Pusdiklat Kemenag, Ciputat, Berita FITK Online – Menjelang tahun ajaran baru, PBSI mengadakan diskusi terpumpun (forum discussion group) terkait kurikulum Merdeka Belajar. Kegiatan ini diadakan di Pusdiklat Kemenag, Ciputat, Tangerang Selatan pada tanggal 11 Agustus 2022 dari pukul 8.00 s.d. 16.00 WIB. Kegiatan ini menurut ketua prodi PBSI, Dr. Makyun Subuki, M.Hum adalah sebuah kegiatan rutin yang diadakan PBSI sebagai bentuk penyegaran dan persiapan kegiatan mengajar di semester ganjil 2022/2023. Kegiatan ini penting untuk membangun semangat dan rasa kebersamaan di Prodi PBSI.

Dalam kegiatan ini, hadir Pembantu Dekan I FITK, Dr. Kadir, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa pihak fakultas menyambut positif dan mendukung kegiatan FGD ini. Adapun narasumber dalam kegiatan ini adalah Dr. Nuryani, M.A., dra. Mahmudah Fitriyah, M.Pd., Rosida Erowati, M.Hum., dan Neneng Nurjanah, M.Hum. Keempat narasumber tersebut mempresentasikan hasil tinjauan ulang atas pelaksanaan Kurikulum Merdeka Belajar di PBSI dan mendiskusikan lembaga akreditasi mandiri.

FGD ini dimulai pembahasan tentang sistem akreditasi yang akan berlaku di lembaga yang berada di bawah Kemenag. Dr. Nuryani, M.A. menyampaikan bahwa sekarang berdasarkan informasi terbaru, akreditasi program studi di bawah Kemenag tidak lagi akan dilakukan BAN PT. Namun, akreditasi akan dilakukan oleh lembaga mandiri. Untuk itu, beberapa waktu lalu dibentuk LAMGAMA (Lembaga Akreditasi Mandiri Keagamaan). Di satu sisi, kehadiran LAMGAMA akan memudahkan prodi dalam mengurus akreditasi karena masih ada dalam lingkungan KEMENAG. Namun, tantangannya adalah prodi harus menunjukkan integrasi dengan bidang keislaman.

Waktu berlanjut, satu demi satu narasumber menyampaikan materinya dengan menarik. Dra. Mahmudah Fitriyah, M.Pd. menyampaikna bahwa selama ini kurikulum pembelajaran di PBSI sudah membumi. Hal ini terlihat dari keterserapan alumni PBSI di lapangan kerja. “Kita lihat tracer study prodi kita. Rerata alumni kita hanya menunggu kurang lebih 3 bulan untuk mendapatkan pekerjaan di dunia pendidikan.”

Narasumber selanjutnya, Rosida Erowati, M.Hum. melakukan tinjauan pada kurikulum untuk mata kuliah sastra. Dalam pemaparannya, ia mengatakan bahwa selama ini pembelajaran sastra mengalami perkembangan yang signifikan. Selain itu, salah satu hajat besar kita adalah Pestarama yang digelar rutin setiap tahun. “Tentu kita perlu berbangga dengan Pestarama karena ini adalah ajang untuk memacu kreativitas mahasiswa dan dosen.”

Terakhir pemaparan tinjauan ulang pelaksanaan mata kuliah linguistik. Neneng Nurjanah, M.Hum. memaparkan, “Kita, sebagai prodi memiliki sumber daya manusia yang mumpuni dalam bidang linguistik yang menyajikan perspektif keislaman. Beberapa mata kuliah, seperti Linguistik Forensik, Antropolinguistik, Analisis Wacana, dan mata kuliah lain bisa ditawarkan untuk mahasiswa.”

Acara ini berjalan dengan dinamis dan menarik diwarnai balas pantun di setiap sesinya. (Neneng Nurjanah)