PBSI FITK UIN Jakarta Gelar Workshop Pengembangan Kurikulum-Rakernas IPTABI
Pusdiklat Kemenag, Ciputat, BERITA FITK Online- Program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FITK UIN Jakarta menggelar Workshop Pengembangan Kurikulum PBSI PTKI di Pusdiklat Kemenag pada Selasa hingga Rabu (4—5/7/23).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kasubdit Pendidikan Diktis Kementerian Agama, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), serta seluruh pengurus Ikatan Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (IPTABI) dari berbagai kampus PTKI di seluruh Indonesia.
Kegiatan ini mengusung dua acara inti, yaitu Pengembangan Kurikulum dan Pelantikan pengurus IPTABI periode 2023—2027 oleh Dr. Abdullah Faqih, M.A., M.Ed., selaku Kasubdit Pengembangan Akademik Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam serta dilanjutkan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IPTABI.
Diketahui, sebanyak 40 peserta hadir dalam workshop ini, berasal dari 13 kampus UIN, 8 IAI, dan 3 kampus swasta keagamaan Islam. Dr. H. Andoyo Sastromiharjo, Kaprodi S2 dan S3 UPI Bandung, diundang sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut.
Ketua pelaksana, Dr. Makyun Subuki, M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara perkumpulan IPTABI sebelumnya pernah diselenggarakan pada tahun 2017 yang pada saat itu baru sedikit prodi PBSI di lingkup PTKI.
Namun, saat ini, Makyun turut senang karena prodi PBSI bertambah hingga mencapai angka 20 lebih. Ini ia amati sebagai fenomena pengembangan keilmuan Tadris Bahasa Indonesia yang berkembang dengan baik.
"Tahun 2017 pernah dilaksanakan dengan sedikit prodi. Dan hari ini sudah ada lebih dari 20 prodi PBSI. Ini artinya bahwa pengembangan keilmuan Tadris Bahasa Indonesia ini berkembang dengan baik. Saya senang sekali support dari teman-teman. Semoga apa yang kita lakukan di hari ini membawa kebaikan di masa mendatang," ucap Makyun.
Dr. Siti Isnaniah, M.Pd, Ketua IPTABI dalam sambutan hangatnya menuturkan bahwa workshop ini sangat dibutuhkan dan sifatnya bermanfaat.
"Lokakarya ini sangat dibutuhkan. Alhamdulillah yang hadir komplet. Banyak. Dari Indonesia bagian barat, tengah, maupun timur. Dalam lokakarya ini nanti ada pelantikan pengurus baru untuk periode 2023—2027. Produk dari kegiatan ini ialah MoU. Tentu kegiatan ini sangat bermanfaat sekali. Rencananya, akan diadakan satu tahun sekali. Sifatnya giliran," jelas Isnaini dengan aksen Jawanya yang khas.
Dalam kesempatan tersebut, Dekan FITK, Siti Nurul Azkiyah, M.Sc., Ph.D., mengungkapkan pentingnya kegiatan IPTABI dan manfaatnya bagi semua pihak. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada semua tamu undangan yang hadir. Menurut Siti Nurul Azkiyah, kegiatan ini merupakan momentum penting untuk prodi Tadris Bahasa Indonesia se-Indonesia. Ia juga mengatakan bahwa acara ini sangat relevan dalam mendukung upaya tercapainya Indonesia Emas 2024.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Prof. Ali Munhanif, M.A., Ph.D., mewakili Rektor yang sedang memiliki kegiatan lain dan tidak bisa hadir. Ali Munhanif menyampaikan salam dari Rektor dan menyambut baik kegiatan ini. Ia menjelaskan bahwa pengembangan bahasa Indonesia telah berkembang pesat, terutama dengan adanya kemajuan teknologi digital. Ali juga menyebutkan bahwa banyak bahasa Indonesia baku telah disederhanakan oleh pengguna bahasa sehari-hari, seperti penggunaan istilah "kepo," "curhat," "mager," dan lain-lain. (MusAm/Selvia Parwati Putri)