Gedung FITK, BERITA FITK Online– Senin, (29/11/2021) Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI) dan Magister Pendidikan Bahasa Inggris (MPBI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Workshop yang bertajuk “Pengembangan dan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar”. Acara tersebut dilangsungkan di Teater Prof. Dr. Mahmud Yunus lantai 3 fakultas dan diikuti oleh mahasiswa, alumni, dosen PBI dan MPBI FITK, Universitas Pamulang yang terdiri dari LPM, Pusat Bahasa, dan Prodi, Unindra, guru Madrasah Pembangunan (MP),
stakeholder lulusan PBI dan MPBI, serta kalangan akademik lainnya.
Dalam acara tersebut, TBI menghadirkan dua narasumber, yaitu Dr. Sudarya Permana, M.Hum., (Universitas Negeri Jakarta), dan Dr. Sri Sulastini, M.A. (Universitas Negeri Jakarta). Acara tersebut digelar secara panel dengan dimoderatori oleh Ummi Kultsum, Ph.D., (Dosen Pendidikan Bahsa Inggris FITK UIN Jakarta).
Untuk diketahui, kegiatan workshop “Pengembangan dan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar” merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Prodi Tadris Bahasa Inggris (TBI) sebagai tindak lanjut dari upaya peningkatan kualitas institusi TBI UIN Jakarta pada khususnya, dan institusi Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta pada umumnya dengan 3 tujuan utama, yakni:
1) Melaksanakan pembahasan revisi kurikulum Prodi Pendidikan Bahasa Inggris
2) Pengembangan kurikulum Prodi Pendidikan Bahasa Inggris yang sesuai dengan kurikulum merdeka belajar
3) Belajar best practices dari prodi yang telah mengimplementasikan kurikulum merdeka belajar.
Dalam sambutannya sebagai Kaprodi TBI, Didin Nuruddin Hidayat, Ph.D., menyampaikan rasa syukur sehingga kegiatan Workshop gabungan dapat terlaksana. “Alhamdulillah kita dapat melaksanakan kegiatan Workshop yang bertema Pengembangan dan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar. Menurut kami workshop ini penting untuk dilaksanakan karena sebagian dari kita masih bingung dan menerka-nerka kurikulum MBKM ini,” ucapnya.
“Tentu akan sangat menyenangkan dan akan sangat baik seandainya TBI UIN Jakarta bisa bekerja sama dengan Bahasa Inggris UNJ atau juga prodi-prodi yang lain yang berada di FITK,” sambungnya.
“Kami juga sedang mulai menyusun draf kurikulum MBKM, tapi kami masih menemukan kebingungan dalam implementasinya, maka dari itu kami mengundang para narasumber ini untuk menjawab kebingungan dan
kegalauan yang kami rasakan,” tutup Bapak kelahiran Kuningan ini.
Selanjutnya, Dr. Sururin, M.Ag. selaku Dekan FITK menyampaikan dalam sambutannya menyampaikan kegembiraanya pada hari ini terlaksana kegiatan yang cukup penting. “Alhamdulillah pagi hari ini kita bersama-sama mengikuti sebuah kegiatan yang menurut saya sangat bagus sekali, sangat kontekstual bila dikaitakan dengan kondisi saat ini apalagi dengan kebijakan Mas Menteri yang kemudian diadopsi oleh Kementerian Agama terkait dengan MBKM sehingga kita coba untuk menyamakan persepsi dan mempelajari lebih dalam lagi terkait MBKM ini. Oleh karena itu kita menyambut baik semua kebijakan-kebijakan yang ada dan coba kita implementasikan,” ucap Sururin.
“Semoga dengan terselenggaranya workshop “Pengembangan dan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar” ini memberikan kita pemahaman yang sama dan pasti terkait implementasi kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka,” pungkasnya.
Berikutnya, dalam penyampaian materinya, Dr. Sudarya Permana, M.Hum., menjelaskan bahwa pelaksanaan MBKM ini bertujuan untuk menghasilkan lulusan sebagai berikut:
- Peran yang dapat dilakukan oleh lulusan di bidang keahlian atau bidang kerja tertentu setelah menyelesaikan studinya, sesuai jenjang KKNI;
- Ditetapkan oleh prodi berdasarkan hasil analisis terhadap (a) perkembangan keilmuan dan keahlian, (b) kebutuhan masyarakat dan stakeholders, (c) visi, misi, dan tujuan lembaga, dan (d) kurikulum yang sedang berlaku;
- Seyogyanya disusun oleh kelompok prodi sejenis sehingga dapat dijakdikan acuan nasional.
Lanjut menurut Sudarya, kurikulum MBKM memiliki capaian pembelajaran yang harus dimiliki mahasiswa.
“Kompetensi yang harus dimiliki oleh lulusan untuk dapat menjalankan peran-peran yang dinyatakan dalam profil lulusan. Berikutnya, mengacu pada jenjang kualifikasi KKNI, terutama yang berkaitan dengan aspek keterampilan khusus dan penguasaan pengetahuan. Terakhir adalah aspek sikap dan keterampilan umum dan dapat dipungut dari lampiran SN-DIKTI,” pungkasnya.
Kegiatan workshop “Pengembangan dan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar” ini dijadwalkan berlangsung sampai pukul 16.00 WIB. (MusAm)