HMPS PGMI Selenggarakan Workshop Kewirausahaan
Gedung PPG, Bojongsari, BERITA FITK Online – Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (HMPS-PGMI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggaraka Workshop Kewirausahaan bertema “Membangun Jiwa Entreprenurship Melalui Pelatihan Soft skill dan Praktikum Bazar untuk Mahasiswa PGMI”. Kegiatan yang diikti 120 mahasiswa PGMI tersebut dilangsungkan pada Rabu, (16/11/2022) bertempat di Aula gedung PPG lantai 2, Bojongsari, Kota Depok.
“Kami ucapkan terima kasih kepada panitia yang telah mengelola acara hari ini dengan baik. Untuk menjadi guru yang kreatif dan produktif, caranya dengan meningkatkan skill seperti pada pelatihan hari ini, kita juga dapat menambah penghasilan dari kreativitas yang kita punya. Contohnya sekarang ada pelatihan membuat bucket, sablon, dan kerajinan dari bahan bekas. Dari kreativitas itu bisa kita kembangkan melalui wirausaha yang kita buat nantinya,” ujar Dea Putri Yuliana, Wakil Ketua HMPS PGMI saat memberikan sambutannya.
Sementara itu, Rohmat Widiyanto M.Pd., Sekretaris Prodi PGMI, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya peningkatan soft skill sejak dini.
“Menurut saya era sekarang serba persaingan, persaingan dalam hal apa pun termasuk dalam kewirausahaan. Oleh karena itu, untuk mempersiapkannya dibutuhkan skill yang cukup dan harus dimulai sejak dini. Kami akan menanamkan jiwa entrepreneurship kepada mahasiswa sejak dini di antaranya dengan melakukan kegiatan semacam ini,” terang Rohmat Widiyanto.
“Saya ucapkan terima kasih banyak untuk dosen pengampu mata kuliah edupreneurship, Pak Takiddin dan Bu Tri Harjawati. Selain telah memberikan teori kepada mahasiswa PGMI juga hari ini telah mempraktikkan teori tersebut dalam bentuk workshop yang kabarnya akan membuat beberapa produk sepert sablon, membuat bucket dan kerajinan terbuat dari kertas. Saya ucapkan terima kasih dan untuk mahasiswa PGMI, mari mulai berkarya,” pungkasnya dengan nada semangat.
Dalam pemaparan materinya, Jeni Adriani S.S., S.E., M.M., menjelaskan hambatan untuk para pemula ketika memulai usaha. Kata Jeni, di antara hambatan yang paling umum dirasakan adalah modal.
“Untuk menjadi pengusaha pemula hambatannya yaitu modal, apalagi seorang mahasiswa yang keuangannya masih mengandalkan orang tua. Tapi itu jangan dijadikan alasan, banyak cara yang bisa dilakukan oleh kalian para mahasiswa, seperti menggunakan handphone. Hari ini, banyak orang kaya hanya bermodal hp dan dikerjakan bisa lewat mana saja dan bisa sambil mengerjakan apa saja. Era sekarang sangat mudah untuk mereka yang kraetif dan inovatif,” terang Jeni Adriani.
“Jangan pernah mikir tidak ada modal. Kalian harus bisa memotivasi diri bahwa kalian punya modal ada di genggaman, yaitu hp. Jangan jadikan umur menjadikan alasan untuk tidak berusaha. Dengan ide yang baik, modal yang minim akan menjadi hal yang berkembang baik. Harus belajar supaya tumbuh minat,” jelas Jeni Adriani.
Setelah diberikan teori oleh Jeni Adriani, berikutnya dilakukan beberapa pelatihan. Pelatihan terdiri dari pembuatan sablon yang diikuti 32 peserta. Kemudian ada pelatihan buket yang diikuti 32 mahasiswa. Selanjutnya, pelatihan keterampilan yang diikuti 28 mahasiswa. Terakhir, ada Pelatihan Rajut yang diikuti 28 peserta.
Pelatihan tersebut menghasilkan beberapa produk, dari pelatihan sablon berhasil membuat sablonan di baju yang telah dibawa masing-masing peserta. Dari pelatihan bucket menghasilkan karya bucket snack yang estetik. Kemudian dari pelatihan keterampilan plastik menghasilkan karya beberapa bunga tangkai, dan terakhir dari pelatihan rajut menghasilkan karya strape mask. (MusAm/ Amri Rudi Rahman)







