LPTK UIN Jakarta Selenggarakan Penguatan Kompetensi Dosen dan Wali Mahasiswa

Grand Whiz Hotel, BERITA FITK Online – Sejumlah dosen, wali mahasiswa, dan pengelola Pendidikan Profesi Guru (PPG) Pendidikan Agama Islam dan Madrasah Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengikuti Penguatan Kompetensi pada Rabu, (12/10/2022) bertempat di Grand Whiz Hotel, Poins, Jakarta Selatan.
Dosen dan wali mahasiswa yang mengikuti Penguatan Kompetensi tersebut terdiri dari dosen dan wali mahasiswa PAI, bidang madrasah seperti al-Quran al-Hadis, Akidah Akhlak, Fiqh, Bahasa Arab, GKMI, GKRA, dan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI).
Dalam acara tersebut, LPTK UIN Jakarta menghadirkan dua narasumber, yaitu Drs. H. Amrullah, M.Si., Direktur PAI Kementerian Agama dan Dr. Muhammad Zain, M.Ag., Direktur GTK Madrasah Kementerian Agama.
“Bapak direktur dan hadirin yang kami hormati, kami laporkan penyelenggaraan PPG batch 1 tahun 2022. Jumlah peserta PAI 229 dan madrasah 218 orang. Total peserta 447 orang. Alhamdulillah madrasah tingkat kelulusannya 90,37%, sementara PAI 75,54%,” terang Dekan FITK UIN Jakarta, Dr. Sururin, M.Ag. dalam petikan laporannya.
"Untuk diketahui, dikumpulkannya dosen, wali mahasiswa, dan pengelola ini, selain untuk penyamaan persepsi dan pembekalan juga memperkenalkan program pembiayaan untuk PPG Batch 3 yaitu di antaranya bersumber dari dana LPDP," sambungnya.
Sementara itu, dalam penyampaian materinya, Muhammad Zain menerangkan bahwa ada persoalan yang harus didiskusikan bersama para akademisi tentang kerja keras guru terhadap mutu lulusan PPG.
"Saya tidak boleh persoalan itu dikarenakan kompetensi muridnya. Saya juga tidak boleh menyalahkan gurunya, karena saya adalah direkturnya. Yang saya harus lakukan adalah kita harus betul-betul check dan update kompetensi gurunya," terang Zain.
"Kami di direktorat telah menggagas skema untuk menjawab persoalan itu semua dengan sebutan 4 K. 1. Kualifikasi guru, akademiknya kita tingkatkan termasuk kami telah membuka ribuan beasiswa full di IAIN Cirebon. 2. Karier guru, banyak guru yang lama naik pangkat, di daerah ada guru 7 tahun tidak naik pangkat. Itu salah satu konsern kita. 3. Kompetensi guru, kami telah membentuk Pokja dalam rangka peningkatan kompetensi guru. 4. Kesejahteraan guru, insentif untuk guru juga menjadi perhatian serius dari kami, bagaimana kesejahteraan mereka harus kita perhatikan," sambungnya.
Selain itu, Zain sapaan akrabnya menyampaikan gagasannya mengenai new teacher. Ia menjelaskan, diharapkan pada tahun 2023 muncul guru yang cerdas dan santun secara sikap.
"Yang kita inginkan adalah guru-guru yang bertalenta mindset digital. Saya bayangkan guru yang kita cetak nanti 2023 adalah guru yang high-tech dan high-touch. Jadi guru ini punya kemampuan IT yang bagus sekaligus visio-interest. Jadi akan menghasilkan orang dengan perpaduan antara cerdas secara knowledge dan ramah dan santun secara sikap. Mengajar dengan cinta, enak diajak komunikasi. Itu yang sedang saya bayangkan dan sedang kita cetak ini," pungkas Muhammad Zain.
Sejalan yang disampaikan Muhammad Zain, Amrullah, Direktur PAI, menjelaskan bahwa pihaknya sedang mengejar program 4 K yang sedang dibahas di direktorat.
"Betul yang disampaikan pak Zain tadi bahwa kita sedang mengejar program 4 K itu. Semuanya kita lakukan untuk kemaslahatan bersama terutama untuk guru-guru kita," terang Amrullah.
Ia melanjutkan, program PPG ini diharapkan memunculkan guru-guru baru yang paham teknologi.
"Meskipun agak berat, kami berharap guru-guru yang mengikuti PPG ini diharapkan menjadi guru yang akrab dengan teknologi, meski berat. Oleh karena itu, diharapkan bapak-ibu dosen dan wali mahasiswa sabar menghadapi mereka," lanjut Amrullah.
Pada akhir penyampaian materinya, Amrullah menyoroti peserta retaker. Ia menerangkan, umumnya peserta retaker harus diberikan perlakuan yang berbeda dengan peserta firstaker.
"Bapak-ibu dosen dan wali mahasiswa, ada beberapa laporan kepada kami soal peserta retaker, umumnya mereka lebih sulit dibandingkan peserta firstaker. Oleh karenanya, menghadapi mereka mungkin butuh treatment khusus sehingga target yang diberikan pemerintah bisa tercapai dengan baik. Tentu itu bukan perkara mudah, namun dengan niat baik dan kesungguhan, insyaallah dimudahkan," pungkas alumni Matematika, FITK UIN Jakarta itu. (MusAm)


