Pranaya Boutique Hotel, BSD, BERITA FITK Online –  “Abad 21 menjadi tonggak melejitnya teknologi informasi dan komunikasi, sehingga tidak heran jika banyak yang mengatakan bahwa abad 21 sebagai era teknologi, informasi, dan komunikasi,” terang Suryanti.

Hal itu disampaikannya dalam acara Refreshment dosen pembimbing Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan Guru Pamong Pendidikan Profesi Guru Pendidikan Agama Islam dan Madrasah yang diselenggarakan oleh LPTK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Senin dan Selasa, (6-7/6/2022) bertempat di Pranaya Boutique Hotel, Serpong, Tangerang Selatan.

Ia menambahkan, dengan kemajuan teknologi, dunia terasa di genggaman tangan.
“Karena kemajuan teknologi yang begitu cepat, dunia terasa lebih sempit dan seolah di genggaman tangan. Hal itu dikarenakan mudahnya setiap orang mengakses seluruh informasi secara cepat, di mana pun dan kapan pun,” sambung guru besar Unesa itu.

Kemudian, ibu kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur itu menjelaskan sejumlah perubahan yang terjadi terutama saat pendemi Covid-19.
“Banyak ibu-ibu yang berjualan di pasar tradisional hampir gulung tikar karena masyarakat takut berkerumun di pasar, tetapi di saat yang bersamaan ibu-ibu mulai melek teknologi dengan memanfaatkan aplikasi whatsapp untuk berjualannya. Menurut saya, ibu penjual di pasar udah cukup melek teknologi dengan dia mampu survive dengan aplikasi whatsapp. Mereka belajar foto, upload, dan mungkin sedikit desain,” jelasnya.

Oleh karena itu, menurutnya, guru-guru harus melek teknologi dan selalu berinovasi agar tidak tergilas oleh zaman dan mampu survive di tengah kemajuan teknologi, informasi, dan komunikasi yang sangat cepat. (MusAm)