Magister PBI Adakan Webinar Series Part 3 “Critical Thinking and Digital Literacy”

BERITA FITK Online- Magister Pendidikan Bahasa Inggris berkomitmen untuk melaksanakan program-program pendukung akademik yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan skill non-akademik mahasiswa. Salah satu skill penting yang dimiliki oleh mahasiswa adalah Critical Thinking and Digital Literacy. Dua bidang ini menjadi kebutuhan pokok yang wajib dikuasai oleh mahasiswa di era gempuran Artificial Intelligence yang memungkinkan segala bentuk plagiasi, hoax, hingga kriminalitas dalam segala bidang.
Oleh karena itu, MPBI melanjutkan program pembinaan skill non akademik melalui webinar series yang dilaksanakan secara berkala minimal satu kali dalam satu bulan. Pada hari Kamis 22 Juni 2023, MPBI telah melaksanakan kegiatan Webinar Series bagian ke 3 dengan tema Critical Thinking and Digital Literacy. Acara ini menghadirkan Dr. Nida Husna HR, M.Pd, MA Tesol menjadi narasumber. Acara dilaksanakan pada pukul 10.45-13.00 wib melalui Aplikasi Zoom Cloud Meeting.
Pada acara ini, Kaprodi MPBI, Maya Defianty, Ph.D menyampaikan bahwa kemampuan berpikir kritis dan juga literasi digital merupakan salah satu komponen penting untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam menelaah data-data yang mereka peroleh dari dunia digital. Kedua skill ini akan berefek pada kualitas akademik dan non akademik mahasiswa secara signifikan. Hal ini disampaikan beliau saat memberikan sambutan Webinar seri ketiga ini. Acara ini dibuka langsung oleh Wakil Dekan 1 Dr. Yanti Herlanti, M.Pd. Dalam sambutannya beliau menyambut baik terlaksananya program ini yang mana juga memberikan pembekalan tidak hanya mahasiswa magister bahasa Inggris tetapi juga lintas jurusan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Adapun webinar ini memberikan mahasiswa tiga komponen besar dalam Critical Thinking and Digital Literacy yaitu 21st Century Skills yang memuat: pengetahuan, kebiasaan kerja, dan karakter. Selain itu, Critical Thinking Skills memiliki sepuluh prinsip yakni: mengumpulkan informasi dengan lengkap, memahami dan mendefinisikan seluruh istilah, mempertanyakan metode dengan menggunakan data, mempertanyakan kesimpulan, melihat asumsi dan bias, mempertanyakan sumber fakta, tidak mengharapkan keseluruhan jawaban, dan menganalisis dan mengecek gambaran umum. Digital Literacy pada dasarnya berfokus pada kemampuan dalam bidang teknologi, keahlian dalam menerima informasi, dan juga termasuk kemampuan berpikir kritis itu sendiri. Literacy Skills sendiri dibagi menjadi tujuh bagian besar yaitu: Basic Literacy, Early Literacy, Social Literacy, Digital Literacy, Financial Literacy, Health Literacy, Legal Literacy. Bagi mahasiswa digital literacy meliputi: pemahaman bagaimana penggunaan web browser, search engine, email, wiki, blogs dan lain sebagainya. Selain itu kemampuan mengevaluasi sumber online yang dapat dipercaya dan akurat. Kemampuan untuk memanfaatkan kelas digital atau kelas online secara maksimal dan memilih showcase yang tepat sesuai dengan sasaran pembelajaran juga menjadi penerapannya.
Acara ini sukses menjaring 160 peserta yang berasal dari mahasiswa MPBI, PBI, dan mahasiswa lintas jurusan dari berbagai fakultas. Diharapkan dengan pembinaan skill pendukung akademik seperti webinar ini, seluruh mahasiswa akan menggunakan teknologi dengan maksimal sehingga mencapai “Using technology, not being used by the technology”. (Wahyunengsih)

