Gedung FITK, BERITA FITK Online – Rabu, (3/02/2021) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah menggelar Studium General “Perkembangan Pendidikan Tinggi di Afrika dan Potensi Kerjasama dengan UIN Jakarta” dengan menghadirkan narasumber Duta Besar RI untuk Republik Kenya Dr H Mohamad Hery Saripudin.

Acara dihadiri oleh Rektor UIN Jakarta Prof Dr Hj Amany Lubis MA, Dekan FITK Dr Sururin MAg, Para Wakil Rektor, Para Dekan, Para Pimpinan Lembaga, Para Wadek, Dosen, beserta sejumlah mahasiswa yang keseluruhan berjumlah lebih dari 210 orang.

Dalam sambutannya sebagai Dekan, Sururin menyampaikan selamat datang kepada Duta Besar RI untuk Republik Kenya di FITK UIN Jakarta, “selamat datang kepada Duta Besar RI untuk Republik Kenya di FITK UIN Jakarta, fakultas terbesar dan fakultas yang awal berdiri dengan jumlah 16 Prodi dan lebih dari 6000 mahasiswa, 12 Prodi S1, 4 Prodi S2 dan mohon doanya dari Bapak Ibu semua segera dibuka 2 Prodi S3 dan 1 Prodi PPG,” jelas Sururin.

Menurut Sururin, acara Studium General, Seminar, workshop, dan kegiatan lainnya adalah agenda rutin FITK. Kesemuanya dilakukan untuk memenuhi Indikator Kinerja Utama (IKU) dan upaya mewujudkan UIN Jakarta menjadi World Class University (WCU).

“Mohon berkenan  Bu Rektor menyampaikan keynote speech, dan mohon berkenan Pak Hery untuk menyampaikan informasi dan materi untuk acara SG ini,” lanjutnya.

“Terima kasih atas partisipasi Bapak/Ibu dalam acara SG ini dan semoga acara ini mendapatan keberkahan dan kemanfaatan,” Tutup Sururin.

Sementara itu dalam sambutannya sebagai Rektor, Amany menyampaikan selamat datang kepada Duta Besar RI untuk Republik Kenya di kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, “kami sampaikan selamat datang kepada Duta Besar RI untuk Republik Kenya di kampus UIN Jakarta meskipun secara virtual, insyaallah tidak mengurangi rasa kangen Pak Hery untuk pulang kampung ke negaranya,” ucapnya dengan penuh ramah.

“Tadi disebutkan oleh Bu Dekan, FITK adalah fakultas terbesar, dosen terbanyak, dan jumlah mahasiswa terbanyak pula, alhamdulillah,” lanjut Amany.

Rektor juga menyampaikan harapannya tindak lanjut dari acara SG ini, “Saya berharap setelah acara Studium General ini ada tindaklanjut dengan kerja sama dengan Duta Besar untuk Kenya di seluruh bidang, tidak hanya di bidang pendidikan. Jelasnya.

Rektor juga menyampaikan bebrapa prestasi yang telah UIN jakarta raih di tahhun 2020 -2021 ini. “Alhamdulillah UIN Jakarta menjadi PTKIN terbaik se Indonesia, jurnal terbanyak, mahasiswa asing terbanyak kedua”, sebutnya dengan rasa syukur.

Dalam kesempatan SG ini juga Rektor menginformasikan ke Duta Besar RI untuk Kenya bahwa UIN Jakarta memiliki 12 fakultas dan 1 program Pascasarjana, 78 Prodi, 6 fakultas agama dan 6 fakultas umum, 45 Prodi terakreditasi A, dan 61 Guru Besar.

“UIN Jakarta memiliki 12 fakultas dan 1 program Pascasarjana, 78 Prodi, 6 fakultas agama dan 6 fakultas umum, 45 Prodi terakreditasi A, dan 61 Guru Besar,” jelasnya.

Menurut Amany, “banyak orang Afrika di UIN Jakarta cukup banyak, Somalia, Jordan, Mesir, dan Gambia. Silahkan kami terbuka jika kenya mengirimkan mahasiswanya ke UIN Jakarta,” tutup Amany.

Sementara saat menyampaikan materi SG, Hery mengatakan sangat bangga dan terhormat diundang mengisi Studium General di UIN Jakarta, “Saya merasa bangga diundang menjadi narasumber mengisi SG di FITK UIN Jakarta, karena tadi banyak pencapaian yang telah diraih UIN Jakarta seperti yang disampaikan bu Rektor,” ucapnya.

Sebagai informasi, Dr H Mohamad Hery Saripudin ini dilantik oleh Presiden RI Joko Widodo pada 16 September 2020 Kenya, Uganda, Somalia, Kongo. Afrika.

Dalam pemaparan materinya, Hery menjelaskan format kerja sama yang mungkin ditindaklanjuti anatara UIN Jakarta dengan Dubes RI untuk Kenya, yaitu:

Format Kerja sama: 1. Penyelenggaraan Seminar/Webinar bersama, 2. Pemberian beasiswa bagi mahasiswa asing, 3. Pertukaran dosen dan peneliti, dan 4. Penyelenggaraan program double degree.

Sementara itu, pria kelahiran Indramayu ini menyampaikan peran perwakilan RI di Kenya dalam pengembangan pendidikan sebagai berikut:

  1. Membantu perluasan jejaring kampus melalui penjajakan awal dan memfasilitasi pertemuan, baik fisik maupun virtual dengan kampus wilayah akreditasi;
  2. Membantu promosi pendidikan Indonesia; “komoditi” education tourism, education;
  3. Bagian dari fungsi perwakilan untuk meningkatkan people-to-people relationship dengan negara-negara akreditasi.

Sebagai akhir dari pemaparan materinya, Hery menyimpilkan sebagai berikut:

  • Perkembangan pendidikan tinggi di Kenya dan Uganda relatif di belakang Indonesia. Namun demikian, pendidikan tinggi merupakan sektor yang sedang berkembang di kedua negara tersebut;
  • Mengingat tingginya potensi afrika di masa mendatang, Indonesia perlu lebih banyak mmelakukan engagement dengan Afrika, termasuk di bidang pendidikan;
  • Berbagai kerja sama dapat dilakukan, dari yang paling sederhana melalui penyelenggaraan webinar bersama hingga penyelenggaraan double degree;
  • KBRI Nairobi siap bekerja sama dengan UIN Syarif Hidayatullah dalam menuju universitas bereputasi internasional.

Setelah pemaparan materi slesai, kemudian acara dilanjutkan dengan sesi dialog dan tanya jawab yang dipandu oleh moderator Kustiwan Syarief PhD.

(MusAm)