BERITA ONLINE FITK – Senin, (29/6/2020) Program Magister PAI FITK kembali menyelenggarakan kegiatan virtual. Sebelumnya, pada tanggal 2 Mei 2020, MPAI menggelar Diskusi Virtual dengan Tema: “Pendidikan Islam Pasca-Covid-19: Peran Agama dalam Kehidupan Sosial”. Kali ini, MPAI menggelar Workshop Virtual dengan Tema: “Akselerasi Penulisan Tesis bagi Mahasiswa Magister”.

Acara tersebut diisi oleh tiga narasumber yaitu: Prof. Ismail Suardi Wekke, Ph.D. dari IAIN Sorong Papua, seorang pakar di bidang penulisan karya tulis ilmiah, Dr. Kadir, M.Pd., Wakil Bidang Akademik FITK, dan Dr. Sapiudin Shidiq, M.Ag. Kaprodi Magister PAI.

Acara tersebut diselenggarakan lewat platform Zoom dan diikuti oleh sekitar 60 mahasiswa magister FITK.

Dalam sambutannya sebagai Kaprodi, Dr. Sapiudin Shidiq, M.Ag. menyampaikan bahwa banyak mahasiswa yang lulus matakuliah selama di kelas, namun kesulitan saat penyusunan tesis. Menurutnya, banyak mahasiswa magister PAI saat tidak lagi diwajibkan datang ke kampus dan masuk kelas akan kehilangan semangat untuk terus belajar dan menulis. Padahal menurutnya, menulis tidak harus memiliki bakat, melainkan kebiasaan. Dengan mahasiswa dipaksa menulis, maka dengan sendirinya mahasiswa akan terbiasa menulis, utamanya menulis karya ilmiah seperti makalah dan tesis.

Sementara itu, Dr. Kadir, M.Pd. dalam sambutannya menyampaiakan terima kasih kepada pengelola Prodi yang telah menyelenggarakan kegiatan workshop virtual ini. Kadir juga menyampaikan bahwa acara-acara ilmiah seperti ini penting diadakan  karena dapat memperkaya pengetahuan mahasiswa program magister yang belum tentu didapatkan di dalam kelas.

Senada dengan pemateri sebelumnya, Prof Ismail juga menyoroti pentingnya acara workshop virtual tentang Akselerasi Penulisan Tesis bagi Mahasiswa Magister, karena menurutnya banyak mahasiswa IAIN Sorong di mana ia mengajar kebingungan saat mahasiswa menyelesaikan penulisan karya tulis ilmiah, khususunya tesis. Menurutnya, banyak faktor yang menyebabkan mahasiswa kesulitan menulis tesis, faktor utama adalah lemahnya kompetensi mahasiswa dalam menulis itu sendiri, kemudian tidak sedikit mahasiswa yang menganggap tesis harus ditulis dengan sempurna. “Tesis yang baik, tesis yang selesai” tukas Ismail.

Acara workshop virtual ini berlangsung selama tiga jam, muali pukul 09.00-12.00 WIB. Acara dikemas dengan menarik oleh panitia dengan menggunakan teknik panel dalam penyampaian materinya. Seteleh penyampaian materi, beberapa mahasiswa turut aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan kepada narasumber. (MusAm)