BERITA FITK Online– Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan (PPG Daljab) Tahun 2022 Batch 3, Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK) UIN Jakarta menyelenggarakan Workshop Pembuatan Video Pembelajaran bagi 490 Mahasiswa PPG. Acara tersebut diselenggarakan secara virtual pada Jumat, (25/11/2022) melalui platform Zoom Cloud Meeting.

Mahasiswa PPG yang mengikuti Workshop Pembuatan Video Pembelajaran tersebut terdiri dari para guru PAI bidang keilmuan PAI, al-Quran al-Hadis, Akidah Akhlak, Fiqh, Bahasa Arab, GKMI, GKRA, dan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI).

Diketahui, pada penyelenggaraan PPG Daljab batch 3 ini, mahasiswa dibiayai dari dua sumber, yaitu LPDP dan APBD. Berikut rinciannya:

PAI bersumber dari dua biaya:
1. LPDP: 90 orang, (DKI: 62, Banten: 18, dan Jawa Barat: 10)
2. APBD Kepulauan Babel berjumlah 120 orang
Total peserta PAI berjumlah 210 orang.

Sementara, untuk peserta madrasah skema biaya bersumber dari LPDP dengan rincian sebagai berikut:
DKI 85, Banten 20, Jawa Barat 104, Jawa Tengah 35, Jawa Timur 15, Lampung 8, Bengkulu 5, dan Jambi 8 orang. Total peserta madrasah berjumlah 280 orang.

Pada kegiatan workshop tersebut, mahasiswa PPG dibekali pengetahuan dasar mengenai proses pembuatan video pembelajaran mulai dari aplikasi yang digunakan, cara sederhana pembuatannya, sampai bagaimana membuat video pembalajaran agar dapat menarik dan mudah dipahami peserta didik.

Dalam sambutannya sebagai Kaprodi, Dr. Zaenul Slam, M.Pd., menyampaikan selamat hari guru nasional. Menurutnya, menjadi guru adalah profesi mulia yang patut disyukuri.

“Bapak-ibu, dalam suasana bahagia ini karena bertepatan dengan hari guru nasional, saya ucapkan selamat hari guru nasional. Bapak-ibu menjadi guru harus merasa bangga dan bersyukur karena guru adalah profesi amat mulia,” ucap Zaenul Slam.

“Bapak-ibu yang berbahagia, kami sangat memahami kegiatan PPG ini cukup padat dan menguras energi Bapak-ibu semua, namun kami harap Bapak-ibu tetap semangat karena ini hampir di ujung perjuangan Bapak-ibu semua. Kami berharap tetap semangat belajar dan tetap solid dengan kawan seperjuangan,” harapnya.

“Bapak-ibu, mohon dipahami ini adalah upaya dan tekad kami agar Bapak-ibu lebih mendalam dalam memahami materi, lebih memeperkuat lagi pengetahuan yang didapat selama dalam proses perkuliahan atau lokakarya dan pendalaman materi lainnya. Berbagai upaya kami lakukan ini adalah upaya agar mendapat hasil yang terbaik untuk Bapak-ibu semua,” terang Zaenul Slam.

Dalam kegiatan Workshop Pembuatan Video Pembelajaran ini, LPTK UIN Jakarta menghadirkan Iwan Permana Suwarna, M.Pd., Ketua Prodi Tadris Fisika untuk menjadi mentor sekaligus narasumber tunggal.

Sebagai informasi, selama ini Iwan sapaan akrab pria kelahiran 1978 itu cukup dikenal luas di civitas academica FITK sebagai salah seorang dosen yang menguasai multimedia, animasi, juga termasuk pembuatan video pembelajaran.

Dalam pemaparan materinya, Iwan menjelaskan, sebenarnya semua orang termasuk guru bisa membuat video pembelajaran, masalahnya tidak semua orang memahami caranya sehingga mereka merasa tidak bisa.

“Bapak-ibu, sebenarnya semua orang termasuk guru bisa membuat animasi, termasuk membuat video pembelajaran. Masalahnya tidak semua orang memahami caranya sehingga mereka merasa tidak bisa. Nah, di workshop kali ini, mari bersama-sama kita belajar untuk lebih memahami cara upload video dengan mengggunakan hp atau laptop, menyiapkan konten video pembelajaran dan editing video,” jelas Iwan.

Iwan melanjutkan, menurutnya, mengunggah video melalui handphone maupun PC perlu memperhatikan syarat sebagai berikut.

“Yang perlu diperhatikan saat akan mengunggah video menggunakan hp ataupun PC yaitu memiliki koneksi internet yang baik, memiliki akun gmail, memiliki konten video yang akan diupload, memiliki hp dan PC yang kompatibel, kemudian pilih icon youtube untuk hp dan buka browser untuk PC,” sambungnya.

Menurutnya, durasi video pembelajaran sebaiknya tidak lebih dari 10 menit dan harus memahami konten pembelajaran yang mau ditampilkan dalam video tersebut. Menurutnya, konten pembelajaran yang dibuat harus beresonansi dengan pebelajar, menyusun bahan ajar, siapkan green screen, hindari membaca naskah, suara jelas, buat slide semenarik mungkin, lakukan latihan dan review, dan tambahkan aksesoris. (MusAm)