Gedung PPG BojongsariBERITA FITK Online–Sejumlah pimpinan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan Tim Pembangunan Masjid PPG FITK mengadakan rapat dan pengukuran area dalam persiapan peletakan batu pertama (ground breaking) pada Kamis, (01/10/2020) di Gedung PPG Bojongsari Depok. Hadir pada kegiatan tersebut Wadek II Bidang Administrasi Umum Dr Abdul Muin MPd, Wadek III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja sama Dr Khalimi MAg, Ketua Panitia Pembangunan Masjid PPG FITK Dr Muhammad Arif MPd, Sekretaris Panitia Bobi Erno Rosyadi MPdI, Kabag TU FITK Drs Edy Suandi, seluruh Kasub di bawah naungan FITK, dan Tim Manajemen Konstruksi Bapak Made dan Bapak Sholeh.

Dalam sambutannya sebagai ketua panitia, Arif menyampaiakan kegiatan peletakan batu pertama masjid PPG FITK direncanakan pada hari Jumat, (30/10/2020) bertepatan dengan 2 Rabiul Awal 1442 H yang akan dihadiri oleh Rektor UIN Jakarta, para Wakil Rektor, seluruh pimpinan FITK, dan sejumlah undangan.

“Insyaallah peletakan batu pertama akan kami laksanakan pada hari Jumat 30 Oktober 2020 bertepatan dengan 2 Rabiul Awal 1442 H yang akan dihadiri oleh ibu rektor dan para warek, pimpinan FITK dan sejumlah undangan,” ujarnya

Dilanjutkannya, saat ini persiapan pembangunan masjid PPG FITK terus dilakukan pemutaakhiran seperti Rancangan Anggaran Bangunan (RAB), desain struktur bangunan (gambar masjid), dan baliho sudah mendekati final, “kami dapat melaporkan ke Bapak-bapak bahwa persiapan pembangunan masjid PPG FITK terus dilakukan pemtaakhiran, seperti RAB, desain struktur bangunan, dan baliho sudah mendekati final, kami mohon doanya untuk kelancaran dan kesuksesan pembangunan masjid ini,” ujar pria kelahiran Ngawi ini

Dalam rapat tersebut juga dibahas kemungkinan nama masjid PPG FITK, yaitu; Masjid Agung Syarif Hidayatullah dan Masjid Agung Fatahillah. Rencananya nama-nama tersebut akan disampaikan ke pimpinan universitas dan sejumlah donatur sebelum nama tersebut resmi dipilih dan digunakan.

Selanjutnya, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja sama Dr Khalimi MAg menyampaiakan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kinerja tim panitia dan tim arsitek yang selama ini telah bekerja dengan cepat dan baik. “Saya apresiasi setinggi-tingginya kepada tim panitia dan tim arsitek yang selama ini telah bekerja dengan cepat dan baik, semoga Allah ta’ala membalas dengan pahala yang melimpah,” ujarnya

Dilanjutkannya, ia berharap nantinya masjid PPG FITK menyediakan laboratorium ibadah untuk praktik mahasiswa PGMI dan PIAUD. Ia juga menambahkan, prinsipnya pimpinan FITK percaya penuh kepada tim arsitektur dalam perencanaan dan pembangunan PPG FITK.

“Saya harap nantinya masjid ini tersedia ruang laboratorium ibadah untk praktik mahasiswa PGMI dan PIAUD, ya mirip ruang-ruang kelas begitu, paling tidak tersedia dua ruang laboratorium. Prinsipnya kami pimpinan fakultas percaya penuh kepada tim arsitek, baik dalam perencanaan maupun dalam pembangunannya” jelasnya

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Administrasi umum Dr Abdul Muin MPd menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran panitia pembangunan masjid PPG FITK, utamanya kepada tim arsitektur yang diketuai oleh Bapak Made. Selain itu, Abdul Muin juga menyampaikan rasa optimis pembangunan masjid PPG akan berjalan sesuai dengan rencana, meskipun sampai saat ini anggaran pembangunan masih belum terkumpul.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh panitia pembangunan masjid PPG dan terutama kepada tim arsitektur pak Made yang telah bekerja keras dan ikhlas untuk mewujudkan masjid yang kita bersama idamkan. Saya optimistis pembangunan masjid ini akan sesuai dengan rencana, meskipun anggaran yang terkumpul masih sangat minim,” ujarnya

Ditambahkannya, Muin meminta tolong Wadek III Dr Khalimi MAg untuk dapat menyampaiakn ke ibu rektor tentang progres yang telah dilakukan tim panitia, harapannya pihak rektorat merespons dengan cepat dan serius upaya pembangunan masjid PPG FITK ini, ”Barangkali Pak Khalimi bisa sounding ke ibu rektor tentang progres panitia pembangunan masjid PPG FITK, sehingga rektorat merespons dengan cepat dan serius upaya pembangunan masjid PPG ini,” tambahnya

Sementara itu, saat diminta masukannya oleh Pak Arif, Pak Asep Saprudin SPd Kasubag Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja sama menyampaikan pengalamannya saat menjadi panitia pembangunan Masjid Adzikra Gunung Sindur pimpinan Alm. Ust. Arifin Ilham. Menurutnya, kondisinya mirip dengan yang sedang kita hadapi sekarang, punya lahan namun tidak punya anggaran untuk pembangunannya. Asep sapaan akrabnya menjelaskan beberapa cara untuk mendapatkan sejumlah donatur pembangunan masjid Adzikra kala itu dengan cara; beberapa santri Ust Arifin Ilham yang mempunyai jamaah diminta untuk menyampaikan informasi bahwa ada pembangunan masjid dan butuh dana serta mempersilahkan jamaah untuk menyalurkan infak dan sodakohnya. selain itu, panitia pembangunan masjid Adzikra mengadakan pelelangan bagian-bagian bangunan masjid yang nantinya disampaiakan ke jamaah, donatur, maupun instansi pemerintah. Menurutnya metode itu cukup efektif untuk penggalangan dana dan memberikan peluang kepda orang-orang untuk beribadah.

“Saya memiliki pengalaman saat menjadi panitia pembangunan Masjid Adzikra “sejuta umat” Gunung Sindur pimpinan Ust Arifin Ilham, kondisinya tidak jauh beda dengan kita, lahan ada namun uang tidak ada. Saat itu yang kami lakukan adalah penyampaian ke para jamaah Ust Arifin Ilham maupun santri-santrinya untuk berinfak dan bersedekah dalam pembangunan masjid. Selain itu juga dengan cara pelelangan bagian-bagian bangunan masjid, seperti tiang, kubah dan lainnya siapa kira-kira yang mau menyumbangkan dananya itu. Saat itu kami merasa dengan cara-cara seperti itu cukup efektif,” tutupnya

Sementara itu, Made dari tim manajemen konstruksi menjelaskan bahwa semua desain konstruksi maupun gambar sudah disiapkan, tetapi perlu disampaikan menurutnya, gambar dalam kertas tidak bisa dijadikan rujukan sepenuhnya kemegahan bangunan aslinya. Ditambahkannya, hari ini rencananaya dia dan pak sholeh timnya akan menentukan satu titik di lokasi pembangunan masjid untuk dijadikan pusat pembangunan setiap sudut masjid.

“Kami telah menyelsaikan desain kontruksi maupun gambar, namun perlu disampaikan ke Bapak-bapak bahwa gambar di kertas tidak bisa dijadikan rujukan sepenuhnya kemegahan bangunan aslinya. Hari ini juga rencananya kami akan menentukan satu titik di lokasi pembangunan masjid untuk dijadikan pusat pembangunan setiap sudut masjid,” jelasnya

Dilanjutkannya, menurut Made, membangun masjid menjadi keberkahan tersendiri untuk kami, “Buat kami, membangun masjid menjadi keberkahan sendiri untuk kami,” tutupnya

Setelah rapat selesai, acara dilanjutkan dengan menuju lokasi pembangunan masjid untuk dilakukan pengkuran dan survei lokasi peletakan batu pertama.