Pendakian Ketujuh “Kesadaran Akan Jiwa yang Ikhlas (Awareness of Surrender)”

Hal yang terugi bagi mereka yang sedang memiliki masalah adalah gagalnya mendapatkan ilmu ikhlas (Awareness of Surrender), karena ketika seseorang mendapatkan ilmu ikhlas disanalah titik balik dan titik lompat dirinya akan melejit bahkan melebihi apa yang dirinya bayangkan.

Jika masalah datang dan seseorang tersebut belum menemukan “Awareness of Surrender,” maka dirinya justru akan mengalami keadaan psikologis yang berdampak kepada fisik yang disebutkan dalam buku The7Awareness adalah STS-Syndrom Toxic Success.

Dalam buku The7Awareness dijelaskan ada 11 ciri mereka yang gagal menemukan ilmu ikhlas, namun dalam hal ini minimal ada 4 yang saya bahas, diantaranya adalah sebagai berikut:

Pertama, up & down. Mereka yang gagal menemukan ilmu ikhlas akan mengalami keadaan jiwa, terkadang semangat dan terkadang lelah, pagi bisa semangat dan siang bisa lelah. Jiwanya mengalami kebingungan dan kecemasan karena kalah dalam menghadapi tekanan dalam kehidupanya.

Kedua, pholypasia, ini adalah keadaan dimana seseorang sering lupa dan melamun, dirinya sering kehilangan fokus dalam bekerja dan juga beraktivitas lainnya, untuk melawan kegagalannya menemukan ilmu ikhlas, seringkali dirinya mengahbiskan waktu dengan hal-hal yang sia-sia.

Ketiga, meaningless, merasa kehampaaan yang sangat sehingga sering merasa dirinya tidak ada artinya, bahkan merasa dirinya kurang dicintai dan disayang oleh keluarga bahkan sampai merasa diabaikan oleh teman-temanya. Orang-orang yang berada di sekelilingnya sangat peduli dan mencintainya namun dirinya merasa bahwa dialah orang yang paling menderita dalam kehidupan ini.

Keempat, Stress Surrender, ketika seseorang gagal menemukan ilmu ikhlas, maka yang akan muncul adalah stress, bahkan sebuah kekalahan hidup yang membuat dirinya mengalami stress yang membuatnya menyerah. Banyak orang yang mengalami stress di zaman modern karena tekanan zaman yang benar-benar menyakitkan, jika kita tidak memiliki hal ini maka akan menjadi korban dari hebatnya zaman modern yang serba canggih namun justru meninggalkan sisi kemanusiaan dalam diri setiap kita.

Kita tinggal di zaman modern yang justru membuat banyak manusia gagal menemukan hakikat jati dirinya, kecanggihan abad modern membuat manusia lebih dekat dengan kemodernan namun gagal berdialog dengan dirinya. Disinilah manusia mulai menjauhi citra dirinya, sehingga mudah mengalami keterasingan dan kegelisahan menghadapi kemodernan zaman.

Ketika masalah datang dan berbagai cara telah dicoba, maka kunci terbesar dan terhebat dari manusia adalah ketika dirinya menemukan ilmu ikhlas –sebuah keadaan batin yang menentramkan dirinya yang membuat dirinya merasa rendah dan kecil di hadapan Tuhanya. Mereka yang mempraktikkan ilmu ikhlas dalam kehidupannya akan menemukan jalan-jalan “indah di sana sini” seperti layaknya nyanyian anak-anak “di sini senang di sana senang, di mana-mana hatiku senang.” Batinnya yang ada hanya kegembiraan, sehingga hidup ini memang “amazing”, ada banyak hal-hal indah yang sering muncul pada saat kita siap menjadi yang terbaik bukan hanya sebatas baik saja.

Mereka yang memiliki ilmu ikhlas, dalam The7Awareness disebut “Awareness of Surrender” tentu saja akan mudah menemukan jalan cinta, walau masalah tetap ada namun dirinya percaya bahwa pada saat kita ikhlas dan benar-benar menyerah, maka alam semesta akan menyerah dan mengikuti kita dengan memberikan peristiwa yang sering kita sebut kebetulan padahal tidak ada namanya kebetulan. Berikut adalah afirmasi di persoalan yang sedang kita hadapi.

“Terima kasih Ya Allah, Ya Tuhan masalah saya selesai.”

“Terima kasih Ya Allah, Ya Tuhan saya ikhlas menghadapi masalah.”

“Terima kasih Ya Allah, saya kuat menghadapi masalah.”

“Terima kasih Ya Allah, Ya Tuhan. Saya bisa melewati masalah ini.”

“Terima kasih Ya Allah, saya semakin bersyukur.”

“Terima kasih Ya Allah. Hidup saya penuh tantangan dan saya bisa melewatinya.”

“Terima kasih Ya Allah atas segala-galanya.”

Nanang Qosim SAg (Naqoy), Ketua ALTAR -IKALUIN FITK & Founder Rumah Kesadaran.