Auditorium Harun Nasution, BERITA FITK Online– “Menurut saya, Indonesia mempunyai peran sangat strategis dalam membangun tatanan dunia yang berkeadilan. Karakter keislaman yang dimiliki Indonesia bisa mengakomodasi semua keragaman,” terang Azyumardi Azra peraih gelar Sir satu-satunya orang Indonesia dari kerajaan Inggris itu.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam Seminar Internasional Pendidikan Perdamaian pada sesi Talkshow yang bertajuk “Peran Islam Indonesia dalam Tatanan Dunia Global yang Berkeadilan”, Rabu, (20/7), bertempat di Auditorium Harun Nasution, UIN Jakarta.

“UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai kampus di bawah Kementerian Agama juga mestinya bisa berperan aktif dan support pemerintah Indonesia dalam misi diplomatik kenegaraan di tingkat regional dan global,” sambung Azra.

Sementara, menurut Arif Abdullah Sagran, untuk mewujudkan peradaban umat Muslim adalah dengan pendidikan dan ilmu pengetahuan.

“Di zaman serba modern ini pendidikan amatlah berperan penting. Ilmu pengetahuan saja tidak cukup. Ilmu pengetahuan di berbagai bidang yang ditambah dengan teknologi, harus dimunculkan berupa inovasi-inovasi yang bermanfaat bagi kemanusiaan,” terang Presiden Komunitas Muslim Timor Leste itu.

Sementara menuruti Amelia Fauziah, Islam dengan pendekatan wasathiyah atau jalan tengah tak boleh ketinggalan. Kondisi rukun, damai serta harmonis dapat membantu melaksanakan pembangunan yang baik.

“Islam Indonesia yang bercorak wasathiyah dan toleran adalah karakter Islam Indonesa yang sangat cocok untuk disebarkan ke penjuru dunia. Selain itu, kita punya kekuatan soft diplomacy dalam misi kemanusiaan. Dalam konteks saya (STF) adalah membantu sesama. Misi kemanusiaan adalah cara untuk mewujudkan perdamaian dunia,” jelas Amelia.

“Manfaat adanya semangat berbagi, baik ekonomi, sosial, atau lainnya, yang mendapat manfaat terbesar adalah Muslim. Terlebih Muslim merupakan mayoritas populasi di Indonesia,” pungkasnya. (MusAm)