Direktur GTK Madrasah: PPG Daljab Batch 3 Segera Dimulai

BERITA FITK Online– Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan (PPG Daljab) bagi Guru Madrasah angkatan ketiga (Batch 3) akan segera diselenggarakan. Hal tersebut dikatakan langsung oleh Direktur GTK Madrasah, Dr. Muhammad Zain, M.Ag.

“PPG Dalam Jabatan bagi Guru Madrasah Angkatan III ini akan segera dimulai, untuk mapel agama diselenggarakan pada 3 Oktober 2022,” jelas Zain sebagaimana dikutip dari laman resmi Kementerian Agama (Kemenag) pada Minggu, (25/9/2022).

Sebanyak 40 Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang menjalin kerja sama dalam penyelenggaraan PPG Daljab bagi Guru Madrasah Batch 3 tahun 2022. Rinciannya tersebut terdiri atas 36 LPTK Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (LPTK-PTKIN) dan 4 LPTK Perguruan Tinggi Umum (LPTK-PTU).

Adapun mengenai penandatanganan perjanjian kerja sama telah dilakukan antara Direktur GTK Madrasah dengan para pimpinan LPTK.

Pembiayaan PPG Daljab bagi Guru Madrasah Terbagi Dalam Dua Skema
Zain menuturkan, PPG Daljab tersebut pembiayaannya melalui dua skema. Pertama dibiayai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (DIPA) dan yang kedua dibiayai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) oleh Kementerian Keuangan.

“Total ada 6.971 guru madrasah yang akan mengikuti PPG angkatan III. Sebanyak 6.171 guru dengan pembiayaan LPDP dan 800 guru melalui pembiayaan DIPA Ditjen Pendis,” ujar Zain.

Lebih lanjut ia menjabarkan, dari total tersebut, mayoritas merupakan guru mata pelajaran agama, lalu sisanya mencakup guru mata pelajaran umum.

“Dari 6.171 orang yang dibiayai LPDP, 5.371 adalah guru mapel agama, sisanya guru mapel umum. Sedangkan 800 orang yang dibiayai DIPA Ditjen Pendis seluruhnya adalah guru mapel agama,” tambahnya.

Jika PPG Mapel Agama berjalan mulai 3 Oktober, lain halnya dengan PPG Mapel Umum yang telah berlangsung pada 24 September 2022. Hal ini diungkapkan langsung oleh Zain.

“Untuk PPG Mapel Umum berjalan mulai 24 September 2022,” pungkasnya. (MusAm)

 

Naskah Lengkap Motivasi Profesor Abuddin Nata dalam Pengukuhan Guru Profesional

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

                Alhamdu lillahi al- ladzi ja’ala al-mudarrisin wasiilatan wa minhaajan li irtifaai martabati al- insaniyati, litanmiyati al-‘ulum, wa al-tsaqafah, wa al-hadharati al-Islamiyah; wa al-shalaatu wa al-salaamu ala rasul Allah wa alaa aalihi wa ashaabihi wa mantabia hudaahu, wa uswatahu wa qudwatahu.

                Puji dan syukur (al-hamdulillah wa al-syukr lillah) dipanjatkan ke hadirat Allah SWT atas karuia-dan hidayah-Nya; shalawat dan salam (allahumma shalli ‘alaa muhammadin wa ‘alaa aali muhammad) disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keuarga dan sahabat, serta para pengikurnya yang setia atau perjuangan, bimbingan dan keteladanannya.

                Selanjutnya Saya ucapkan selamat kepada para tamatan PPG yang hari ini akan dilantik sebagai guru dalam bidang pendidikan agama Islam dan lainnya, dengan doa semoga saudara-saudara sukses dalam melaksanakan tugas mulai meningkatkan dan mengembangkan potensi peserta didik agar mereka mampu membangun dan mengembangkan ilmu, kebudayaan dan peradaban Islam guna mewujudkan rahmatan lil alamin, bahagia hidup di dunia dan akhirat.

               Guna meneguhkan guru profesional untuk pendidikan berkualitas, idzinkan Saya menyampaikan beberapa pemikiran dan saran-saran sebagai berikut.

                Pertama, seorang hendaknya perlu selalu diingat, bahwa di antara komponen pendidikan yang paling menentukan keberhasilan pendidikan, selain komponen lainnya seperti metode belajar mengajar, adalah komponen guru. Sebuah nasihat yang amat populer di kalangan para ustad di Pondok Pesantren dan Madrasah sebuah ungkapan dari tokoh pembaru pendidikan Islam di Indonesia, Mahmud Yunus dan diperkuat oleh koleganya, K.H. Imam Zarkasyi, yaitu al-thariqah ahammu min al-maaddah, wa al-mudarris ahammu min al-thariiqah, wa al-ruuh al-mudarris ahammu min al-mudarris binafsihi: Bahwa metode belajar mengajar lebih utama dari materi pelajaran, dan guru lebih tama dari metode belajar mengajar, dan spririt para guru lebih utama dari guru itu sendiri. Ungkapan ini mengingatkan para guru agar dalam melaksanakan tugasnya harus memiliki spirit, yakni dorongan dan motivasi yang kuat, yaitu semangat pengabdian yang tulus dan sungguh-sungguh yang didasarkan atas niat karena Allah SWT untuk kemajuan ilmu, kebudayaan dan peradaban Islam guna mewujudkan rahmat bagi seluruh alam. Dengan demikian, tugas sebagai guru harus jadi panggilan jiwa, fashion, tumbuh dari keinginan sendiri, bukan paksaaan atau bukan karena tidak ada pekerjaan yang lain. Selain itu, agar ia dapat menjadi guru profesional yang dapat melahirkan lulusan pendidikan yang berkualitas, maka guru itu harus menjadi guru profesional yang berkualitas yang ditandai oleh penguasaan terhadap empat kompetensi guru profesional, yakni kompetensi akademik, kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial di atas standar minimal. Hal ini dapat dilakukan dengan terus belajar, melakukan kajian dan penelitian. Imam al-Ghazali berkata bahwa seorang guru yang tidak mau lagi belajar, maka sebaiknya ia tidak melanjutkan tugas keguruannya.

                Kedua, bahwa sebagai guru muslim yang berpegang teguh pada ajaran Islam, sesungguhnya harus memiliki komitmen lahirkan lulusan pendidikan yang berkualitas, karena ajaran Islam memiliki sejumlah komponen yang berkualitas. Yakni Allah SWT (Maha Suci dan Maha Tinggi), Kitab Suci al-Qur’an yang lengkap, sempurna, komprehensif, integrated dan berkualitas tinggi, nabi Muhammad SAW sebagai pembawanya juga berkualitas, bergelar al-Amin, Fathonah dan bagian dari Ulul Azmi yang memiliki kualitas yang tinggi.

                Ketiga, seorang guru hendaknya perlu mengaitkan tugas yang dilaksanakan sebagai bagian dari upaya menyukseskan agenda Pemerintah dalam bidang pendidikan sesuai amanat Undang-undang Dasar 1945, yakni memberikan akses yang lebih luas kepada seluruh rakyat Indonesia agar memperoleh pendidikan; peningkatan mutu pendidikan, dan meningkatan daya saing pendidikan, baik pada tingkat lokal, nasional, dan internasional. Untuk mewujudkan agenda pendidikan, maka tugas guru adalah tugas mulia, sama dengan tugas kepahlawanan, sehingga muncul istilah, guru adalah pahlawan tanpa jasa. Sebagai pahlawan guru tidak boleh menyerah dalam menghadapi berbagai keadaan dalam melaksanakan tugasnya.

                Keempat, seorang guru perlu mengikuti terus perkembangan dan inovasi pendidikan yang tengah terjadi baik di dalam maupun luar negeri. Dalam rangka melaksanakan agenda pendidikan nasional sebagaimana tersebut di atas, yakni pemerataan akses pendidikan, peningkatan mutu dan daya saing, kini tengah dilakukan inovasi, dan pembaharuan perangkat hukum dan aturan penyelenggaraan pendidikan. Di antaranya inovasi dan pengembangan tugas guru agar tampil sebagai guru penggerak, yaitu guru yang berani melakukan inovasi sesuai tuntutan zaman; berani keluar dari kebiasaan lama (out of the box), tidak monoton (not as usual), dan membuat terobosan-terobosan baru (extra ordinary); guru di masa sekarang jangan seperti masinis, tapi harus seperti nakhoda. Seorang masinis akan menghentikan kretanya ketika ada halangan di depannya; sedangkan seoran nakhoda, akan terus menjalankan kapalnya dengan mengambil jalur lain ketika di hadapannya ada halangan. Seorang guru di masa sekarang harus mampu mendisain pembelajaran yang inovatif dan konstruktif, mampu melibatkan para siswa dalam memahami, menghayati dan mempraktekan ilmu yang diajarkannya untuk memecahkan masalah keseharian, melalui model pembelajaran tematik, dengan memilih topik yang essensial.

                Kelima, guru di masa sekarang, selain harus menguasai bahan ajar yang terus dikembangkan melalui kajian dan riset, serta kepribadian yang utama dan kemampuan membangun hubungan sosial yang akrab  dan komunikatif, juga harus menguasai model-model pembelajaran yang efektif, inovatif dan lainnya. Imam al-Ghazali berpesan, bahwa selain memiliki sifat kebapakan dan keibuan yang memberikan cinta dan kasih sayang, seorang guru juga harus seperti seorang dokter menghadapi pasiennya. Ia harus tahu keadaan penyakit yang diderita pasiennya, dan mengupayakan cara penyembuhannya yang efektif. Untuk itu, seorang guru hendaknya jangan memandang mengajar sebagai pekerjaan rutin, tetapi pekerjaan yang di dalamnya selalu ada inovasi dan kreativitas sesuai dengan permasalahan yang terdapat pada siswanya, atau pasiennya. Untuk itu upaya inovasi, kreatifitas agar terus dilakukan.

         Keenam, guru di masa sekarang harus menjadi bagian dari masyarakat digital (digital sitizenship), yaitu guru yang mampu mengambil manfaat dan berkah dari kehadiran teknogi digital gunaa meningkatkan dan memperluas jangkauan sasaran tugasnya. Guru juga harus tahu tentang karaaktek IT yang paradoksal,  yang menurut Rahma Sugihartati dalam Paradoks Mayarakat Digital (Kompas, Rabu, 22 Juni, 2022:6), yakni di samping membawa nilai dan manfaat kebaikan, IT juga membawa dampak keburukan; guru harus menggunakan kaidah jalb al-mashalih wa dar al- mafaasid (mengambil yang baik dan meninggalkan yang buruk). Untuk itu guru harus dapat membuat guidance (pedoman) dalam memanfaatkan IT secara arif dan bijaksana.

         Ketujuh, seiring dengan semakin beratnya tugas guru di masa sekarang dan yang akan datang, maka para guru juga harus meminta kepada Kepala Sekolah, Pengawas atau yang berwenang lainnya untuk memperole pembinaan dan pengembangan melalui program supervisi yang terencana dengan baik, tepat sasaran dan berkelanjutan. Berbagai model, pendekatan, dan metode supervisi perlu diberlakukan dalam membina dan mengembangkan profesionalisme guru guna meningkatkan mutu pendidikan.

         Kedelapan, bahwa dewasa ini sebagaimana dikemukakaan penelitian PPIM UIN Jakarta dijumpai adanya penyimpangan penggunaan agama Islam untuk tujuan-tujuan yang mendukung gerakan Islam ekstrim dan radikal yang bertentangan tujuan agama dan Negara Kesatuan Republik Indonesia  (NKRI) yakni mewujudkan masyarakat yang adil, makmur dalam suasana yang aman, damai dan sejahtera, atau mewujudkan rahmat bagi seluruh alam (Q.S. al-Ambiya, 21:107). Hal ini dibutuhkan adanya paham Islam wasathiyah, yang dalam buku Azyumardi Azra, Relevansi Islam Wasathiyah (2020:X) yang terdiri dari tawasuth (tengah), tawazun (seimbang), ‘itidal (adil), tasamuh (toleran), ishlah (reformis), ta’awun (tolong menolong), syura/musyawarah (konsultasi), muwathanah (cinta Tanah Air), musawa (setara) dan qudwah (teladan).

         Kesembilan, bahwa di tengah-tengah melakukan  berbagai macam inovasi, modernisasi dan kreatifitas lainnya, sorang guru  tidak boleh mengabaikan tentang sesuatu yang tidak boleh hilang dari pendidikan. Komaruddin Hidayah dalam artikelnya, “Yang Tidak Berubah di Pendidikan”, “Kompas, Sabtu, 2 November 2019:6) mengemukakan, bahwa yang tidak boleh hilang atau berubah  di pendidikan itu adalah sentuhan kasih sayang, kemerdekaan berekspresi, suasana gembira, pembentukan karakter, penanaman nilai-nilai spiritual, berpikir kritis, kreatif dan inovatif,  dan kecerdasan sosial.

         Inilah di antara hal-hal yang perlu dilakukan dalam rangka meneguhkan peran dan fungsinya sebagai guru profesional untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas sebagai indikator kesuksesan dalam menjalaknkan tugasnya. Mudah-mudahan Allah SWT memberkahi usaha kita bersama. Amin. (MusAm)

Wassalamualaikum Wr. Wb.

392 Mahasiswa PPG LPTK UIN Jakarta Ikuti Pengukuhan Guru Profesional

Gedung PPG, Bojongsari, BERITA FITK Online– Sebanyak 392 mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Madrasah Dalam Jabatan (Daljab) Batch 1 Tahun 2022 LPTK Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta mengikuti Pengukuhan Guru Profesional pada Sabtu, (24/9/2022) bertempat di Gedung PPG, Bojongsari, Kota Depok.

Diketahui, mahasiswa PPG Batch 1 Daljab 2022 yang mengikuti PPG di LPTK UIN Jakarta tercatat sebanyak 493 orang, dengan rincian 392 dinyatakan lulus dan 101 tidak lulus. Sementara itu, total peserta yang akan mengikuti pengukuhan guru profesional secara langsung sebanyak 364, sedangkan 27 mengikuti daring melalui platform zoom.

“Bapak-ibu yang kami hormati, kami akan melaporkan penyelenggaraan PPG batch 1 tahun 2022. Jumlah peserta PAI 229 dan madrasah 218 orang. Total peserta 447 orang. Alhamdulillah madrasah tingkat kelulusannya 90,37%, sementara PAI 75,54%,” terang Dekan FITK UIN Jakarta, Dr. Sururin, M.Ag. dalam petikan laporannya.

“Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan pengukuhan guru profesional. Mereka yang ikut kegiatan ini telah mengikuti kegiatan utama terdiri dari pendalaman materi, lokakarya, pengembangan perangkat pembelajaran, Uji Komprehensif, PPL, UKin, UP, dan yang dinyatakan lulus hari ini dilaksanakan pengukuhan guru profesional,” sambungnya.

“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk membantu mahasiswa agar dapat lulus semua. Kami telah melakukan upaya seperti try out, pendampingan berupa pembahasan soal try out, workshop pembuatan video pembelajaran, dan pembahasan kisi-kisi soal. Namun ternyata masih ada yang tidak lulus. Untuk yang belum lulus, tidak perlu patah semangat, karena diberikan kesempatan untuk mengikuti UP ulang selama tiga tahun,” pungkas Sururin.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan SK Rektor UIN Jakarta nomor 761 Tahun 2022 tentang Kelulusan Mahasiswa Profesi Guru Madrasah dan Pendidikan Agama Islam Dalam Jabatan Tahun 2022 oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Kadir, M.Pd.

“Jumlah lulusan PAI 179, Akidah Akhlak 42, Quran Hadits 33, Fiqih 46, SKI 26, Bahasa Arab 22, GKRA 20, dan GKMI 24 dengan total keseluruhan yang lulus 392 mahasiswa,” jelas Kadir.

Sementara itu, Prof. Dr. Zulkifli, M.A. Wakil Rektor Bidang Akademik dalam sambutannya menyampaikan selamat dan mohon maaf Rektor UIN Jakarta tidak bisa mengikuti acara tersebut.

“Saya senang di sini hadir mewakili ibu Rektor karena beliau sedang tugas keluar dan menugaskan saya untuk hadir di sini. Ibu Rektor juga menitipkan salam untuk Bapak-ibu guru profesional,” ucap Zulkifli.

“Pertama, saya ucapkan selamat kepada guru profesional yang barusan telah dikukuhkan. Sesungguhnya saya yakin Bapak-ibu semua yang telah menjalankan profesi guru itu sudah menjadi guru profesional, tetapi belum dikukuhkan dan hari ini dikukuhkan. Itulah sebabnya kita patut bersykur kepada Allah swt. Kami yakin Bapak-ibu adalah orang pilihan dan terbaik,” lanjutnya.

“Kedua, dengan dikukuhkan sebagai guru profesional ini tentunya saudara punya tanggung jawab untuk menjalankan profesinya dengan baik dan senantiasa meningkatkan kompetensinya sebagai guru,” sambung Zulkifli.

“Bapak/ibu, ini pesan saya yang terakhir. Ada dua kategori manusia. Pertama adalah the winner (pemenang), yang kedua adalah the looser (pecundang). Pemenang itu adalah pembelajar. Kita sebagai guru, dosen, dan intelektual harus jadi pembelajar agar menjadi pemenang di kancah kehidupan kita. Guru dan kita semua dituntut untuk mengakselerasi capaian-capaian kinerja kita dengan cara  memiliki literasi di dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dan kita harus berkolaborasi,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur PAI, Drs. Amrullah, M.Si., menyampaikan bahwa pPPG adalah program mandatori dari Kementerian Agama.

“Bapak-ibu, ada beberapa program di Kemenag. Pertama adalah mandatori, yang kedua program prioritas, yang ketiga program inivasi. Nah, satu di antara program mandatori itu adalah PPG. Artinya, mau tidak mau kita harus melaksanakan kegiatan PPG ini dan PPG ini baru tersebar di 28 LPTK di antaranya adalah UIN Jakarta,” terang Amrullah.

“UIN Jakarta ini adalah LPTK yang diminati oleh mahasiswa dari wilayah yang lain, namun demikian harus dipertimbangkan pelaksanaannya, SDM-nya dan sarana penunjangnya. Karena kami melihat UIN Jakarta memenuhi kriteria semua itu, maka kami tetap memberikan pekerjaan tambahan ke LPTK UIN Jakarta termasukm program retaker,” ucapnya.

Selanjutnya, Dr. Muhammad Zain, M.Ag. Direktur GTK Madrasah menyampaikan optimismenya kepada guru yang telah dikukuhkan adalah guru yang professional dan digital maindset.

“Guru-guru yang dikukuhkan hari ini pastilah mereka sudah memiliki perubahan maindset dari cara kerja manual menjadi digital maindset. Termasuk sekarang perusahan-perusahan besar harus mampu memadukan integritas leadernya dengan sesuatu yang terkait dengan kemajuan teknologi,” jelas Muhammad Zain.

“Kita tidak bisa bekerja tanpa dengan kemajuan teknologi. Oleh karena itu guru harus selalu bekerja dengan melibatkan internet-teknologi. Tanpa itu, kita sulit menjaga profesionalitas kita sebagai guru profesional dan guru yang berintegritas,” lanjutnya.

Kemudian ia menyampaikan pesan Menteri Agama tentang pemahaman keagamaan yang moderat.

“Pesan Gus Men untuk guru  di berbagai kesempataan adalah memastikan guru-guru yang sudah memegang sertifikat pendidik oleh Kementerian Agama harus dipastikan dia memiliki paham keagamaan yang washatiyah-moderat, dan paham nasionalsme kebangsaan yang sudah baik yaitu pluralis,” pungkas Zain dengan tegas.

Berikutnya, acara dilanjutkan dengan penyampaian motivasi yang disampaikan oleh Prof. Dr. Abuddin Nata, M.A. (Guru Besar FITK UIN Jakarta) dengan mengangkat tema Meneguhkan Guru Profesional untuk Pendidikan Berkualitas. Dan acara diakhiri dengan prosesi penyerahan medali dan Surat Keterangan Kelulusan. (MusAm)

 

Sehari Jelang Pelaksanaan Pengukuhan Guru Profesional, Panitia Kebut Persiapan

Gedung FITK, BERITA FITK Online– Sabtu, (24/9/2022) Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta akan melaksanakan hajat besar yaitu Pengukuhan Guru Profesional Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan (Daljab) Tahun 2022 Batch 1. Acara tersebut diselenggarakan di Gedung PPG, Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat.

Sehari jelang pelaksanaan, terlihat panitia begitu sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk kesuksesan acara besok. Di sudut-sudut ruang TU, panitia yang terdiri dari tenaga kependidikan FITK dan sejumlah anak PKL terlihat sedang menyiapkan perlengkapan termasuk menggunting name tag dan nomor bangku peserta.

“Alhamdulillah saya senang bisa ikut membantu persiapan pelaksanaan pengukuhan guru profesional besok, saya senang bisa menghantarkan mereka (mahasiswa PPG) di tahap ini. Saya lihat teman-teman yang lain juga semangat dan senang, bahkan mereka rela lesehan untuk menyiapkan name tag dan nomor bangku peserta,” ujar Ridhwan salah seorang panitia.

Sementara itu, Asep Saprudin sebagai koordinator dalam acara ini menyampaikan laporan terkininya.

“Panitia sudah mempersiapkan acara sedemikian rupa, mulai dari tempat acara dan seluruh fasilitas pendukungnya: kursi peserta 392, kursi prosesi 8, kursi tamu vip 20, sound system zoom, panggung dan podium. Susunan acara, para petugas acara. Perlengkapan untuk peserta: map SKL, name tag, daftar hadir, dan alat pemotretan. Kesiapan kehadiran anggota prosesi (Rektor, dekan para wadek, direktur PAI, Direktur Madrasah dan narasumber- motivator,” jelas Asep saat diwawancarai.

Sementara itu, Iin Marlina sebagai Plt TU menyampaikan laporan progres dari persiapan terkini.

“Persiapan sampai saat ini yang sudah dilalukan sekitar 90% dan terus kita upayakan sampai persiapannya mencapai 100%,” tuturtnya.

Ia pun berharap seluruh agenda dan skenario yang disusun panitia berjalan lancar.

“Harapannya seluruh skenario acara yang sudah disiapkan dapat berjalan lancar, seluruh anggota panitia bekerja sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing. Seluruh peserta yg telah mendaftar dapat hadir baik secara luring dan daring. Sehingga acara berlangsung dengan lancar dan khidmat,” tambah Iin Marlina.

Iin pun menyampaikan agenda yang akan dikerjakan panitia malam ini.

“Agenda sore-malam ini adalah gladiresik untuk seluruh peserta, baik daring mau pun yang luring. Dan menyelesaikan penempelan nomor kursi peserta,” sambungnya.

Ibu kelahiran Ciputat ini juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada panitia yang bekerja keras dan penuh tanggung jawab.

“Saya selaku pribadi dan pimpinan mengcapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia yang telah bekerja dengan penuh tanggung jawab, semangat dan dedikasi yg tinggi untuk suksesnya acara ini. Harapannya, seluruh panitia diberi kesehatan dan kekuatan untuk persiapan dan pelaksanaan besok,” pungkas Iin.

Diketahui, mahasiswa PPG Daljab 2022 Batch 1 yang mengikuti program PPG di LPTK UIN Jakarta tercatat sebanyak 493 orang, dengan rincian 392 dinyatakan lulus dan 101 tidak lulus. Sementara itu, total peserta yang akan mengikuti pengukuhan guru profesional secara langsung sebanyak 364, sedangkan 27 mengikuti secara daring melalui zoom. (MusAm)

Gaungkan Pendidikan Berkebudayaan, PBSI FITK UIN Jakarta Gelar Public Lecture

Gedung FITK, BERITA FITK Online– Kemajuan peradaban yang berkembang bukan tanpa celah, termasuk di Indonesia. Salah satu pilar peradaban, kebudayaan, mencatat kian mengalamani permasalahan yang cukup serius, terutama terkait terkikisnya nilai-nilai luhur kebudayaan. Berbagai catatan mengenai intoleransi, perundungan, dan kekerasan terjadi dan semakin berkembang dari tahun-tahun seiring dengan kemajuan peradaban itu sendiri.

Terbaru, data Survei Penetrasi Internet dan Perilaku Pengguna Internet di Indonesia yang dirilis Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat, terdapat 49% dari 5.900 responden  pengguna media sosial di Indonesia pernah mengalami cyber bullying. Padahal, pengguna media sosial di Indonesia terkini, lebih banyak dipenuhi oleh pengguna di rentang usia ‘anak muda’. Catatan ini menunjukkan, kebudayaan yang berkembang mengalami kemunduran sangat pesat. Nilai-nilai yang dianggap warisan luhur dari peradaban mencapai titik nadir, terkikis, adalah suatu fakta yang sulit dibantah.

“Potensi kemanusiaan kita diuji, salah satunya rasa kepada sesama manusia dan alam semesta.” Papar Linda Restaningrum, Asisten Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenko PMK RI, (21/09/2022).

Merespon permasalahan tersebut, Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) UIN Syarif Hidayatulllah menyelenggarakan kuliah umum (public lecture) bersama Yudi Latif, Ph.D, salah seorang intelektual-Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan/PSIK-Indonesia) dengan tajuk “Pendidikan Berkebudayaan: Melawan Intoleransi, Perundungan, dan Kekerasan di Kalangan Muda.”

“Ini (kuliah umum) menjadi sangat penting, mengingat peran pendidikan khususnya calon pendidik itu sangat krusial, bagaimana bisa mengurangi  praktik-praktik yang tidak manusiawi, yaitu praktik kekerasan, perundungan, bullying, dan intoleransi,” ungkap Dr. Sunaryo, Direktur Eksekutif Pusat Studi Islam dan Kenegaraan/PSIK-Indonesia.

Bekerja sama dengan Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenkopmk), Pusat Kajian Islam dan Kenegaraan/PSIK-Indonesia, dan Friedrich Ebert Stiftung (FES), kuliah umum diselenggarakan di Ruang Teater Lantai 3, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, pada Rabu, 21 September 2022, pagi tadi.

Bersama Yudi Latif, permasalahan nilai-nilai kebudayaan di Indonesia mendapat sorotan yang cukup intensif. Kuliah umum yang berjalan penuh narasi kritik-konstruktif tersebut memandang, jalan keluar menuju revitaliasi kebudayaan, terutama kualitas manusianya, adalah menggunakan peta jalan pendidikan. Menurutnya, kebudayaan di Indonesia sudah terlalu lama tidak diberikan kesempatan merasakan pembangunan.

Padahal, “pembangunan adalah hakikatnya untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, yang berarti mengoptimalkan kapabilitas dan keberfungsian nalar manusia, jalan utamanya adalah pendidikan,” ujar Yudi Latif, penulis buku Negera Paripurna tersebut.

Bersamaan dengan promosi buku terbarunya, “Pendidikan yang Berkebudayaan”, ia memantik kesadaran ratusan peserta kuliah umum untuk turut terlibat aktif dalam memperbaiki pendidikan di Indonesia. Menurutnya, memberikan perhatian kepada pendidikan sama artinya – sama pentingnya – dengan memperhatian kualitas manusia dalam suatu kebudayaan – peradaban.

“Pendidikan adalah never ending proses, suatu rekayasa sosial untuk menciptakan manusia yang beradab,” jelasnya.

Narasi Yudi Latif mengenai pendidikan sebagai peta utama dalam memperbaiki kebudayaan dilontarkan bukan tanpa alasan. Menurutnya, Indonesia kini berada di posisi yang berpotensi saangat menguntungkan untuk memperbaiki dan membangun peradabannya. Ia menjelaskan, Indonesia diuntungkan selain karena letak geografisnya yang sangat strategis, juga human capital yang dimiliki Indonesia sangatlah besar, terutama mengenai bonus demografi yang sedang disandangnya saat ini.

Wacana pendidikan yang berkebudayaan disampaikan dengan sangat komprehensif pada sesi kuliah umum ini. Ia seolah ingin menegaskan, pendidikan adalah jalan satu-satunya untuk memberbaiki peradaban yang semakin terpolarisasi dan dipenuhi narasi negatif yang intoleran. Baginya, pendidikan yang relevan dibutuhkan untuk saat ini adalah pendidikan yang berkebudayaan.

“Pendidikan di Indonesia terlalu mementingkan kognitif learning, padahal di tengah permasalahan hari ini, kita perlu membangun konsep pendidikan yang lebih dibutuhkan, yakni pendidikan berbasis nilai,” tuturnya. Lebih lanjut, “pendidikan yang bisa mengolah nilai pada dasarnya adalah pendidikan yang berkebudayaan,” sambungnya.

Tidak hanya itu, pendidikan yang berkebudayaan mempunyai ciri yang khas dan sangat relevan dengan masalah yang disorot. Berbagai masalah seperti kebencian, ekslusvitas, intoleransi, perundungan, bahkan kekerasan akan terkikis dengan manusia-manusia yang mempunyai nilai fundamental yang luhur, semisal terbuka dan welas asih. Di titik ini, pendidikan yang berkebudayaan memainkan peran pentingnya, karena di sistem pendidikan ini, sesuai penegasannya, pendidikan tidak hanya mementingkan nalar tapi juga nilai.

“Pendidikan yang berkebudayaan tidak hanya menciptakan manusia yang bisa mengembangkan penalaran yang tinggi, melainkan juga menciptakan manusia yang mampu memandang dunia, nilai, dan keyakinan dengan lebih luas,” tambahnya.

Kulian umum ini dirasa sangat penting bagi masyarakat secara umum, dan pelaku pendidikan secara khusus, terutama Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Syarif Hidayatullah sebagai penyelenggara. Seperti yang diungkapkan Dr. Sururin, selaku Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah Keguruan dalam sambutannya, “Acara ini sangat penting, semacam pencerahan, bagi kita civitas akademika dan calon pendidik, untuk memberikan pembekalan mengenai pendidikan yang penuh rasa kasih, kasih sayang, yang akan menjadi jawaban atas berbagai kasus yang selama ini terjadi,” ungkapnya.

Oleh karenanya, konsep pendidikan yang dipopulerkan Yudi Latif tersebut, diharapkan mampu menciptakan kualitas manusia yang tidak individualistik. Sebaliknya, menciptakan manusia yang memegang nilai-nilai luhur, seperti keterikatan,  keterhubungan, dan keberartian secara komunal.

Melalui nilai-nilai tersebut akan mendorong terciptanya ruang-ruang perjumpaan sekaligus pemantik untuk terjadinya interaksi, pengkikisan prasangka, melebarkan inklusivitas, dan penanaman-penanaman nilai-nilai luhur sesuai dengan cita-cita kebudayaan dalam membangun peradaban sekaligus menjawab tantangan yang kini dihadapi. (Teguh Saputro/Situt)

Prodi PIAUD-CIMB Niaga Selenggarakan Diklat Manajemen Keuangan

Gedung PPG, BERITA FITK Online– Dalam rangka meningkatkan kemandirian finansial mahasiswa, Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bekerja sama dengan CIMB Niaga mengadakan Diklat Manajemen Keuangan yang bertema “Manajemen Keuangan Menuju Wirausaha Mandiri”. Acara tersebut digelar di Aula Gedung PPG, Bojongsari, Kota Depok pada Selasa, (20/9/2022).

Kegiatan itu diikuti oleh mahasiswa/i Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini baik mahasiswa baru maupun mahasiswa lama. Diklat Manajemen Keuangan tersebut merupakan agenda yang diwajibkan oleh Kaprodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Dikarenakan peserta Diklat akan mendapatkan sertifikat Manajemen Keuangan sebagai SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah). Untuk diketahui, SKPI diwajibkan terisi sebelum mahasiswa mendaftar ujian munaqosyah/ wisuda.

Dalam kegiatan itu, mahasiswa PIAUD diberi pemahaman yang berharaga oleh tim dari CIMB Niaga tentang bagaimana membangun wirausaha yang dimulai dari manajemen keuangan yang baik, investasi saham, serta pembukaan rekening sekuritas.

Dr. Siti Khadijah, M.A,. Ketua Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan diadakan Diklat ini diharapkan mahasiswa cakap dalam kemandirian finansial dan berharap mahasiswa PIAUD menjadi pengusaha muslim dan diharapkan memperkuat pembentukkan koperasi PIAUD.

“Saya sangat menyambut baik dengan diselenggarakannya acara ini. menurut saya acara ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa. Dengan terselenggaranya acara ini, kami berharap mahasiswa cakap dalam kemandirian finansial dan ke depan mahasiswa PIAUD menjadi mahasiswa muslim yang handal. saya juga berharap kegiatan ini memantik mahasiswa untuk memperkuat koperasi PIAUD yang telah dirintis,” terang Khadijah.

“Oleh karena kegiatan ini sangat bermanfaat, saya berharap seluruh mahasiswa ikuti kegiatan ini dengan serius dan sampai tuntas nanti,” pungkasnya.

Acaranya yang berlangsung selama 6 jam tersebut selain diisi materi-materi yang penuh dengan pengetahuan juga diselingi pembagian doorprize oleh tim dari CIMB Niaga. (MusAm/Nurul Devi Alifya)

 

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pusat Layanan Karir & Alumni Center

Gedung FITK, BERITA FITK Online– Pusat Layanan Karir UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Gedung Alumni Center mulai dibangun dengan ditandai peletakan batu pertama oleh Rektor UIN Jakarta, Prof. Dr. Hj. Amany Lubis, M.A, dan Ketua Umum IKALUIN Jakarta, Dr. Ace Hasan Syadzily, di kampus UIN Jakarta, Senin, (19/09/2022)

“Gedung ini akan dipergunakan untuk pusat layanan informasi karir bagi para mahasiswa dan alumni serta menjadi tempat silaturahmi para alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk mengembangkan karir profesi sesuai bidangnya masing-masing,” terang Ace, Ketua Umum IKALUIN Jakarta sekaligus Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI saat memberikan sambutan dalam acara tersebut.

Ace sapaan akrabnya menyampaikan, anggaran pembangunan gedung tersebut diperjuangkan oleh dirinya sebagai Komisi VIII DPR RI untuk meningkatkan kapasitas alumni UIN Jakarta dan pusat pengembangan karir alumni.

Secara simbolis peletakan batu pertama pembangunan ini dilakukan Amany Lubis sebagai rektor UIN Jakarat, Dede Rosyada, Ketua Senat UIN Jakarta, Ace Hasan Syadzily, Ketua Ikaluin Jakarta. Hadir dalam acara ini para pembantu Rektor, para Dekan dan civitas akademika UIN Jakarta.

Diharapkan dengan adanya pembangunan gedung ini ada sinergitas antara UIN Jakarta dan IKALUIN Jakarta dalam mendorong kapasitas dan kiprah para alumninya di masyarakat, sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Kemudian, gedung pusat karir ini diharapkan menjadi salah satu tempat untuk mengasah soft skill dan hard skill para alumni UIN Jakarta sehingga nantinya bisa berkiprah di tengah masyarakat atau di instansi/ lembaga yang akan ditempatkan untuk bekerja.

Ace juga menyampaikan bahwa IKALUIN Jakarta telah merencanakan program pemberian penghargaan bagi para Alumni UIN Jakarta yang dinilai memiliki kiprah yang diakui masyarakat sesuai dengan bidangnya.

‘Program ini digelar sebagai bentuk apresiasi kepada alumni UIN Jakarta dan sekaligus memberikan motivasi bagi para alumni untuk semakin meningkatkan kiprahnya di masyarakat,” ujar Ace. (MusAm)

Sumber: faceebook IkaluinJkt

Tangkal 3 Dosa dalam Dunia Pendidikan, PBSI Gelar Public Lecture

Gedung FITK, BERITA FITK Online– Sejatinya, pendidikan merupakan persemaian generasi yang berbudi pekerti luhur. Namun, pada kenyataannya sekelumit persoalan membelit dunia pendidikan Indonesia, seperti intoleransi, perundungan, dan kekerasan terhadap peserta didik.

Sebagai salah satu upaya untuk merespons isu tersebut, Prodi PBSI FITK UIN Syarif Hidayatullah, Kemenko PMK, FES Indonesia, dan PSIK Indonesia mengadakan kegiatan Public Lecture Pendidikan Berkebudayaan: Melawan Intoleransi, Perundungan, dan Kekerasan di Kalangan Pemuda yang menghadirkan pembicara utama, Yudi Latif, Ph.D., pemikir Pancasila dan Ketua PSIK Indonesia, yang dilaksakanan pada Rabu, (21/9/2022) pukul 08.30 s.d. 12.00 WIB.

“Kegiatan ini adalah kontribusi nyata PBSI FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk menangkal 3 dosa besar di dunia pendidikan, yaitu intoleransi, perundungan, dan kekerasan seksual. Kegiatan pun upaya aktif mewujudkan pendidikan berkebudayaan, pendidikan yang mencetak generasi yang terampil dan berbudi pekerti.” Ujar Dr. Makyun Subuki, M.Hum.
Di kesempatan terpisah, Dr. Sururin, M.Ag. menyambut positif dan mengapresiasi kegiatan ini sebagai upaya untuk membangun generasi yang bermartabat dan dapat menjunjung nilai kemanusiaan.

Kegiatan yang rencananya dihelat di teater lantai 3 FITK akan dihadiri oleh Dr. Femmy E. Kartika Putri, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan dan Pemuda; Hans Mathieu, Direktur FES Indonesia; Dr. Sunaryo; dan Direktur Pusat Studi Islam dan Kenegaraan (PSIK) Indonesia. (Neneng Nurjanah)

FITK UIN Jakarta Sambut Kedatangan 15 Mahasiswa USAS Malaysia yang Ikuti Perkuliahan di PIAUD

Gedung FITK, BERITA FITK Online– Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyambut 15 mahasiswa dan 5 Dosen pendamping Departemen Pendidikan Kanak-Kanak Awal Fakulti Pengajian Islam dan Sains Sosial Universiti Sultan Azlan Shah (USAS) Malaysia. Mahasiswa tersebut akan mengikuti kegiatan Student Mobility Program di Prodi PIAUD FITK UIN Jakarta.

Selain penyambutan, acara tersebut juga diselenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini Antarbangsa”. Acara itu digelar pada Senin, (19/9/2022) di Teater Profesor Mahmud Yunus lantai 2 fakultas, gedung FITK UIN Jakarta, Jl. Ir. H. Juanda No. 95 Ciputat, Tangerang Selatan.

“Selamat datang kami sampaikan kepada Bapak-ibu dari USAS Malaysia. Inilah kampus kami, yang mulai ramai dan padat karena telah aktif kuliah secara offline,” ucap Dekan FITK UIN Jakarta, Dr. Sururin, M.Ag., saat menyampaikan sambutannya.

“Bapak-ibu yang kami hormati, sebenarnya UIN Jakarta dan USAS Malaysia itu bagian dari satu organisasi, yaitu Asian Islamic Universities Association (AIUA). Saya inget betul pada saat saya di LPM beberapa kali saya mengikuti kegiatan AIUA. Kebetulan beberapa anggota dari AIUA sebagian besar dari Indonesia dan Malaysia melakukan kerja sama,” terang Sururin.

Ia menambahkan, pihaknya siap untuk menerima dan membimbing 15 mahasiswa yang diamantkan kepada FITK.

“Insya Allah, kami siap menerima dan membimbing 15 mahasiswa yang diamantkan kepada kami. Mudah-mudahan mahasiswa dari USAS dapat segera beradaptasi dengan lingkungan di sini (Ciputat) karena sejatinya antara Malaysia dan Indonesia tidak terlalu jauh berbeda terutama soal bahasa dan budaya,” ujarnya.

Sururin melanjutkan, ia menyampaikan permohonan maaf jika dalam penyambutan dan jamuan yang diberikan FITK kurang berkenan dan tidak sesuai ekspektasi.

“Kami mohon maaf jika dalam penyambutan dan jamuan yang diberikan kami kurang berkenan dan tidak sesuai ekspektasi. Sekali lagi kami mohon maaf,” pungkasnya.

Sementara itu, Mohd Ahsani bin  A. Malek perwakilan USAS Malaysia menyampaikan terima kasih sudah disambut dengan baik baik oleh FITK UIN Jakatrta.

“Terima kasih Bapak-ibu kami diterima dengan baik di FITK UIN Jakarta. Kami sampaikan juga salam dari Bapak Dekan kami. Kami datang ke sini untuk menyerahkan mahasiswa kami yang mengikuti program student mobility,” terang Mohd Ahsani bin  A. Malek.

“Dari bulan Juni kami komunikasi dengan ibu Khadijah melalui Ibu Shahida, beberapa kali juga kami melakukan meeting secara virtual dan alhamdulillah sekarang kami bisa diterima secara langsung dan penuh dengan suasana kekeluargaan,” sambungnya.

“Insya Allah mahasiswa kami yang berjumlah 15 orang akan mengikuti perkuliahan di PIAUD UIN Jakarta pada semester ini. Mereka akan mengikuti perkuliahan secara langsung di semester 3. Mahasiswa tersebut terdiri dari 13 perempuan dan dua laki-laki,” lanjutnya.

“Kami berharap UIN Jakarta-USAS Malaysia membuka peluang untuk bekerja sama tidak sampai di program student mobility saja, namun bisa berkolaborasi misalnya pada program double degree dan dual mode dan lain sebagainya,” harap Mohd Ahsani bin  A. Malek.

“Kami serahkan sepenuhnya mahasiswa kami  kepada Bapak-ibu di sini. Sila bimbing mahasiswa kami tersebut sesuai dengan tradisi akademik di sini. Kami pun mohon maaf jika selama mereka di sini terdapat kekurangan dan melakukan khilaf. Kami pun berharap mahasiswa UIN Jakarta bisa berkunjung ke USAS Malaysia,” terangnya. (MusAm)

 

SELAMAT BERPULANG, KAK EDI!

AZYUMARDI AZRA
(4-3-1955 – 18-9-2022)

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Selamat berpulang Prof. Dr. Azyumardi Azra, M.A., CBE. Kak Edi, begitu ia biasa disapa para kolega yuniornya, telah wafat pada Ahad siang, 18 September 2022 di Rumah Sakit Serdang, Selangor, Malaysia. Almarhum adalah salah seorang cendekiawan Muslim paling brilian dan produktif dalam bidang kajian Islam Indonesia dan Asia Tenggara saat ini.

=====
Selasa, 30 Agustus 2022, sembari sarapan pagi, saya tetiba kangen Kak Edi. Beberapa bulan lalu, tokoh yang mendapat anugerah gelar kehormatan tertinggi CBE (Commander of the Order of the British Empire) dari Ratu Inggris ini, pesan minta dicarikan ikat kepala Sunda atau Jawa.

“Kenapa Kak Edi ingin pakai ikat kepala?”, waktu itu saya penasaran bertanya, “Bagus kan, Man. Meski saya orang Minang, tapi saya suka itu simbol keragaman budaya Sunda atau Jawa, selain untuk menutup kepala”, jawabnya lugas sarat visi. Kak Edi seorang yang mengglobal, namun ia teramat mencintai keragaman budaya lokal.

Saya baru sempat menghantarkan ikat kepala pesanan Kak Edi itu Selasa sore harinya. Saya sekalian meminta kesediaan sejarawan terkemuka ini memberikan testimoni untuk tayangan Ngariksa (Ngaji Manuskrip Kuno Nusantara) episode 75, yang mengkhatamkan manuskrip Zubdatul Asrar karya Syekh al-Makassari pada Jumat 9 September 2022.

Bagi saya, Kak Edi bukan semata seorang mahaguru, khususnya dalam mengembangkan bidang ilmu filologi dan Islam Indonesia. Ia adalah Kakak yang peduli dan empati dengan detil persoalan sehari-hari yang saya hadapi.

“Saya bertekad, suatu ketika akan mengikuti jejaknya, mengisi berbagai seminar di dalam dan luar negeri, menjelaskan keahlian yang digeluti”. Itulah mimpi saya dulu, saat memikirkan sosok Prof. Azyumardi Azra, CBE, yang kini telah paripurna menyempurnakan tugasnya sebagai anak manusia, berpulang dengan tenang menemui sang Pencipta.

Entah itu keinginan atau khayalan, sejak sekira tahun 1996-an, saya sering bergumam tentang keinginan mengikuti jejak Kak Edi, yang saat itu memang sedang menjadi bintang sarjana Muslim Ciputat. Mungkin memang hanya mimpi.

Kak Edi memiliki kemampuan yang sulit ditandingi dalam hal melakukan kontekstualisasi pengetahuan klasik dalam isu-isu kontemporer. Nyaris tidak ada isu aktual yang luput dari perhatiannya. Berbagai forum dialog dan media seolah berlomba meminangnya sebagai narasumber. Ia fasih berbicara berbagai tema, mulai dari isu keislaman jaringan ulama Nusantara dan Timur Tengah yang menjadi kepakarannya, hingga masalah demokrasi, gender, politik, media, hingga urusan sepakbola. Premisnya adalah kontekstualisasi pengetahuan klasik ke dalam isu kekinian.

Bagi saya, yang belakangan memilih jalan sunyi kajian filologi, inspirasi Kak Edi amatlah nyata. Di saat saya merasa “sendirian” karena tidak ada satu pun teman seangkatan yang memilih kajian filologi, disertasi Kak Edi tentang “Jaringan Ulama” ibarat lampu penerang di tengah kegelapan. Kajiannya tentang saling-silang hubungan ulama Nusantara dengan para guru dan koleganya di Haramayn, memberikan inspirasi dan keyakinan diri betapa manuskrip kuno dapat memberikan kontribusi keilmuan yang sangat signifikan.

Inspirasi bukan sekadar guru, ia adalah pembimbing, atau mursyid dalam dunia tarekat. Dengan segala kebaikannya, suatu ketika Kak Edi mengundang saya ke rumahnya untuk menjelajah koleksi buku di perpustakaan pribadinya, serta memboyong foto kopi manuskrip Ithaf al-Dzaki koleksi Darul Kutub, Kairo, yang kelak menjadi korpus utama penelitian saya. Berbekal foto kopi itulah saya melacak keberadaan salinan manuskrip tasawuf karya Ibrahim al-Kurani (w. 1690) tersebut, hingga ditemukan 31 salinan di seluruh dunia.

Terlalu banyak investasi kebaikan yang Kak Edi semai. Di mata kami, Kak Edi adalah senior yang sangat murah hati memberi kesempatan, dan membuka peluang untuk berkembang. Kenalan dan jaringan akademik internasionalnya sangat luas. Kami sering berseloroh, “Surat rekomendasi Kak Edi nilainya amat mahal, dan laku di pasar akademik internasional”.

Jujur saya pernah jengkel ketika pada awal 2003, Kak Edi memaksa saya cuti dari tugas-tugas di PPIM (Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat), dan meminta saya “bertapa” menyelesaikan penulisan disertasi. Itu memang sudah menjelang tahun keempat masa studi. Masalahnya, saat itu sedang banyak proyek yang ingin saya ikuti, lumayan bisa menambah uang dapur.

Tapi, sebagai yunior, saya tentu tidak bisa menolak, ruang kerja pun saya pindah, menyendiri di lantai dua PPIM, membaca sumber-sumber bacaan, menelisik lembaran-lembaran kumal manuskrip, merumuskan pertanyaan penelitian (research question), menulis bab per bab, dan merampungkan draft disertasi. Di akhir, saya amat bersyukur ke Kak Edi.
Berkat “paksaan” itu, studi doktoral saya bukan hanya selesai tepat waktu, malah lebih cepat satu semester, meski harus kehilangan sebagian dana beasiswa. Terkait itu, Kak Edi berujar, “Dengan gelar Doktor di tangan, kamu akan mendapat penghasilan berlipat lebih dari jumlah beasiswa satu semester itu”. Kak Edi saya anggap kyai di bidang akademik. Sebagai santri, saya biasa manut. Maka saya pun mengikuti ujian promosi pada 11 September 2003.

Saya harus berterima kasih kepada Kak Edi. Kalau tidak dijewer, tidak ditegur, tidak dibuat jengkel, dan tidak dipaksa menempuh tahap-tahap yang dilalui, mungkin saya tidak akan meraih yang terbaik. Atas prestasi akademik dan karir yang saya raih hingga saat ini, saya amat berhutang budi pada Kak Edi. Ia membuka jalan, membabat ilalang, dan menancapkan penunjuk arah. Meminjam ungkapan Isaac Newton, “Standing on the shoulders of giants”, kesuksesan akademik saya banyak bertumpu pada pundak kebesaran Kak Edi.

Selamat jalan, Kak Edi….jadilah jiwa yang tenang, yang kembali kepada Tuhannya dengan tenang, ridla, dan diridlai. Surga telah menunggu hamba sebaik Kak Edi….

Ciputat, Tangerang Selatan, 18 September 2022
Oman Fathurahman

Terbit di Media Indonesia, 19 September 2022