Shinji Nobira adalah professor filsafat pendidikan dari Universitas Aichi Jepang dihadirkan sebagai Narasumber dalam kuliah umum yang melibatkan peserta dari tiga universita yaitu UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Dipenegoro Semarang, dan Universitas Udayana Bali.  Acara difasilitasi oleh Indonesia Education Promoting Foundation Japan bekerjasama dengan Prodi Tadris Biologi UIN Jakarta, Prodi Bahasa dan Sastra Jepang UNDIP, dan Prodi Bahasa dan sastra Jepang UDAYANA.  Acara dilakukan dalam format webinar dihadiri hampir 200 partisipan terdiri dari dosen dan mahasiswa di tiga universitas. Kuliah umum mengambil tema pendidikan lingkungan dan lesson studi di Jepang.

Prof Nobira memaparkan mengapa Jepang sangat konsen dengan pendidikan lingkungan? Ini karena jepang pernah punya pengalaman buruk tentang masalah lingkungan.  Tragedi masalah lingkungan di dunia ada di Jepang, yaitu Tragedi Minamata karena laut tercemar merkuri,   Tragedi Yokkaichi Asma karena polusi udara perusahaan petrokimia, penyakit Itai-itai karena tanah dan air tercemar kadmium.  Kepedulian terkait lingkungan dan pengembangan pendidikan lingkungan di Jepang, hadir agar generasi selanjutnya lebih bisa menghargai alam.

Untuk membuka kesadaran kita semua, Prof. Nobira membuka melalui sebuah pertanyaan Apakah manusia puncak ekosistem yang menunjukkan ego untuk menguasai dan mewarisi ala mini atau manusia bagian dari alam itu sendiri tanpa alam manusia tidak dapat hidup? Falsafah Indian kuno menyatakan “alam ini bukanlah warisan nenek moyang, tetapi alam ini kita pinjam dari anak cucu.  Falsafah ini adalah falsafah yang bijaksana sesuai dengan hakikat dari pendidikan lingkungan adalah “mengubah  manusia sebagai penguasa alam atau egocentris, menjadi manusia sebagai bagian yang menyatu dengan alam itu sendiri atau ecocentris

Selanjutnya Prof. Nobira menjelaskan bagaimana Kurikulum dan penerapan Pendidikan Lingkungan dilakukan di jepang sebagai sebuah matakuliah terintegrasi pada mata pelajaran lainnya, dan bagaimana lesson studi sebagai tradisi jepang berabad-abad mampu mengembangkan pembelajaran tidak hanya bagaimana integrasi pendidikan lingkungan pada mata pelajaran namun pembelajaran secara keseluruhan. Kunci keberhasilan lesson studi di Jepang, karena 70% guru di Jepang merasakan meningkat profesionalisme karena belajar dari sesama guru.

Para peserta kuliah umum sangat antusias memberikan pertanyaan-pertanyaan selama kuliah umum ini, Prof. Nobira dengan sabar melayani pertanyaan-pertanyaan tersebut, walaupun tidak semua pertanyaan terkait dengan pendidikan lingkungan dan lesson studi.  Bagaimana kesan para peserta setelah mengikuti kuliah umum ini, berikut beberapa petikan kesan mereka.

“Kuliah umum ini sangat membuka wawasan dan pengetahuan sebagai calon pendidik di masa depan. Juga memberikan gambaran pelaksanaan pendidikan lingkungan di kelas yg baik mulai dari persiapan hingga hasil pelaksanaan…. “ (Ade Irma Fenriyanty dari UIN Jakarta)

“Informasi yang diberikan sangat informatif dan bagi saya yang sekarang juga sedang mempelajari budaya Jepang materi yang dipaparkan sangat membantu untuk meluaskan wawasan saya tentang pendidikan di Jepang”. (Putu Ira Krisanti dari Universitas Udayana)

“Sangat bermanfaat bagi pengetahuan, membuka pikiran untuk lebih berpikir lebar dan inovatif terkait menjaga lingkungan, dapat membayangkan bagaimana kehidupan pendidikan lingkungan di Jepang” (Gathayu Zahrawati dari Universitas Diponegoro)