FITK UIN Jakarta Terima Kunjungan dan Teken Kerja Sama dengan FITK UIN Semarang

Gedung FITK, BERITA FITK Online– Selasa, (19/102021), FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menerima kunjungan dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Walisongo Semarang. Pertemuan tersebut membahas sejumlah topik aktual di antaranya pengelolaan laboratorium microteaching dan persiapan pelaksanaan PLP di masing-masing lembaga. Acara tersebut digelar secara langsung di ruang sidang FITK lantai 2.

Sebanyak tujuh orang ikut dalam rombongan FITK UIN Walisongo Semarang tersebut. Di antara rombongan yang mengikuti kunjungan adalah Kalab. Microteaching Hj. Nur Asiyah, M.Si., Sekjur MPI Agus Khunaifi, M.Ag., Sekjur PGMI Kristi Liani Purwanti, S.Si., M.Pd., Sekjur PIAUD Sofa Muthohar, M.Ag., Seklab. Microteaching Nor Hadi, M.Pd.I., Kabag TU Hj. Siti Khotimah, S.Ag., M.M., dan Analis Kepegawaian Nur Salim, S.Ag., M.M.

Kunjungan diterima Wakil Dekan I Dr Kadir MPd, Wakil Dekan II Dr Abdul Muin MPd, Wakil Dekan III Dr Khalimi MAg, Kalab. FITK Dindin Ridwanuddin, M.Pd., Kabag TU Drs. Edy Suandi, Koord. Subbag Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, dan sejumlah staf akademik FITK UIN Jakarta.

Dalam sambutannya sebagai Wakil Dekan I, Dr. Kadir M.Pd. menyampaikan selamat datang dan terima kasih sudah berkunjung ke FITK UIN Jakarta. Kadir menyampaikan permohonan maaf jika dalam penyambutan kurang berkenan dan serba terbatas dikarenakan kondisi masih dalam kondisi covid-19 dan pemberlakuan PPKM “Karena covid-19 dan pemberlakuan PPKM ini mohon maaf jika dalam penyambutan kami terdapat kekurangan dan kurang berkenan,” ucap Kadir.

Senada dengan Kadir, Abdul Muin selaku Wadek II menyampaikan permohonan maaf jika dalam penyambutan kurang berkenan dan serba terbatas dikarenakan kondisi masih dalam kondisi covid-19 dan pemberlakuan PPKM. Bapak kelahiran Sumedang juga menyampaikan semoga ada hasil dalam kunjungan ini.

“Semoga dengan silaturahmi kedua institusi ini kita sama-sama memperoleh “oleh-oleh” terkait dengan pengelolaan laboratorium microteaching dan persiapan pelaksanaan PLP di masing-masing lembaga mau pun yang lainnya. Karena (institusi) kita berkiprah di dunia pendidikan, maka mari bersama-sama memajukan institusi untuk kemajuan generasi mendatang,” ujar Muin.

Sementara itu, Sekjur PIAUD FITK UIN Semarang Sofa Muthohar, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan terima kasih banyak telah diterima berkunjung di FITK UIN Jakarta. Sofa Muthohar menerangkan, ia dan rombongan berkunjung ke FITK UIN Jakarta bukan tanpa alasan. Tujuan berkunjung ke FITK adalah pertama untuk silaturahmi sebagai sesama lembaga di bawah naungan PTKIN, selanjutnya, ia dan rombongan ingin belajar dan mencari informasi bagaimana pengelolaan laboratorium microteaching dan persiapan pelaksanaan PLP di masing-masing lembaga mau pun yang lainnya.

“Kami berkunjung ke FITK UIN Jakarta bukan tanpa alasan, pertama untuk silaturahmi sebagai sesama lembaga di bawah naungan PTKIN, berikutnya kami ingin belajar serta mencari informasi terkait bagaimana pengelolaan laboratorium microteaching dan persiapan pelaksanaan PLP di masing-masing lembaga mau pun yang lainnya dengan harapan kami dapat ‘oleh-oleh’ untuk dibawa pulang ke Semarang,” jelas Sofa Muthohar.

Sofa Muthohar melanjutkan, menurutnya saat ini FITK UIN Semarang memiliki enam Program Studi S1, dua prodi magister, dan satu Prodi PPG, dan sedang menunggu izin operasional Prodi Magister PBA.

“Bapak/Ibu, saat ini FITK UIN Semarang memiliki enam Program Studi S1, dua prodi magister, dan satu Prodi PPG, dan sedang menunggu izin operasional Prodi Magister PBA,” lanjutnya.

“Selama covid-19 ini, kami lebih fokus membangun infrastruktur dan fisik bangunan termasuk 10 smart class yang digunakan untuk blended learning. Hanya saja kami ingin mendapatkan gambaran dan wawasan perangkat laboratorium dari FITK UIN Jakarta,” tutup Sofa Muthohar.

Berikutnya, acara yang dilangsungkan di ruang sidang lantai 2 fakultas dilanjutkan dengan sesi dialog dan sharing informasi. Pada kesempatan dialog dan sharing informasi tersebut, sejumlah rombongan dari FITK UIN Walisongo Semarang menanyakan beberapa hal, utamanya berkaitan dengan pengelolaan laboratorium microteaching dan persiapan pelaksanaan PLP di masing-masing lembaga. Acara sharing informasi ini berlangsung cukup hangat dan menarik dan selesai menjelang kumandang azan zuhur. Kemudian acara ditutup dengan pembacaan doa oleh Dr. Khalimi, M.Ag. Wakil Dekan III FITK UIN Jakarta. (MusAm)

FITK Gelar Konferensi Internasional (ICEMS) Ke-7 Tahun 2021

Gedung FITK, BERITA FITK Online- Dalam mendukung upaya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menuju World Class University (WCU),  Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Jakarta terus berupaya memberikan pelayanan dalam bentuk program peningkatan wawasan baik nasional mau pun internasional. Hal itu sejalan dengan visi FITK UIN Jakarta sebagai LPTK yang unggul, kompetitif, profesional dengan mengintegrasikan keilmuan, keislaman, kemanusiaan, dan keindonesiaan, menjadikan fakultas ini berupaya terus menjadi terdepan dalam kajian yang kontekstual dengan dunia pendidikan saat ini. Oleh karena itu, FITK setiap tahunnya menyelenggarakan konferensi internasional pendidikan di masyarakat muslim atau yang dikenal dengan ICEMS (International Conference on Education In Muslim Society). Tahun ini ICEMS kembali digelar FITK pada Rabu-Kamis, (6-7/10/2021).

Tema ICEMS yang diusung tahun ini adalah “Embracing the New Normal: Changing Roles of Teachers and Technologies in Shifting Education Landscape. Dalam kegiatan ini, FITK mampu menghadirkan para pakar pendidikan nasional, regional, dan internasional untuk mengkaji bagaimana profesionalisme pendidik termasuk guru dan dosen dalam merespons disrupsi pendidikan yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19. Pembahasan tentang bagaimana profesionalisme pendidik dalam merespons tantangan pengajaran dan pembelajaran selama masa pendemi memiliki urgensi yang sangat strategis  agar stakeholders FITK UIN Jakarta dapat memahami konteks secara menyeluruh dari dampak pandemi pada kondisi pendidikan saat ini dan ke depannya.

“Bapak-Ibu yang kami hormati, fokus konferensi ini adalah bagaimana para akademisi dan praktisi pendidikan menyikapi tantangan akibat disrupsi pandemi Covid-19 dari segi teori dan praktik. Para pembicara dan peserta konferensi dari tingkat nasional, regional, dan internasional berbagi strategi dan inovasi pengajaran mereka,” ujar Kustiwan Syarif, Ph.D. saat penyampaian laporannya sebagai ketua panitia.

“Secara khusus, kegiatan ICEMS ketujuh ini juga diharapkan mampu menelusuri, mendokumentasi sekaligus mendiseminasi praktik baik yang dilakukan oleh para pendidik di berbagai wilayah di dunia dalam menjalankan proses pendidikan selama pandemi. Eksplorasi, dokumentasi, dan diseminasi praktek menjadi penting mengingat pandemi Covid-19 masih berlangsung saat ini, dan dunia pendidikan masih dihantui disrupsi dan ketidakpastian dalam beberapa waktu ke depan, sedangkan para pendidik termasuk guru dan dosen harus terus bertahan sekaligus mencari terobosan dalam berbagai bentuk inovasi pendidikan selama pandemi Covid-19 dan masa sesudahnya,” tutup Dosen Pendidikan Bahasa Inggris ini.

Dalam sambutannya sebagai dekan, Dr. Sururin, M.Ag. mengucapkan selamat datang kepada seluruh pembicara dan peserta ICEMS serta berharap kepada peserta untuk mengikuti konferensi dengan baik dan sampai selesai. “Kami mengucapkan selamat datang kepada pembicara, keyonte speech, dan seluruh peserta konferensi dan kami berharap semuanya dapat mengikuti konferensi dengan baik dan sampai selesai,” ucap Sururin.

“ICEMS tahun ini mengangakat tema “Embracing the New Normal: Changing Roles of Teachers and Technologies in Shifting Education Landscape. Kami yakin bahwa berbagai institusi pendidikan lain pun tertarik dalam mengkaji isu ini, sehingga dapat membuat berbagai macam strategi untuk beradaptasi dengan kondisi pendidikan saat ini dan juga pada masa mendatang,” sambungnya.

“Dengan demikian, melalui konferensi ini kami berharap para stakeholders dapat berdiskusi dan berkolaborasi dengan para ahli pendidikan, para praktisi, dan para guru. Kami percaya bahwa berkolaborasi dalam memajukan pendidikan dapat membawa perubahan besar untuk pendidikan secara global, khususnya untuk pendidikan di Indonesia,” tutup Ibu kelahiran Bojonegoro ini.

Sementara itu, Rektor UIN Jakarta Prof. Dr. Hj. Amany Lubis, M.A. dalam sambutannya menjelaskan ada perubahan yang signifikan dalam pelaksanaan pembelajaran di berbagai dunia termasuk di Indonesia.

“Selama penademi Covid-19, pelaksanaan praktik-praktik pembelajaran di berbagai negara berubah drastis. Contohnya, bagaimana guru mempersiapkan bahan ajar, guru mengajar, guru berinteraksi dengan siswa telah berubah ke level yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Seiring dengan berkembangnya teknologi digital, pembelajaran saat ini dapat dilakukan secara daring atau pun daring-luring (blended). Namun, hal ini juga memunculkan tantangan tersendiri. Dengan demikian, kita membutuhkan inovasi-inovasi yang bisa diterapkan dalam praktik-praktik pendidikan pada berbagai level,” papar Amany.

Selanjutnya, Amany menyampaikan bahwa UIN Jakarta berkomitmen untuk mendukung penuh setiap komponen kampus dalam peningkatan kompetensi akademiknya melalui  kerja sama, partnership, dan kolaborasi, baik dalam level nasional maupun internasional.

“Bapak-Ibu yang kami hormati, kami memastikan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta selalu berkomitmen untuk mendukung penuh civitas akademiknya dalam meningkatkan kemampuan akademiknya melalui kerja sama, partnership, dan kolaborasi, baik dalam level nasional maupun internasional,” sambung Amany.

“Selamat melaksanakan konferensi. Semoga konferensi ini dapat mengkaji dan memberikan formulasi bagaimana profesionalisme pendidik termasuk guru dan dosen serta institusi (UIN Jakarta) dalam merespons disrupsi pendidikan yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19,” pungkas Amany.

“Tujuan pendidikan nasional Indonesia adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang bertujuan untuk berkembangnya peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab,” ujar Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si., Wakil Menteri Agama RI dalam penyampaiannya sebagai pembicara kunci.

“Atas nama Kementerian Agama, saya bergembira dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas penyelenggaraan konfernsi internasional ketujuh ini tentang pendidikan masyarakat muslim yang mengambil tema menyambut kebiasaan baru (new normal), merubah peran mahasiswa, pendidik, dan teknologi dalam mengubah landscape pendidikan,” lanjutnya.

“Pandemi Covid-19 telah berperan merubah peran dunia pendidikan di masa depan melalui bantuan teknologi, namun peran teknologi tidak dapat menggantikan peran guru, dosen, dan interaksi pembelajaran antara pengajar dan pelajar. Sebab edukasi bukan hanya memeberikan pengetahuan, melainkan kerja sama dan kompetensi untuk mengembangkan kreativitas dan inovasinya dalam mengembangkan teknologi bagi perkembangan dunia pendidikan. Karena pendidikan bukan hanya transmisi pengetahuan namun bagaimana kita harus memastikan pembelajaran tetap tersampaikan dengan baik,” tutup Zainut Tauhid Sa’adi.

Sebagai informasi, ICEMS adalah salah satu kegiatan unggulan FITK untuk mengkaji isu-isu kependidikan aktual secara komprehensif dengan perspektif global. Kegiatan ini selalu menghadirkan para pakar pendidikan dari berbagai negara untuk menyoroti, mengkaji, sekaligus mencari solusi terhadap problematika kependidikan terkini, khususnya pendidikan Islam. Melalui penyelenggaraan ICEMS, FITK diharapkan terus berkontribusi terhadap berbagai isu dan problematika terkini yang terjadi baik dalam skala, nasional, regional, maupun global.

Sampai jumpa pada ICEMS kedelapan pada tahun 2022. (MusAm)

 

 

 

Wakili Umat Islam Indonesia dan Asia Tenggara, Abdul Mu’ti Ceramah di Vatikan

BERITA FITK Online Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus Guru Besar FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Abdul Mu’ti menjadi satu-satunya wakil Indonesia bahkan Asia Tenggara dalam forum pertemuan para pemimpin agama dunia di Vatikan, Selasa, (5/10/2021).

Dalam forum bertajuk Religions and Education: Toward a Global Compact on Education itu, Abdul Mu’ti berada satu meja dengan pemimpin Katolik dunia Pope Francis dan mufti agung Al-Azhar Syaikh Ahmad al-Tayyeb dan 15 tokoh agama dunia.

Bertepatan dengan hari Guru Internasional yang telah ditetapkan UNESCO sejak 1994, diselenggarakannya forum The Representatives of Religions ini dirancang untuk mempromosikan sekaligus merancang kesepakatan bersama tentang pendidikan dunia yang inklusif, yang berdampak pada perdamaian seluruh umat manusia di masa depan.

Pada kesempatan itu, Abdul Mu’ti menyampaikan ceramah tentang paradoks antara peran besar yang diemban guru sekaligus kesejahteraan dan keamanan hidup mereka yang tidak terjamin.

“Dengan dedikasi penuh, guru bekerja sepenuh hati untuk siswanya. Untuk dedikasi ini mereka mengorbankan waktu, tenaga, keluarga, dan hidup. Untuk menemui siswa, guru harus tinggal di daerah terpencil dengan fasilitas yang sangat minim. Ada guru di kamp-kamp pengungsi. Ada situasi di mana guru harus mengajar di tengah perang,” kata Mu’ti.

“Namun kondisi guru belum sesuai dengan kontribusinya. Guru di banyak negara, dibayar di bawah standar. Ada guru yang hidup dalam kondisi ekonomi yang buruk. Apresiasi kepada guru baik sebagai pribadi maupun profesional masih kurang memuaskan. Guru menjadi korban kekerasan, dihukum, dan sebagainya. Akibat kondisi tersebut, generasi muda kurang berminat menjadi guru,” imbuhnya.

Tugas besar para guru untuk menyiapkan masa depan bangsa bahkan dunia yang baik ini menurutnya perlu menjadi perhatian para tokoh agama di dunia untuk menggaungkan penghormatan yang layak dan sepatutnya diterima oleh para guru.

“Dari sudut pandang agama, guru memiliki misi profetik sebagai utusan’ Tuhan yang memegang, mengajar, dan mengubah ajaran agama ke dunia,” tutur Mu’ti.

“Sudah saatnya kita menghormati guru. Kualitas pendidikan, manusia, bangsa, dan dunia – sampai batas tertentu pada kualitas guru. Kami membutuhkan tindakan bersama dan kerja sama untuk menjadikan guru sebagai profesi terhormat dan agen peradaban dan peradaban umat manusia. Kita membutuhkan jaminan hukum untuk jaminan psikologis, profesional, moral, dan sosial bagi guru. Dari sini, kita perlu memiliki komitmen dan tindakan bersama menuju apresiasi yang lebih baik kepada guru,” tegas Mu’ti di depan para pemimpin dunia. (Muhammadiyah.or.id/MusAm)

DISKUSI DOSEN FITK 2021 SERI 6: “PSIKOLOGI SANTRI: SEBUAH KAJIAN AWAL”

BERITA FITK Online – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menggelar program rutin bulanan yaitu diskusi dosen secara virtual nasional seri 6. Gelaran diskusi dosen seri 6 dilaksanakan pada Selasa, (28/09/2021) dengan mengusung tema “Psikologi Santri: Sebuah Kajian Awal”. Diskusi dibuka oleh Ketua Panitia Diskusi Dosen FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2021 dan setidaknya diikuti oleh 117 peserta yang berasal dari berbagai penjuru nusantara.  Mereka adalah para dosen, guru, praktisi pendidikan, dan mahasiswa.

Diskusi dosen kali ini menghadirkan keynote speaker Dr. Waryono, M.Ag. beliau merupakan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama R.I. Bapak Waryono memberikan pemantik diskusi yaitu “Prilaku santri selalu berprilaku rendah hati, niat ikhlas dalam belajar, menghormati kedua orang, yang tentunya ini menjadi kunci syurga bagi anak-anak. Para santri juga biasanya menjaga prilaku yang unggul dalam belajar, mengaji dan ibadah, dan mengharap ridho pada guru dan kiainya agar selamat dunia akhirat.” Ujarnya. Beliau juga menambahkan bahwa “Kajian tentang santri ini relatif belum banyak, jika dosen FITK dan psikolog bisa melakukan kajian yang lebih komprehensif kami sangat berterima kasih, untuk mengembangkan pesatren di masa depan.” Selanjutnya beliau menekankan bahwa “Semoga pesantren kembali menjadi ekosistem ekonomi, sehingga kemudian dapat mandiri.”

Diskusi dosen kali ini digelar dengan menghadirkan narasumber yaitu Dekan FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yaitu Ibu Dr. Sururin, M.Ag. Narasumber mendahului diskusi dengan memberikan harapan bahwa “Kami mempunyai keinginan menulis tentang pesantren dan santri, karena berkorelasi dengan visi misi FITK UIN Jakarta yaitu integrasi keilmuan, keislaman, dan keindonesiaan. Sehingga kami memiliki tanggung jawab moral, tanggung jawab akademik untuk mengembangkan keindonesiaan pendidikan yang mengangkat santri yang betul-betul karakternya berbeda-beda, kami ingin dikembangkan menjadi sebuah buku dengan judul Psikologi Santri.”  Selanjutnya Bu Sururin menambahkan penjelasan mengenai psikologi santri sangat luas dan mendalam, Ibu Dekan memaparkan bagaimana perkembangan psikologi santri remaja, masa remaja yang memasuki masa akilbalig, pertumbuhan fisik laki-laki dan perempuan, permasalahan kesehatan juga reproduksi sejak dini, serta bagaimana perkembangan kognitif remaja, pembentukkan kepribadian santri, serta yang lebih penting beliau juga memaparkan stress pada santri.

Diskusi dosen kali ini juga menghadirkan pembahas yaitu Dekan Psikologi yaitu Ibu Dr. Zahrotun Nihayah, M.Si. beliau banyak membahas dari apa yang sudah dipaparkan oleh narasumber di antaranya beliau memfokuskan dulu pada perkembangan santri remaja, “Secara kognitif untuk drill dan hapalan dalam santri itu luar biasa, akan tetapi secara emosional agak hilang, oleh karena itu yang perlu dibenahi adalah pada peran sosok pengganti orang tua.” Ujarnya. “Santri dalam 24 jam itu ada di pesantren sehingga fungsi keluarga, teman sebaya, sekolah, dan masyarakat itu ada di pesantren. Sesuai dengan teori Brofenbrenner fokus konteks sosial di mana anak tinggal dan orang-orang yang mempengaruhi perkembangan anak mulai dari macrosystem, exosystem, mesosystem, dan microsystem.” Selanjutnya narasumber menegaskan “Jika dikaitkan antara psikological well being dan social well being ini sangat bisa santri ini menjadi luar biasa bagus.” Tandasnya.

Lebih lanjut di akhir sesi diskusi moderator Ahmad Irfan Mufid, MA memberikan penutup dengan menegaskan bahwa “Psikological well being dan social well being yang merupakan salah satu poin penting yang dibahas pada materi kajian ini yaitu berkaitan dengan psikologi santri dan kondisi sosialnya.” Ujarya.

 

 

 

 

FITK UIN Jakarta Terima Kunjungan dan Teken PKS dengan FTIK IAIN Ponorogo

Gedung FITK, BERITA FITK Online– Senin, 27 September 2021, FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menerima kunjungan dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Ponorogo. Pertemuan tersebut digelar secara langsung di ruang sidang FITK lantai 2.

Sebanyak tujuh orang ikut dalam rombongan FTIK IAIN Ponorogo tersebut. Di antara rombongan yang mengikuti kunjungan adalah Dekan FTIK Dr. H. Moh. Munir, Lc., M.Ag. Wakil Dekan I Dr. H. Moh. Miftachul Choiri, M.A., Wakil Dekan II Dr. Dra. Aries Fitriani, M.Pd., Wakil Dekan III Dr. Retno Widyaningrum, M.Pd. Kabag TU Zuhdy Tafqihan, M.Pd., Plt. Koord. Subbag Administrasi Umum dan Keuangan Lailiana Syihabi, S.E., dan Koord. Subbag Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Darmuji, M.Pd.

Kunjungan diterima Dekan FITK Dr Sururin MAg didampingi Wakil Dekan I Dr Kadir MPd, Wakil Dekan II Dr Abdul Muin MPd, Wakil Dekan III Dr Khalimi MAg, Kaprodi Magister PAI Dr. H. Abdul Ghofur, M.A., Kabag TU Drs. Edy Suandi, Koord. Subbag Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, dan sejumlah staf akademik FITK UIN Jakarta.

Dalam sambutannya sebagai Dekan, Dr Sururin MAg menyampaikan selamat datang dan terima kasih sudah berkunjung ke FITK UIN Jakarta. Sururin menyampaikan permohonan maaf jika dalam penyambutan kurang berkenan dan serba terbatas dikarenakan kondisi masih dalam kondisi covid-19 dan pemberlakuan PPKM. “Karena covid-19 dan pemberlakuan PPKM ini mohon maaf jika dalam penyambutan kami terdapat kekurangan dan kurang berkenan,” ucap Sururin.

“Semoga dengan silaturahmi kedua institusi ini kita sama-sama memperoleh “oleh-oleh” terkait dengan pengelolaan akademik, keuangan, kemahasiswaan, mau pun yang lainnya. Karena (institusi) kita berkiprah di dunia pendidikan, maka mari bersama-sama memajukan institusi untuk kemajuan generasi mendatang,” sambung Sururin.

Sururin menambahkan, FITK UIN Jakarta adalah fakultas pelopor, pembina, dan terbanyak jumlah Prodi dan mahasiswanya di UIN Jakarta.
“Bapak/Ibu perlu diketahui, FITK UIN Jakarta ini adalah fakultas pelopor, fakultas pembina dari fakultas lainnya dan fakultas yang jumlah Prodi dan mahasiswanya terbanyak di UIN Jakarta. Kami memiliki 17 Prodi S1 dan S2 termasuk PPG, satu Prodi S3 PAI sedang menunggu izin penyelenggaraan prodi dari Kementerian,” tutup Ibu kelahiran Bojonegoro ini.

Sementara itu, Dekan FTIK IAIN Ponorogo dalam sambutannya menyampaikan terima kasih banyak telah diterima berkunjung di FITK UIN Jakarta. Moh. Munir menerangkan, ia dan rombongan berkunjung ke FITK UIN Jakarta bukan tanpa alasan. Tujuan berkunjung ke FITK adalah pertama untuk silaturahmi sebagai sesama lembaga di bawah naungan PTKIN, selanjutnya, ia dan rombongan ingin belajar dan mencari informasi bagaimana pengelolaan ketarbiyahan.
“Kami berkunjung ke FITK UIN Jakarta bukan tanpa alasan, pertama untuk silaturahmi sebagai sesama lembaga di bawah naungan PTKIN, berikutnya kami ingin ‘mengaji’/ tholabul ilmi serta mencari informasi terkait bagaimana pengelolaan akademik, keuangan dan ketarbiyahan lainnya dengan harapan kami dapat ‘oleh-oleh’ untuk dibawa pulang ke Ponorogo,” jelas Moh. Munir.

Moh. Munir melanjutkan, menurutnya saat ini FTIK IAIN Ponorogo memiliki delapan Program Studi S1 dan 1 Prodi PPG, dari ke delapan prodi itu tiga di antaranya terakreditasi A, sisanya terakreditasi B.
“Bapak/Ibu, kami memiliki delapan program studi S1 dan Prodi PPG, tiga prodi status akreditasinya A, sedangkan lima prodi sisanya masih B,” lanjutnya.

“Kami juaga memiliki 6323 mahasiswa aktif dari total mahasiswa IAIN Ponorogo sekitar 12000-an mahasiswa. Dan jumlah kelas Prodi PAI di kami ada 15 kelas, mungkin mahasiswa kami terbanyak di lingkungan PTKIN,” tutup Moh. Munir.

Berikutnya, acara yang dilangsungkan di ruang sidang lantai 2 fakultas dilanjutkan dengan sesi dialog dan sharing informasi. Pada kesempatan dialog dan sharing informasi tersebut, sejumlah rombongan dari FTIK IAIN Ponorogo menanyakan beberapa hal, utamanya berkaitan dengan program ketarbiyahan seperti pembahasan MBKM, pengelolaan akademik, kemahasiswaan, dan pengelolaan PPG. Acara sharing informasi ini berlangsung cukup hangat dan menarik dan selesai menjelang kumandang azan ashar. Kemudian acara ditutup dengan pembacaan doa oleh Dr. H. Abdul Ghofur, M.A. Kaprodi Magister PAI FITK UIN Jakarta. (MusAm)

Proses penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) 

Proses penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS)

Proses Pemberian Cendera mata

Proses Pemberian Cendera mata

Muhbib Abdul Wahab: Prof Aziz Fahrurrozi Sosok Kritis dan Humoris

BERITA FITK Online – Keluarga Besar Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali dikejutkan dengan kabar duka atas meninggalnya Guru Besar Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Prof. Dr. H. Aziz Fahrurrozi, M.A. bin Kiai Syaubari pada Rabu dinihari pukul 00.30 WIB.

Tim Humas FITK mencoba menghubungi dan meminta kesan dan testimoni kepada salah satu murid beliau yang saat ini menjadi Ketua Prodi Magister Pendidikan Bahasa Arab FITK, Dr. Muhbib Abdul Wahab, M.Ag. selama berinteraksi dengan almarhum. Berikut petikan kesan Muhbib untuk sang guru panutannya.

“Selaku murid/mahasiswa beliau, saya turut berduka cita dan berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya sekaligus mendoakan almarhum, semoga Allah mencurahkan maghfirah dan kasih sayang-Nya kepada almarhum dan memasukkannya dalam jannatun na’im.
Secara pribadi, saya pernah diajar beliau selama dua kali tatap muka sebelum beliau melanjutkan studi ke Sudan pada tahun 1986. Sejak awal ketemu, saya terkesan sikap dan berpikirnya yg kritis dan joke-jokenya yang spontan dan lucu.
Setelah menjadi kaprodi MPBA, saya juga pernah menjadi anggota team teaching dengan beliau di Magister PBA dan Sekolah Pascasarjana (SPs). Beberapa kali menguji tesis dan disertasi bersama beliau, baik di MPBA dan SPs, almarhum menunjukkan pribadi yang spontanitasnya tinggi dalam berpikir, bersikap, dan melucu. Secara pribadi, almarhum termasuk sangat ramah, dan hampir setiap idul fitri, kami para dosen muda PBA selalu merasa nyaman bisa diterima dan dijamu di rumah beliau.

Kenangan terindah, beliau adalah Guru Besar (GB) yang hampir selalu hadir dalam rapat dan diskusi dosen, mau membimbing dan mengarahkan kami yg masih muda. Beliau paling semangat untuk menghidupkan paguyuban dosen PBA dengan arisan bulanan, makan siang bersama sambil diskusi ringan dan joke-joke barunya yang membuat kami kadang terpingkal-pingkal atau ngakak di ruang jurusan PBA.

Saya bersaksi beliau min ahli al-khair. Sebagai Gubes, beliau sangat rajin masuk kelas untuk mengajar dan mendampingi asistennya. Kami semua merasa kehilangan beliau. Semoga almarhum berpulang menghadap Rabbnya dalam keadaan husnul khatimah. Kenangan terakhir saya, jumat lalu, 17 September kami masih bersama sama menguji promosi doktor di SPs. Meski dengan suara mulai tersengal-sengal dan berat, beliau tetap menyelipkan joke saat menguji,” pungkasnya.

Menurut informasi dari kerabat almarhum, rencananya jenazah akan disalatkan di Masjid Fathullah bakda zuhur dan selanjutnya dimakamkan di pemakaman UIN Jakarta.

Sebagai tambahan informasi, Rabu, (21/9/2021) pukul 19.30 WIB. FITK akan menggelar Takziah Virtual dan Doa Bersama untuk almarhum. (MusAm)

FITK Kembali Berduka!

BERITA FITK Online – Rabu, (21/9/2021) Keluarga Besar Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali dikejutkan dengan kabar duka atas meninggalnya Guru Besar Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Prof. Dr. H. Aziz Fahrurrozi, M.A. bin Kiai Syaubari pada Rabu dinihari pukul 00.30 WIB. Almarhum dikaruniai empat orang anak, dua putra dan dua putri dengan pasangan Ibu Hj. Iin Hikmah.

Kabar duka cita itu begitu cepat tersebar di media sosial seperti facebook juga beberapa grup whatsapp. Banyak dari rekan dosen di FITK dan muridnya ramai-ramai mengucapkan duka cita yang mendalam atas kepulangannya.

Dekan FITK Dr. Sururin, M.Ag. menyampaikan duka yang mendalam atas wafatnya almarhum.
“Kami keluarga besar FITK UIN Jakarta berduka cita yang mendalam atas wafatnya dosen dan guru kami, almarhum Prof. Dr. Aziz Fahrurrozi, M.A. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Semoga amal ibadah almarhum diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. Insya Allah husnul khotimah. Al Fatihah….🤲,” tulis Sururin dalam pesan whatsappnya.

Sementara itu, salah satu murid/mahasiswa almarhum yang juga merupakan dosen PBA Mukhson Nawawi, M.A. menyampaikan testimoni dan kesannya kepada almarhum.

“Prof. Aziz Fahrurrozi merupakan sosok panutan dalam banyak hal, seperti kedisiplinan, komitmen, sikap kritis, dan humoris. Saat memperbincangkan topik tertentu pada saat rapat maupun forum yang lain, almarhum sering memberikan tinjauan mengenai topik tersebut dari sudut pandang yang berbeda secara kritis dan mendalam, namun tetap disampaikan dengan cara yang sederhana dan penuh canda tawa, sehingga kami dosen muda sangat mudah memahami apa yang disampaikan almarhum.
Bagi saya dan mungkin bagi mahasiswa lainnya, almarhum adalah sosok guru favorit dan tauladan bagi mahasiswa dan muridnya, terutama melalui candaan-candaan segar yang bersifat akademik yang dilontarkannya saat memberikan telaah kritis atas berbagai issu yang sedang didiskusikan,” jelas Bapak kelahiran Brebes itu.

Menurut informasi dari kerabat almarhum, rencananya jenazah Prof Aziz Fahrurrozi akan disalatkan di Masjid Fathullah bakda zuhur dan selanjutnya dimakamkan di pemakaman UIN Jakarta.

Sebagai tambahan informasi, rencananya pada Rabu, (21/9/2021) pukul 19.30 WIB. FITK akan menggelar Takziah Virtual dan Doa Bersama untuk almarhum. (MusAm)

Prodi PBI FITK UIN Jakarta Gelar Webinar Bertajuk “International Scholarship Webinar: Prepare Yourself to Grab Your Future Dreams Scholarship”

Gedung FITK, BERITA FITK Online – Minggu, (19/9/2021) Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Webinar yang bertajuk “International Scholarship Webinar: Prepare Yourself to Grab Your Future Dreams Scholarship”. Acara tersebut sebagai awal sekaligus sebagai pre-opening English Festival 2021  yang akan resmi dimulai pada 21 September 2021. Acara ini dilangsungkan secara daring melalui platform Zoom Cloud Meeting dan diikuti oleh Mahasiswa PBI, dosen FITK, para peserta English Festival 2021, dan kalangan akademik lainnya.

Dalam acara tersebut, PBI FITK menghadirkan tiga narasumber, yaitu ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Didin Nurudin Hidayat, M.A. TESOL, Ph.D., Dosen Pengajar UIN Jakarta sekaligus Founder friendsholars., Aziz Awaludin, M.Ed. mahasiswa program doktoral University of Wisconsin, Madison dan Agus Sufyan, M.App.Ling. alumni program LPDP.

Dalam sambutannya sebagai Dekan, Dr. Sururin, M.Ag. Menyampaikan rasa syukur yang sedalam-dalamnya sehingga kegiatan webinar PBI ini dapat terlaksana dengan lancar. “Bapak dan ibu hadirin, alhamdulillah pada pagi hari ini kita dapat mengikuti bersama salah satu kegiatan yang sangat bagus sekali yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam bentuk Webinar International Scholarship yang nantinya akan disampaikan oleh para narasumber dan diharapkan bisa berbagi ilmu tentang Scholarship. Salah satu modal mahasiswa/mahasiswi PBI yang tentunya harus mampu berkomunikasi dengan memakai bahasa International, bahasa Inggris akan sangat berguna untuk mendapatkan beasiswa study di luar negeri atau biasa disebut dengan Scholarship,” ucap Sururin.

“Untuk menutup sambutan saya, diharapkan seluruh peserta terutama Mahasiswa dan Mahasiswi Program Studi Bahasa Inggris menanamkan motivasi untuk mencapai Beasiswa di kelas Internasional. Melalui English Festival sebagai acara rutin dan acara jurusan PBI, kami mendapat banyak ilmu dan kami tunggu acara-acara yang akan diselenggarakan oleh para panitia untuk kedepannya,” tutup Sururin.

Berikutnya, dalam penyampaian materinya, Aziz Awaludin menjelaskan bahwa di era sekarang sudah banyak sekali jalan untuk meraih beasiswa internasional. Disebutkan juga beberapa program yang diadakan oleh LPDP, Fulbright USA, dan Australian Awards Scholarship. Tidak hanya itu, dalam penyampaian materinya, Aziz Awaludin menyebutkan beberapa tips seperti para peserta harus menuliskan CV & Essay yang sempurna atau menakjubkan. Setelah itu, para peserta harus menemukan profesor khusus yang tertarik dengan penelitian yang kita ingin sampaikan.

Selanjutnya, Agus sufyan, M.App.Ling. Dalam penyampaian materinya, menekankan bahwa kita sebagai peserta, untuk memilah dan memilih dan selalu bersikap Jujur, generous, dan ber-integritas. “kakak-kakak sekalian jika harus membuat artikel, essay, turnitinnya pun harus terbukti bersih. Itulah yang dimaksud dengan ber-integritas. Seluruh penerima beasiswa LPDP juga harus bisa memisahkan antara permasalahan internal dengan pekerjaan. Wajib bersikap profesional. Dan jika kita ingin menerima beasiswa, kita harus mempunyai mental yang kuat,” ujar Agus.

“Ada beberapa hal yang harus para peserta punya sebelum daftar dan menerima beasiswa. Yang pertama Mindset, yang kedua Mindset juga, dan ketiga tetap Mindset. Kenapa saya ulang sampai 3x? karena para peserta harus mempunyai Mindset yang kuat, dan daftar juga dihimbau bersama teman jadi selalu ada semangat untuk mencapai beasiswa tersebut. Lalu point ke 4 adalah Savings, tidak harus berupa financial, bisa juga berupa pengalaman. Lalu point terakhir adalah Me and the other, maksudnya di sini adalah kita hidup bersamaan dengan perbedaan agama yang membuat kita harus ber-toleransi.” tutup pria kelahiran Indramayu ini. (MusAm/Puspanisaindri).

Hari Kedua Pelaksanaan UP UKMPPG Daljab 2021

Gedung FITK, BERITA FITK Online – Sejak Sabtu, (18/9/2021), sebanyak 412 guru mengikuti Uji Pengetahuan (UP) Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (UKMPPG) Dalam Jabatan tahun 2021. Pada hari ini Minggu, (19/9/2021) adalah hari kedua pelaksanaan UP tersebut yang dilaksanakan secara online melalui aplikaai SEB.

“Alhamdulillah pelaksanaan UP hari kedua ini berjalan dengan aman dan lancar seperti hari pertama kemarin, bahwa ada beberapa peserta yang drop jaringan itu wajar karena wilayah yang cukup jauh dari peserta itu sendiri sehingga sedikit terkendala sinyal, tapi semuanya masih bisa kami atasi dengan cepat,” ujar operator PPG, Afif Ahmad Faisal, M.M. saat dimintai keterangan.

Mereka yang mengikuti UP hari ini, lanjutnya, terdiri dari sesi tiga dan sesi empat dengan rincian sesi tiga terdapat 13 pengawas, sementara sesi empat terdapat sembilan pengawas.
“UP hari ini terdiri dari dua sesi, sesi tiga dan sesi empat dengan rincian sesi tiga terdapat 13 pengawas, sementara sesi empat terdapat sembilan pengawas yang semuanya ditempatkan pada ruangan terpisah,” jelas Afif.
“Pada pelaksanaan UP hari kedua ini juga, pengawas terlihat lebih tenang, sehingga para peserta juga nampaknya ikut tenang meskipun pada awal-awal terlihat tegang. Bapak/Ibu penyelia juga sangat baik dan kooperatif saat memantau dan memberi arahan pelaksanaan UP di LPTK UIN Jakarta ini. Hatur nuhun, Bapak/Ibu penyelia,” tutup Afif.

Sementara itu, Fuji Hernawati Kusumah, M.Si. salah satu pengawas UP PPG saat dimintai keterangannya saat mengawas menyampaikan, pelaksanaan UP PPG berbasis daring ini merupakan pengalaman pertamanya dan sempet merasa kerepotan saat awal-awal peserta login.


“Ini pengalaman pertama saya sebagai pengawas pelaksanaan UP PPG daring, biasanya mengawas offline. Awalnya agak merasa kerepotan, terutama saat peserta tidak bisa masuk aplikasi dan terlihat mereka begitu panik. Apalagi di kelompok yang saya awasi itu ibu-ibu yang usianya mungkin rata-rata 40-50 tahun, dan sebagian dari mereka terlihat kurang akrab dengan perangkat IT,” ucap Dosen Tadris Fisika ini.

Ia pun menceritakan kendala selama mengawas UP PPG kali ini.
“Kendala pada umumya berasal dari jaringan peserta ujian, terutama bagi peserta yang berasal dari daerah jauh dan terpencil. Selanjutnya, sebagian dari peserta salah memasukkan kode dan password yang menyebabkan mereka kesulitan masuk ke aplikasi SEB. Kendala terakhir mungkin karena sebagian dari mereka kurang akrab dengan IT dan perangkatnya,” lanjutnya.

“Setelah saya menyaksikan UP PPG ini, muncul dalam pikiran saya persolan pendidikan terutama guru masih banyak, selain kesejahteraan yang selama ini kita ketahui juga sumber daya manusianya itu sendiri. Ini harus menjadi perhatian serius bagi kampus-kampus terutama LPTK seperti FITK ini. Pemerintah harus punya formula untuk menyelesaikan masalah klasik ini, yaitu masalah kesejahteraan dan kualitas manusianya,” tutup perempuan kelahiran Kuningan ini.

Sementara itu, Penyelia Nasional Dr. Asnil Aidah Ritonga, M.A. dari UIN Medan dalam laporan monitoringnya menyampaikan, dari persiapan hingga saat pelaksanaan UP dua hari ini. Menurutnya, secara umum pelaksanaan UP di hari pertama dan kedua berjalan dengan aman dan lancar.
“Alhamdulillah pelaksanaan UP di LPTK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada hari pertama dan kedua berjalan dengan lancar dan relatif aman, meskipun pada hari kedua ini ada peserta yang terdapat di dashboard namun tidak ada di data panitia. Ini mungkin kesalahan input dari kementerian. Kemudian kami beri solusi untuk yang bersangkutan untuk mengikuti retaker. Kami telah membuatkan berita acara khusus ke Panas untuk pelaksanaan ujian susulan untuk yang bersangkutan,” jelasnya.

“Alhamdulillah tempat pelaksanaan UP PPG sangat representatif dan kuat jaringan internetnya. Kemudian, selama dua hari UP ini kami penyelia sangat merasa terbantu oleh panitia dan pengelola PPG UIN Jakarta, mereka sangat kooperatif dan cekatan jika terjadi kendala apa pun. Mereka juga tidak segan untuk menanyakan segala hal ke saya maupun ke Pak Luqman rekan saya,” sambung Dosen PAI UIN Medan ini.

Kemudian Asnil memberikan catatan dan evaluasi pelaksanaan UP PPG kali ini.
“Pengelola dan panitia kelihatannya belum ada informasi mengenai berita acara B1-B6, sehingga pada saat briefing kemarin dan saat saya tanyakan ke pengawas terkait B1-B6 sudah diisi belum, mereka serempak jawab belum mengisinya. Ini hanya persoalan komunikasi atau memang belum sempat disampaikan saja ke pengawas. Tapi, secara umum, pelaksanaan UP PPG di LPTK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berjalan dengan lancar dan sukses,” pungkasnya. (MusAm)

FITK Laksanakan UP UKMPPG Daljab 2021

Gedung FITK, BERITA FITK Online – Sebanyak 412 guru mengikuti Uji Pengetahuan (UP) Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (UKMPPG) Dalam Jabatan tahun 2021 pada Sabtu-Minggu, (18-19/9/2021) secara online melalui aplikaai SEB.

“UP ini dilaksanakan secara online yang diawasi oleh sejumlah pengawas, koordinator pengawas, dan penyelia dari gedung FITK,” ujar Ketua Penyelenggara Drs. Edy Suandi saat dimintai keterangan.

Mereka yang mengikuti UP ini, lanjutnya, terdiri dari peserta PAI berjumlah 168 dan madrasah 244 dengan total 412 peserta.

Ditambahkannya, pada UP kali ini, LPTK UIN Jakarta sudah bisa melaksanakan UP secara online di Gedung FITK dengan sejumlah unit komputer yang tersambung dengan server dan siap digunakan dan telah memenuhi protokol kesehatan yang ditetapkan panitia nasional.

“UP yang lalu, saat retaker, kami masih menggunakan laboratorium komputer yang di gedung PPG Bojongsari, namun mengingat jarak yang cukup jauh dan terkadang di sana terkendala jaringan, akhirnya kita putuskan untuk penyelenggaraan UP kali ini dilaksanakan seluruhnya di gedung FITK kampus 1,” terang Edy.
“Kami pun telah memastikan segala perangkat yang dibutuhkan selama UP berlangsung, insyaallah aman, seperti perangkat komputer, jaringan, listrik, dan penerapan protokol kesehatan yang ditetapkan panitia nasional semuanya kami penuhi,” tambah Edy.

Sementara itu, Afif Ahmad Faisal, M.M. operator PPG saat dimintai keterangan menyampaikan, penyelenggaraan UP pada hari pertama berjalan dengan aman dan lancar.
“Alhamdulillah, hari pertama pelaksanaan UP berjalan aman dan lancar tanpa kendala yang berarti. Pengawas ruangan kami tempatkan di beberapa lokasi, di ruang sidang, ruang akademik, dan sebagian lagi di ruang Subbag umum. Itu permintaan dari panitia nasional agar pelaksanaan UP ini tetap mematuhi protokol kesehatan,” jelasnya.

“Pelaksanaan UP kali ini dijadwalkan selama dua hari (Sabtu dan Minggu) dan akan dibagi menjadi empat sesi. Sesi satu dan dua dilaksanakan pada hari Sabtu, sementara sesi tiga dan empat akan dilaksanakan pada hari Minggu dengan waktu yang sama,” tutup Pria kelahiran Kuningan ini.

Sementara itu, Penyelia Nasional Dr. Asnil Aidah Ritonga, M.A. dari UIN Medan dalam keterangannya menyampaikan laporan dari kunjungannya mulai dari persiapan hingga saat proses ujian. Menurutnya, secara umum pelaksanaan UP di hari pertama berjalan dengan aman dan lancar.
“Alhamdulillah pelaksanaan UP di LPTK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada hari pertama berjalan dengan lancar dan relatif terkendali, meskipun pada awal-awal ada sejumlah peserta saat masuk aplikasi terjadi kepanikan, karena sebagian dari peserta kesulitan masuk pada aplikasi SEB. Namun, dengan kesigapan para pengawas dan panitia di sini, alhamdulillah kendala teknis tersebut bisa segera diatasi,” ujarnya.

Asnil menambahkan, semoga pelaksanaan UP hari kedua akan berjalan dengan lebih baik lagi, mengingat saat pelaksanaan UP hari pertama sudah cukup baik dan terkendali.
“Kami berharap pelaksanaan UP hari kedua akan berjalan lebih baik lagi, karena kami melihat pelaksanaan UP hari ini cukup baik dan terkendali. Terima kasih untuk semua panitia dari LPTK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah bekerja keras untuk kesuksesan pelaksanaan UP ini,” pungkasnya. (MusAm)