Gedung FITK, BERITA FITK Online – Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (HMPS-PGMI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggaraka Bazar Kewirausahaan bertema “Membangun Jiwa Entreprenurship Melalui Pelatihan Soft skill dan Praktikum Bazar untuk Mahasiswa PGMI”. Kegiatan yang diikuti mahasiswa PGMI semester III tersebut dilangsungkan pada Selasa, (22/11/2022) bertempat di lobi FITK.

“Kami ucapkan terima kasih kepada panitia yang telah mengelola acara hari ini dengan baik. Kegiatan ini sejatinya adalah bentuk internalisasi ke dalam anak-anak mahasiswa sebagai calon guru. Jadi, jiwa edupreneur dan jiwa entrepreneur diinternalisasikan kepada jiwa guru,” ujar Dr. Asep Ediana Latip, M.Pd., Kaprodi PGMI saat memberikan sambutannya.

“Terima kasih Ibu Tri dan Pak Takiddin atas bimbingan konkret kepada mahasiswa kami yang akan merasakan suasana yang nyata dalam menerapkan teori yang mereka peroleh dari kelas,” pungkasnya.

Sementara itu, Dekan FITK, Dr. Sururin, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan pentingnya mahasiswa memiliki jiwa solutif.

“Alhamdulilah saya hadir di sini untuk melihat karya-karya saudara semua. Dalam bazar ini saudara diharapkan memahami bagaimana bertransaksi termasuk saudara harus memberikan satu solusi ketika dihadapkan dengan suasana yang kurang baik. Ini penting karena prinsip selalu memberikan solusi itu harus ada di dalam diri saudara semua,” terang Sururin.

Dekan pun melanjutkan nasehatnya kepada mahasiswa mengenai kejujuran.

“Ketika saudara berwirausaha dan berbisnis, saudara harus memiliki prinsip yang jujur sehingga tidak akan ditinggalkan oleh para pelanggan. Sebagai pengusaha muslim, kejujuran adalah prinsip yang utama,” terangnya.

Selanjutnya, Sururin menceritakn salah seorang ustaz di daerah Subang Jawa Barat yang sukses menjadi pengusaha dan konglomerat.

“Sabtu dua minggu yang lalu saya visitasi ke Pesantren Al-Ihya Subang Jawa Barat. Nama pengasuhnya ustaz Asep. Ustaz Asep ini seorang entrepreneur dan bisnismen yang sukses. Ia mendirikan pesantren sekaligus pengusaha alumni dari Gontor yang mampu menjadi konglomerat. Iya, kenapa saya sebut konglomerat karena asetnya nggak kira-kira. Sekarang membuat pondok lima lantai dan  memiliki usaha di bidang tambang, bidang konstruksi, dan mau mengembangkan perumahan muslim di Bogor yang diberi nama new city,” terang Sururin menceritakan.

“Pesan yang mau saya sampaikan kepada saudara dari cerita itu adalah alumni pesantren mampu menjadi pengusaha yang sukses. Saudara juga yang berasal dari kampus PGMI, kampus Islam bisa sukses menjadi pengusaha asalkan kerja keras dan mempunyai sifat jujur,” lanjut Ibu kelahiran Bojonegoro, Jawa Timur itu.

“Saya ucapkan terima kasih banyak untuk dosen pengampu mata kuliah edupreneurship, Pak Takiddin dan Bu Tri Harjawati. Selain telah memberikan teori kepada mahasiswa PGMI juga hari ini telah mempraktikkan teori tersebut dalam bazar yang kabarnya terdiri dari 8 stand terdiri dari berbagai produk. Nanti saya akan saya beli produknya,” pungkasnya dengan nada sumringah.

Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan bazar yang tersebar di lobi FITK. Sesuai dengan yang disampaikan saat sambutan, Dekan Sururin langsung menuju ke beberapa stand untuk menyemangati mahasiswa yang sedang berjuaalan sekaligus membeli produk-produk yang ditawarkan mahasiswa. Kegiatan bazar sendiri diselenggarakan selama tiga hari, Selasa, Rabu, dan Sabtu. Semuanya diselenggarakan di lobi FITK kampus 1. (MusAm)