Gedung FITK, BERITA FITK Online—Dalam satu pekan terakhir Indonesia dikejutkan dengan serangkaian tindakan terorisme yang cukup menggemparkan dan meresahkan masyarakat. Pertama terjadi aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3/2021) yang mengakibatkan sejumlah korban luka-luka. Selang tiga hari, tepatnya pada Rabu (31/3/2021) terjadi penyerangan terhadap Markas Besar Polri yang diduga dilakukan oleh anggota jaringan teroris.

Kejadian mencekam dan meresahkan masyarakat tersebut banyak menuai tanggapan dari berbagai kalangan dan tokoh termasuk oleh Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr Sururin MAg. Dalam beberapa kesempatan seperti saat memberikan sambutan pada acara Intrnational Workshop yang diselenggarakan Centre of Excellence (CoE) dan pada saat menjadi pembicara kunci dalam acara Diskusi Dosen FITK. Ia menyampaikan beberapa pernyataan sikap yang kemudian menjadi sikap resmi FITK dalam merespons sejumlah aksi teror di tanah air. Berikut lima poin pernyataan sikap Dekan FITK UIN Jakarta:

  1. Mengecam keras dan mengutuk tindakan teror bom di Gereja Katedral Makassar dan Serangan ke Markas Besar Polisi Republik Indonesia (Mabes Polri);
  2. Ucapan duka cita dan belasungkawa kepada keluarga korban teror bom Gereja Katedral Makassar;
  3. Meminta pihak berwajib dan mensupport pihak keamanan untuk mengusut tuntas kasus terorisme;
  4. Memperkuat pendidikan perdamaian, moderasi beragama, dan pendidikan yang mencerahkan & mecerdaskan;
  5. Mengajak masyarakat untuk mewujudkan perdamaian, menjaga keutuhan NKRI, dan perdamaian umat manusia.

(MusAm)