Kaji Soal Strategi Mobile-Blended Learning dalam Pembelajaran Studi Islam, LP2M UIN Surabaya Benchmarking ke FITK UIN Jakarta
Gedung FITK, BERITA FITK Online– FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menerima kunjungan dari institusi luar kampus, kali ini FITK UIN FITK UIN Jakarta menerima kunjungan dari LP2M UIN Sunan Ampel Surabaya pada Senin, (23/5/2022) bertempat di ruang sidang lantai 2 fakultas. Pertemuan tersebut membahas mengenai sejumlah topik utamanya mengenai strategi mobile-blended learning dalam pembelajaran studi Islam menuju cyber-UIN.
Sebanyak lima orang ikut dalam rombongan LP2M UIN Surabaya tersebut. Kunjungan diterima langsung oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Kadir, M.Pd., didampingi Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum Dr. Abdul Muin, M.Pd. Kaprodi Magister PAI Dr. Abdul Ghofur, M.A., Kaprodi Tadris Fisika Iwan Permana Suwarna, M.Pd., Kabag TU Drs. Edy Suandi, Sub Koord. Saprudin, S.Pd., dan bagian humas FITK Muslikh Amrullah, M.Pd.
Dalam sambutannya sebagai pimpinan fakultas, Dr. Kadir, M.Pd., menyampaikan selamat datang dan terima kasih sudah berkunjung ke FITK UIN Jakarta. Kadir menambahkan merasa terhormat dikunjungi LP2M UIN Surabaya. “Selamat datang Bapak/ibu dari LP2M UIN Surabaya. Sebuah kehormatan bagi kami FITK UIN Jakarta dikunjungi Bapak/Ibu,” ucap Kadir.
“Secara umum, kami melewati masa pandemi bisa dikatakan sukses, meski di awal-awal pandemi kita merasa kebingungan karena covid datang begitu tiba-tiba. Mungkin semua dari kita penyelenggara pendidikan merasa bingung harus menggunakan media apa dalam pembelajaran selama pandemi sebelum akhirnya kita menemukan berbagai macam cara dan metode dalam pembelajaran,” jelas alumni S3 UNJ itu.
Senada yang disampaikan Kadir, Abdul Muin selaku Wadek Bidang Administrasi Umum mengutarakan hal yang sama mengenai kondisi menghadapi pandemi. “Yang jelas pada awal merebaknya pandemi corona itu kita semua pasti khawatir terutama atas keselamatan diri masing-masing. Beberapa kampus bahkan di awal-awal ada yang langsung mengambil kebijakan lockdown setelah beberapa saat UIN Jakarta pun mulai menghentikan semua kegiatan layanan dan perkuliahan,” terang Muin.
“Setelah mungkin satu bulan full kegiatan layanan dan perkuliahan ditiadakan, akhirnya kita mencoba untuk melakukan segala aktivitas termasuk layanan dan perkuliahan dengan menggunakan daring. Media yang digunakan pada saat itu bermacam-macam, mulai aplikasi whatsapp, google meet, dan belakangan muncul zoom meeting,” sambungnya.
“Semua perkuliahan dilangsungkan dengan cara daring, kecuali matakuliah yang bersifat eksperimental yang dibolehkan oleh pimpinan universitas berdasarkan edaran rektor. Itu juga tetap dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Selain perkuliahan, ujian-ujian juga dilakukan dengan daring, seperti ujian proposal, skripsi, tesis, termasuk juga penyelenggaraan PPG yang diselenggarakan full daring,” Pungkas Muin.
Sementara menurut Kabag TU, Edy Suandi, perkuliahan daring memiliki beragam rasa mulai dari menyenangkan sampai juga mengkhawatirkan. “Bagi kami di TU, perkuliahan secara online lebih enak dirasakan karena tidak harus menyiapkan ruangan dan tetek-bengek perlengkapan perkuliahan. Kita juga tidak khawatir lagi soal kekurangan ruang kelas karena berapa pun yang ikut kuliah, semua bisa tertampung karena perkuliahan dilangsungkan secara daring. Tapi di sisi lain, karena perkuliahan dilangsungkan secara online, kampus jadi sepi, ruang kelas dan perangkat perkuliahan tidak terawat dengan baik dan banyak sudut-sudut kampus yang kotor,” jelas Edy Suandi. (MusAm)

