Bojongsari, BERITA ONLINE FITK – Dalam rangka pembangunan Masjid Syarif Hidayatullah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melakukan peletakan batu pertama di lahan gedung PPG Bojongsari, Depok, Jawa Barat pada Senin, (16/11/2020).

Kegiatan peletakan batu pertama, dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Rodoni dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan yaitu Masri MAnsoer, Dekanat, Kaprodi, Kabag dan Kasubag FITK.  Selain itu hadir pula pejabat daerah Bojongsari,yang diwakili oleh  Lurah dan Sekertaris Camat.

Dalam paparanya, Muhamad Arif selaku panitia pembangunan masjid mengatakan bahwa, rencana pembangunan masjid ini memakan waktu selama 3 tahun dan membutuhkan dana sebesar 7.274.427.359,00 (Tujuh Milyar Dua Ratus Tujuh Puluh Empat Juta Empat Ratus Dua Puluh Tujuh Ribu Tiga Ratus Lima Puluh Sembilan Rupiah)..

Arif juga mengatakan bahwa masjid yang didesain seluas 1.650 meter persegi ini mampu menampung 1500 jamaah. Masjid yang diberi nama Syarif Hidayatullah ini mempunyai 3 lantai yang berfungsi bukan hanya sebagai tempat solat, namun juga sebagai masjid yang multifungsi, dimana juga ada ruang lab untuk mahasiswa. Selain itu dalam pemaparanya desainya, terlihat bahwa masjid ini berada di depan danau. sehingga masjid ini dapat dijadikan ikon kebanggaan masyarakat Bojongsari

Senada dengan Arif, Dekan FITK Sururin juga mengatakan bahwa masjid ini bukan diperuntukan hanya bagi civitas akademika yang ada di wilayah PPG saja. “mendirikan masjid ini, bukan hanya untuk civitas akademika saja, namun juga bagi masyarakat  yang ada di wilayah PPG Bojongsari. Cita-cita mendirikan masjid ini juga sebagai tempat destinasi dan sebagai tempat mengisi kegiatan untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat sekitar” ujarnya

Dalam kesempatan yang sama, Sekertaris camat, Zikri mengatakan bahwa dengan pembangunan masjid ini, dapat menjadi kebanggaan bagi masyarakat Bojongsari. “harapan dengan dibangunya masjid ini adalah dapat berpengaruh secara positif dari segala aspek, baik ekonomi, sosial dan budaya. Nilai-nilai toleransi juga akan tumbuh.”

Pada kegiatan ini, guru besar FITK Prof Munzir Suparta memberikan tausyiah. Pada tausyiahnya Suparta mengatakan bahwa  masjid harus dibangun atas dasar taqwa, urusan masjid bukan hanya hubungan antar manusia dengan Allah namun juga manusia dengan manusia.

“Masjid dibangun sebagai tempat untuk bermusyawarah, dengan adanya masjid juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar masjid, jadi masjid Syarif Hidayatullah ini harus terbuka bagi masyarakat sekitar.” tutupnya.