Gedung FITK, BERITA FITK Online– Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa yang jatuh pada Oktober, Himpunan Mahasiswa Jurusan Tadris Bahasa dan Sastra Indonesia (TBSI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Jakarta bakal menggelar rangkaian kegiatan Olimpiade Bahasa dan Sastra Indonesia pada 28 Oktober 2019 mendatang.

Ketua Pelaksana Selfia Darmawati dalam siaran persnya pada Senin (7/10/2019) menyampaikan, Oktober diperingati sebagai Bulan Bahasa oleh masyarakat Indonesia. Ikrar sumpah pemuda menyatukan bangsa Indonesia untuk menjunjung bahasa persatuan.

Sejarah perlu dikuatkan dan bahasa yang berkembang perlu diagungkan. Beriringan dengan zaman, bahasa Indonesia perkembangannya makin pesat. Dinamika yang dimilikinya menimbulkan peluang dan tantangan bagi bahasawan, pada umumnya juga bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Sebagai usaha untuk meningkatkan nasionalisme pelajar dan masyarakat seluruh Indonesia, HMJ TBSI kembali menggelar program yang menjadi andalan, yaitu OBSI bertajuk “OBSI 2019: Bahasa dan Sastra Indonesia di Era Revolusi Industri 4.0”.

Pengambilan tema tersebut, lanjut mahasiswi semester lima itu, didasari oleh niat mengulik dan mengkaji peran bahasa dalam kemajuan Indonesia di era pertukaran informasi yang pesat ini. Di samping itu, memprediksikan peluang dan tantangan yang dimiliki oleh para bahasawan.

“Melalui kemajuan teknologi ini, harus ada celah baru bagi mereka agar tetap berkontribusi dalam masyarakat dan mampu bersaing dalam era ini,” ujar Selfia.

Dilanjutkannya, OBSI memiliki rangkaian olimpiade dan seminar yang akan menyasar masyarakat senasional. Rangkaian ini akan berlangsung pada 28-30 Oktober 2019 mendatang.

Pada Olimpiade kali ini menargetkan para peserta didik di SMA dan sederajat seluruh Indonesia. Sementara seminar, diselenggarakan dengan tajuk “Dinamika Penggunaan Bahasa di Era Revolusi Industri 4.0.” Akan dihadirkan dalam acara tersebut satu narasumber dari Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemendikbud RI Ivan Lanin MTI (Peneroka Bahasa), dan anggota Komunitas Lingustik Komputasional Indonesia Amalia Zahra SKom PhD.

“Kami memandang bahwa kegiatan ini akan sangat bermanfaat bagi peserta didik SMA untuk meningkatkan kreativitas sekaligus merupakan ajang aktualisasi potensi peserta didik SMA dari seluruh Indonesia,” ujar Selfia mengutip ucapan Direktur Pembinaan SMA Kabsudit Peserta Didik Kemendikbud RI Dr Juandanilsyah SE MA.

Dilanjutkannya, bahasa memiliki peranan besar dalam membentuk dan mencerminkan karakter bangsa, sehingga diperlukan inovasi-inovasi dalam merekonstruksi karakter positif yang dimiliki oleh masyarakat penggunanya. Oleh karena itu, OBSI diharapkan dapat merangsang daya intelegensi, imajinasi, dan kreasi, serta ajang promosi segenap potensi dan bakat peserta didik dan masyarakat seluruh Indonesia.

“Semoga OBSI bisa menjadi sebuah inovasi dalam usaha meningkatkan nasionalisme, membentuk karakter bangsa, serta menerapkan nilai-nilai kehidupan kepada masyarakat luas,” pungkas Selfia. (mf)