FITK UIN Jakarta Perkuat Kinerja Tenaga Dasar melalui Sosialisasi Penilaian Berbasis Survei Layanan
FITK UIN Jakarta Perkuat Kinerja Tenaga Dasar melalui Sosialisasi Penilaian Berbasis Survei Layanan
Gedung FITK, BERITA FITK Online—Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar rapat koordinasi dan sosialisasi penilaian tenaga dasar untuk memperkuat kualitas kinerja dan pelayanan di lingkungan fakultas. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang sidang Lt.2 FITK (29/10) membahas mekanisme penilaian berbasis survei kepuasan layanan, indikator kinerja, serta keterkaitan hasil evaluasi dengan penilaian kinerja pegawai.

Kabag TU FITK Imam Thobroni, S.E., menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam menjaga kualitas kinerja tenaga dasar. Menurutnya, evaluasi menjadi bagian dari upaya memastikan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab berjalan secara konsisten, sekaligus memberikan dasar bagi pimpinan untuk melakukan pembinaan dan mengevaluasi kinerja pegawai.
“Karena itu, mari kita rapatkan barisan agar kinerja teman-teman tetap terjaga dengan baik. Penguatan ini penting agar kita memiliki dasar yang jelas dalam melihat dan mempertanggungjawabkan kinerja tenaga dasar,” ujar Imam dalam arahannya.
Ia juga mengingatkan bahwa kualitas pelayanan sehari-hari perlu menjadi perhatian bersama. Kedisiplinan, kesiapan fasilitas, kebersihan ruang kerja dan ruang layanan, serta respons terhadap kebutuhan sivitas akademika merupakan bagian dari tanggung jawab yang perlu dilaksanakan secara profesional.
Penilaian Berbasis Survei Layanan
Dalam kegiatan tersebut, JFT Perencana Ahli Madya Kuswara, S.Ag., M.Si., memaparkan mekanisme penilaian yang mencakup komponen survei kepuasan terhadap pelayanan. Penilaian ini melibatkan para pemangku kepentingan dan penerima layanan sehingga kualitas kinerja dapat dilihat berdasarkan pengalaman layanan yang mereka terima.

Kuswara menjelaskan bahwa penilaian tidak hanya didasarkan pada satu kejadian, tetapi merupakan akumulasi penilaian dalam periode tertentu. Dengan mekanisme tersebut, hasil evaluasi diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai konsistensi kinerja tenaga dasar.
“Penilaian ini bukan hanya untuk dasar pemberian remunerasi, tetapi juga berkaitan dengan keberlanjutan kinerja pegawai. Hasil penilaian tersebut akan terhubung dengan SKP tahunan, sehingga perlu menjadi perhatian bersama,” jelas Kuswara.
Ia menambahkan, pemahaman terhadap indikator penilaian menjadi penting agar setiap pegawai dapat menjalankan tugas sesuai tanggung jawab dan standar pelayanan yang ditetapkan. Penilaian juga diharapkan mendorong perbaikan kinerja secara berkelanjutan.
Mendorong Pelayanan yang Profesional dan Responsif
Rapat koordinasi turut membahas sejumlah aspek pelayanan yang bersentuhan langsung dengan aktivitas sivitas akademika, mulai dari kebersihan ruang kelas dan kamar mandi, kesiapan fasilitas pembelajaran, kerapian lingkungan kerja, hingga kedisiplinan dan ketepatan waktu dalam menjalankan tugas.
Aspek-aspek tersebut menunjukkan bahwa kualitas pelayanan tidak hanya diukur dari penyelesaian pekerjaan administratif, tetapi juga dari kepedulian terhadap kenyamanan dan kelancaran kegiatan akademik. Penanganan keluhan, komunikasi yang baik, serta respons terhadap kebutuhan pengguna layanan menjadi bagian penting dalam meningkatkan mutu pelayanan.
Melalui sosialisasi ini, tenaga dasar diharapkan memahami indikator penilaian dan menjadikan evaluasi sebagai sarana memperbaiki kualitas kerja. Di sisi lain, koordinasi antara pimpinan, unit kerja, dan tenaga dasar diperlukan agar pelaksanaan penilaian berlangsung secara objektif serta mempertimbangkan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Penilaian Kinerja sebagai Bagian dari Evaluasi Tahunan
Dalam pemaparannya, Kuswara juga menekankan bahwa hasil penilaian tenaga dasar berkaitan dengan evaluasi kinerja tahunan. Oleh karena itu, mekanisme ini perlu dipahami bukan semata-mata sebagai komponen remunerasi, melainkan juga sebagai bagian dari pemantauan dan pembinaan kinerja pegawai sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui rapat koordinasi dan sosialisasi ini, FITK UIN Jakarta berupaya memperkuat budaya kerja yang disiplin, profesional, dan berorientasi pada mutu layanan. Komitmen bersama dalam menjalankan tugas, menindaklanjuti masukan, dan meningkatkan kualitas pelayanan diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan akademik yang tertib, nyaman, dan produktif. (AM)