BERITA FITK Online – Keluarga Besar Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali dikejutkan dengan kabar duka atas meninggalnya Guru Besar Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Prof. Dr. H. Aziz Fahrurrozi, M.A. bin Kiai Syaubari pada Rabu dinihari pukul 00.30 WIB.

Tim Humas FITK mencoba menghubungi dan meminta kesan dan testimoni kepada salah satu murid beliau yang saat ini menjadi Ketua Prodi Magister Pendidikan Bahasa Arab FITK, Dr. Muhbib Abdul Wahab, M.Ag. selama berinteraksi dengan almarhum. Berikut petikan kesan Muhbib untuk sang guru panutannya.

“Selaku murid/mahasiswa beliau, saya turut berduka cita dan berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya sekaligus mendoakan almarhum, semoga Allah mencurahkan maghfirah dan kasih sayang-Nya kepada almarhum dan memasukkannya dalam jannatun na’im.
Secara pribadi, saya pernah diajar beliau selama dua kali tatap muka sebelum beliau melanjutkan studi ke Sudan pada tahun 1986. Sejak awal ketemu, saya terkesan sikap dan berpikirnya yg kritis dan joke-jokenya yang spontan dan lucu.
Setelah menjadi kaprodi MPBA, saya juga pernah menjadi anggota team teaching dengan beliau di Magister PBA dan Sekolah Pascasarjana (SPs). Beberapa kali menguji tesis dan disertasi bersama beliau, baik di MPBA dan SPs, almarhum menunjukkan pribadi yang spontanitasnya tinggi dalam berpikir, bersikap, dan melucu. Secara pribadi, almarhum termasuk sangat ramah, dan hampir setiap idul fitri, kami para dosen muda PBA selalu merasa nyaman bisa diterima dan dijamu di rumah beliau.

Kenangan terindah, beliau adalah Guru Besar (GB) yang hampir selalu hadir dalam rapat dan diskusi dosen, mau membimbing dan mengarahkan kami yg masih muda. Beliau paling semangat untuk menghidupkan paguyuban dosen PBA dengan arisan bulanan, makan siang bersama sambil diskusi ringan dan joke-joke barunya yang membuat kami kadang terpingkal-pingkal atau ngakak di ruang jurusan PBA.

Saya bersaksi beliau min ahli al-khair. Sebagai Gubes, beliau sangat rajin masuk kelas untuk mengajar dan mendampingi asistennya. Kami semua merasa kehilangan beliau. Semoga almarhum berpulang menghadap Rabbnya dalam keadaan husnul khatimah. Kenangan terakhir saya, jumat lalu, 17 September kami masih bersama sama menguji promosi doktor di SPs. Meski dengan suara mulai tersengal-sengal dan berat, beliau tetap menyelipkan joke saat menguji,” pungkasnya.

Menurut informasi dari kerabat almarhum, rencananya jenazah akan disalatkan di Masjid Fathullah bakda zuhur dan selanjutnya dimakamkan di pemakaman UIN Jakarta.

Sebagai tambahan informasi, Rabu, (21/9/2021) pukul 19.30 WIB. FITK akan menggelar Takziah Virtual dan Doa Bersama untuk almarhum. (MusAm)