BERITA FITK Online – Forum Wakil Dekan Bidang Akademik se-Indonesia gelar pertemuan di Hotel Laras Asri Resort & Spa, Kota Salatiga, Semarang, Jawa Tengah (21-23/6/2022). Pertemuan tersebut digagas oleh Forum Wakil Dekan akademik FTK/FITK/FTIK PTKIN se-Indonesia yang kemudian mengusulkan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Salatiga sebagai panitia pelaksana pertemuan.

“Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) diproyeksikan menjadi pusat kebangkitan ilmu pengetahuan dan pusat kajian integrasi ilmu serta sebagai rujukan bagi pengembangan studi Islam yang relevan dengan perkembangan IPTEK pada level nasional dan internasional. Konsep inquiri keilmuaan dan integrasinya dengan nilai-nilai Islam harus dapat diformulasikan secara terpadu ke dalam kurikulum, pembelajaran, dan asesmen dengan mempertimbangkan prinsip  multidisipliner dan transdisipliner keilmuan di lingkungan PTKIN,” jelas Kadir, Wakil Dekan Bidang Akademik FITK UIN Jakarta sekaligus Ketua Forum Wakil Dekan Bidang Akademik PTKIN se-Indonesia saat dimintai keterangannya.

Menurut Kadir, kebijakan dan inovasi pendidikan tinggi berubah begitu cepat dan dinamis, sehingga mengharuskan fakultas pendidikan di bawah PTKIN mampu merespons kebijakan tersebut.

“Kebijakan dan inovasi pendidikan tinggi yang berubah begitu cepat dan dinamis secara nasional, mengharuskan FTK/FITK/FTIK mampu merespon dan mengimplementasikan kebijakan tersebut.  Beberapa kebijakan yang segera harus diakomodasi di lingkungan PTKIN di antaranya adalah Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 186/M/2021 tentang Program Studi yang Diakreditasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri (LAMDIK),” terang Kadir.

Ia melanjutkan, kebijakan LAMDIK menuntut FTK/FITK/FTIK sebagai unit pengelola program studi  untuk menata ulang pola dan pembiyaan akreditasi program studi.   Kebijakan lain yang juga cukup mendesak untuk segera diimplementasikan adalah Permendiknas Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, terkait Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM). Kebijakan ini menegaskan merdeka belajar, yaitu perlunya menyediakan layanan akademis kepada setiap mahasiswa akan hak belajar tiga semester di luar program studi.

Untuk diketahui, pertemuan wakil dekan bidang akademik FTK/FITK/FTIK PTKIN se- Indonesia tersebut  dimaksudkan di samping sebagai ajang silahturahmi juga untuk mendiskusikan, membagi gagasan, dan membagi pengalaman dari kita, oleh kita dan untuk kita FTK/FITK/FTIK PTKIN dalam rangka implementasi kedua kebijakan nasional tersebut. (MusAm)