Perkuat Sinergi Lintas Wilayah, FITK UIN Jakarta Gelar Evaluasi PPG Batch 1 Tahun 2025
Perkuat Sinergi Lintas Wilayah, FITK UIN Jakarta Gelar Evaluasi PPG Batch 1 Tahun 2025
Jakarta, BERITA FITK Online—Penguatan sinergi antara Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dan Kantor Wilayah Kementerian Agama menjadi fokus utama dalam Evaluasi Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Batch 1 Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bersama Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
Kegiatan evaluasi yang berlangsung pada 24–25 Desember 2025 di Aston Bintaro Hotel & Conference Center ini menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi lintas wilayah, serta menindaklanjuti berbagai catatan pelaksanaan PPG Batch 1 yang diikuti ribuan guru madrasah dari tiga provinsi tersebut. Evaluasi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan guna memastikan mutu akademik dan tata kelola program PPG tetap terjaga.
Pelaksanaan PPG Batch 1 sendiri dilaksanakan pada periode Mei hingga Juni 2025, dengan jumlah peserta yang besar dan sebaran wilayah yang luas. Kondisi ini menempatkan FITK UIN Jakarta sebagai salah satu LPTK dengan beban dan tanggung jawab strategis dalam mendukung kebijakan nasional peningkatan profesionalisme guru.
Komitmen FITK dalam Menjaga Mutu PPG
Dekan FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Siti Nurul Azkiyah, M.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa evaluasi PPG merupakan bagian penting dari komitmen institusi dalam menjaga kualitas dan keberlanjutan program.
“Evaluasi ini bukan sekadar agenda administratif, tetapi menjadi ruang refleksi akademik dan kelembagaan. Kami berkomitmen memastikan PPG dikelola secara profesional, akuntabel, dan berorientasi pada mutu lulusan, sekaligus memperkuat sinergi dengan Kanwil Kementerian Agama sebagai mitra strategis,” ujar Prof. Siti Nurul Azkiyah.
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi lintas wilayah menjadi kunci keberhasilan PPG, mengingat kompleksitas pelaksanaan program yang melibatkan ribuan peserta dengan latar belakang dan kondisi yang beragam.
Paparan Pelaksanaan oleh Kaprodi PPG
Kaprodi PPG periode sebelumnya Tanenji, M.A. dalam paparannya menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan PPG Batch 1 berjalan dengan baik, ditandai dengan tingkat kelulusan peserta yang tinggi dan keterlibatan aktif dosen serta guru pamong dalam proses pendampingan akademik.
“PPG merupakan program strategis nasional yang memiliki kekhususan. Dinamika regulasi, kesiapan sistem, dan koordinasi lintas lembaga menjadi tantangan tersendiri. Namun, berkat kerja sama semua pihak, PPG Batch 1 dapat dilaksanakan dengan relatif lancar,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya forum evaluasi sebagai sarana untuk menginventarisasi kendala teknis, termasuk sinkronisasi data peserta, pengelolaan Learning Management System (LMS), serta penyesuaian kebijakan yang sering berubah dalam waktu singkat.
Arah Penguatan oleh Kaprodi PPG Baru
Sementara itu, Kaprodi PPG yang baru Nur Luthfi Rizqa Herianingtyas M.Pd. menyampaikan bahwa hasil evaluasi ini akan menjadi pijakan penting dalam penyusunan strategi pelaksanaan PPG pada batch berikutnya.
“Evaluasi ini menjadi bekal awal bagi kami untuk memperkuat sistem, meningkatkan koordinasi, dan memastikan layanan akademik PPG semakin tertata. Masukan dari Kanwil dan kementerian menjadi catatan berharga untuk perbaikan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penguatan tata kelola, transparansi data, dan peningkatan kualitas pendampingan peserta akan menjadi fokus utama ke depan.
Tanggapan Kanwil Kementerian Agama
Perwakilan Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Dr. H. Dadi Suryadi, M.Pd.I menyampaikan apresiasi kepada FITK UIN Jakarta atas komitmen dan keseriusannya dalam menyelenggarakan PPG.
“Secara umum pelaksanaan PPG Batch 1 berjalan baik. Melalui evaluasi ini, kami berharap koordinasi teknis dan sinkronisasi data antara Kanwil dan LPTK semakin solid, sehingga penyelenggaraan PPG ke depan dapat berlangsung lebih tertib dan akurat,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Andriyani, M.Pd menekankan pentingnya komunikasi lintas lembaga dalam mengelola jumlah peserta yang besar.
“Dengan jumlah peserta yang cukup tinggi, koordinasi yang kuat antara LPTK dan Kanwil menjadi kunci utama. Evaluasi bersama seperti ini sangat penting untuk meminimalkan kendala teknis dan administratif,” ujarnya.
Adapun perwakilan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Banten, Sukron Mamun menilai evaluasi ini sebagai langkah strategis untuk menjaga akuntabilitas program.
“Kami melihat evaluasi ini sebagai bentuk tanggung jawab bersama. Sinkronisasi data dan konsistensi pelaporan perlu terus diperkuat agar pelaksanaan PPG tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” jelasnya.
Perspektif dari Kemendikdasmen
Narasumber dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Yulia Gita Fany, S.T., M.Si. turut menegaskan bahwa PPG merupakan program prioritas nasional yang menuntut tata kelola yang baik dan kolaborasi lintas sektor.
“PPG adalah instrumen utama dalam peningkatan profesionalisme guru. Oleh karena itu, sinergi antara LPTK, Kementerian Agama, dan kementerian terkait harus terus diperkuat agar tujuan peningkatan mutu pendidikan nasional dapat tercapai,” ungkapnya. Ia juga mengapresiasi langkah FITK UIN Jakarta yang secara aktif melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan dalam penyelenggaraan PPG.

Melalui Evaluasi PPG Batch 1 Tahun 2025 ini, FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bersama Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat sinergi, meningkatkan mutu tata kelola, serta memastikan keberlanjutan program PPG sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas guru dan pendidikan nasional. (AM)





