Gedung FITK, BERITA FITK Online– Sejak Sabtu, (4/12/2021), sebanyak 1.317 guru mengikuti Uji Pengetahuan (UP) Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (UKMPPG) Dalam Jabatan tahun 2021 Batch 2 TUK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Pada hari ini, Minggu, (5/12/2021) adalah hari kedua pelaksanaan UP yang dilaksanakan secara online melalui aplikaai SEB.

“Alhamdulillah pelaksanaan UP hari kedua sesi ketiga ini berjalan dengan aman dan lancar seperti hari pertama kemarin, bahwa ada beberapa peserta yang drop jaringan itu wajar karena wilayah yang cukup jauh dari peserta itu sendiri dan cuaca belakangan lagi kurang bagus sehingga sebagian peserta terkendala sinyal, tapi semuanya masih bisa kami atasi dengan cepat,” ujar operator PPG sekaligus koordinator IT, Afif Ahmad Faisal, S.T., M.M. saat dimintai keterangan.

Mereka yang mengikuti UP hari ini, lanjutnya, terdiri dari sesi tiga dan sesi empat dengan rincian sesi tiga terdapat 18 pengawas, sementara sesi empat terdapat 14 pengawas yang masing-masing setiap pengawas mengawasi 20 peserta.
“UP hari ini terdiri dari dua sesi, sesi tiga dan sesi empat dengan rincian sesi tiga terdapat 18 pengawas, sementara sesi empat terdapat 14 pengawas yang masing-masing setiap pengawas mengawasi 20 peserta,” pungkasnya.

Sementara itu, Zaenul Slam selaku Kaprodi PPG sekaligus koordinator pengawas menjelaskan kondisi pelaksanaan UP pada hari kedua ini. Menurutnya, pelaksanaan di hari kedua relatif lebih kondusif baik peserta mau pun untuk para pengawas.
“Pada pelaksanaan UP hari kedua ini, saya pantau pengawas lebih tenang, sehingga para peserta juga nampaknya terlihat tenang meskipun pada awal-awal terlihat tegang, itu wajar, setiap ujian kita akan menghadapi suasana yang sama seperti gerogi, gugup dan lain sebagainya,” jelasnya dengan logat khas Sunda.
“Bapak/Ibu penyelia juga sangat baik dan kooperatif saat memantau dan memberi arahan pelaksanaan UP di TUK UIN Jakarta ini. Mereka tidak segan-segan untuk ikut memandu pengawas saat ada peserta yang kesulitan masuk ke sistem (SEB). Hatur nuhun, Bapak/Ibu penyelia,” tutup Zaenul Slam.

Sementara itu, Drs. Isman Hakim salah satu pengawas UP PPG saat dimintai keterangannya menyampaikan sempat kesulitan di awal-awal. Menurutnya, aplikasi yang digunakan untuk pelaksanaan UP kurang friendly dan cukup ribet.
“Sebenarnya beberapa kali saya pernah menjadi pengawas berbasis komputer kayak gini, seperti saat SMPTKIN, UMPTKIN dan ujian masuk mahasiswa baru lainnya. Tapi, kalau menurut saya mengawas di UP PPG ini lebih ribet dan kurang friendly. Menurut saya aplikasinya banyak perintah harus begini harus begitu. Awalnya sempet kesulitan juga saya,” jelas Isman.

“Awalnya saya merasa kerepotan, terutama saat peserta tidak bisa masuk aplikasi dan mereka terlihat begitu panik. Apalagi di kelompok yang saya awasi itu usianya mungkin rata-rata 40-50 tahun, dan sebagian dari mereka terlihat kurang akrab dengan perangkat IT,” ucap Pak Guru sapaan akrabnya.

Ia pun menceritakan kendala selama mengawas UP PPG kali ini.
“Umumnya kendala saat pelaksanaan UP berasal dari jaringan peserta ujian, terutama bagi peserta yang berasal dari daerah jauh dan terpencil. Contohnya peserta yang berasal dari Kalsel. Kalau di sini jaringan internet aman. Selanjutnya, sebagian dari peserta salah memasukkan kode dan password yang menyebabkan mereka kesulitan masuk ke aplikasi SEB. Kendala terakhir mungkin karena sebagian dari mereka kurang akrab dengan IT dan perangkatnya,” lanjutnya.

“Setelah dua kali saya menjadi pengawas dan saya amati pelaksanaan PPG samapi UP ini, muncul dalam pikiran saya persolan pendidikan. Selain kesejahteraan tenaga pendidik yang selama ini kita ketahui juga sumber daya manusia dan kompetensinya itu sendiri yang menurut saya perlu ditingkatkan. Ini harus menjadi perhatian serius bagi kampus-kampus terutama LPTK seperti FITK UIN Jakarta ini. Pemerintah harus punya formula dan solusi untuk menyelesaikan masalah klasik ini, yaitu masalah kesejahteraan dan kualitas manusianya,” tutup mantan aktivis mahasiswa 90-an ini.

Sementara itu, Penyelia Nasional Dr. Hazrullah, M.Pd. dari UIN Ar-Raniry Aceh dalam laporan monitoringnya menyampaikan, dari persiapan hingga saat pelaksanaan UP dua hari ini. Menurutnya, secara umum pelaksanaan UP di hari pertama dan kedua sesi ketiga berjalan dengan aman dan lancar.

“Alhamdulillah pelaksanaan UP di TUK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada hari pertama dan kedua berjalan dengan lancar dan relatif aman, meskipun pada hari kedua ini ada peserta yang mengundurkan diri karena sakit. Kami minta ia membuat surat pernyataan pengunduran diri karena sakit dibuktikan dengan melampirkan surat keterangan dari dokter, tujuannya agar yang bersangkutan bisa mengikuti pelaksanaan UP selanjutnya,” terang Kaprodi PPG FTK UIN Ar-Raniry Aceh ini.

Selanjutnya, Dr. Siti Halimah, M.Pd. penyelia dari UINSU Medan menyampaikan beberapa catatan yang terjadi pada pelaksanaan UP hari kedua ini.
“Secara umum pelaksanaan UP sampai saat ini berjalan lancar dan tidak ada masalah berarti, hanya saja karena cuaca dua hari ini kurang baik ada beberapa peserta yang masuk-keluar sistem (SEB). Evaluasi kami pelaksanaan UP sampai saat ini berjalan kkondusif, hanya saja saat sesi kedua (kemarin), agak banyak persoalan karena peserta retaker yang tidak mengikuti simulasi dan belum install aplikasi SEB, sehingga sangat merepotkan pengawas untuk memandu dari awal,” jelasnya.

“Mungkin kami sebagai penyelia akan merekomendasikan kepada Panitia Nasional agar simulasi atau uji sistem yang melibatkan peserta dan pengawas menjadi syarat wajib mengikuti UP. Agar tidak lagi terjadi kasus-kasus yang bikin merepotkan banyak pihak ini,” pungkas Siti Halimah.

Sementara itu, Dr. Muslim Razali, M.Ag. penyelia dari UIN Ar-Raniry Aceh menyampaikan apresiasinya terhadap fasilitas yang terdapat di TUK UIN Jakarta.
“Alhamdulillah tempat pelaksanaan UP PPG sangat representatif dan kuat jaringan internetnya. Kemudian, selama dua hari UP ini kami penyelia sangat merasa terbantu oleh panitia dan pengelola PPG UIN Jakarta, mereka sangat kooperatif dan cekatan jika terjadi kendala apa pun. Mereka juga tidak segan untuk menanyakan segala hal ke saya sebagai penyelia maupun ke rekan-rekan saya,” ucap Dekan FTK UIN Ar-Raniry ini.

Kemudian Muslim Razali memberikan catatan dan evaluasi pelaksanaan UP PPG kali ini.
“Saya sepakat yang disampaikan bu Siti Halimah. Pertama, soal retaker, mereka terlihat kurang serius mengikuti UP kali ini, bahkan pengawas cenderung susah payah menghubungi mereka. Kedua, saya juga setuju simulasi atau uji sistem menjadi syarat wajib mengikuti UP, karena kalau  mereka tidak mengikuti simulasi, bisa dipastikan mereka tidak akan memahami alur pelaksanaan UP, mulai dari install sistem, perangkat apa saja yang standard digunakan sampai posisi saat ujian berlangsung. Saya pastikan mereka yang tidak mengikuti simulasi atau uji sistem akan kesulitan mengikuti UP dan akan banyak merepotkan orang, ” pungkasnya. (MusAm)

(Gambar pengawas saat menjalankan tugasnya)