Gedung FITK, BERITA FITK Online – Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika, Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggaraka Bazar Kewirausahaan gabungan bertajuk “Kami siap menjadi insan mandiri berdaya melalui karya”. Kegiatan yang diikuti mahasiswa dari tiga prodi tersebut dilangsungkan pada Sabtu, (26/11/2022) bertempat di lobi FITK.

Diketahui, mata kuliah kewirausahaan Prodi PGMI diampu oleh Tri Harjawati, M.Si., dan Dr. Takiddin, M.Pd., semester tiga yang terdiri dari empat kelas (ABCD). Sementara, di Prodi  Matematika diampu oleh M. Hafiz, M.Pd., pada semester lima terdiri dari dua kelas. Sementara pada Prodi PIAUD diampu oleh Kinkin Suartini, M.Pd., di semester lima yang terdiri dari dua kelas.

Dalam kegiatan bazar gabungan yang digelar di lobi barat dan timur FITK tersebut dihadirkan tidak kurang dari 30 stand meja yang menawarkan beberapa produk kerajinan tangan, alat tulis kantor, aksesoris, makanan-minuman sehat, dan  produk lainnya.

“Kami selaku pengelola prodi mengapresiasi kepada dosen pengampu mata kuliah kewirausahaan yang sudah berinovasi dalam strategi pembelajaran project based leraning. Projct dan  kegiatan yang dilakukan mahasiswa seperti ini akan lebih mengembangkan potensi mahasiswa khususnya dalam bidang entepreneur. Semoga kegiatan ini dapat menumbuhkan jiwa entepreneur bagi mahasiswa kami,” tulis Dr. Gelar Dwirahayu, M.Pd., Kaprodi Pendidikan Matematika dalam pesan Whatsappnya.

Sementara itu, Dr. Siti Khadijah, M.A., Kaprodi PIAUD menceritakan awal mula materi kewirausahaan dimasukkan ke dalam kurikulum.

“Bermula dari banyaknya mahasiswa di setiap awal semester mendatangi kami (prodi). Mereka mengatakan tidak bisa melanjutkan (studi) karena kekurangan dana. Kemudian kami berpikir mencoba memperkuat skill kewirausahaan kepada mahasiswa. Kebetulan saat itu kami masukkan ke kurikulum dan sekarang (kewirausahaan) menjadi tagihan pada IKU,” terang Khadijah.

“Sasaran yang mau kami target dengan mata kuliah kewirausahaan ini adalah bagaimana membangun skill mahasiswa yang mampu mandiri berdaya mulai mereka menjadi mahasiswa. Kami pun telah menyampaikan kepada mahasiswa, setelah mendapat mata kuliah ini, kami akan menghadirkan para narasumber yang menjadi pelaku di dunia kewirausahan. Tujuan dari semua itu, kami harap agar mahasiswa mampu mendapatkan penghasilan sendiri dan syukur samapai bisa membanatu orang tuanya,” pungkasnya dalam pesan voicenote.

Selanjutnya, menurut salah satu dosen FITK, Dr. Yayah Nurmaliah, M.A., yang turut hadir meramaikan kegiatan bazar tersebut menyampaikan kegembiraanya atas terselenggaranya bazar gabungan tersebut.

“Saya sengaja dari pagi datang ke sini untuk melihat kegiatan bazar gabungan ini. Saya melihat acaranya sangat meriah, mahasiswa pun saya lihat sangat senang dengan acara bazar ini. Saya lihat ada beberapa produk yang disajikan, makanan dan non makanan, produk media pembelajaran, ada bucket, hasil sablon,” ucap Yayah Nurmaliah.

“Jadi, lewat kegiatan entrepreneurship ini kita ingin menghasilkan mahasiswa yang bukan hanya mumpuni pada aspek akademik tetapi juga skill yang menumbuhkan nilai-nilai kemandirian kewirausahaan mereka juga kita bentuk. Harapannya tentu dukungan yang lebih dalam dan serius dari fakultas terkait sarana penunjang kegiatan tersebut. Satu kata untuk acara ini, kereen!” pungkas Yayah dengan tertawa lepas.

Selain direspons positif oleh Kaprodi dan sejumlah dosen, para mahasiswa pun ikut memberikan komentarnya atas terselenggaranya bazar gabungan tersebut. Berikut kutipan tiga repons mahasiswa berasal dari prodi yang berbeda.

“Alhamdulillah program (bazar) yang saya ikuti ini dapat membangun jiwa entrepreneurship saya dalam membangun jiwa usaha saya agar semangat untuk menjadi seorang usahawan,” ucap Surina Tri Hayati, mahasiswa PGMI semester tiga.

“Saya merasa senang mengikuti kegiatan ini. Kegiatan ini adalah praktik dari mata kuliah kewirausahaan di prodi Matematika. Menurut saya, acara ini sangat penting untuk kita berani berusaha dan membantu kita bersosialisasi,” terang mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika asal Turkmanistan semester lima.

“Yang saya rasakan manfaat kegiatan bazar ini adalah kami sebagai pendidik  tidak hanya bekerja di sekolah saja tetapi juga terbangun jiwa entrepreneurnya seperti usaha sendiri. Jadi kita mampu berdikari. Namun ada catatan dari kami yaitu kurangnya sarana pendukung yang kami butuhkan seperti meja, bangku, maupn tenda dan mungkin kurangnya komunikasi dengan sekuriti,” ujar Nuraida mahasiswa PIAUD semester lima. (MusAm)