FITK Gelar Penjajakan Kerja Sama dan Kemitraan Penyelenggaraan PPG Daljab 2022

Grand Whiz Hotel, Jakarta Selatan, BERITA FITK Online – Dalam rangka menjalin kemitraan dengan berbagai lembaga dan meningkatkan mutu lulusan PPG, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Kerja sama Kemitraan PPG Daljab 2022. Acara tersebut diselenggarakan di Grand Whiz Hotel, Poins Simatupang, Jakarta Selatan pada Kamis, (30/6/2022).

Kegiatan tersebut diikuti oleh pimpinan fakultas, sejumlah Kaprodi dan Sekprodi yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan PPG, dan sejumlah staf TU FITK. Selain itu, dalam kegiatan tersebut FITK mengundang narasumber dari direktorat PAI yaitu M. Munir, S.Ag. M.Ag. (Kasubdit PAI) dan Dr. Adimin Din.

Selain mengundang direktorat PAI, FITK juga mengundang beberapa lembaga mitra di antaranya Suku Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Se-Jabodetabek.

“Alhamdulillah pada kesempatan pagi yang penuh bahagia ini kami bisa bersilaturahim dengan Bapak/Ibu semua dengan satu agenda yaitu bagaimana kita bisa meningkatkan dan mengembangkan kerja sama antara UIN Jakarta dengan lembaga Bapak/Ibu, terutama yang kami undang pada hari ini,” ucap Sururin dalam sambutannya.

“Bapak/Ibu yang kami hormati, perlu kami laporkan bahwa PPG ini adalah program khusus yang memang sudah ditetapkan oleh pemerintah agar semua guru meningkatkan kompetensinya dan juga tersertifikasi. Tahun 2019 kami melaksanakan PPG dan sudah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, khususnya Dinas Pendidikan. Insyaallah pada tahun 2023 Pemprov DKI akan kembali bekerja sama dengan kami. Selain Pemprov DKI Jakarta juga insyaallah Pemda Tangerang Selatan,” sambungnya.

“Jadi, nanti guru-guru Pendidikan Agama Islam dari pemprov DKI Jakarta dan Tangsel dikirimkan ke FITK Jakarta melalui Kanwil Kemenag DKI Jakarta dan Kemenag Tangsel. Model kegiatan seperti inilah yang akan kami kembangkan karena beberapa pemerintah daerah baik kabupaten maupun provinsi telah bekerja sama dengan beberapa LPTK. Saat ini ada 28 LPTK, salah satunya UIN Jakarta,” jelasnya.

“Kami ingin bersama Bapak/Ibu membahas kemungkinan peluang kerja sama antara FITK UIN Jakarta dengan Bapak/Ibu semua, baik Dinas kabupaten/kota mau pun provinsi dan juga Kementerian Agama agar bersama-sama meningkatkan kualtias dan kompetensi guru sehingga harapannya pendidikan di Indonesia semakin maju dan semakin berkulitas yang pada akhirnya masyarakat pun menjadi berkulatas,” tutup Sururin.

Sementara itu, Kasubdit PAI, M. Munir menyampaikan masih banyak guru madrasah dan Guru PAI yang di sekolah belum tersertifikasi. Menurutnya, Kementerian Agama tidak mampu memikulnya sendirian.

“Bapak/Ibu, untuk informasi, jumlah guru madrasah sebanyak 750.451, dengan rincian 306.490 (41%) tersertifikasi, sementara 443.961 (59%) belum tersertifikasi. Kemudian untuk guru PAI di sekolah, total 234.630, sudah tersertifikasi berjumlah 104.541 (45%), sementara sisanya 130.089 (55%) belum tersertifikasi. Waiting list guru PAI yang belum tersertifikasi sebanyak 134.000, sementara Kemenag hanya mampu memberikan dana PPG per tahun hanya 5000 orang,” jelas Munir.

“Jika data sebaran guru binaan Kementerian Agama tersebut semuanya dibebankan kepada kami (Kemenag), dibutuhkan waktu sekitar 26 tahun untuk mengentaskan guru-guru tersebut agar tersertifikasi semua. Oleh karena itu, demi kesejahteraan guru dan untuk pendidikan yang lebih baik, mari bersama-sama kita sukseskan penyelenggaraan PPG ini dengan memberikan beasiswa atau hibah kepada guru-guru,” pungkasnya.

Selanjutnya, Adimin Din menjelaskan skema PPG PAI melaui APBD yang bisa dijadikan acuan.
“Pertama, Pemprov/Pemkab/Pemkot langsung MoU dengan LPTK penyelenggara. Kedua, Pemprov/Pemkab/Pemkot memberikan beasiswa ke guru, kemudian guru daftar ke LPTK penyelenggara. Ketiga, Pemprov/Pemkab/Pemkot memberikan hibah ke Kemenag, kemudian Kemenag menyalurkan ke LPTK penyelenggara PPG. Yang terakhir adalah pembiayaan dari sumber anggaran APBD atau APBDP,” terang Adimin.

Kemudian, ia juga menyampaikan data kontribusi Pemprov/Pemkot/Pemda dalam pembiyaan PPG PAI.
“Total subsidi anggaran pemda Rp 15.835.000.000 dengan jumlah mahasiswa PPG dan pengawas PAI sebanyak 3.617 orang. Sementara, pemprov tertinggi dalam pembiayaan PPG PAI yaitu pemprov Jawa Barat dengan jumlah peserta 513 orang dengan anggaran 2.615.000.000. Sementara untuk pemda yang mengeluarkan pembiayaan tertinggi yaitu Kabupaten Bogor dengan jumlah peserta 253 orang dengan anggaran Rp 1.245.000.000.,” jelas Adimin dalam presentasinya. (MusAm)

Forum Wakil Dekan Bidang Akademik PTKIN se-Indonesia Gelar Silaturahmi

BERITA FITK Online – Forum Wakil Dekan Bidang Akademik se-Indonesia gelar pertemuan di Hotel Laras Asri Resort & Spa, Kota Salatiga, Semarang, Jawa Tengah (21-23/6/2022). Pertemuan tersebut digagas oleh Forum Wakil Dekan akademik FTK/FITK/FTIK PTKIN se-Indonesia yang kemudian mengusulkan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Salatiga sebagai panitia pelaksana pertemuan.

“Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) diproyeksikan menjadi pusat kebangkitan ilmu pengetahuan dan pusat kajian integrasi ilmu serta sebagai rujukan bagi pengembangan studi Islam yang relevan dengan perkembangan IPTEK pada level nasional dan internasional. Konsep inquiri keilmuaan dan integrasinya dengan nilai-nilai Islam harus dapat diformulasikan secara terpadu ke dalam kurikulum, pembelajaran, dan asesmen dengan mempertimbangkan prinsip  multidisipliner dan transdisipliner keilmuan di lingkungan PTKIN,” jelas Kadir, Wakil Dekan Bidang Akademik FITK UIN Jakarta sekaligus Ketua Forum Wakil Dekan Bidang Akademik PTKIN se-Indonesia saat dimintai keterangannya.

Menurut Kadir, kebijakan dan inovasi pendidikan tinggi berubah begitu cepat dan dinamis, sehingga mengharuskan fakultas pendidikan di bawah PTKIN mampu merespons kebijakan tersebut.

“Kebijakan dan inovasi pendidikan tinggi yang berubah begitu cepat dan dinamis secara nasional, mengharuskan FTK/FITK/FTIK mampu merespon dan mengimplementasikan kebijakan tersebut.  Beberapa kebijakan yang segera harus diakomodasi di lingkungan PTKIN di antaranya adalah Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 186/M/2021 tentang Program Studi yang Diakreditasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri (LAMDIK),” terang Kadir.

Ia melanjutkan, kebijakan LAMDIK menuntut FTK/FITK/FTIK sebagai unit pengelola program studi  untuk menata ulang pola dan pembiyaan akreditasi program studi.   Kebijakan lain yang juga cukup mendesak untuk segera diimplementasikan adalah Permendiknas Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, terkait Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM). Kebijakan ini menegaskan merdeka belajar, yaitu perlunya menyediakan layanan akademis kepada setiap mahasiswa akan hak belajar tiga semester di luar program studi.

Untuk diketahui, pertemuan wakil dekan bidang akademik FTK/FITK/FTIK PTKIN se- Indonesia tersebut  dimaksudkan di samping sebagai ajang silahturahmi juga untuk mendiskusikan, membagi gagasan, dan membagi pengalaman dari kita, oleh kita dan untuk kita FTK/FITK/FTIK PTKIN dalam rangka implementasi kedua kebijakan nasional tersebut. (MusAm)

 

Mahasiswa FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Raih Predikat “The Best” di AICOIES UIN Salatiga

BERITA FITK OnlineAnnual International Conference On Islam Education for Student (AICOIES) 2022 merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan sebagai implementasi hasil MoU yang disepakati dalam Forum Dekan Tarbiyah dan Keguruan PTKIN (FORDETAK). Salah satu bentuk kegiatannya adalah Konferensi internasional. Konferensi internasional tahun 2022 diselenggarakan oleh Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Salatiga. Acara berlangsung secara offline di Gedung Auditorium dan Student Center Kampus III pada tanggal (21-23/6/2022).

Kegiatan ini diikuti oleh 200 peserta dari 30 PTKIN se-Indonesia. Hadir sebagai  narasumber pakar-pakar pendidikan dari dalam dan luar negeri, yaitu Dr. Sururin, M.Ag. (ketua umum FORDETAK), Anita Dudek, M.Ed. (Edupreneur Amerika),  dan Angie Davidsen, M.S.E. (Kepala Sekolah Atlanta North School).

Dalam event ini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mendelegasikan tiga mahasiswa untuk mempresentasikan artikel hasil penelitiannya. Mahasiswa tersebut adalah Yusriyyah Febriani Putri  dari Prodi Pendidikan Matematika, Aprilia Pitaloka dari Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Diannida dari Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Hadir sebagai pendamping dalam acara tersebut, Dr. Khalimi, M.Ag. (Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama) dan Dr. Kadir, M.Pd (Wakil Dekan Bidang Akademik).

Ketua Fordetak PTKIN, mengemukakan dalam sambutannya bahwa kegiatan AICOIES ini merupakan langkah apik yang mampu memberikan kesempatan pada mahasiswa untuk menyampaikan ide maupun gagasan dari hasil penelitian serta pemikirannya.

“Forum seperti ini merupakan ajang kolaborasi, berinteraksi dan bertemu mahasiswa dari perguruan tinggi lainnya untuk bertukar pemikiran serta pengalaman-pengalaman lainnya,” Ungkap Sururin.

Penutupan acara AICOIES 2022 diadakan di Bannaran Kafe Salatiga. Pada acara tersebut, mahasiswa, dekan dan wakil dekan mendapat pengumuman yang menggembirakan, yaitu Peserta dari UIN Jakarta mendapat nominasi peserta terbaik Se-PTKIN Indonesia. Predikat “the best presentator” diraih oleh Yusriyyah Febriani Putri (Pendidikan Matematika) dan prestasi “the best abstrak” diraih oleh Diannida dari (PGMI). (dian/MusAm)

Mahasiswa PAI FITK UIN Jakarta Menangi Gelaran ASEAN Young Climate Leaders Programme

Gedung FITK, BERITA FITK Online– Prestasi kembali ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, kali ini berasal dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), yaitu Sindy Indah Oktavia.

Sindy sapaan akrabnya, menjadi juara pertama pada ajang perlombaan ASEAN Young Climate Leaders Programme bertema “Green Conversations” yang digelar  ASEAN Foundation dan SAP SE (perusahaan perangkat lunak multinasional) pada 22 Mei-5 Juni 2022. Sindy merupakan utusan Ranita salah satu organisasi yang bernaung di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UIN Jakarta

Perlombaan tersebut merupakan ajang untuk menjaga lingkungan. Menurut Sindy yang mempelajari eko-populis, lingkungan perlu dijaga untuk keberlangsungan semua makhluk hidup. Ia mengangkat video tentang kearifan lokal yang bertujuan untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya Indonesia kepada Association of Southeast Asian (ASEAN).

“Aku pikir, tujuanku dalam membuat video tersebut, sebagai media untuk menulis dan menyampaikan secara visual, bentuk ideologi dan praktik masyarakat adat. Mengenal bagaimana penjawantahan nilai-nilai kearifan lokal dari masyarakat adat yang secara sustain berdampak terhadap lingkungan, khususnya di Indonesia. Aku ingin terus menjelajah, menyentuh peradaban secara langsung, menulisnya, lalu mengabarkannya kembali pada dunia,” ujar gadis pasangan dari Ibu Rosdiana Indah dan Bapak Edy Sungkawa itu.

Ia juga mengaku terharu atas apresiasi dan perhatian yang diberikan pihak universitas dan fakultas.
“Saya terharu sekali karena diapresiasi oleh universitas dan fakultas dan dosen lain-lainnya yang seperhatian ini. Saya benar-benar terharu dan semakin semangat jadinya. Saya pribadi tidak pernah mendapat dukungan sebanyak ini. Saya benar-benar mengucapkan terima kasih dan mohon doanya selaludari semua pihak,” sambung mahasiswa yang memiliki NIM 11170110000067.

Sebagai informasi, Sindy sudah empat kali memenangi kejuaraan tingkat internasional. Ia pernah juara 1 lomba story telling tingkat internasional dengan tema kearifan lokal serupa yang diselenggarakan oleh Tay Juhana Foundation. Prestasi lainnya, Sindy juga menjadi presenter dengan tema kearifan lokal yang serupa pada gelaran international Colloquium on Youth, Enviroment and Sustainability di UNPAD Oktober 2021.

Selain itu, Sindy baru saja meraih medali perak pada ajang Research, Art, Invention International Competition 2022 yang diselenggarakan oleh IFPRI. Hanya saja menurut informasinya, karena medali dan sertifikat dikirim secara offline maka sertifikat tersebut belum ia terima dan ia juga belum berani melaporkan ke fakultas.

Sementara itu, Sekprodi PAI, Drs. Rusdi Jamil, M.Ag. saat diwawancarai oleh kontributor FITK menyampaikan selamat atas pencapaian prestasi yang telah diraih oleh mahasiswanya,  ia juga berharap prestasi yang diraih mahasiswanya itu menjadi inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa lainnya.

”Saya sebagai Sekprodi PAI mewakili keluarga besar Prodi Pendidikan Agama Islam mengucapkan selamat atas prestasi yang diraih Sindy Indah Oktavia. Prodi PAI bangga terhadap prestasi yang diraih olehnya. Semoga prestasi dari mahasiswa lainnya untuk tingkal lokal, regional, nasional, bahkan internasional bisa semakin bertambah,” pungkas pria kelahiran Solok, Sumatera Barat itu. (MusAm)

FITK UIN Jakarta Lakukan Penelitian Pola Pendidikan Multikultural di Bagansiapiapi

Rokan Hilir, Riau, BERITA FITK Online– Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, melakukan penelitian pola pendidikan multikutural dalam mewujudkan kerukunan antar umat beragama di Bagansiapiapi.

Penelitian itu dilakukan Dosen Magister Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Jakarta, diketuai oleh Dr. Erba Rozalina Yuliyanti, M.Ag., Rabu (22/6/2022).

Dr. Erba Rozalina Yuliyanti, M.Ag, didampingi Prof. Dr. Ratna Sari Dewi, M.Pd, (Kaprodi Magister PBI) Maswani, M.A., (Dosen PBA) dan Siti Nurkholilah, M.Pd. (Alumni S2 PAI Program Beasiswa Fikih). Turut hadir, Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kecamatan Bangko Mustafa, Tokoh Tionghoa, Batak, Jawa dan suku lainnya dari unsur Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kecamatan Bangko, serta perwakilan dari Kementerian Agama (Kemenag) Rokan Hilir, Riau.

Erba sapaan akrabnya memaparkan, Tri Darma Perguruan Tinggi memiliki tiga tugas pokok dan fungsi, diantaranya adalah dosen harus mengajar. Kedua, dosen harus mengabdi kepada masyarakat dalam bentuk apa pun.

Yang ketiga, dosen harus melakunan penelitian. Sebab, kesimpulan di masyarakat itu valid. “Jadi apa yang dosen sampaikan itu bukan hanya hoax, bukan hanya enak apa yang disampaikan, tetapi berdasarkan fakta yang didapat dari narasumber,” terang Sekprodi Magister PAI FITK UIN Jakarta itu.

Erba mengatakan ini merupakan tugas dari seorang dosen setiap semester. Ini sudah dijadikan sebuah kewajiban.
“Dosen harus memberikan sebuah pandangan dalam perspektif masyarakat, baik di sekolah maupun universitas. Inilah bentuk pertanggung jawaban dosen untuk meneliti yang berfokus kepada harmonisasi,” sambungnya.

“Agama itu adalah perilaku, bukan simbol, bukan pula hanya sekedar penampilan saja. Agama itu sebenarnya adalah akhlak,” tambahnya.

Kesimpulan singkat yang diperoleh dari hasil penelitian pola pendidikan multikultural di Bagansiapiapi Rokan Hilir bahwa harmonisasi itu terjadi karena adanya rasa saling mengasihi dan menyayangi dari antar sesama suku yang ada, baik itu melalui sosial dan budayanya.

Seperti diketahui, Kabupaten Rokan Hilir terdiri dari berbagai suku kultur dan budaya, seperti Melayu, Tionghoa, Batak, Jawa, Bugis, Minang dan suku lain yang ada di Kabupaten Rokan Hilir, saling hormat menghormati.

Sehingga tercipta harmonisasi antar sesama suku, sebab, kasih sayang itu adalah fitra manusia, dan nilai-nilai secara universal, apapun agamanya. Inilah yang didapatkan selama dilakukan penelitian pola pendidikan multikultural dalam mewujudkan kerukunan antar umat beragama di Bagansiapiapi.

Diharpkan keharmonisan seperti ini bisa menjadi model dan rol model di beberapa wilayah di Indonesia. Pemerintah bekerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) harus menjadi leader.

“Tut Wuri Handayani. Memberikan contoh dan melakukan. Bukan hanya sekedar verbal (kata), dan ini bisa menjadi model untuk semua FKUB yang ada di Indonesia,” pungkasnya. (Wisman/MusAm)

Diskusi Dosen 2022 Seri 6 : Collaborative Nested Action Research (C-NAR) – Inovasi PPL Untuk Penguatan PPG Prajab

FITK UIN Jakarta mempersembahkan

📚 Diskusi Dosen 2022 Seri 6📚
Collaborative Nested Action Research (C-NAR): Inovasi PPL Untuk Penguatan PPG Prajab

🗓️ Kamis, 23 Juni 2022
⏰ Pukul 13.00-15.00 WIB
🖥️ LIVE on Zoom
https://bit.ly/tautanzoomdisdos6
Meeting ID: 951 9449 3064
Passcode: Fitk2022

🎙️ Pembicara Kunci
Prof. Dr. Dede Rosyada, MA. (Guru Besar FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta )
🎙️ Narasumber
Prof. Dr. Hj. Sri Sumarni, M.Pd (Dekan FITK UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta)
Woro Sri Hastuti, M.Pd (Instruktur PPG Universitas Negeri Yogyakarta)
🎙️ Pembahas
Dr. Bahrissalim, MA. (Dosen Pendidikan Agama Islam FITK UIN Jakarta)
🎙️ Moderator :
Ridholloh, M.Pd.I. (Dosen Pendidikan Agama Islam FITK UIN Jakarta

🪪 Gratis e-sertifikat
📢 Terbuka untuk Umum


LIVE STREAMING YOUTUBE