Komaruddin Hidayat: Indonesia Kehilangan Intelektual Sejati Penjaga dan Pejuang Integritas

AZYUMARDI AZRA
(4-3-1955 – 18-9-2022)

Selamat jalan Ed, kita bersahabat sejak sama-sama aktif di HMI Ciputat dan merangkap jadi wartawan majalah Panji Masyarakat di bawah asuhan Buya Hamka. Kamu punya visi dan determinasi kuat utk tumbuh jadi ilmuwan dan kamu buktikan dg meraih doktor ilmu sejarah di Universitas Columbia. Kamu bertumbuh lebih dari sekedar seorang ilmuwan, melainkan juga intelektual sejati yg menjaga independensi dan integritas.

Komunitas intelektual Ciputat ikut bangga dg kiprahmu di panggung global. Kamu mengenalkan khazanah tradisi dan intelektual nusantara pada dunia yg kemudian diikuti dan dilanjutkan oleh para yunior dan mahasiswamu. Kami semua kehilangan dirimu. Kamu kadang terbang tinggi di atas awan menjelajahi dunia sendirian, mirip “eagle flying alone”. Tapi kamu juga punya rumah intelektual di Ciputat membina para yuniormu.

Indonesia kehilangan intelektual sejati yg selalu menjaga dan memperjuangkan integritas. Terima kasih atas semua jasa dan warisanmu, terutama karya tulismu yg akan membuat nama dan pikiranmu selalu hidup dan dikenang. Tak akan terlupakan, di tanganmu IAIN Ciputat berubah jadi UIN yg kemudian menginspirasi IAIN lain di Indonesia turut berubah jadi UIN. Kamu mendahului kami pulang ke rumah ilahi dalam perjalanan mulia utk memberikan pencerahan dalam acara seminar di Kuala Lumpur. Sebuah perpisahan mendadak yg sangat mengagetkan, menyedihkan namun juga membanggakan. Semoga kamu berbahagia dan damai di rumah barumu, berjumpa dengan temans seperjuangan. (MusAm)

Sumber: Facebook Komaruddin Hidayat

Ahmad Thib Raya: Profesor Azyumardi Azra Teladan Bagi Semua

AZYUMARDI AZRA
(4-3-1955 – 18-9-2022)

Semua anak negeri ini, semua murid, sahabat, kerabat, dan orang-orang yang sangat mencintai beliau. Ikut berduka yang mendalam atas wafatnya Guru Bangsa, Prof. Dr. Azyumardi Azra, M.A., CBE., Beliau wafat dengan tenang dalam perjalanan  menyebarkan ilmu di negeri jiran.  Kontribusinya untuk menyebarkan ilmu di negeri ini dan negeri lain tidak terlupakan. Beliau adalah teladan yang sangat baik bagi semua muridnya. Beliau telah meninggalkan amal jariah yang luar biasa, yang insya Allah pahalanya senantiasa mengalir kepadanya.

Selamat jalan Pak Azyumardi. Semua amal yang telah dilakukan semoga menjadi amal jariah dan dilipatgandakan Allah pahalanya, dan semoga semua dosa beliau diampuni  oleh Allah. Di masa beliau menjabat sebagai Rektor, saya pernah diberi amanat sebagai Sekretaris Jurusan Tafsir Hadis di Pascasarjana UIN Jakarta (2001-2003), lalu saya diangkat sebagai Ketua Jurusan Tafsir Hadis di Pascasarjana UIN Jakarta (2003-2005), dan saya diangkat lagi sebagai Asisten Direktur Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah jakarta (2005-2007). Saya mendapatkan tiga amanat dari beliau pada saat beliau menjadi Rektor.

Ada satu hal dan kenangan yang tidak dapat saya lupakan dari beliau, yaitu kenangan berikut. Setelah selesai upacara syukuran ata keluarnya SK Presiden tentang Perubahan Status IAIN menjadi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, saya diajak oleh Prof. Dr. Suwito, M.A. (almarhum) untuk naik ke ruang kerja beliau sebagai Rektor. Di rung kerja itu hanya kami bertiga. Di tengah-tengah kami membicarakan tentang perubahan status IAIN menjadi UIN, dan proses-proses yang dilakukan dalam perjuangan mengubah status UIN itu, beliau langsung berkata kepada saya: “Pak Thib, jumlah IAIN di Indonesia sudah berkurang satu. Kita perlu cari STAIN yang ada di Indonesia Timur untuk kita bantu mengubah statusnya dari STAIN menjadi IAIN.” Sektika itu saya langsung menjawab: “Bagaimana kalau kita bantu STAIN Mataram untuk menjadi IAIN Mataram. Setelah itu, kita bantu STAIN ternate untuk berubah menjadi IAIN. Keduanya adalah STAIN yang ada di Wilayah Indonesia Timur. Keduanya menjadi benteng PT Agama yang ada di Indonesia Timur. Saya lalu menyarankan kepada beliau untuk segera kita mulai dengan STAIN Mataram.” Beliau langsung setuju. Beliau lalu memerintahkan kepada saya dan Prof. Suwito untuk membuat rancangan dan persiapan untuk perubahan status STAIN Mayataram menjadi IAIN.  Saya dan pak Suwito lalu bekerja, di bawah koordinasi beliau. Kami berdua membuat agenda untuk semua kegiatan itu. Saya yang selalu ditugaskan untuk ke STAIN Mataram untuk memberikan pendampingan dalam mempersiapkan Proposal Perubahan STAIN menjadi IAIN Mataram.

Akhirnya niat untuk mengubah status STAIN Metaram menjadi IAIN Mataram terwujud dengan keluarnya Kepres tentang perubahan Status itu. Inilah  jasa Pak Prof. Azyumardi dan Prof Suwito yang tidak dapat saya lupakan. IAIN Mataran kemudian berkembang terus hingga beralih status menjadi UIN Mataram pada saa ini. Insya Allah semua ini menjadi amal jariah bagi beliau berdua yang sudah almarhum. Ada sekian banyak lagi kenangan yang tidak dapat saya ceritakan di sini ketika bergaul bersama beliau dan dan  Pak Suwito. Rasanya beliau terlalu cepat untuk dipanggil kembali ke hadirat-Nya. Apa hendak dikata dan apa pula yang hendak diperbuat, kalau takdir dan qadha’ Allah sudah menentukan demikian. Semoga beliau mendapatkan tempat yang tertinggi di surga Jannatun naim. (MusAm)

Sumber: Facebook Ahmad Thib Raya

Azyumardi Azra, WNI Pertama Bergelar ‘Sir’ Wafat

Gedung FITK, BERITA FITK Online– Berita duka kembali menyelimuti civitas akademika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, pasalnya salah satu Guru Besar dan mantan Rektor Azyumardi Azra (1998 sampai 2006) meninggal dunia setelah sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit di Selangor, Malaysia.

Diketahui kabar Azyumardi meninggal dunia dibenarkan oleh Ketua Komisi Penelitian, Pendataan dan Ratifikasi Dewan Pers, Ninik Rahayu. Dia mengatakan saat ini pihak kedutaan tengah mengurus jenazah Azyumardi Azra.

“Benar. Saya konfirmasi ke istri beliau yang berada di sana. Sekarang jenazahnya sedang diurus kedutaan,” kata Ketua Komisi Penelitian, Pendataan dan Ratifikasi Dewan Pers, Ninik Rahayu, Minggu (18/9/2022).

Azyumardi Azra sebelumnya dinyatakan positif COVID-19 dan dilakukan perawatan secara intensif. Hal ini dibenarkan oleh Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Kuala Lumpur Yoshi Iskandar.

Azyumardi Azra diketahui terpilih sebagai Ketua Dewan Pers Priode 2022-2025 menggantikan Mohammad Nur. Ia dikenal luas sebagai cendekiawan muslim yang moderat dan inklusif.

Azyumardi Azra akrab disapa dengan panggilan Prof Azra meninggal pada usia 67 tahun. Dia lahir pada 4 Maret 1955 di Lubuk Alung, Padang Pariaman, Sumatra Barat.

Dilansir dari detikcom, pada tahun 2010, Azyumardi Azra memperoleh titel Commander of the Order of British Empire (CBE). Titel ini merupakan sebuah gelar kehormatan dari Kerajaan Inggris dan menjadi ‘Sir’ pertama dari Indonesia.

Gelar CBE diberikan Kerajaan Inggris kepada individu untuk menghargai kontribusi positif yang telah dilakukan di bidang pekerjaan mereka. Dengan gelar ini, Azyumardi Azra dianggap telah diakui sebagai anggota keluarga bangsawan Inggris. (MusAm)

Prodi MP Bekerja Sama dengan CIMB Niaga Selenggarakan Diklat Manajemen Keuangan

Gedung PPG, BERITA FITK Online– Dalam rangka meningkatkan kemandirian finansial mahasiswa, Prodi Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bekerja sama dengan CIMB Niaga mengadakan Diklat Manajemen Keuangan yang bertama “Mempersiapkan Kemandirian Finansial di Era Digital”. Acara digelar di Aula Gedung PPG, Bojongsari, Kota Depok pada Jumat, (16/9/2022).

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Prodi Manajemen Pendidikan baik mahasiswa baru maupun mahasiswa lama. Diklat Manajemen Keuangan ini merupakan agenda yang diwajibkan oleh Kaprodi Manajemen Pendidikan. Dikarenakan peserta Diklat akan mendapatkan sertifikat Manajemen Keuangan sebagai SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah).

Muarif, ketua Prodi Manajemen Pendidikan dalam sambutan berpesan bahwa dengan diadakan Diklat ini diharapkan mahasiswa cakap dalam kemandirian finansial apalagi dengan didorongnya era digital saat ini. Kemudian Muarif juga berharap mahasiswa dapatkan mengikuti diklat ini dengan baik.

Dalam Diklat Manajemen Keuangan peserta mendapatkan materi dan pelatihan secara langsung untuk belajar saham dan investasi. Mahasiswa juga diarahkan langsung dalam prosesnya. Selama pematerian, mahasiswa juga diberi kesempatan untuk bertanya seputar saham, investasi dan pasar modal.

Dalam sesi tanya jawab mahasiswa memiliki antusias yang sangat tinggi. Salah satunya Dimas Martinov yang menanyakan trik dan tips dalam pembelian saham yang aman dan meminimalisasi kerugian.

Selain itu, mahasiswa juga mendapat bonus 1 gelas kopi dingin dan donat sebagai bentuk kepedulian kepada peserta Diklat yang berlangsung selama 3 jam pelatihan. (AA)

Program Doktor PAI FITK UIN Jakarta Gelar Seminar Internasional

Gedung FITK, BERITA FITK Online– Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam (S3 PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Seminar Internasional yang bertajuk Islamic Education in Pluralistic World. Seminar tersebut diselenggarakan pada (16/9/2022) secara hybrid.

Seminar Internasional webinar itu diisi oleh 3 narasumber, yaitu Chris Seiple, Ph.D., (University of Washington, USA), Prof. Dr. Amin Abdullah, M.Ag. (Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila-UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta), dan Bahrul Hayat, Ph.D. (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh narasumber yang bersedia hadir dan berkenan menyampaikan materinya. Kepada Rektor UIN Jakarta, dan dekan FITK, dan tentu semua panitia yang terlibat dalam Seminar Internasional ini saya juga ucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya. Semoga acara ini sukses dan bermanfaat,” ujar Ketua Prodi S3 PAI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed.

“Bapak-ibu, untuk diketahui, peserta yang terlibat dan menghadiri seminar internasional S3 PAI ini berasal dari berbagai macam daerah dan berbagai macam latar belakang pendidikan; praktisi pendidikan, peneliti, pembuat kebijakan,” terang Abdul Mu’ti.

“Saya berharap dengan berbagai latar belakang peserta yang berbeda, seminar internasional ini dapat memperkaya pemahaman kita terhadap isu pluralisme beragama terutama berkaitan dengan studi Islam dan pendidikan Islam,” pungkasnya.

Sementara itu, dalam sambutannya sebagai Dekan, Dr. Sururin, M.Ag. menyampaikan profil singkat fakultas.

“Alhamdulillah pada tahun 2022, FITK telah membuka dan memulai perkuliahan program doktor PAI. FITK UIN Jakarta memiliki 12 Prodi S1, 4 Prodi S2, 1 Prodi PPG, dan 1 program doktor. Jadi total Prodi FITK berjumlah 18 Prodi. FITK juga merupakan fakultas terbesar dengan jumlah mahasiswa lebih dari 6000 dan sebanyak 226 dosen,” terang Sururin.

“Indonesia adalah model negara pluralistik sekaligus merupakan negara dengan jumlah muslim terbanyak di dunia. Indonesia juga memiliki semboyan yang luar biasa, yaitu berbeda-beda tetapi satu-bhineka tunggal ika. Walaupun Indonesia terdiri dari beberapa agama, suku, budaya, dan bahasa, namun masyarakatnya bisa toleran dan tidak terjadi konflik. Kondisi tersebut bisa dijadikan model untuk negara lain di dunia,” jelas Sururin.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dari para narasumber. Materi pertama disampaikan oleh Chris Seiple. Seiple menyampaikan mengenai literasi lintas budaya dan agama.

“Sebagai masyarakat dunia, kita perlu memahami tantangan dunia global. Untuk mengatasinya, diperlukan kolaborasi dan koordinasi berbagai elemen di antaranya pemerintah, masyarakat, militer, ekonom, dan pemuka agama,” terang Chris Seiple.

“Literasi lintas budaya dan agama bukan berarti penggabungan pemahaman agama (sinkretis), bukan sekularisme, tidak merendahkan atau mengunggulkan agama tertentu, melainkan menerima perbedaan, saling memahami, dan saling menghargai,” jelasnya.

Ia menambahkan, literasi lintas budaya dan agama dapat dibangun dengan tiga cara yaitu negosiasi, komunikasi, dan evaluasi. Kesemuanya itu berakar pada kompetensi personal, komparatif, dan kolaboratif.

Pemaparan selanjutnya disampaikan oleh Amin Abdullah. Ia menjelaskan nilai-nilai universal al-Quran untuk kehidupan masyarakat majemuk.

“Nilai yang pertama adalah saling mengenal, yang kedua tidak saling merendahkan atau mengejek, yang berikutnya hindari berburuk sangka, tidak mencari-cari keburukan penganut agama lain, kemudian tidak saling mempergunjingkan, dan terakhir berbuat baik dan adil kepada seluruh pemeluk agama lain,” terang Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu.

Materi terakhir disampaikan oleh Bahrul Hayat, Ph.D. Ia menyampaikan hasil penelitian tren beragama segara global pada abad ke-20.

“Berdasarkan hasil penelitian, tren beragama secara global pada abad ke-20 di antaranya adalah lahirnya militan dalam beragama, jumlah penganut agama Islam meningkat, meningkatnya paham pluralisme di masyarakat. Pluralisme itu tidak sebatas agama, melainkan kepada adat, budaya, bahasa, dan pendidikan,” jelas Bahrul Hayat.

Berikutnya, Bahrul menjelaskan mengenai makna dari pendidikan Islam.

“Bapak-ibu, pendidikan Islam itu bisa diartikan berdasarkan paradigma filosofi, sistem pendidikan, dan berdasarkan konten kurikulum,” tukasnya.

Berikutnya, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderator, Waliaydin, M.A., TESOL, Dosen Pendidikan Bahasa Inggris. (MusAm)

HMPS PIPS Selenggarakan Workshop Kewirausahaan

Gedung PPG, Bojongsari, BERITA FITK Online– Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (HMPS-PIPS) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggaraka Workshop Kewirausahaan yang bertajuk  “Membentuk Jiwa Wirausaha Muda yang Mandiri, Kreatif dan Inovatif dalam Persaingan Global”. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada, Kamis (15/9/2022) bertempat di aula lantai 2 gedung PPG, Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat.

Dalam kegiatan itu, HMPS-IPS menghadirkan empat narasumber  di antaranya yaitu Dr. Iwan Purwanto, M. Pd., Anne Soraya Widyaningsih, S.Pd., Ahmad Rizki Muhammad, dan  Miko Lee. Kemudian keempat narasumber tersebut menyampaikan materi secara bergantian.

“Workshop kewirausahaan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan sosial entrepreneurship dan juga EKSPOSE Pendidikan IPS yang merupakan kegiatan ekplorasi usaha-usaha yang dijalankan oleh mahasiswa. Kemudian pada kegiatan ini mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan usahanya sesuai perkembangan zaman masa kini,” ujar ketua HMPS Pendidikan IPS, Muhammad Fajar Sodiq.

Sementara itu, Sekretaris Prodi IPS, Andri Noor Ardiansyah, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan workshop itu juga merupakan bagian dari strategi Program Studi Pendidikan IPS untuk memfasilitasi mahasiswa yang mempunyai minat wirausaha.

“Workshop ini merupakan bagian dari strategi Program Studi Pendidikan IPS untuk memfasilitasi para mahasiswa yang mempunyai minat wirausaha dan memulai usaha dengan basis ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dengan tujuan untuk menumbuhkan wirausahawan baru yang berpendidikan tinggi,” terang Andri.

“Selain itu, dengan kegiatan seoperti ini mahasiswa diharapkan memiliki pola pikir pencipta lapangan kerja, berjiwa bisnis (sense of busines) yang berani untuk memulai mengembangkan usaha dengan modal yang diberikan dan pendampingan secara terpadu serta membekali para mahasiswa dengan kemapuan bisnis. Program ini ditujukan untuk memotivasi kepada mahaiswa-mahasiswa agar memiliki jiwa kewirausahaan dan dapat mengembangkan dengan baik di masa sekarang,” pungkasnya.

Dalam pemaparan materinya, Iwan Purwanto menjelaskan keprihatinannya melihat data statistik pengangguran di Indonesia.

“Presentase pengangguran terdidik berada di tingkat lulusan SMK/SMA sebesar 80%, sedangkan 20% pada tingkat perguruan tinggi. Sementara itu, pada angka pengangguran bedasarkan tingkat pendidikan tahun 2021 SMU menepati presentase tertinggi yaitu sebesar 27,17%,” jelas Iwan.

“Jika negara kita ingin berhasil dalem pembangunannya maka kita harus menyediakan 4 juta wirausaha besar dan sedang, dan kita masih harus mencetak 40 juta wirausahawan kecil. Ini adalah suatu peluang besar yang menantang untuk berkreasi mengadu keterampilan membina wirausahawan dalam rangka turut berpartisipasi membangun negara dan bangsa Indonesia,” terang  Bapak kelahiran Majalengka, Jawa Barat itu.

“Jika dahulu kewirausahaan merupakan bakat bawaan sejak lahir dan diasah melalui pengalaman langsung di lapangan, maka sekarang ini paradigma tersebut telah bergeser. Kewirausahaan telah menjadi suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko yang mungkin dihadapinya,” pungkasnya.

Materi berikutnya disampaikan oleh Anne Soraya Widyaningsih, Alumni Pendidikan IPS, Leader Ukasayah Group Sr12 dan juga Founder Naresh Teman Anak. Anne menyampaikan materi tentang Mental Bisnis Pemula. Ia menjelaskan pebisnis pemula harus memahami start a business yaitu dari Risk Taker, Passionate, Resilient dan Confident.

“Berani mengambil risiko yang akan terjadi nantinya. Mereka bahkan siap untuk keluar dari zona nyaman yang sedang mereka jalani saat ini demi menggapai apa yang mereka inginkan. Bahwasannya menjadi seorang wirausahawan harus siap mmperjuangkan apapun dan mengambil resiko,” ucap Anne.

“Yang kedua Passionate, artinya penuh semangat, dalam arti ketika kita membangun sebuah usaha kita harus penuh semangat demi tujuan yang kita harapkan tercapai. Yang ketiga Resilient yang artinya kemampuan seseorang dalam menghadapi masalah dalam berbisnis. Dan yang terakhir adalah confident artinya keadaan psikologis seseorang yang memunculkan keyakinan pada individu akan kemampuan berwirausaha pada diri sendiri, tanggung jawab, rasa optimis, rasional, objektif, serta realistis,” tutur alumni yang pernah menjadi aktivis mahasiswa itu.

Pada penyampaian materi ketiga dibawakan oleh Ahmad Rizki, Alumni Pendidikan IPS, Ketua Umum HMPS PIPS 2021 dan juga Praktisi Digital Marketing. Ia menyampaikan tentang Strategi Pemasaran Usaha dengan Marketplace.

“Marketplace adalah platform yang disediakan untuk para penjual berkumpul dan bisa menjual barang atau jasanya kepada pelanggan meski tanpa bertemu secara fisik dengan kita. Kita tidak perlu menjajakan barang dagangan, dan dapat menghemat biaya operasional,” ucap Ahmad Rizki.

“Contoh marketpace di Indonesia yaitu Tokopedia, Shopee, Blibli, Jd.Id, Lazada, Buka Lapak dan lain sebagainya,” ucapnya.

Berikutnya materi keempat atau terakhir disampaikan oleh Muhammad Miko Lee, Founder Jaksport Indonesia 1 (importir). Muhammad Miko Lee seorang mahasiswa aktif Telkom University semester 7 jurusan administrasi bisnis. Ia sempat mencoba berbagai macam bisnis namun gagal dan pernah bekerja di beberapa instansi sampai akhirnya menjalankan bisnis importir luar negeri sejak 2018 hingga sekarang.

“Belakangan, saya juga menjadi social media specialist bagian marketing pada beberapa local brand. Hal pertama yang harus dilakukan ketika memulai bisnis yaitu kenali dirimu sendiri. Saya mengembangkan bisnis retail import dari China yang menjual khususnya sepatu olahraga yang bernama JAKSPORT INDONESIA sedari tahun 2018 sampai dengan sekarang. Jaksport ini menjadi langganan timnas Indonesia U19, U16, timnas Indonesia pertiwi dan pemain ternama liga 1 indonesia,” terangnya.

“Menjalankan bisnis harus dimulai dengan niat dan tekad yang kuat. Tentukan produknya, gausah stock produknya. Cari suppliernya, fokus, konsisten, dan buat tampilan yang menarik. Mulai buat jualan, aksi, mulai berjualan, promosikan, optimis, berusaha dan berdoa,” jelasnya.

Kegiatan tersebut selesai tepat pada pukul 13.10 WIB. Sebelumnya, pada selang materi kedua ke materi keempat ada sesi hiburan musik yang menampilkan Senja Kustik HMPS Pendidikan IPS yang membawakan beberapa lagu dan ditutup pembacaan doa oleh Deni Adi Rahman, Mahasiswa Semester 5 Konsentrasi Ekonomi. (MusAm/Riskiyatul Khasanah)