Muhbib Abdul Wahab: Prof Aziz Fahrurrozi Sosok Kritis dan Humoris

BERITA FITK Online – Keluarga Besar Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali dikejutkan dengan kabar duka atas meninggalnya Guru Besar Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Prof. Dr. H. Aziz Fahrurrozi, M.A. bin Kiai Syaubari pada Rabu dinihari pukul 00.30 WIB.

Tim Humas FITK mencoba menghubungi dan meminta kesan dan testimoni kepada salah satu murid beliau yang saat ini menjadi Ketua Prodi Magister Pendidikan Bahasa Arab FITK, Dr. Muhbib Abdul Wahab, M.Ag. selama berinteraksi dengan almarhum. Berikut petikan kesan Muhbib untuk sang guru panutannya.

“Selaku murid/mahasiswa beliau, saya turut berduka cita dan berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya sekaligus mendoakan almarhum, semoga Allah mencurahkan maghfirah dan kasih sayang-Nya kepada almarhum dan memasukkannya dalam jannatun na’im.
Secara pribadi, saya pernah diajar beliau selama dua kali tatap muka sebelum beliau melanjutkan studi ke Sudan pada tahun 1986. Sejak awal ketemu, saya terkesan sikap dan berpikirnya yg kritis dan joke-jokenya yang spontan dan lucu.
Setelah menjadi kaprodi MPBA, saya juga pernah menjadi anggota team teaching dengan beliau di Magister PBA dan Sekolah Pascasarjana (SPs). Beberapa kali menguji tesis dan disertasi bersama beliau, baik di MPBA dan SPs, almarhum menunjukkan pribadi yang spontanitasnya tinggi dalam berpikir, bersikap, dan melucu. Secara pribadi, almarhum termasuk sangat ramah, dan hampir setiap idul fitri, kami para dosen muda PBA selalu merasa nyaman bisa diterima dan dijamu di rumah beliau.

Kenangan terindah, beliau adalah Guru Besar (GB) yang hampir selalu hadir dalam rapat dan diskusi dosen, mau membimbing dan mengarahkan kami yg masih muda. Beliau paling semangat untuk menghidupkan paguyuban dosen PBA dengan arisan bulanan, makan siang bersama sambil diskusi ringan dan joke-joke barunya yang membuat kami kadang terpingkal-pingkal atau ngakak di ruang jurusan PBA.

Saya bersaksi beliau min ahli al-khair. Sebagai Gubes, beliau sangat rajin masuk kelas untuk mengajar dan mendampingi asistennya. Kami semua merasa kehilangan beliau. Semoga almarhum berpulang menghadap Rabbnya dalam keadaan husnul khatimah. Kenangan terakhir saya, jumat lalu, 17 September kami masih bersama sama menguji promosi doktor di SPs. Meski dengan suara mulai tersengal-sengal dan berat, beliau tetap menyelipkan joke saat menguji,” pungkasnya.

Menurut informasi dari kerabat almarhum, rencananya jenazah akan disalatkan di Masjid Fathullah bakda zuhur dan selanjutnya dimakamkan di pemakaman UIN Jakarta.

Sebagai tambahan informasi, Rabu, (21/9/2021) pukul 19.30 WIB. FITK akan menggelar Takziah Virtual dan Doa Bersama untuk almarhum. (MusAm)

FITK Kembali Berduka!

BERITA FITK Online – Rabu, (21/9/2021) Keluarga Besar Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali dikejutkan dengan kabar duka atas meninggalnya Guru Besar Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Prof. Dr. H. Aziz Fahrurrozi, M.A. bin Kiai Syaubari pada Rabu dinihari pukul 00.30 WIB. Almarhum dikaruniai empat orang anak, dua putra dan dua putri dengan pasangan Ibu Hj. Iin Hikmah.

Kabar duka cita itu begitu cepat tersebar di media sosial seperti facebook juga beberapa grup whatsapp. Banyak dari rekan dosen di FITK dan muridnya ramai-ramai mengucapkan duka cita yang mendalam atas kepulangannya.

Dekan FITK Dr. Sururin, M.Ag. menyampaikan duka yang mendalam atas wafatnya almarhum.
“Kami keluarga besar FITK UIN Jakarta berduka cita yang mendalam atas wafatnya dosen dan guru kami, almarhum Prof. Dr. Aziz Fahrurrozi, M.A. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Semoga amal ibadah almarhum diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. Insya Allah husnul khotimah. Al Fatihah….🤲,” tulis Sururin dalam pesan whatsappnya.

Sementara itu, salah satu murid/mahasiswa almarhum yang juga merupakan dosen PBA Mukhson Nawawi, M.A. menyampaikan testimoni dan kesannya kepada almarhum.

“Prof. Aziz Fahrurrozi merupakan sosok panutan dalam banyak hal, seperti kedisiplinan, komitmen, sikap kritis, dan humoris. Saat memperbincangkan topik tertentu pada saat rapat maupun forum yang lain, almarhum sering memberikan tinjauan mengenai topik tersebut dari sudut pandang yang berbeda secara kritis dan mendalam, namun tetap disampaikan dengan cara yang sederhana dan penuh canda tawa, sehingga kami dosen muda sangat mudah memahami apa yang disampaikan almarhum.
Bagi saya dan mungkin bagi mahasiswa lainnya, almarhum adalah sosok guru favorit dan tauladan bagi mahasiswa dan muridnya, terutama melalui candaan-candaan segar yang bersifat akademik yang dilontarkannya saat memberikan telaah kritis atas berbagai issu yang sedang didiskusikan,” jelas Bapak kelahiran Brebes itu.

Menurut informasi dari kerabat almarhum, rencananya jenazah Prof Aziz Fahrurrozi akan disalatkan di Masjid Fathullah bakda zuhur dan selanjutnya dimakamkan di pemakaman UIN Jakarta.

Sebagai tambahan informasi, rencananya pada Rabu, (21/9/2021) pukul 19.30 WIB. FITK akan menggelar Takziah Virtual dan Doa Bersama untuk almarhum. (MusAm)

Prodi PBI FITK UIN Jakarta Gelar Webinar Bertajuk “International Scholarship Webinar: Prepare Yourself to Grab Your Future Dreams Scholarship”

Gedung FITK, BERITA FITK Online – Minggu, (19/9/2021) Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Webinar yang bertajuk “International Scholarship Webinar: Prepare Yourself to Grab Your Future Dreams Scholarship”. Acara tersebut sebagai awal sekaligus sebagai pre-opening English Festival 2021  yang akan resmi dimulai pada 21 September 2021. Acara ini dilangsungkan secara daring melalui platform Zoom Cloud Meeting dan diikuti oleh Mahasiswa PBI, dosen FITK, para peserta English Festival 2021, dan kalangan akademik lainnya.

Dalam acara tersebut, PBI FITK menghadirkan tiga narasumber, yaitu ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Didin Nurudin Hidayat, M.A. TESOL, Ph.D., Dosen Pengajar UIN Jakarta sekaligus Founder friendsholars., Aziz Awaludin, M.Ed. mahasiswa program doktoral University of Wisconsin, Madison dan Agus Sufyan, M.App.Ling. alumni program LPDP.

Dalam sambutannya sebagai Dekan, Dr. Sururin, M.Ag. Menyampaikan rasa syukur yang sedalam-dalamnya sehingga kegiatan webinar PBI ini dapat terlaksana dengan lancar. “Bapak dan ibu hadirin, alhamdulillah pada pagi hari ini kita dapat mengikuti bersama salah satu kegiatan yang sangat bagus sekali yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam bentuk Webinar International Scholarship yang nantinya akan disampaikan oleh para narasumber dan diharapkan bisa berbagi ilmu tentang Scholarship. Salah satu modal mahasiswa/mahasiswi PBI yang tentunya harus mampu berkomunikasi dengan memakai bahasa International, bahasa Inggris akan sangat berguna untuk mendapatkan beasiswa study di luar negeri atau biasa disebut dengan Scholarship,” ucap Sururin.

“Untuk menutup sambutan saya, diharapkan seluruh peserta terutama Mahasiswa dan Mahasiswi Program Studi Bahasa Inggris menanamkan motivasi untuk mencapai Beasiswa di kelas Internasional. Melalui English Festival sebagai acara rutin dan acara jurusan PBI, kami mendapat banyak ilmu dan kami tunggu acara-acara yang akan diselenggarakan oleh para panitia untuk kedepannya,” tutup Sururin.

Berikutnya, dalam penyampaian materinya, Aziz Awaludin menjelaskan bahwa di era sekarang sudah banyak sekali jalan untuk meraih beasiswa internasional. Disebutkan juga beberapa program yang diadakan oleh LPDP, Fulbright USA, dan Australian Awards Scholarship. Tidak hanya itu, dalam penyampaian materinya, Aziz Awaludin menyebutkan beberapa tips seperti para peserta harus menuliskan CV & Essay yang sempurna atau menakjubkan. Setelah itu, para peserta harus menemukan profesor khusus yang tertarik dengan penelitian yang kita ingin sampaikan.

Selanjutnya, Agus sufyan, M.App.Ling. Dalam penyampaian materinya, menekankan bahwa kita sebagai peserta, untuk memilah dan memilih dan selalu bersikap Jujur, generous, dan ber-integritas. “kakak-kakak sekalian jika harus membuat artikel, essay, turnitinnya pun harus terbukti bersih. Itulah yang dimaksud dengan ber-integritas. Seluruh penerima beasiswa LPDP juga harus bisa memisahkan antara permasalahan internal dengan pekerjaan. Wajib bersikap profesional. Dan jika kita ingin menerima beasiswa, kita harus mempunyai mental yang kuat,” ujar Agus.

“Ada beberapa hal yang harus para peserta punya sebelum daftar dan menerima beasiswa. Yang pertama Mindset, yang kedua Mindset juga, dan ketiga tetap Mindset. Kenapa saya ulang sampai 3x? karena para peserta harus mempunyai Mindset yang kuat, dan daftar juga dihimbau bersama teman jadi selalu ada semangat untuk mencapai beasiswa tersebut. Lalu point ke 4 adalah Savings, tidak harus berupa financial, bisa juga berupa pengalaman. Lalu point terakhir adalah Me and the other, maksudnya di sini adalah kita hidup bersamaan dengan perbedaan agama yang membuat kita harus ber-toleransi.” tutup pria kelahiran Indramayu ini. (MusAm/Puspanisaindri).

Hari Kedua Pelaksanaan UP UKMPPG Daljab 2021

Gedung FITK, BERITA FITK Online – Sejak Sabtu, (18/9/2021), sebanyak 412 guru mengikuti Uji Pengetahuan (UP) Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (UKMPPG) Dalam Jabatan tahun 2021. Pada hari ini Minggu, (19/9/2021) adalah hari kedua pelaksanaan UP tersebut yang dilaksanakan secara online melalui aplikaai SEB.

“Alhamdulillah pelaksanaan UP hari kedua ini berjalan dengan aman dan lancar seperti hari pertama kemarin, bahwa ada beberapa peserta yang drop jaringan itu wajar karena wilayah yang cukup jauh dari peserta itu sendiri sehingga sedikit terkendala sinyal, tapi semuanya masih bisa kami atasi dengan cepat,” ujar operator PPG, Afif Ahmad Faisal, M.M. saat dimintai keterangan.

Mereka yang mengikuti UP hari ini, lanjutnya, terdiri dari sesi tiga dan sesi empat dengan rincian sesi tiga terdapat 13 pengawas, sementara sesi empat terdapat sembilan pengawas.
“UP hari ini terdiri dari dua sesi, sesi tiga dan sesi empat dengan rincian sesi tiga terdapat 13 pengawas, sementara sesi empat terdapat sembilan pengawas yang semuanya ditempatkan pada ruangan terpisah,” jelas Afif.
“Pada pelaksanaan UP hari kedua ini juga, pengawas terlihat lebih tenang, sehingga para peserta juga nampaknya ikut tenang meskipun pada awal-awal terlihat tegang. Bapak/Ibu penyelia juga sangat baik dan kooperatif saat memantau dan memberi arahan pelaksanaan UP di LPTK UIN Jakarta ini. Hatur nuhun, Bapak/Ibu penyelia,” tutup Afif.

Sementara itu, Fuji Hernawati Kusumah, M.Si. salah satu pengawas UP PPG saat dimintai keterangannya saat mengawas menyampaikan, pelaksanaan UP PPG berbasis daring ini merupakan pengalaman pertamanya dan sempet merasa kerepotan saat awal-awal peserta login.


“Ini pengalaman pertama saya sebagai pengawas pelaksanaan UP PPG daring, biasanya mengawas offline. Awalnya agak merasa kerepotan, terutama saat peserta tidak bisa masuk aplikasi dan terlihat mereka begitu panik. Apalagi di kelompok yang saya awasi itu ibu-ibu yang usianya mungkin rata-rata 40-50 tahun, dan sebagian dari mereka terlihat kurang akrab dengan perangkat IT,” ucap Dosen Tadris Fisika ini.

Ia pun menceritakan kendala selama mengawas UP PPG kali ini.
“Kendala pada umumya berasal dari jaringan peserta ujian, terutama bagi peserta yang berasal dari daerah jauh dan terpencil. Selanjutnya, sebagian dari peserta salah memasukkan kode dan password yang menyebabkan mereka kesulitan masuk ke aplikasi SEB. Kendala terakhir mungkin karena sebagian dari mereka kurang akrab dengan IT dan perangkatnya,” lanjutnya.

“Setelah saya menyaksikan UP PPG ini, muncul dalam pikiran saya persolan pendidikan terutama guru masih banyak, selain kesejahteraan yang selama ini kita ketahui juga sumber daya manusianya itu sendiri. Ini harus menjadi perhatian serius bagi kampus-kampus terutama LPTK seperti FITK ini. Pemerintah harus punya formula untuk menyelesaikan masalah klasik ini, yaitu masalah kesejahteraan dan kualitas manusianya,” tutup perempuan kelahiran Kuningan ini.

Sementara itu, Penyelia Nasional Dr. Asnil Aidah Ritonga, M.A. dari UIN Medan dalam laporan monitoringnya menyampaikan, dari persiapan hingga saat pelaksanaan UP dua hari ini. Menurutnya, secara umum pelaksanaan UP di hari pertama dan kedua berjalan dengan aman dan lancar.
“Alhamdulillah pelaksanaan UP di LPTK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada hari pertama dan kedua berjalan dengan lancar dan relatif aman, meskipun pada hari kedua ini ada peserta yang terdapat di dashboard namun tidak ada di data panitia. Ini mungkin kesalahan input dari kementerian. Kemudian kami beri solusi untuk yang bersangkutan untuk mengikuti retaker. Kami telah membuatkan berita acara khusus ke Panas untuk pelaksanaan ujian susulan untuk yang bersangkutan,” jelasnya.

“Alhamdulillah tempat pelaksanaan UP PPG sangat representatif dan kuat jaringan internetnya. Kemudian, selama dua hari UP ini kami penyelia sangat merasa terbantu oleh panitia dan pengelola PPG UIN Jakarta, mereka sangat kooperatif dan cekatan jika terjadi kendala apa pun. Mereka juga tidak segan untuk menanyakan segala hal ke saya maupun ke Pak Luqman rekan saya,” sambung Dosen PAI UIN Medan ini.

Kemudian Asnil memberikan catatan dan evaluasi pelaksanaan UP PPG kali ini.
“Pengelola dan panitia kelihatannya belum ada informasi mengenai berita acara B1-B6, sehingga pada saat briefing kemarin dan saat saya tanyakan ke pengawas terkait B1-B6 sudah diisi belum, mereka serempak jawab belum mengisinya. Ini hanya persoalan komunikasi atau memang belum sempat disampaikan saja ke pengawas. Tapi, secara umum, pelaksanaan UP PPG di LPTK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berjalan dengan lancar dan sukses,” pungkasnya. (MusAm)

FITK Laksanakan UP UKMPPG Daljab 2021

Gedung FITK, BERITA FITK Online – Sebanyak 412 guru mengikuti Uji Pengetahuan (UP) Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (UKMPPG) Dalam Jabatan tahun 2021 pada Sabtu-Minggu, (18-19/9/2021) secara online melalui aplikaai SEB.

“UP ini dilaksanakan secara online yang diawasi oleh sejumlah pengawas, koordinator pengawas, dan penyelia dari gedung FITK,” ujar Ketua Penyelenggara Drs. Edy Suandi saat dimintai keterangan.

Mereka yang mengikuti UP ini, lanjutnya, terdiri dari peserta PAI berjumlah 168 dan madrasah 244 dengan total 412 peserta.

Ditambahkannya, pada UP kali ini, LPTK UIN Jakarta sudah bisa melaksanakan UP secara online di Gedung FITK dengan sejumlah unit komputer yang tersambung dengan server dan siap digunakan dan telah memenuhi protokol kesehatan yang ditetapkan panitia nasional.

“UP yang lalu, saat retaker, kami masih menggunakan laboratorium komputer yang di gedung PPG Bojongsari, namun mengingat jarak yang cukup jauh dan terkadang di sana terkendala jaringan, akhirnya kita putuskan untuk penyelenggaraan UP kali ini dilaksanakan seluruhnya di gedung FITK kampus 1,” terang Edy.
“Kami pun telah memastikan segala perangkat yang dibutuhkan selama UP berlangsung, insyaallah aman, seperti perangkat komputer, jaringan, listrik, dan penerapan protokol kesehatan yang ditetapkan panitia nasional semuanya kami penuhi,” tambah Edy.

Sementara itu, Afif Ahmad Faisal, M.M. operator PPG saat dimintai keterangan menyampaikan, penyelenggaraan UP pada hari pertama berjalan dengan aman dan lancar.
“Alhamdulillah, hari pertama pelaksanaan UP berjalan aman dan lancar tanpa kendala yang berarti. Pengawas ruangan kami tempatkan di beberapa lokasi, di ruang sidang, ruang akademik, dan sebagian lagi di ruang Subbag umum. Itu permintaan dari panitia nasional agar pelaksanaan UP ini tetap mematuhi protokol kesehatan,” jelasnya.

“Pelaksanaan UP kali ini dijadwalkan selama dua hari (Sabtu dan Minggu) dan akan dibagi menjadi empat sesi. Sesi satu dan dua dilaksanakan pada hari Sabtu, sementara sesi tiga dan empat akan dilaksanakan pada hari Minggu dengan waktu yang sama,” tutup Pria kelahiran Kuningan ini.

Sementara itu, Penyelia Nasional Dr. Asnil Aidah Ritonga, M.A. dari UIN Medan dalam keterangannya menyampaikan laporan dari kunjungannya mulai dari persiapan hingga saat proses ujian. Menurutnya, secara umum pelaksanaan UP di hari pertama berjalan dengan aman dan lancar.
“Alhamdulillah pelaksanaan UP di LPTK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada hari pertama berjalan dengan lancar dan relatif terkendali, meskipun pada awal-awal ada sejumlah peserta saat masuk aplikasi terjadi kepanikan, karena sebagian dari peserta kesulitan masuk pada aplikasi SEB. Namun, dengan kesigapan para pengawas dan panitia di sini, alhamdulillah kendala teknis tersebut bisa segera diatasi,” ujarnya.

Asnil menambahkan, semoga pelaksanaan UP hari kedua akan berjalan dengan lebih baik lagi, mengingat saat pelaksanaan UP hari pertama sudah cukup baik dan terkendali.
“Kami berharap pelaksanaan UP hari kedua akan berjalan lebih baik lagi, karena kami melihat pelaksanaan UP hari ini cukup baik dan terkendali. Terima kasih untuk semua panitia dari LPTK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah bekerja keras untuk kesuksesan pelaksanaan UP ini,” pungkasnya. (MusAm)

FITK Gelar Studium General: “Inovasi Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19”

Gedung FITK, BERITA FITK Online – Kamis, (16/09/2021) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah menggelar Studium General “Inovasi Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19” dengan narasumber Guru Besar FKIK Universitas Terbuka (UT), Prof. Dr. Atwi Suparman, M.Sc., dengan moderator Dr. Asep Ediana Latip, M.Pd., Ketua Prodi PGMI FITK UIN Jakarta.

Acara tersebut dilangsungkan secara virtual melalui platform zoom cloud meeting yang dihadiri oleh Dekan FITK Dr. Sururin, M.Ag, Para Wakil Dekan, Dosen, beserta sejumlah mahasiswa yang berjumlah 250 orang.

Dalam sambutannya sebagai Dekan, Sururin menyampaikan selamat datang kepada Guru Besar UT Prof. Dr. Atwi Suparman, M.Sc. di FITK, “FITK, fakultas terbesar dan fakultas yang awal berdiri dengan jumlah 16 Prodi dan lebih dari 6000 mahasiswa, 12 Prodi S1, 4 Prodi S2 dan mohon doanya dari Bapak/Ibu semua segera dibuka 2 Prodi S3 dan 1 Prodi PPG yang alhamduliallah sudah berjalan,” jelas Sururin.

Menurut Sururin, acara seperti Studium General, Seminar dan kegiatan lainnya adalah agenda rutin FITK, kesemuanya itu dilakukan untuk memenuhi Indikator Kinerja Utama (IKU) dan upaya mewujudkan World Class University (WCU) yang menjadi visi universitas.

“Bapak/Ibu yang kami muliakan, hari ini kita mengikuti bersama studium general dengan tema inovasi, dengan tema terkait dengan pembelajaran daring. Jadi, agar bagaimana perkuliahan daring berjalan dengan evektif dan efisien sesuai dengan tujuan yang sudah ditetapkan untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. Saat ini, hampir mendekati dua tahun kita bersama-sama mengikuti perkuliahan secara online, betapa jenuhnya karena kita terbiasa bertatap muka dan berinteraksi langsung dengan guru, dengan teman, dengan lingkungannya. Untuk sekarang ini kita menjalankan secara online di rumah saja akan mengalami kejenuhan jika dilakukan dengan biasa-biasa saja. Oleh karena itu, perlu inovasi-inovasi, pengembangan dan kreativitas dalam pelaksanaan pembelajaran perkuliahan secara daring,” ucapnya.

“Oleh karena itu, kami tiada henti untuk menggelar kegiatan agar proses belajar mengajar secara daring ini tetap terselenggara tanpa mengurangi pencapaian tujuan pendidikan itu sendiri, termasuk upaya pembelajaran belajar dengan menyenangkan dan tidak membosankan,” tambahnya.

“Terima kasih atas partisipasi Bapak/Ibu dalam acara SG ini dan semoga acara ini mendapatan keberkahan dan kemanfaatan,” Tutup Sururin.

Sementara saat menyampaikan materi SG, Atwi Suparman mengatakan sangat bangga dan terhormat diundang mengisi Studium General di FITK UIN Jakarta, “Saya merasa bangga diundang menjadi narasumber mengisi SG di FITK UIN Jakarta, semoga ini mendapatkan manfaat dan keberkahan,” ucapnya.

Menurut Guru Besar UT ini, awal muncul adanya covid-19 ini menimbulkan beberapa fenomena di masyarakat, termasuk dalam proses pembelajaran. “Awal muncul adanya covid-19 ini menimbulkan beberapa fenomena di masyarakat seperti gguru, siswa, dan masyarakat yang tidak siap mental untuk pembelajaran jarak jauh. Selain itu muncul persoalan baru yaitu, sebagian guru dan siswa kesulitan akses internet, sebagian ibu dari siswa kesulitan menjadi pembimbing bagi anaknya karena tidak menguasai materi pelajaran dan tidak terampil menjadi pengganti guru. Imbas dari itu, banyak pihak yang frustasi dan berharap segera melakukan pembelajaran tatap muka,” jelas Bapak kelahiran Madura ini.

Selanjutnya, Atwi menjelaskan, mau tidak mau dunia pendidikan harus menyesuaikan dengan covid-19 termasuk menjalankan pembelajaran secara daring. Menurut Atwi ada beberapa ciri Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

“Ciri PJJ adalah interaksi pendidikan yang dilakukan dari jarak terpisah antara peserta pendidikan dengan pengajar. Untuk menjembatani keterpisahan tersebut digunakan media komunikasi tepat guna sehingga proses interaksi pembelajaran terjadi dengan lebih cepat, lebih baik, dan lebih efisien. Selain itu, PJJ merupakan berbasis institusi dan bagian dari bentuk pendidikan formal. Di situ ada lembaga penyelenggara pendidikan. Dan terakhir dari ciri PJJ adalah berbeda dengan belajar secara otodidak yang tidak ada lembaga pendidikan yang mengatur, tetapi dilakukan atas inisiatif sendiri oleh orang yang ingin belajar,” pungkasnya.

Selanjutnya, setelah pemaparan materi usai, SG dilanjutkan dengan sesi sharing dan tanya jawab yang dipandu oleh moderator Asep Ediana Latip. Berdasarkan rundown acara, SG ini berlangsung selama tiga jam, pukul 09.00-12.00 WIB. (MusAm)