hariansyah dan Malik.

Dalam sambutanya, Wakil Dekan II  FITK, Abdul Muin mengatakan bahwa penghargaan ini dapat dijadikan motivasi bagi karyawan lain nya untuk bekerja lebih baik lagi.

“pengharagaan ini diberikan kepada  karyawan terbaik yang sudah di nilai langsung oleh pimpinan, pun bagi yang tidak mendapat penghargaan ini jangan berkecil hati namun dapat menjadi motivasi kepada diri sendiri untuk bekerja menjadi lebih baik lagi” ujarnya.

Menurut Muin, FITK adalah satu kesatuan yang tidak di pisahkan antara  unit satu dengan yang lain, jika satu yang tidak berfungsi maka akan menghambat ke unit lainya pula, oleh karenanya Muin menghimbau kembali untuk bekerja semaksimal mungkin dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi user yaitu mahasiswa.

 

Peluncuran Centre of Excellence – Educating for the Future FITK UIN Jakarta

Centre of Excellence (COE) – Educating for the Future Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta diluncurkan pada 18 November 2020. Sambutan terhadap peluncuran lembaga ini disampaikan oleh Menteri Agama RI, Jenderal TNI (Purn) H. Fachrul Razi; Duta Besar Republik Indonesia untuk New Zealand, Samoa, Kingdom of Tonga, Cook Islands & Niue—H.E. Tantowi Yahya; Duta Besar New Zealand untuk Indonesia, Dr. Shee-Jeong Park. Pusat ini merupakan lembaga yang dilahirkan dari kerjasama empat universitas yaitu UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia; Universitas Negeri Jakarta, Indonesia; Victoria University of Wellington, New Zealand dan University of South Australia, Australia.

Peluncuran lembaga ini dilakukan bersamaan dengan pembukaan The 6th International Conference on Education in Muslim Society (ICEMS) yang diselenggarakan oleh FITK UIN Jakarta. Dalam pengantarnya, Dekan FITK, Dr. Sururin, M.Ag. menyampaikan antusiasmenya menyambut peluncuran lembaga ini serta menjelaskan beberapa program yang akan dilaksanakan selama empat tahun ke depan.

Centre of Excellence memayungi kerjasama FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, The Office of Vice Rector of Planning and Cooperation of Universitas Negeri Jakarta, Wellington Faculty of Education Victoria University of Wellington, dan Centre for Islamic Thought and Education University of South Australia. Program yang akan dilaksanakan mencakup riset kolaboratif di bidang pendidikan, pertukaran mahasiswa sarjana dan doktoral, menyelenggarakan workshop bersama, kelas master, konferensi, ceramah ilmiah, dan program lainnya.

Peluncuran pagi itu dilaksanakan serentak di keempat universitas. Wakil Rektor Bidang Kerjasama UIN Jakarta, Prof. Dr. Andi Faisal Bakti, M.A.; Rektor Universitas Negeri Jakarta, Prof. Komaruddin; Deputy Vice Chancellor of Victoria University Wellington, Prof. Blair McRae; Direktur Centre for Islamic Thought and Education, University South Australia, Prof. Mohamad Abdalla, turut memberikan sambutan dan harapannya untuk kolaborasi ini. Satu komitmen untuk pendidikan di masa depan. (rei)