Gedung FITK, BERITA FITK Online– Dalam rangka memperluas wawasan dan pengalaman lapangan bagi mahasiswa, rombongan dosen dan mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Semarang mengunjungi PAI FITK UIN Jakarta pada Rabu (24/4/2019).

Rombongan yang diketuai Dekan FITK UIN Semarang Dr Raharjo MEd St itu diterima Dekan FITK UIN Jakarta Dr Sururin MAg di ruang teater Mahmud Yunus lt 3.

Setelah memperkenalkan UIN Jakarta, Sururin menyampaikan ucapan selamat atas akreditasi institusi UIN Semarang yang meraih nilai A sama seperti yang telah dicapai UIN Jakarta.

“Tahun 2013, kami mendapat nilai A walaupun minimalis, tapi Alhamdulillah pada 2018 kami mampu mempertahankan dan meningkatkan nilai akreditasi dan menjadi tertinggi untuk PTKI,” ujar Sururin di hadapan 177 mahasiswa PAI semester empat dan 16 dosen UIN Semarang.

Capaian itu menurut Sururin merupakan hal yang wajar. Pasalnya, UIN Jakarta berada di pusat pemerintahan dan memiliki banyak guru besar. Justeru, lanjutnya, ada yang salah jika tidak mendapatkan nilai A.

“Mari sama-sama saling bahu membahu antar PTKIN untuk dapat meraih nilai A dan silaturahim ini menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kualitas yang lebih baik dan menjadi media dakwah bagi kita semua,” imbuhnya.

Untuk peningkatan mutu, sambung Sururin, FITK UIN Jakarta saat ini sedang melakukan peningkatan mutu dengan sertifikasi AUN QA (ASEAN University Network Quality Assurance).

“2016 empat prodi kami sudah mendapatkan sertifikasi dari AUN QA termasuk Prodi PAI dan pada 2018 UIN Jakarta mendapatkan QS Ranking dengan tiga bintang,” terang mantan ketua LPM UIN Jakarta itu disambut tepuk tangan meriah.

Diinformasikannya, tahun ini pada 29-30 April dan 2 Mei asesor AUN QA akan kembali ke Jakarta untuk melakukan Actual Assessment Certificate untuk tiga Prodi, yaitu Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi Hukum Keluarga Fakultas Syariah dan Hukum, dan Prodi Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi.

“Mohon doa semoga semua berjalan dengan sukses dan kami bisa kembali mendapatkan sertifikasi A dari AUN QA,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Raharjo menyampaikan, UIN Jakarta merupakan UIN tertua di Indonesia, sementara UIN Semarang adalah UIN ke 16, namun berada di peringkat 5 besar PTKIN. Untuk capaian AIPT A, lanjut Raharjo, UIN Semarang harus berterima kasih kepada UIN Jakarta.

“Ini berkat Prof Thib Raya yang menjadi Ketua Asesor Akreditasi PT di Walisongo,” ujar Raharjo.

Untuk PAI sendiri, sambung Raharjo, sudah mendapatkan akreditasi A, sehingga berada di level yang relatif sama dengan UIN Jakarta.

“Namun demikian, kita harus tetap terus belajar, terutama manajemen pengelolaan akademik dan manajemen pengelolaan mahasiswa,” pungkas Raharjo.

Sebelum pertemuan usai, Dekan FITK UIN Jakarta melakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama dengan Dekan FITK Semarang dalam Peningkatan Kompetensi Keilmuan dan Wawasan Keguruan. (lrf/mf)