PGMI FITK UIN Jakarta Tuntaskan Asesmen Lapangan, Asesor Apresiasi Kinerja dan Berikan Rekomendasi Strategis
PGMI FITK UIN Jakarta Tuntaskan Asesmen Lapangan, Asesor Apresiasi Kinerja dan Berikan Rekomendasi Strategis
Gedung FITK, BERITA FITK Online—Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta secara resmi menutup rangkaian kegiatan asesmen lapangan yang berlangsung selama dua hari. Acara penutupan dilaksanakan di ruang sidang lantai 2 gedung FITK UIN Jakarta pada tanggal 18 april 2026. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses akreditasi guna memastikan mutu akademik dan tata kelola program studi berjalan sesuai standar yang ditetapkan.

Penutupan asesmen lapangan berlangsung dalam suasana hangat dan reflektif, dihadiri pimpinan fakultas, tim asesor, dosen, tenaga kependidikan, serta tim penjaminan mutu. Dalam kesempatan tersebut, para asesor menyampaikan apresiasi atas capaian Prodi PGMI sekaligus memberikan sejumlah rekomendasi strategis untuk penguatan kualitas ke depan.
Salah satu asesor, Prof. Dr. Minsih, M.Pd, menegaskan bahwa asesmen lapangan bukanlah ajang penilaian semata, melainkan ruang refleksi bersama. Ia mengapresiasi kesesuaian data yang disajikan dengan kondisi riil di lapangan.
“Kami hadir bukan untuk menghakimi, tetapi melakukan crosscheck data. Alhamdulillah, data dalam LED sudah sangat sinkron. Ini menunjukkan kerja kolektif yang baik. Rekomendasi yang kami sampaikan tidak memengaruhi nilai, tetapi sebagai upaya perbaikan menuju kualitas yang lebih baik,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan implementasi visi keilmuan, peningkatan luaran pembelajaran berbasis riset, serta optimalisasi pemanfaatan sistem informasi akademik yang telah dimiliki.
Sementara itu, asesor lainnya, Neni Mariana, M.Sc., Ph.D, memberikan apresiasi atas kualitas penyusunan borang akreditasi yang dinilai sangat baik dan sistematis.
“Ini pertama kali saya membaca borang versi terbaru dan disusun dengan sangat baik. Ini memudahkan kami dalam melakukan penilaian. Namun demikian, penguatan visi keilmuan dan diferensiasi paradigma keilmuan antar jenjang perlu diperjelas agar lebih kontekstual,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan kompetensi global mahasiswa, khususnya dalam aspek bahasa asing dan kesiapan menghadapi kebutuhan dunia kerja, termasuk pengembangan pembelajaran berbasis teknologi dan simulasi praktik profesional.

Dalam sesi yang sama, Guru Besar PGMI, Prof. Dr. Fauzan, M.A., menyoroti pentingnya peningkatan daya saing dalam perolehan dana riset eksternal serta penguatan budaya riset di kalangan dosen.
“Kesempatan mendapatkan pendanaan eksternal sebenarnya terbuka. Yang perlu diperkuat adalah strategi, termasuk evaluasi proposal yang belum berhasil dan peningkatan kualitas melalui pendampingan intensif,” jelasnya.
Ia juga mendorong penguatan fokus kajian keilmuan berbasis pendidikan dasar keislaman agar memiliki positioning yang lebih kuat dalam kompetisi nasional maupun internasional.
Dekan FITK UIN Jakarta, Prof. Siti Nurul Azkiyah, M.Sc., Ph.D, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian asesmen lapangan serta apresiasi kepada tim asesor atas pendekatan yang konstruktif dan inspiratif.
“Kami sangat mengapresiasi arahan, masukan, dan feedback yang sangat detail dari para asesor. Ini menjadi bahan refleksi penting bagi kami untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas, baik dalam aspek akademik, penelitian, maupun tata kelola,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh rekomendasi yang diberikan akan ditindaklanjuti secara serius, termasuk penguatan riset berbasis visi keilmuan, pengembangan produk luaran pembelajaran, serta peningkatan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan.
Sementara itu, Ketua Program Studi PGMI, Dr. Dindin Ridwanudin, M.Pd, menyampaikan apresiasi atas kerja kolektif seluruh tim dalam mempersiapkan asesmen lapangan.
“Asesmen ini menjadi momentum penting untuk melihat diri kami secara objektif. Masukan dari asesor sangat berharga sebagai rujukan dalam meningkatkan mutu dan memastikan bahwa seluruh proses berjalan sesuai dengan visi, misi, dan standar yang telah ditetapkan,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa akreditasi bukan sekadar penilaian administratif, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun budaya mutu di lingkungan program studi.
Dengan berakhirnya asesmen lapangan ini, Prodi PGMI FITK UIN Jakarta optimis dapat meraih hasil terbaik sekaligus menjadikan seluruh proses sebagai pijakan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. (AM)