BERITA FITK Online – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menggelar program rutin bulanan yaitu diskusi dosen secara virtual nasional seri 6. Gelaran diskusi dosen seri 6 dilaksanakan pada Selasa, (28/09/2021) dengan mengusung tema “Psikologi Santri: Sebuah Kajian Awal”. Diskusi dibuka oleh Ketua Panitia Diskusi Dosen FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2021 dan setidaknya diikuti oleh 117 peserta yang berasal dari berbagai penjuru nusantara.  Mereka adalah para dosen, guru, praktisi pendidikan, dan mahasiswa.

Diskusi dosen kali ini menghadirkan keynote speaker Dr. Waryono, M.Ag. beliau merupakan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama R.I. Bapak Waryono memberikan pemantik diskusi yaitu “Prilaku santri selalu berprilaku rendah hati, niat ikhlas dalam belajar, menghormati kedua orang, yang tentunya ini menjadi kunci syurga bagi anak-anak. Para santri juga biasanya menjaga prilaku yang unggul dalam belajar, mengaji dan ibadah, dan mengharap ridho pada guru dan kiainya agar selamat dunia akhirat.” Ujarnya. Beliau juga menambahkan bahwa “Kajian tentang santri ini relatif belum banyak, jika dosen FITK dan psikolog bisa melakukan kajian yang lebih komprehensif kami sangat berterima kasih, untuk mengembangkan pesatren di masa depan.” Selanjutnya beliau menekankan bahwa “Semoga pesantren kembali menjadi ekosistem ekonomi, sehingga kemudian dapat mandiri.”

Diskusi dosen kali ini digelar dengan menghadirkan narasumber yaitu Dekan FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yaitu Ibu Dr. Sururin, M.Ag. Narasumber mendahului diskusi dengan memberikan harapan bahwa “Kami mempunyai keinginan menulis tentang pesantren dan santri, karena berkorelasi dengan visi misi FITK UIN Jakarta yaitu integrasi keilmuan, keislaman, dan keindonesiaan. Sehingga kami memiliki tanggung jawab moral, tanggung jawab akademik untuk mengembangkan keindonesiaan pendidikan yang mengangkat santri yang betul-betul karakternya berbeda-beda, kami ingin dikembangkan menjadi sebuah buku dengan judul Psikologi Santri.”  Selanjutnya Bu Sururin menambahkan penjelasan mengenai psikologi santri sangat luas dan mendalam, Ibu Dekan memaparkan bagaimana perkembangan psikologi santri remaja, masa remaja yang memasuki masa akilbalig, pertumbuhan fisik laki-laki dan perempuan, permasalahan kesehatan juga reproduksi sejak dini, serta bagaimana perkembangan kognitif remaja, pembentukkan kepribadian santri, serta yang lebih penting beliau juga memaparkan stress pada santri.

Diskusi dosen kali ini juga menghadirkan pembahas yaitu Dekan Psikologi yaitu Ibu Dr. Zahrotun Nihayah, M.Si. beliau banyak membahas dari apa yang sudah dipaparkan oleh narasumber di antaranya beliau memfokuskan dulu pada perkembangan santri remaja, “Secara kognitif untuk drill dan hapalan dalam santri itu luar biasa, akan tetapi secara emosional agak hilang, oleh karena itu yang perlu dibenahi adalah pada peran sosok pengganti orang tua.” Ujarnya. “Santri dalam 24 jam itu ada di pesantren sehingga fungsi keluarga, teman sebaya, sekolah, dan masyarakat itu ada di pesantren. Sesuai dengan teori Brofenbrenner fokus konteks sosial di mana anak tinggal dan orang-orang yang mempengaruhi perkembangan anak mulai dari macrosystem, exosystem, mesosystem, dan microsystem.” Selanjutnya narasumber menegaskan “Jika dikaitkan antara psikological well being dan social well being ini sangat bisa santri ini menjadi luar biasa bagus.” Tandasnya.

Lebih lanjut di akhir sesi diskusi moderator Ahmad Irfan Mufid, MA memberikan penutup dengan menegaskan bahwa “Psikological well being dan social well being yang merupakan salah satu poin penting yang dibahas pada materi kajian ini yaitu berkaitan dengan psikologi santri dan kondisi sosialnya.” Ujarya.