Gedung FITK, BERITA FITK Online— Centre of Excellence—Educating for the Future (CoE), FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Kantor Kementerian Agama Tangerang Selatan menyelenggarakan kegiatan full-day virtual workshop bagi para guru RA dan Madrasah se-Tangerang Selatan, Selasa (30/3/2021). Kegiatan mengusung tema “Optimizing e-Learning Class and Maximizing Learner Engagement,” dan diikuti oleh 293 peserta guru, pengawas dan kepala madrasah.

Acara dibuka dengan sambutan dari Dekan FITK UIN Syarif Hidayatullah, Dr. Sururin M.Ag. yang menyampaikan harapannya agar CoE dapat membangun kerjasama yang luas dalam bidang pendidikan, pelatihan dan pengabdian masyarakat dengan pemerintah daerah, kantor kementerian, lembaga swasta dan non-profit, dan lembaga pendidikan di dalam dan luar negeri.Centre of Excellence, yang resmi berdiri pada 18 November 2020,digagas antara lain oleh Muhammad Zuhdi, Ph.D. (Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), bersama tim perumus dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan dari tiga universitas lainnya: Victoria University Wellington, University of South Australia dan Universitas Negeri Jakarta.

Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kasi Madrasah Kantor Kemenag Tangsel, Bapak Suhardi yang menjelaskan antusiasme guru mengikuti kegiatan dan agar kegiatan ini menjadi awal yang baik untuk kerjasama lain ke depannya. Setelah itu Direktur CoE, Maila D.H. Rahiem, Ph.D., memaparkan rencana kegiatan CoE tahun 2021, berupa: kegiatan pelatihan guru, penelitian kolabrasi, penulisan karya ilmiah bersama, dan webinar. Untuk kegiatan pelatihan guru RA dan madrasah se-Tangsel direncanakan sebanyak dua kali, kegiatan yang kedua akan berlangsung pada 30 Juni 2021 dengan topik mengenai High Order Thinking Skills dan Assesment.

Sebagai keynote speaker pada kegiatan ini adalah rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Hj. Amany Lubis, M.A. yang menjelaskan tentang pentingnya jalinan komunikasi dan kerjasama yang baik antar civitas akademika UIN Jakarta dan lembaga pendidikan tingkat PAUD, dasar dan menengah. Guru-guru perlu mendapatkan keterampilan dan pengetahuan baru mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kegiatan training seperti ini me-recharge guru-guru dan memotivasi mereka untuk terus maju.

Sebelum melangkah pada kegiatan inti pelatihan, maka wakil dekan bidang kemahasiswaan, alumni dan kerjasama, Dr. Khalimi, M.Ag. memimpin doa bersama agar kegiatan lancar sampai akhir dan semua yang hadir memperoleh keberkahan. Pelatihan ini dibagi menjadi 2 sesi yang masing-masing berlangsung selama 4 jam pelajaran. Sesi pertama tentang “Maximizing Learners’ Engagement in the Virtual Classroom,” diawali dengan paparan dariProf. Stephen Dobson, dekan Fakultas Pendidikan dari Victoria University Wellington, New Zealand yang menjelaskan bagaimana storytelling bisa membantu siswa yang mengalami masalah sosial emosional selama PJJ di masa pandemi COVID-19. “Storytelling memberikan kesempatan kepada siswa untuk menceritakan berbagai ketakutannya dan sehingga mereka bisa mendapat dukungan dari guru dan kawan-kawan sekelasnya,” demikian pungkas Prof. Dobson.

Pembicara kedua Rosida Erowati, M.Hum, menjelaskan tentang bagaimana kegiatan mendongeng menjadi lebih artistik dan menarik, dalam presentasinya yang berjudul “Storytelling: The Art and Attraction of Storytelling for Engaging Learners in Virtual Classroom.”  Sesi pertama ini semakin lengkap dengan presentasi dari Tanenji, M.A., yang berbagi tentang berbagai tips dan contoh kegiatan praktis untuk membangun suasana kelas “Ice Breaking: Stay Cool! Breaking the Ice.”

Ada tiga pembicara pada bagian kedua pelatihan, yaitu sesi “Powerful and Engaging Slides Design.” Dadan, M.A.Pd. yang membawakan materi tentang membuat slides interaktif untuk pembelajaran online, dilanjut dengan materi tentang prinsip-prinsip desain dan estetika untuk slide yang baik oleh Ratna Faeruz, M.Pd., dan ditutup dengan materi bagaimana membuat slides presentasi yang memukau dan efisien yang dibawakan oleh Ahmad Dimyati, M.Pd.

Acara ini semakin berkesan karena dipandu oleh moderator yang lihai membangun suasana menjadi hangat, yaitu: Maya Defianty, Ph.D., Munasprianto Ramli, Ph.D., Dr. Ratna Sari Dewi dan Dr. Zulfiani. Beberapa kali terjadi gangguan teknis pada zoom yang digunakan, terutama terkait sinyal yang tidak stabil, namun secara keseluruhan materi dapat tersampaikan dengan baik dan peserta mengungkapkan bahwa mereka banyak belajar dan terinspirasi dari pelatihan ini.