FITK UIN Jakarta Terima Kunjungan Universiti Sultan Azlan Shah Malaysia
Gedung FITK, BERITA FITK Online– Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menerima kunjungan Dekan Fakulti Pengajian Islam dan Sains Sosial Universiti Sultan Azlan Shah (USAS), Malaysia, Dr. Mohd. Zulfahmi bin Mohammad.
Pertemuan tersebut dalam rangka silaturahmi dan penandatanganan perjanjian kerja sama antara FITK UIN Jakarta dengan FPIS USAS Malaysia. Acara itu digelar pada Senin, (29/8/2022) di ruang sidang fakultas lantai 2, gedung FITK UIN Jakarta, Jl. Ir. H. Juanda No. 95 Ciputat, Tangerang Selatan.
Kunjungan diterima Dekan FITK Dr. Sururin, M.Ag., didampingi Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Kadir, M.Pd, Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Dr. Abdul Muin, M.Pd., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Dr. Khalimi M.Ag., Ketua PLKI, Drs. Dadi Darmadi, M.A., Kaprodi PIAUD, Dr. Siti Khadijah, M.A., dan seluruh Sub. Koord FITK UIN Jakarta.
Dalam sambutannya sebagai Dekan, Sururin menyampaikan selamat datang dan terima kasih sudah berkunjung ke FITK UIN Jakarta.
"Selamat datang kami sampaikan kepada Pak Dekan. Inilah kampus kami, karena belum masuk kuliah, jadi terlihat masih sepi. Jika sudah aktif kuliah untuk parkir pun cukup kerepotan," ucap Sururin.
“Bapak/Ibu yang kami hormati, sebenarnya UIN Jakarta dan USAS Malaysia itu bagian dari satu organisasi, yaitu Asian Islamic Universities Association (AIUA). Saya inget betul pada saat saya di LPM beberapa kali saya mengikuti kegiatan AIUA. Kebetulan beberapa anggota dari AIUA sebagian besar dari Indonesia dan Malaysia melakukan kerja sama,” terang Sururin.
“Pak Dekan, sekedar informasi, FITK UIN Jakarta ini adalah fakultas pelopor, fakultas pembina dari fakultas lainnya dan fakultas yang jumlah prodi dan mahasiswanya terbanyak di UIN Jakarta. Kami memiliki 18 Prodi S1 dan S2 termasuk PPG, satu Prodi S3 PAI yang alhamdulillah pada tahun ini kami sudah membukanya. Jadi total prodi yang kami kelola berumlah 19 prodi,” lanjut Ketua Forum Dekan Tarbiyah dan Keguruan (Fordetak) itu.
Sementara itu, Dekan Fakulti Pengajian Islam dan Sains Sosial USAS, Dr. Mohd. Zulfahmi bin Mohammad dalam sambutannya menyampaikan terima kasih banyak telah diterima berkunjung di FITK UIN Jakarta. Ia menjelaskan, berkunjung ke FITK UIN Jakarta adalah untuk silaturahmi dan untuk menindaklanjuti kerja sama pertukaran mahasiswa.
“Terima kasih Bu Dekan kami diterima dengan baik di FITK UIN Jakarta. Kami sampaikan juga salam dari Bapak Rektor kami. Kami datang ke sini untyuk bersilaturahmi dan menindaklanjuti kerja sama student mobility,” terang Mohd. Zulfahmi bin Mohammad.
“Dari bulan Juni kami komunikasi dengan ibu Khadijah, beberapa kali juga kami melakukan meeting secara virtual dan alhamdulillah sekarang kami bisa diterima secara langsung,” sambungnya.
“Insyaallah mahasiswa kami yang berjumlah 15 orang akan mengikuti perkuliahan di PIAUD UIN Jakarta pada semester ini. Mereka akan mengikuti perkuliahan secara langsung di semester 3. 15 mahasiswa tersebut terdiri dari 13 perempuan dan dua laki-laki dan akan didampingi oleh 5 dosen pendamping,” pungkas Mohd. Zulfahmi bin Mohammad.
Berikutnya, acara yang dilangsungkan di ruang sidang fakultas lantai 2 itu dilanjutkan dengan sesi diskusi dan sharing informasi. Pada kesempatan ini, Ketua PLKI, Drs. Dadi Darmadi, M.A., dan Kaprodi PIAUD, Dr. Siti Khadijah, M.A., bergantian menyampaikan informasinya.
“Alhamdulillah akhirnya tamu dari USAS bisa datang ke Jakarta setelah dari tahun lalu hanya bisa bertemu melalui zoom. Kami sangat senang kerja sama dengan USAS Malaysia ini karena salah satu kerja sama yang paling riil. Jadi, dari awal persiapan, rapat zoom kemudian saya mengikuti proses dari review dokumen seperti MoU sampai sekarang PKS di FITK dan besok di Fakultas Ushuluddin, bahkan di Ushuluddin kegiatannya sedang berlangsung tanpa harus terpaku secara formal dengan penandatanganan PKS,” jelas Dadi.
“Alhamdulillah para alumni kami beberapa yang melanjutkan studi S2, karena kami butuh SDM yang mumpuni ke depannya. Keunggulan PIAUD kami selalu mengintegrasikan keilmuan-keilmuan pendidikan anak usia dini dengan nilai-nilai keislaman. Dari awal kami terus memperkuat integrasi ini dengan terus melakukan pengembangan-pengembanagan kurikulum sehingga pada kurikulum merdeka ini kami memasukkan nilai-nilai keislaman.”
“Alhamdulillah, alumni-alumni PIAUD banyak diterima di sekolah dan madrasah unggulan seperti al-Azhar, al-Fath dan lainnya. Mahasiswa kami pun sering diminta oleh lembaga lain untuk mengajar di tempat mereka, dan sering kami tidak bisa memenuhinya karena sebagian dari mahasiswa kami sejak kuliah sudah mempunyai kegiatan sendiri,” tutup Siti Khadijah. (MusAm)
