Gedung FITK, BERITA FITK Online— Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FITK UIN Jakarta berkomitmen mendorong para mahasiswanya aktif menulis dan menerbitkan artikelnya di jurnal ilmiah dan prosiding konferensi skala internasional. Tak kurang dalam dua tahun terakhir, 65 artikel berhasil ditulis para mahasiswa PBSI dan diterbitkan di berbagai jurnal dan prosiding ilmiah terekognisi.

Data Publikasi Jurnal Terakreditasi dan Prosiding Ilmiah Internasional Mahasiswa PBSI yang diakses BERITA UIN Online, Rabu (31/3/2021), mencatat, ke-65 artikel ditulis oleh 80-an mahasiswa. Selain ditulis mandiri, sejumlah artikel ditulis kolaborasi antara mahasiswa dan dosen.

Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Dr. Sururin, M.Ag. mengapresiasi semangat mahasiswa dalam menulis artikel untuk kemudian diterbitkan di berbagai jurnal dan prosiding ilmiah. Ini diharapkannya menjadi awal yang baik bagi tumbuhnya tradisi menulis artikel ilmiah di lingkungan FITK khusus PBSI.

“Kendati menulis ilmiah di jurnal dan prosiding ilmiah belum menjadi tuntutan, tapi kami mendorong mereka menulis serius. Ini untuk memberi kebanggaan sekaligus pengalaman menulis akademik sejak masih dini,” ujarnya.

Ketua Prodi PBSI Dr. Makyun Subuki M.Hum mengungkapkan, dari 65 artikel yang terpublikasi, sebagian besar diantaranya diterbitkan di jurnal ilmiah terakreditasi. “Hanya dua yang diterbitkan dalam artikel prosiding,” tambahnya.

Menariknya, ke-65 artikel juga memuat banyak topik di wilayah pendidikan, bahasa, dan sastra Indonesia. Riset sintaksis, semantik, kajian perempuan dalam sastra, pembelajaran bahasa, dan perkembangan bahasa di era digital adalah sedikit dari puluhan topik riset yang berhasil ditulis mahasiswa dalam bentuk artikel.

Sekretaris Prodi Novi Diah Haryanti M.Hum menambahkan pihaknya bakal terus mendorong mahasiswa melakukan riset dan penulisan artikel ilmiah. Selain dilakukan secara mandiri, mereka juga bisa melakukannya melalui kemitraan riset dan penulisan bersama dosen. Dosen berperan penting mengajak dan membimbing mahasiswa menulis.

Lebih jauh, ia berharap tradisi penulisan artikel bisa menjawab tuntutan kampus merdeka belajar yang digaungkan otoritas pendidikan nasional. “Dengan begitu, karya ilmiah yang bisa mereka hasilkan tidak hanya di level skripsi, melainkan artikel terpublikasi jurnal terakreditasi,” pungkas Novi. (repost dari www.uinjkt.ac.id)