27 Tendik FITK Ikuti Bimtek Digitalisasi Manajemen Layanan Administrasi

Ibis Styles, Yogyakarta, BERITA FITK Online – Dalam rangka peningkatan mutu pelayanan administrasi terhadap dosen dan mahasiswa, 27 Tenaga Kependidikan (Tendik) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Jakarta mengikuti Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi dan Profesionalisme Tenaga Kependidikan.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Pusat Pelatihan Pemerintahan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, bertempat di Ibis Styles Hotels, Yogyakarta, Kamis-Sabtu, (4-6/8/2022).

Sub Koordinator Umum TU FITK, Ahmad Fuqaha, M.H., dalam sambutannya menjelaskan, kegiatan Bimtek ini dilakukan untuk peningkatan kompetensi dan profesionalisme tenaga kependidikan.

“Teman-teman, kegiatan bimbingan teknis ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi dan profesionalisme tendik FITK dalam upaya peningkatan pelayanan administrasi yang prima kepada dosen dan mahasiswa,” ujar Afuq sapaan akrabnya.

“Saya berharap, kegiatan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh seluruh teman-teman yang hadir, sehingga ada manfaat yang dibawa pulang saat kembali bekerja di FITK yang kita cintai,” sambungnya.

Afuq melanjutkan, kegiatan Bimtek tersebut didesain sedemikian rupa agar seluruh tendik FITK menyatu dan dapat bersilaturahmi.

“Acara ini kami desain sedemikian rupa. Selain peningkatan layanan kepada dosen dan mahasiswa dalam bentuk digitalisasi administrasi, kegiatan ini juga diharapkan agar seluruh tendik FITK menyatu dan bersilaturahmi. Karena bagaimana pun kita adalah FITK dan FITK adalah kita,” jelas Afuq.

Sementara itu, pemateri pertama Laksmindra Septiawati, S.E., M.BA. (Amikom Yogyakarta) menyampaikan tentang reformasi digitalisasi. Menurutnya, digitalisasi administrasi adalah suatu keharusan di era sekarang.

“Bapak/Ibu, hari ini digitalisasi administrasi adalah keharusan, apalagi posisi kantor Bapak/Ibu di UIN Jakarta yang berada di dekat ibu kota sebagai pusat informasi,” terang Laksmi sapaan akrabnya.

“Apalagi saat pendemi melanda dunia termasuk di Indonesia, semua urusan dialihkan dari manual ke digital, meskipun dengan platform yang sangat sederhana, seperti email, whatsapp, google classroom, dan lainnya,” jelasnya.

“Digitalisasi tidak selalu tentang data dan teknologi, tetapi juga tentang cara bekerja, kultur, dan menciptakan sistem yang agile. Jadi, kalau toolnya sudah disedikan, tapi ekosistem belum diterapkan itu sama artinya dengan digitalnya hanya di tampilan, sedangkan cara kerjanya masih manual,” pungkasnya. (MusAm)

Direktur GTK Kemenag RI: Saya Apresisi Pelaksanaan UP UKMPPG TUK UIN Jakarta

Gedung FITK, BERITA FITK Online– “Saya lihat pelaksanaan UP UKMPPG 2022 batch 1 di TUK UIN Jakarta ini berjalan dengan lancar. Saya apresiasi kepada Bu Dekan dan tim atas rangkaian persiapan yang dilakukan untuk kesuksesan pelaksanaan UP ini,” terang Direktur GTK Kemenag RI, Dr. Muhammad Zain M.Ag.

Pernyataan tersebut ia sampaikan di sela-sela kunjungannya ke TUK UIN Jakarta dalam rangka monitoring dan evaluasi pelaksanaan Uji Pengetahuan (UP) Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (UKMPPG) Dalam Jabatan tahun 2022 di Tempat Uji Kompetensi UIN Jakarta, pada Minggu, (31/7/2022) secara online melalui aplikasi SEB.

Zain sapaan akrabnya menambahkan, pelaksanaan UP UKMPPG telah menggunakan perangkat yang canggih dan mencerminkan penggunaan Artificial Intelligence.

“Menurut saya, pelaksanaan UP UKMPPG ini sudah mencerminkan penggunaan artificial intelligence. Semua perangkat sudah menggunakan alat canggih sehingga pengawasannya bagus, komprehensif, dan tidak ada peluang untuk peserta curang. Selain itu, karena menggunakan artificial intelligence, pelaksanaan UP ini terukur dan akuntabel,” jelasnya.

“Saya melihat, seluruh peserta terpantau secara keseluruhan oleh pengawas. Setiap pengawas memegang kendali dashboard menit per menit bisa dicek, mulai dari kondisi peserta, progres soal yang telah dikerjakan, semua pengawas bisa mengetahui. Ini menarik menurut saya,” ujar Bapak yang juga dosen di Fakultas Ushuluddin, UIN Jakarta itu.

Zain melanjutkan, ia menemukan kasus unik saat keliling dan monitoring ke ruangan pengawas. Ia menemukan dua pengawas yang mengawasi peserta difabel.

“Ini temuan menarik menurut saya dan penting untuk diketahui oleh TUK lain, yaitu ada dua peserta difabel yang dilayani khusus, diberikan layanan yang cukup oleh pengawas. Artinya program yang kita gulirkan ramah untuk peserta  difabel (user friendly). Ini mencerminkan kampus UIN Jakarta sebagai salah satu kampus inklusif dan ramah terhadap difabel,” ucapnya.

“Terakhir saya sampaikan, saya sangat apresiasi atas kegesitan tim IT dan kesabaran pengawas TUK UIN Jakarta. Saya lihat dan perhatikan, para pengawas cukup sabar melayani peserta yang mungkin masih kebingungan. Mereka dengan telaten membimbing dan mengarahkan peserta. Selain sabar, pengawas di sini terlihat sudah sangat memahami dan menguasai tugasnya dengan baik,” tutup Bapak kelahiran Tumpiling, Polewali Mandar, 16 Februari 1972 itu.

Sementara itu, menurut Hazrullah salah satu penyelia menyampaikan, saat pelaksanaan UP terjadi gempa di wilayah Aceh.

“Pada saat pelaksanaan UP UKMPPG terjadi gempa di Banda Aceh, kebetulan beberapa peserta TUK UIN Jakarta berasal dari Aceh. Untungnya tidak ada yang terputus dari aplikasi SEB maupun zoomnya. Mereka sempat berdiri untuk memberi tahu pengawas, terus dilanjutkan lagi,” jelas Hazrullah.

Untuk diketahui, pelaksanaan UP UKMPPG tahun 2022 ini dijadwalkan selama satu hari (Minggu, 31/7) dan dibagi menjadi dua sesi. Sesi satu pukul 8.00-11.00., sementara sesi dua dimulai pukul 13.00-16.00 WIB. Untuk jumlah peserta, sesi satu berjumlah 500 peserta, sementara sesi dua berjumlah 499, total 999 peserta. (MusAm)

999 Guru Peserta PPG Ikuti UP UKMPPG Daljab 2022 Batch 1 TUK UIN Jakarta

Gedung FITK, BERITA FITK Online– Sebanyak 999 (sembilan ratus sembilah puluh sembilan) guru yang berasal dari LPTK se-Indonesia mengikuti Uji Pengetahuan (UP) Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (UKMPPG) Dalam Jabatan tahun 2022 di Tempat Uji Kompetensi (TUK) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, pada Minggu, (31/7/2022) secara online melalui aplikaai SEB.

“UP ini dilaksanakan secara online yang diawasi oleh sejumlah pengawas, koordinator pengawas, koordinator IT, dan penyelia di gedung FITK UIN Jakarta. Jumlah peserta UP di TUK UIN Jakarta kali ini sebanyak 999 peserta,” ujar Ketua Prodi PPG, Dr. Zaenul Slam, M.Pd., saat dimintai keterangan.

Sementara itu saat dimintai keterangan oleh humas FITK, Dr. Kadir, M.Pd., sebagai penanggung jawab UP ini menyampaikan kesiapan dan memastikan segala perangkat yang dibutuhkan telah tersedia dan aman.
“Kami memastikan segala perangkat yang dibutuhkan selama UP berlangsung insyaallah aman, seperti perangkat komputer, jaringan, listrik, genset jika pemadaman lampu terjadi, dan penerapan protokol kesehatan yang ditetapkan panitia nasional semuanya kami penuhi,” jelas Kadir.

Sementara itu, Afif Ahmad Faisal, S.T., M.M. operator PPG sekaligus koordinator IT dalam pelaksanaan UP saat dimintai keterangan menyampaikan, penyelenggaraan UP pada sesi pertama berjalan dengan aman dan lancar.

“Alhamdulillah, sesi pertama pelaksanaan UP batch 1 ini berjalan aman dan lancar tanpa kendala yang berarti. Pengawas ruangan kami tempatkan di beberapa lokasi, di ruang sidang, ruang senat, ruang lab. komputer lantai 2, ruang sekretariat laboratorium fakultas, ruang guru besar, ruang Prodi PAI, ruang dosen PAI, dan teater lantai 3. Itu permintaan dari panitia nasional agar pelaksanaan UP ini tetap mematuhi protokol kesehatan dan tidak berisik saat pelaksanaan pengawasan,” jelasnya.

Sementara itu, Penyelia Nasional Dr. Masganti Sit, M.Pd. dari UIN Sumatera Utara dalam keterangannya menyampaikan laporan hasil dari cek lokasi mulai dari persiapan hingga saat proses ujian. Menurutnya, secara umum pelaksanaan UP di hari pertama sesi pertama berjalan dengan aman dan lancar.

“Alhamdulillah pelaksanaan UP di TUK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada sesi pertama berjalan dengan lancar dan relatif terkendali, meskipun pada awal-awal ada sejumlah peserta saat masuk aplikasi terjadi kepanikan, karena sebagian dari peserta kesulitan masuk pada aplikasi SEB. Namun, dengan kesigapan para pengawas dan panitia di sini, alhamdulillah kendala teknis tersebut bisa segera diatasi,” ujarnya.

“Ada 2 kasus menarik di TUK UIN Jakarta ini, yaitu ada 2 peserta yang didampungi khusus oleh pengawas tambahan karena 2 peserta tersebut mengalami kendala penglihatan. Peserta pertama tunanetra, yang kedua peserta yang baru operasi katarak. Nanti ini masukkan ke laporan yang akan kami kirimkan ke panitia nasional,” pungkas Ibu yang juga menjadi Kepala Satuan Pengawasan Internal (SPI) UIN SU Medan itu.

Senada dengan yang disampaikan rekannya, Dr. Hazrullah, M.Pd., penyelia dari UIN Ar-Raniry Banda Aceh  menyampaikan optimismenya pelaksanaan UP yang diselenggarakan di TUK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berjalan lancar. Ia menambahkan, fasilitas dan perangkat pendukung lengkap dan siap digunakan.

“Kami cek semua fasilitas dan perangkat pendukung di sini lengkap sekali dan dalam keadaan siap digunakan, meskipun ada sejumlah kabel (LAN) yang sdikit berserakan. Kami paham itu dikarenakan untuk penambah daya internet dan kesetabilan jaringan. Kami optimistis pelaksanaan UP di sini insyaallah berjalan lancar dan sukses,” jelas Ketua Prodi PPG UIN Ar-Raniry Banda Aceh itu.

Sementara itu, Prof. Dr. Mukhtar Latif, M.Ag. berharap pelaksanaan UP sesi kedua akan berjalan lebih baik lagi, mengingat saat pelaksanaan UP sesi pertama sudah cukup baik dan terkendali.

“Kami berharap pelaksanaan UP sesi kedua akan berjalan lebih kondusif dan lebih baik lagi, karena kami melihat pelaksanaan UP sesi pertama cukup baik dan terkendali. Meskipun ada beberapa catatan dari kami untuk perbaikan ke depannya. Misalnya, baiknya ada terdapat ruangan khusus untuk pengawas di satu tempat, seperti ruang guru besar di lantai 3 itu, sehingga memudahkan kami dalam pengawasan,” jelasnya.

“Terima kasih untuk semua panitia dari TUK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah bekerja keras untuk kesuksesan pelaksanaan UP hari ini. Mudah-mudahan kita diberikan kekuatan dan kesehatan,” pungkas Guru Besar UIN Sulthan Thaha Saifuddin, Jambi itu. (MusAm)

Untuk dokumentasi lengkapnya klik di sini

Jelang Pelaksanaan UP UKMPPG 2022 Batch 1, LPTK UIN Jakarta Bersama Penyelia Gelar Pembekalan Bagi Panitia dan Pengawas

Grand Whiz Hotel, Jakarta Selatan, BERITA FITK Online– Sehari jelang pelaksanaan Uji Pengetahuan Mahasiswa PPG Dalam Jabatan 2022 Batch 1, LPTK UIN Jakarta bersama penyelia menggelar pembekalan bagi panitia dan pengawas. Acara tersebut diselenggarakan di Grand Whiz Hotel, Poins Simatupang, Jakarta Selatan, pada Sabtu, (30/7/2022).

Pada kegiatan tersebut, pengelola, panitia, dan pengawas dibekali informasi mengenai proses pelaksanaan UP, mulai dari sistem yang akan digunakan sampai ruangan mana yang akan dijadikan untuk pelaksanaan UP tersebut. Meskipun, pada sehari sebelumnya telah dilaksanakan uji sistem serentak secara nasional.

Hadir dalam acara Dekan FITK Dr. Sururin, M.Ag., Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Kadir, M.Pd., Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum Dr. Abdul Muin, M.Pd., Kaprodi dan Sekprodi PPG, para penyelia di antaranya Prof. Dr. Mukhtar Latif, M.Pd. (UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi), Dr. Masganti Sit, M.Ag. (UIN Sumatera Utara), dan Dr. Hazrullah, S.Pd.I, M.Pd
(UIN Ar-Raniry Banda Aceh).

Dalam sambutan dan laporannya sebagai dekan, Sururin menyampaikan selamat datang kepada seluruh penyelia juga menyampaikan kesiapannya untuk melaksanakan UP.

“Bapak/Ibu penyelia, kami pimpinan fakultas mengucapkan selamat datang kepada Bapak/Ibu penyelia. Insyaallah kami siap melaksanakan setiap masukan dan arahan dari Bapak/Ibu penyelia,” ucap Sururin.

“Kami ingin melaporkan kepada Bapak/Ibu penyelia tentang persiapan dan kesiapan fasilitas dan perangkat pendukung pelaksanaan UP ini mulai dari ruangan untuk pengawas, panitia, dan penyelia sudah kami siapkan sesuai dengan standard yang diminta oleh panitia nasional,” sambungnya.

“Insyaallah untuk pelaksanaan UP besok kami siap 100%. Mudah-mudahan tidak ada masalah non teknis yang mengganggu saat pelaksanaan UP besok. Kami pun telah menyiapkan wifi dan LAN serta genset untuk mengantisipasi jika saat pelaksanaan UP terjadi masalah jaringan dan listrik padam,” pungkas Dekan FITK UIN Jakarta sekaligus ketua Fordetak itu.

Sementara itu, dalam pembekalan sebagai penyelia, Dr. Masganti Sit, M.Ag., menyampaikan terima kasih telah disambut dan diterima dengan baik oleh pimpinan FITK UIN Jakarta.

“Pertama kami ingin mengucapkan terima kasih sudah disambut dan diterima dengan baik oleh keluarga besar FITK UIN Jakarta. Selanjutnya, kami ingin bersilaturahim di sini. Untuk penyelenggaraan PPG maupun pelaksanaan UP PPG kami merasa yakin betul di FITK UIN Jakarta ini adalah ahlinya, bahkan kami yang belajar dari sini,” ucap Masganti.

“Bapak/Ibu pengawas, tugas kami sebagai penyelia adalah mengantisipasi pelaksanaan UP PPG agar tidak terjadi penyimpangan yang di luar SOP dari panitia nasional. Selain itu, kami juga akan mengawasi tugas dan fungsi pengawas ruangan, koordinator pengawas, dan peserta selama pelaksanaan UP ini,” pungkas ibu kelahiran 1967 itu.

Sejalan dengan rekannya, Prof. Dr. Mukhtar Latif, M.Pd. dari UINSU menyampaikan keyakinannya dengan kesiapan panitia LPTK UIN Jakarta.

“Kami juga ingin memastikan kesiapan dari ruang pengawas saat mengawasi ujian, perangkat IT yang digunakan, dan tentunya kami ingin memastikan jaringan selama ujian berlangsung aman dan tidak ada kendala,” terang Mukhtar Latif.

“Kami selaku penyelia yakin kawan-kawan panitia dan pengelola PPG di sini sudah mempersiapkan dengan baik dan optimal,” ucapnya.

Selanjutnya, Mukhtar Latif juga menyampaikan terima kasih sudah diterima dengan baik. Ia menyampaikan, di LPTK UIN Jakarta orangnya baik dan ramah. “Di sini orangnya baik dan ramah-ramah,” tukasnya.

Berikutnya, Dr. Hazrullah, M.Pd., menjelaskan tugasnya sebagai penyelia.

“Bapak/Ibu, tugas kami sebabai penyelia adalah mengawasi para pengawas dan pelaksanaan UP. Selain itu, kami juga bertugas untuk memastikan kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan UP PPG di LPTK UIN Jakarta ini,” jelas Hazrullah.

“3 poin yang ingin kami sampaikan dan tekankan: 1. Kehadiran pengawas. Pastikan hadir 1 jam sebelum UP dimulai. 2. Pengawas memverifikasi kartu peserta dan dokumentasi yang lain. 3. Pengawas mengarahkan peserta ke aplikasi,” tambahnya.

“Kami juga telah meminta panitia agar membuat grup WhatsApp yang isinya peserta, pengawas, dan panitia agar jika ada sesuatu trouble langsung bisa diberikan solusi dan diatasi dengan cepat,” tutup Hazrullah. (MusAm)

 

H-1 Pelaksanaan UP UKMPPG 2022 Batch 1, LPTK UIN Jakarta Lakukan Uji Sistem dan Simulasi

Gedung FITK, BERITA FITK Online – Minggu, (31/7) Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK) UIN Jakarta akan melaksanakan hajat besar yaitu Uji Pengetahuan Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Guru (UP UKMPPG) 2022 batch 1. Acara tersebut diselenggarakan secara  online yang akan diawasi oleh pengawas yang telah mengikuti sejumlah pelatihan.

H-1 jelang pelaksanaan, Sabtu (30/7), pengelola dan panitia terlihat sibuk mempersiapkan uji sistem dan simulasi. Selanjutnya, seluruh pengawas yang didampingi koordinator pengawas dan koordinator IT melaksanakan uji sistem dan simulasi bersama peserta UP yang berjumlah 999 guru itu.

Dalam amatan kontributor FITK, proses uji sistem dan simulasi bersama peserta UP berjalan lancar, meski di beberapa ruang virtual terdapat jaringan peserta yang kurang baik sehingga yang bersangkutan sempat masuk-keluar dari ruang virtual.

“Alhamdulillah, tadi saya keliling untuk mengecek seluruh ruang virtual dan terlihat aman. Ada beberapa memang pengawas yang masih bertanya karena peserta sulit login, itu mungkin karena peserta salah memasukan kode dan passwordnya,” terang Isman Hakim, PIC pelaksanaan uji sistem itu.

“Kemarin saya koordinasi dengan bagian umum untuk memastikan ruangan dan jaringan internet di sejumlah tempat yang digunakan UP, cek komputer tersambung dengan baik ke server, dan persiapan teknis-teknis yang lain. Semuanya kami pastikan telah memenuhi standard dari panitia nasional dan siap digunakan,” tutup Bapak yang biasa disapa pak guru itu.

Sementara itu, Kaprodi PPG, Dr. Zaenul Slam, M.Pd., memberikan penjelasan tentang kegiatan yang akan dilangsungkan hari ini hingga sore nanti.

“Nanti siang setelah uji sistem dan simulasi, pengelola, panitia, pengawas, dan koordinator pengawas akan mengikuti pembekalan yang akan disampaikan oleh penyelia, di Grand Whiz Hotels, Lebak Bulus,” jelas Zaenul Slam.

“Kalau saya cek ke setiap lokasi, persiapan untuk UP besok (31/7) per hari ini sudah siap 100%. Semua tempat yang digunakan untuk pengawas saat simulasi hari ini jaringannya lancar dan tidak ada kendala. Mudah-mudahan saat pelaksanaan UP besok juga demikian,” pungkasnya.

Selanjutnya, admin IT PPG, Afif Ahmad Faisal, S.T., M.M., menjelaskan tentang pembagian ruangan yang akan digunakan pelaksanaan UP UKMPPG besok.

“Pengawas ruangan kami tempatkan di beberapa lokasi. Di ruang sidang lantai 2, ruang ex. senat, ruang guru besar, ruang sekretariat laboratorium fakultas lantai 3, ruang prodi, ruang dosen PAI, dan ruang teater lantai 3. Itu permintaan dari panitia nasional agar pelaksanaan UP ini tetap mematuhi protokol kesehatan dan menghindari kebisingan antara satu pengawas dengan pengawas lainnya,” terang Afif.

Untuk diketahui, pelaksanaan UP UKMPPG tahun 2022 ini dijadwalkan selama satu hari (Minggu, 31/7) dan akan dibagi menjadi dua sesi. Sesi satu pukul 8.00-11.00., sementara sesi dua dimulai pukul 13.00-16.00 WIB. Untuk jumlah peserta, sesi satu berjumlah 500 peserta, sementara sesi dua berjumlah 499, total 999 peserta. (MusAm)

 

Maksimalkan Ikhtiar, LPTK UIN Jakarta Gelar Istigasah Bersama Peserta UP UKMPPG 2022 Batch 1

BERITA FITK Online– Dalam upaya memaksimalkan ikhtiar lahir dan batin, LPTK UIN Jakarta menyelenggarakan Istigasah bersama peserta UP UKMPPG 2022 Batch 1 yang diberi tema: “Doa Bersama Mengetuk Pintu Langit”. Acara tersebut digelar pada Jumat, (29/7) secara virtual melalui platform zoom meeting.

Istigasah yang dipimpin oleh Dr. Akhmad Sodiq, M.Ag. itu diikuti oleh pimpinan fakultas, pengelola PPG, wali mahasiswa, dan mahasiswa PPG yang berjumlah 999 guru berasal dari berbagai daerah di Indonesia yang terdiri dari peserta PAI dan madrasah.

Istigasah sendiri adalah salah satu tradisi keagamaan yang mengemuka dalam masyarakat Islam Indonesia. Dalam perkembangannya, bacaan istigasah terus mengalami variasi dan penyesuaian. Namun demikian, mayoritas masyarakat Indonesia masih mengacu pada istigasah yang disusun oleh Kiai Romly Tamim, mursyid Tarekat Qadariyah dan Naqsyabandiyah Pesantren Rejoso, Jombang Jawa, Timur.

Dalam sambutannya sebagai Dekan, Sururin mengajak mahasiswa PPG untuk bermunajat kepada Allah SWT.

“Setelah Bapak/Ibu semua mengikuti rangkaian PPG yang padat dan capek, marilah sejenak kita tundukkan kepala kita untuk bermunajat kepada Allah SWT, agar segala hajat kita diberi kemudahan,” ucap Sururin.

“Kita sudah berikhtiar sedemikian rupa, maka saatnya bertafakur kepada Allah SWT untuk kemudahan-kemudahan. Kita berdoa bersama untuk ujian (31/7) diberikan kelancaran. Insyaallah yang namanya ujian ada lulus dan ada yang tidak lulus. Tapi kami bermohon kepada Allah semoga semuanya lulus,” pungkas ibu kelahiran Bojonegoro, Jawa Timur itu.

Sementara itu, Akhmad Sodiq menyampaikan tujuan dilakukannya istigasah. Menurutnya, istigasah adalah pengharapan hamba kepada Tuhannya agar hajat dan doanya diijabah.

“Melalui istigasah, kita tentu mengharapkan ridho dari Allah SWT agar mengijabah doa-doa hamba-Nya yang memohon pertolongan kepada-Nya. Berdoa dengan penuh keikhlasan serta kekhusyukan akan membawa kita pada keselamatan,” terang Akhmad Sodiq.

“Intinya, istigasah adalah doa bersama yang bertujuan untuk meminta pertolongan dari Allah SWT ketika keadaan sukar dan sulit. Tujuan akhirnya agar dihilangkan dan terlepas dari bala bencana,” ucap Akhmad Sodiq.

“Istigasah juga biasanya dilakukan saat menemui musibah atau hendak menemui situasi yang penting, seperti saat kondisi wabah Covid-19 atau memohon pertolongan sebelum ujian yang akan Bapak/Ibu laksanakan,” sambung Kiai UIN Jakarta itu. (MusAm)