Isi Data Alumni FITK

 

Alumni Center

Alumni Center is a second HOME for FITK UIN Jakarta Alumni. We are here to serve and facilitate FITK UIN JakartaAlumni so that they are able to keep contact with FITK UIN Jakartaand connect with all of FITK UIN JakartaAlumni all over the world. We hope that we will give best benefits and help you to strengthen the network amongst FITK UIN JakartaAlumni.

UPH has defined its organizational vision and mission to emphasize a balanced and integrated education, encompassing the arts, science and technology, and strong spiritual values.

Career Center

The purpose of the Career Center is to provide career preparation and employment services to students and Alumni. A team of dedicated staff is eager and available to provide assistance at all levels of the career search and job placement process and provides a number of programs to assist students in this important responsibility.

FITK UIN Jakarta has defined its organizational vision and mission to emphasize a balanced and integrated education, encompassing the arts, science and technology, and strong spiritual values.

Garda terdepan melawan virus Corona
Oleh: NAQOY-Ketua Alumni FITK UIN Jakarta (Altar UIN) & Motivator Pemecah Rekor MURI 18.000 Peserta

Sejak Virus Corona mewabah di Indonesia, ibarat sebuah peperangan maka garda terdepan disebutkan adalah para tenaga medis yang bahkan harus mengorbankan jiwanya untuk menyelamatkan orang lain. Saya sendiri menyebut sahabat dokter, perawat dan staf tenaga kesehatan adalah pahlawan masa depan, karena apa yang mereka perjuangkan adalah untuk sebuah masa depan.

Semalam saya saling menyapa seorang teman melalui WhatsApp dan banyak berdiskusi ikut berkontribusi mengatasi virus Corona, teman saya mengatakan
“Kita harus banyak bersyukur karena tenaga medis lah garda pertama melawan virus Corona” katanya.

Mendengar kalimat tersebut saya tidak langsung setuju. Saya justru mengatakan kepadanya
“Garda terdepan melawan virus Corona adalah masyarakat yang menemukan kesadaran”.
Teman saya semakin penasaran “maksudnya?”

“Iya, justru menurut saya para tenaga medis lah sebagai garda terakhir perjuangan melawan Corona, kalau bisa justru kita sebagai masyarakat bisa menekan penularan virus ini sehingga tidak banyak yang dikirim ke RS rujukan virus Corona” saya melanjutkan.

“Masalahnya masyarakat kita belum pada sadar bahkan diminta tinggal dirumah saja masih susah dan tetap tidak menjaga jarak” teman saya mengatakan.

“Oleh karen itulah maka garda terdepan kita adalah kesadaran masyarakat bahwa kita sedang menghadapi musuh nyata yang berat dan tidak terlihat, ketika garda terdepan yaitu masyarakat sadar dan mulai saling menjaga, mengingatkan, memotivasi dan memberikan pencerahan bahwa setiap kita bisa saja tertular maka para tenaga medis tidak kewalahan seperti ini” jawab saya.

“Jadi bener juga yah mas Naqoy, garda terdepan adalah kita dan garda paling ujung dan terakhir adalah tenaga kesehatan” teman saya mulai mengikuti dan mehamami apa yang saya sampaikan.

Ibarat perang Lord of the ring, kitalah pasukan paling depan yang membawa tombak tombak panjang, kalau kita kalah dan meremhkan maka akhirnya musuh menyerang dan masuk ke kawasan kita dan akan berperang dengan pasukan elit terlatih yaitu dokter. Tapi kalau kita kuat dan bisa mengalahkan mereka (virus) tentu saja tidak sebanyak ini pasien Corona di Indonesia.

“Lalu bagaimana membangunkan kesadaran masyarakat mas Naqoy ? ” Teman saya penasaran .

“Kesadaran itu ada yang dapatnya langsung cepat dan ada yang dibentuk oleh latihan dan ada juga karena dorongan komunitas” saya menjawab .

“Jadi tidak bisa menyamaratakan bahwa semua masyakarat harus sama memiliki kesadaran terhadap Corona, hanya saja yang sudah menemukan kesadaran diharapkan menjadi penjaga bagi yang lainya, seperti sekarang banyak aktif kordinasi RW RW yang mengontrol warganya, itupun bagian nyata dari memutus penyebaran virus Corona”. Saya menjawab.

Jadi, mari saling menjaga, saya percaya dengan saling menjaga dan kompak maka virus Corona akan kewalahan melawan kita, jangan sebaliknya belum apa-apa justru kita ribut oleh hal hal yang tidak penting”.

Kabar baik untuk sekolah dan pondok Pesantren, Yayasan Rumah Kesadaran membuka kembali kelas training untuk sekolah dan pesantren dg tema “Unconditional Happiness”, Bahagia Tanpa syarat. Bagaimana para guru diajak untuk membuang sampah-sampah dalam pikiran masa lalu yang bisa berupa “trauma, kecewa, kesedihan dan kepahitan hidup” sehingga berdampak kepada mengajar yang tidak bahagia.

Jika anda pihak sekolah / pesantren ingin mengadakan training gratis bagi guru syaratnya adalah sekolah/ pesantren harus memiliki buku Unconditional Happiness sebanyak 30 buku yang akan disimpan di Perpustakaan sehingga bisa dibaca oleh siswa dan guru.

Waktu training hanya sampai bulan mei, setelah bulan mei maka (tidak gratis) bagi sekolah yang akan mengadakan training bersama Pakar Kesadaran Indonesia yang juga merupakan ketua alumni FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Naqoy).

Hub Yayasan Rumah Kesadaran , Gedung NPC-Jalan kodiklat TNI Serpong BSD Tangsel (021) 75872807, 081905666479, wwww.the7awareness.com

Undangan Silaturahim Pengurus Alumni dan Alumni FITK dengan Pimpinan FITK