Meriahkan Milad ADIA-IAIN-UIN ke-65, FITK Gelar Seminar Nasional

Berita FITK Online – Dalam rangkaian Milad ADIA-IAIN-UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang ke-65, FITK gelar seminar nasional bertajuk “Integrasi Keilmuan dan Keislaman Melalui Literasi Digital Menuju Indonesia Emas 2045″ pada Rabu, (25/5/2022). Pada kesempatan ini beberapa pembicara diundang untuk menyampaikan materi penting, antara lain Prof. Mohammad Ali, M.A, dari UPI Bandung, Dr.-Ing. Suparno Satira, DEA dari ITB, Dr. Ahmad Shodiq, M.Ag., dan Dr. Zulfiani, S.Si., M.Pd dari FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Acara ini dibuka langsung oleh Dekan FITK UIN Syarif Hidayatullah, Dr. Sururin, M.Ag. sekaligus memberikan sambutan. Sururin menekankan pentingnya tema yang diangkat dalam seminar nasional tersebut. Melalui integrasi keilmuan, UIN Jakarta ingin menemukan ilmu-ilmu baru untuk kemaslahatan umat. Selain itu, UIN  Jakarta ingin memberikan kontribusi yang sangat tinggi untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia. Melalui integrasi keilmuan juga akan diarahkan kembali geneologi keilmuan. “Literasi digital menjadi satu keniscayaan untuk dikuasai, diimplementasikan dan dimanfaatkan termasuk di antaranya melalui dunia pendidikan,” tutur Sururin.

Bertindak sebagai keynote speaker dalam seminar ini, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Hj. Amany Lubis, M.A. menyampaikan poin penting bahwa sebagai umat Islam kita harus percaya diri karena kemajuan Islam hingga mencapai masa keemasannya tidak bisa lepas dari integrasi keilmuan ini. Integrasi keilmuan perlu dirumuskan melalui dua arah. Pertama, kita perlu membaca dan memahami ayat Qur’an, membuktikan nya  melalui fenomena alam sehingga kita dapat mempelajari tentang apapun yang ada di dalam Al-Qur’an. Kedua,  kita mengamati fenomena alam dan kemajuan teknologi dapat membuktikan bahwa ayat ayat al-quran memiliki kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Mengawali pemaparan materi yang pertama, Prof. Mohammad Ali, M.A. dari UPI Bandung menyampaikan materi terkait perkembangangan teknologi yang membawa perubahan besar dunia industri yang pada saat ini sudah berada pada industri 4.0. Menurut beliau disrupsi yang disebabkan oleh perkembangan teknologi menjadi tantangan bagi perguruan tinggi, apakah mampu menciptakan lulusan yang memiliki kompetensi yang dibutuhkan dalam dunia kerja karena gelar tidak akan jadi pertimbangan perusahan dalam merekrut karyawan tetapi kecakapan dalam suatu bidang tertentu yang menjadi pertimbangan pentingnya. Oleh karena itu, perguruan tinggi harus mampu menyiapkan mahasiswa untuk memiliki tiga kecakapan abad 21 meliputi kecakapan belajar yang meliputi critical thinking, berpikir kreatif, kecakapan berkomunikasi dan kolaborasi. Kedua adalah kecakapan literasi yang meliputi literasi informasi, media, dan teknologi. Ketiga, kecakapan hidup yang mencakup kemampuan untuk bisa fleksibel, memiliki rencana alternatif, kemampuan leadership, inisiatif.

Pemaparan materi kedua berjudul “Sain sebagai subset dari nilai-nilai Islam” disampaikan oleh Dr.-Ing. Suparno Satira dari ITB. Pada awal pembicaraannya beliau menjelaskan terkait sistem nilai baik yang ciptakan oleh manusia untuk membuat keteraturan hidup seperti peraturan,  undang-undang dan sebagainya maupun sistem nilai yang diciptakan oleh Allah SWT yang merupakan sistem tak terbatas dan merupakan tandon bagi seluruh potensi yang ada.

Sebagai informasi, kegiatan seminar nasional ini berlangsung secara daring dengan mengundang para pemakalah dari berbagai kampus. Sesuai rundown acara, kegiatan akan berlangsung sampai pukul 16.00 WIB. Setelah pemaparan materi dari narasumber akan dilangsungkan sesi presentasi paralel, di mana para pemakalah akan dikelompokkan menjadi enam ruang zoom secara terpisah untuk memaparkan makalahnya dan akan ditanggapi oleh satu orang penanggap. Tercatat ada 257 peserta yang turut hadir memeriahkan acara seminar ini. Di akhir acara seminar akan ada pemilihan pemakalah terbaik dengan beberapa kategori yang telah ditetapkan oleh panitia. (Waliyadin/MusAm)

Kaji Soal Strategi Mobile-Blended Learning dalam Pembelajaran Studi Islam, LP2M UIN Surabaya Benchmarking ke FITK UIN Jakarta

Gedung FITK, BERITA FITK Online– FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menerima kunjungan dari institusi luar kampus, kali ini FITK UIN FITK UIN Jakarta menerima kunjungan dari LP2M UIN Sunan Ampel Surabaya pada Senin, (23/5/2022) bertempat di ruang sidang lantai 2 fakultas. Pertemuan tersebut membahas mengenai sejumlah topik utamanya mengenai strategi mobile-blended learning dalam pembelajaran studi Islam menuju cyber-UIN.

Sebanyak lima orang ikut dalam rombongan LP2M UIN Surabaya tersebut. Kunjungan diterima langsung oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Kadir, M.Pd., didampingi Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum Dr. Abdul Muin, M.Pd. Kaprodi Magister PAI Dr. Abdul Ghofur, M.A., Kaprodi Tadris Fisika Iwan Permana Suwarna, M.Pd., Kabag TU Drs. Edy Suandi, Sub Koord. Saprudin, S.Pd., dan bagian humas FITK Muslikh Amrullah, M.Pd.

Dalam sambutannya sebagai pimpinan fakultas, Dr. Kadir, M.Pd., menyampaikan selamat datang dan terima kasih sudah berkunjung ke FITK UIN Jakarta. Kadir menambahkan merasa terhormat dikunjungi LP2M UIN Surabaya. “Selamat datang Bapak/ibu dari LP2M UIN Surabaya. Sebuah kehormatan bagi kami FITK UIN Jakarta dikunjungi Bapak/Ibu,” ucap Kadir.

“Secara umum, kami melewati masa pandemi bisa dikatakan sukses, meski di awal-awal pandemi kita merasa kebingungan karena covid datang begitu tiba-tiba. Mungkin semua dari kita penyelenggara pendidikan merasa bingung harus menggunakan media apa dalam pembelajaran selama pandemi sebelum akhirnya kita menemukan berbagai macam cara dan metode dalam pembelajaran,” jelas alumni S3 UNJ itu.

Senada yang disampaikan Kadir, Abdul Muin selaku Wadek Bidang Administrasi Umum mengutarakan hal yang sama mengenai kondisi menghadapi pandemi. “Yang jelas pada awal merebaknya pandemi corona itu kita semua pasti khawatir terutama atas keselamatan diri masing-masing. Beberapa kampus bahkan di awal-awal ada yang langsung mengambil kebijakan lockdown setelah beberapa saat UIN Jakarta pun mulai menghentikan semua kegiatan layanan dan perkuliahan,” terang Muin.

“Setelah mungkin satu bulan full kegiatan layanan dan perkuliahan ditiadakan, akhirnya kita mencoba untuk melakukan segala aktivitas termasuk layanan dan perkuliahan dengan menggunakan daring. Media yang digunakan pada saat itu bermacam-macam, mulai aplikasi whatsapp, google meet, dan belakangan muncul zoom meeting,” sambungnya.

“Semua perkuliahan dilangsungkan dengan cara daring, kecuali matakuliah yang bersifat eksperimental yang dibolehkan oleh pimpinan universitas berdasarkan edaran rektor. Itu juga tetap dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Selain perkuliahan, ujian-ujian juga dilakukan dengan daring, seperti ujian proposal, skripsi, tesis, termasuk juga penyelenggaraan PPG yang diselenggarakan full daring,” Pungkas Muin.

Sementara menurut Kabag TU, Edy Suandi, perkuliahan daring memiliki beragam rasa mulai dari menyenangkan sampai juga mengkhawatirkan. “Bagi kami di TU, perkuliahan secara online lebih enak dirasakan karena tidak harus menyiapkan ruangan dan tetek-bengek perlengkapan perkuliahan. Kita juga tidak khawatir lagi soal kekurangan ruang kelas karena berapa pun yang ikut kuliah, semua bisa tertampung karena perkuliahan dilangsungkan secara daring. Tapi di sisi lain, karena perkuliahan dilangsungkan secara online, kampus jadi sepi, ruang kelas dan perangkat perkuliahan tidak terawat dengan baik dan banyak sudut-sudut kampus yang kotor,” jelas Edy Suandi. (MusAm)

Prodi Fisika FITK UIN Jakarta Terima Kunjungan dari Prodi Fisika FTK UIN Makassar

Gedung FITK, BERITA FITK Online– Kamis, (19/5/2022), bertempat di ruang sidang lantai 2, Prodi Fisika FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menerima kunjungan dari Prodi Fisika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin Makassar. Pertemuan tersebut digelar dalam rangka pelaksanaan program peningkatan kapasitas prodi, staf, dan laboran program studi.

Sebanyak enam orang ikut dalam rombongan Prodi Fisika FTK UIN Makassar tersebut. Di antara rombongan yang mengikuti kunjungan adalah Rafiqah, S.Si., M.Pd. (Kaprodi), Santih Anggraeni, S.Si, M.Pd, (Dosen), Dr. Muh. Qaddafi, S.Si. M.Si (Gugus Penjamin Mutu), Siti Aminah, S.Pd (Staf administrasi), Anas Irwan, S.Pd.,  (Laboran), dan Mukti Ali S.Pd. (Laboran).

Kunjungan diterima Dekan FITK Dr. Sururin, M.Ag., didampingi Wakil Dekan I Dr. Kadir, M.Pd., Kaprodi Tadris Fisika, Iwan Permana Suwarna, M.Pd., Sekprodi Tadris Fisika, Kinkin Suartini, M.Pd., sejumlah dosen Tadris Fisika FITK UIN Jakarta, Kabag TU Drs. Edy Suandi, laboran Tadris Fisika, Kasim, M.Pd., dan sejumlah staf akademik FITK UIN Jakarta.

Dalam sambutannya sebagai Dekan, Dr Sururin M.Ag., menyampaikan selamat datang dan terima kasih sudah berkunjung ke FITK UIN Jakarta. Ia melanjutkan, semoga pertemuan kedua institusi memberikan hasil positif.

“Semoga dengan silaturahmi kedua institusi ini kita sama-sama memperoleh “oleh-oleh” terkait dengan pengelolaan akademik, pelaksanaan program peningkatan kapasitas prodi, staf, dan laboran program studi, maupun yang lainnya. Karena (institusi) kita berkiprah di dunia pendidikan, maka mari bersama-sama memajukan institusi untuk kemajuan generasi mendatang,” ucap Ibu Ketua Forum Dekan Tarbiyah itu.

Sururin menambahkan, sangat menyambut baik jika di antara prodi yang bertemu hari ini melakukan kerja sama.
“Kami sangat senang jika kemudian ada kerja sama di antara dua prodi ini, baik bidang akademik maupun non akademik. Di bidang akademik silakan diskusikan dengan teman-teman yang di prodi, sementara di luar akademik monggo jika ada yang bisa kita diskusikan dan kerja sama,” tutup Ibu kelahiran Bojonegoro itu.

Sementara itu, Kadir dalam pengantarnya menyampaikan antara UIN Jakarta dengan UIN Makassar memiliki sejumlah kemiripan baik keunggulan maupun persolaannya. “Bapak/Ibu, kalau saya perhatikan, UIN Jakarta dengan UIN Makassar itu memiliki sejumlah kesamaan, baik keunggulannya maupun masalah-masalahnya. Sama-sama unggul karena merupakan PTKIN yang sudah cukup lama berdiri dan sarat prestasi juga memiliki jumlah mahasiswa yang banyak, UIN Makassar juga menurut saya menjadi PTKIN terbaik wilayah Indonesia timur,” jelas Daeng sapaan akrabnya.

Berikutnya, Kaprodi Fisika FTK UIN Makassar Rafiqah, S.Si., M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan terima kasih banyak telah diterima berkunjung di FITK UIN Jakarta. Rafiqah menerangkan, ia dan rombongan berkunjung ke Prodi Fisika FITK UIN Jakarta bukan tanpa alasan. Tujuan berkunjung ke FITK adalah pertama untuk silaturahmi sebagai sesama lembaga di bawah naungan PTKIN, selanjutnya, ia dan rombongan ingin belajar dan mencari informasi bagaimana pelaksanaan program peningkatan kapasitas prodi, staf, dan laboran program studi di Tadris Fisika FITK UIN Jakarta.

“Kami berkunjung ke FITK UIN Jakarta bukan tanpa alasan, pertama untuk silaturahmi sebagai sesama lembaga di bawah naungan PTKIN, berikutnya kami ingin mencari informasi pelaksanaan program peningkatan kapasitas prodi, staf, dan laboran program studi lainnya dengan harapan kami dapat ‘oleh-oleh’ untuk dibawa pulang ke Makassar. Kemudian yang ketiga adalah kami akan curhat dan bercerita ke teman-teman Jakarta tentang masalah-masalah yang kami rasakan mungkin juga yang dirasakan teman-teman di Jakarta,” jelas Rafiqah disambut riuh hadirin.

Rafiqah melanjutkan, menurutnya saat ini FTK UIN Makassar memiliki sembilan program studi dan semuanya bernomenklatur pendidikan.
“Bapak/Ibu, tadi kita mendengar uraian dari Pak Kadir sebagai Wadek 1 FITK UIN Jakarta yang menyampaikan ada beberapa prodinya yang masih bernama tadris termsuk Prodi Fisika. Sebagai informasi, alhamdulillah di fakultas kami penamaan prodinya sudah pendidikan semua,” ucap Rafiqah.

Berikutnya, acara yang dilangsungkan di ruang sidang lantai 2 fakultas itu dilanjutkan dengan sesi dialog dan sharing informasi. Pada kesempatan tersebut, sejumlah rombongan dari Prodi Fisika FTK UIN Makassar menanyakan beberapa hal, di antaranya adalah Dr. Muh. Qaddafi, S.Si. M.Si (Gugus Penjamin Mutu) yang menanyakan suasana perkuliahan saat pandemi melanda dan pasca-pandemi. Karena menurutnya, di FTK Makassar perkuliahan daring tidak begitu efektif karena sejumlah alasan.

Kemudian Dwi Nanto, Ph.D. menjelaskan rencana perkuliahan yang akan ia gunakan ke depannya. Menurut Dwi, ia akan menggunakan perkuliahan hibrid karena sejumlah alasan di antaranya adalah SDM Tadris Fisika FITK UIN Jakarta yang cukup mumpuni di bidang digital.

“Saya juga terinspirasi oleh dosen-dosen muda kita yang dari UPI Bandung yang cukup mumpuni di bidang digital dan mereka banyak yang memanfaatkan media, karena menurut kita, dosen yang belum menggunakan media dalam perkuliahannya berarti belum jago dan tidak keren,” ucap Dwi.

“Justru sekarang saya merasa nyaman perkuliahan dengan daring setelah dua semester stres. Stres karena kita merasakan sendiri Corona datang tiba-tiba, kita gak siap secara infrastruktur dan lain-lainnya dan Corona mengubah semua pola hidup manusia. Dan yang saya perhatikan, materi-materi Fisika di Youtube itu sangat melimpah dan saya adalah salah seorang yang memanfaatkan kemudahan itu untuk materi perkuliahan,” pungkas alumni S3 Chungbuk National University itu.

Berikutnya, acara dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama dan diakhiri dengan sesi foto bersama. (MusAm)

Djarum Foundation Tawarkan Beasiswa Mahasiswa Berprestasi

Gedung FITK, BERITA FITK Online – Perusahaan rokok terkenal melalui Djarum Foundation menawarkan beasiswa bagi para mahasiswa S1 UIN Jakarta berprestasi. Program Djarum Beasiswa Plus tersebut terbuka untuk seluruh mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu tahun akademik 2022/2023. Demikian siaran pers Humas UIN Jakarta yang diterima BERITA FITK Online, Kamis (12/5/2022).

Masa pendaftaran Djarum Beasiswa Plus (DBP) dimulai sejak 21 Maret dan akan berakhir pada 23 Mei 2023. Calon peserta yang akan mendaftar dapat dilakukan secara online dengan mengisi formulir di laman https://www.djarumbeasiswaplus.org.

Syarat-syarat mengikuti DBP di antaranya peserta adalah mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di semester IV dengan nilai IPK minimun 3,20 di semester III dan dapat mempertahankannya di semester IV. Kemudian aktif berorganisasi, baik di dalam maupun di luar kampus. Syarat berikutnya calon peserta tidak sedang menerima beasiswa dari pihak lain yang dibuktikan dengan surat keterangan dari rektorat.

Selain syarat-syarat di atas, syarat administratif lain yang harus dipenuhi di antaranya mencetak bukti pendaftaran online dalam format PDF disertai foto berwarna ukuran 4 x 6 cm sebanyak satu lembar.

Berikutnya dalah menyerahkan salinan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) dan transkrip nilai hingga semester III yang telah dilegalisasi oleh fakultas.

Bukti lain calon peserta juga dapat menyertakan salinan surat keterangan atau sertifikat aktif berorganisasi dan atau sertifikat prestasi yang dimiliki.

Jika semua syarat sudah terpenuhi, calon peserta yang telah terdaftar akan diseleksi secara administratif pada 24-20 Juni 2022. Seleksi lainnya adalah berupa tes tertulis pada 21-30 Juni 2022 dan tes wawancara pada 1 Juli-3 September 2022. Sementara pengumuman hasil kelulusan akan dilakukan pada 6 September 2022.

Bagi peserta yang dinyatakan lolos, pihak DBP akan memberikan beasiswa pendidikan sebesar Rp 1 juta per bulan selama satu tahun. (ns/MusAm)

Pimpinan dan Civitas Akademika FITK Gelar Halalbihalal

Gedung FITK, BERITA FITK Online– Segenap pimpinan dan civitias akademika Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Halalbihalal dengan tajug: “Membangun Sinergi, Mengukir Prestasi” pada Jumat, (13/5/2022) bertepatan dengan 12 Syawal 1443 Hijriah.

Acara tersebut digelar di lobi dekanat gedung FITK dan dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Ketua LPM, Dekan, para wadek, guru besar, dosen, Kabag TU, para kasubag, pegawai, dan mahasiswa FITK.

Dalam sambutannya sebagai dekan, Sururin menyampaikan permohonan maafnya sebagai pribadi maupun sebagai pimpinan fakultas.
“Saya atas nama pribadi dan pimpinan fakultas menyampaikan taqabalallah minna wa minkum, taqabalallah ya kariim. Kami mohom maaf sedalam-dalamnya kepada Bapak/Ibu dosen, seluruh karyawan FITK apabila dalam tutur kata kami, tindakan kami, dalam pelayanan kami kepada Bapak/Ibu semua jika ada yang kurang berkenan di dalam hati sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Kita keluarkan semua energi negatif dan kita isi dengan energi positif. Insyaallah kita akan membangun suasana lebih baik lagi, lebih produktif lagi dalam bekerja dalam menghasilkan karya-karya dan melayani Bapak/Ibu semua,” ucap Sururin.
“Mohon maaf lahir dan batin,” tutup Sururin.

Berikutnya, Arief Subhan dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal tentang makna halabihalal. “Yang pertama saya ucapkan syukur atas karunia sehat yang Tuhan berikan kepada kita semua. Kedua, mari kita sampaikan salawat kepada baginda Nabi Muhammad saw. Ketiga, saya ucapkan selamat idulfitri, selamat merayakan lebaran kepada seluruh civitas akademika FITK UIN Jakarta,” ucap Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi periode 2015-2019 itu.

Menurut Arif Subhan, halalbihalal bisa dimaknai sebagai pengurai sesuatu yang kusut. “Menurut pemahaman saya, halalbihalal adalah mengurai sesuatu yang kusut, kemudian mencairkan sesuatu yang beku dan yang ketiga, halal bi, halal (dengan mencontohkan obrolan istri dengan suaminya),” pungkas Arief Subhan dengan disambut tawa hadirin.

Sementara itu dalam tausiahnya, Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, M.A., menyampaikan hikmah dan tujuan dilaksanakannya tradisi halalbihalal. “tradisi halalbihalal tidak hanya menjadi tradisi baik tapi juga di dalamnya terkandung makna yang luas dan dalam serta kaitannya dengan silaturahim dan dalam kaitannya dengan menjaga hubungan baik di antara kita,” tuturnya.

Menurut Guru Besar Bahasa Arab itu, Ramadan adalah sarana latihan dalam rangka melatih empat kecerdasan fitrah manusia.
”Ibadah Ramadan adalah sarana latihan ibadah tahunan dalam rangka mengasah kecerdasan spiritual, mengasah kecerdasan intelektual, mengasah kecerdasan emosional, dan mengasah kecerdasan sosial,” terangnya.

Thib Raya juga menjelaskan makna halalbihalal secara hakiki.
“Halalbihalal secara hakiki dalam pemahaman saya adalah upaya yang dilakukan oleh orang beriman dalam rangka menjaga keseimbangan kepada Tuhan dan menjaga keseimbangan kita dengan sesama, dan dalam rangka menjaga kebahagiaan dengan sesama manusia,” sambungnya.

Kemudian Thib Raya menyampaikan tiga pandangan hidupnya dan yang selama ini ia coba amalkan.
Tiga Pandangan hidup Ahmad Thib Raya:
• Prinsip hidup: Iman dan Taqwa
• Perilaku hidup: Beramal shaleh
• Etika hidup: Berakhlak mulia

Selanjutnya Dekan FITK periode 2015-2019 itu menyampaikan agar kita sebagai manusia dapat menghindari beberapa sifat dan perilaku yang buruk dan negatif. Ia menyebutnya jaga tujuh J agar hubungan baik dengan orang lain.

Jaga Tujuh J agar hubungan baik dengan orang lain:
• Jangan suuzan dengan orang lain;
• Jangan pernah iri kepada orang lain;
• Jangan pernah sombong/takabur kepada orang lain;
• Jangan pernah marah kepada orang lain;
• Jangan pernah berbohong kepada orang lain;
• Jangan pelit kepada sesama;
• Jangan suka pamer (kemewahan) kepada orang lain.

Sebagai penutup, pria kelahiran Bima ini menyampaikan implementasi halalbihalal yang dapat dieterapkan di lingkungan FITK UIN Jakarta yaitu:
• Muda menghormati yang lebih tua;
• Tua menyayangi yang lebih muda;
• Bawahan menghormati atasan;
• Atasan menyayangi bawahan;
• Saling memberi dan melayani.

Berikutnya acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan bersama. (MusAm)

Naskah Lengkap Orasi Ilmiah Prof. Dr. Ratna Sari Dewi, S.Pd., M.Pd.

Prof. Dr. Ratna Sari Dewi, S.Pd., M.Pd.

“Tantangan Dan Peluang Global Mahasiswa Dan Lulusan Pendidikan Bahasa Inggris Pada Masa New Normal Menuju Era 5.0”

Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh

Fenomena Covid-19 telah membawa perubahan yang luar biasa dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara di manapun di penjuru dunia. Transformasi terjadi hampir pada semua aspek kehidupan manusia. Dalam bidang pendidikan, dampak yang dialami yaitu adanya perubahan sistem kegiatan pembelajaran yang semula tatap muka menjadi tatap maya (online).

Di Indonesia, semua orang dan tentunya pemerintah berjuang melawan wabah Covid-19 yang sangat membahayakan sejak beberapa waktu yang lalu hingga saat ini. Banyak peraturan yang sudah dikeluarkan pemerintah, diantaranya PSBB, PPKM, Karantina mandiri, Physical Distancing, dan Lockdown/penguncian (pada daerah atau tempat tempat tertentu yang terdapat orang yang terpapar covid-19). Penerapan dari aturan yang diberlakukan tersebut tententunya membawa dampak yang sangat signifikan, diantaranya peningkatan penggunaan aplikasi media sosial yang berakibat siswa menjadi sulit tidur (Ali dkk, 2021), sehingga disarankan kepada orang tua agar mendorong anak-anaknya melakukan lebih banyak hobi/kesukaan mereka guna meningkatkan kesehatan dan suasana hati dalam masa lockdown. Laucereno (2021) menyatakan bahwa adanya kebijakan ini sebagai pengimplementasian terkait skenario kenormalan baru untuk menumbuhkan perekonomian negara yang terpuruk ketika pelaksanaan PPKM.

Di bidang Pendidikan, penyesuaian kenormalan baru juga dilakukan. Kementerian Pendidikan dan kebudayaan telah mencanangkan rencana untuk sementara waktu dengan menetapkan skenario sebagai tolak ukur Pendidikan di Era Konormalan baru, yaitu dengan pembukaan institusi Pendidikan pada tahun akademik baru dan kembali melaksanakan pembelajaran secara daring jika ditemukan cluster baru Covid-19 dalam proses belajar mengajar.

Namun dengan pelaksanaan pembelajaran daring/online tersebut berakibat kepada sikap negatif siswa: kurangnya perhatian tutor/dukungan teknis yang buruk, sulit mengakses konten, kekhawatiran tentang keamanan atau privasi, koneksi internet yang lambat, kurangnya komputer siswa, sebagian besar belum siap baik dari sarana dan prasarana serta sumber daya manusia.

Ada beberapa perguruan tinggi pada awal pembelajaran online merasa berat karena jaringan internet yang tidak stabil dan bahkan tidak terkoneksi sama sekali. Menurut Febriansyah (2020), Penggunaan online learning secara penuh memiliki kelemahan yaitu hanya memberikan kontribusi pada pengetahuan siswa/mahasiswa saja, peserta didik merasa terisolasi karena kurangnya interaksi dengan peserta didik lain dan tidak sefleksibel pembelajaran tatap muka, membutuhkan persiapan ekstra dari pihak guru dan siswa. Oleh karena itu, pemerintah dan institusi Pendidikan tinggi perlu memikirkan model pembelajaran yang efektif di masa krisis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Untuk itu, kurikulum harus mampu menghadapi tantangan yang ada agar dapat beradaptasi dengan kondisi masa kini dan masa depan. Perlu kiranyabmenyiapkan infrastruktur yang memadai di setiap universitas untuk menjamin kelancaran pelaksanaan program pendidikan.

Winter dkk (2021) mengatakan bahwa seorang guru/dosen dengan kemampuan teknologi yang lemah masih dapat bertahan melalui ketersediaan teknologi dan pelatihan. Dengan demikian, keterampilan dasar teknologi tidak dapat berdiri sendiri. Ketersediaan teknologi dan pelatihan untuk menguasai dan mempraktekkan penerapan teknologi dalam Pendidikan dianggap salah satu solusinya.

Pemanfaatan teknologi saat ini sedang booming. Firmansyah (2019). menyatakan di Era 4.0 teknologi sudah merambah dalam berbagai bidang kehidupan manusia dengan kecerdasan buatan/artificial intelligence. Pada masa wabah Covid-19, pendidik dituntut untuk menjadi lebih kreatif dalam menyampaikan materi perkuliahan dengan menarik. Penggunaan platform e-learning dianggap lebih efisien. Kemunculan webinar adalah fenomena positif. Hal ini dapat mengeliminasi biaya sewa, konsumsi, dan perlengkapan. Sehingga dapat dikatakan bahwa dengan penguasaan teknologi membuka peluang bagi para pendidik untuk menambah pengetahuan dan keterampilan dalam mengajar.

Lulusan Pendidikan Bahasa Inggris diharapkan memiliki kompetensi yang baik di dunia kerja. De Costa dkk mengatakan bahwa penguasaan dan kecakapan dalam berbahasa Inggris merupakan tameng penguat dan sumber ekonomi sebagai kriteria penting dalam menyelami dunia persaingan kerja. Persaingan kerja online global lulusan Bahasa Inggris dapat melingkupi tiga aspek, yaitu kursus online dan private online dari dalam dan luar negeri, serta pengajar Bahasa Inggris dengan native speaker. Untuk itu perlu kiranya mempersiapkan mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris dengan kekayaan pengetahuan, kecakapan yang mumpuni, dan sikap mulia.

Pembelajaran Bahasa Inggris yang berlangsung saat ini di perguruan tinggi di Indonesia adalah sebagai berikut. Bahasa Inggris diterapkan sebagai mata kuliah dasar umum (MKDU), di negara lain Bahasa Inggris juga menempati posisi penting yang dapat dilihat dari berkembangnya cara pembelajaran Bahasa Inggris yang mengedepankan penggunaan TIK dan pendekatan kompetitif. Komponen yang perlu diperhatikan pertama dalam proses pembelajaran adalah bahan ajar. Bahan ajar dapat didesain melalui bahan cetak seperti buku, modul, handout, dan juga dapat berbentuk non cetak seperti video, audio, dan bahan ajar yang terintegrasi dengan penggunaan TIK. Bahan ajar yang pembuatannya dikombinasikan dengan penggunaan teknologi digital sehingga dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Kedua adalah metode pembelajaran.

Metode yang dapat digunakan adalah Metode Pembelajaran Jarak Jauh dan Pembelajaran Berbasis Jejaring Sosial atau Mobile Learning (Jin dkk (2021), Chen dan Keng (2019), Eksail dan Afari (2020). Media pembelajaran sebagai alat untuk membantu memudahkan penyerapan materi ajar juga sangat penting untuk dipertimbangkan dan divariasikan. Saat ini, media pembelajaran yang banyak digunakan adalah Zoom, Google Meet, dan Google Classroom (Singh dkk (2020), Li dkk (2021), Komsiah (2021), Al-Maroof dkk (2020). Walaupun ada beberapa kelemahan dari zoom namun dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran telah bergeser dari setting ruang kelas menjadi terbuka ke luar kelas melalui aplikasi teknologi (Diogo dkk, 2018). Komponen terakhir yang tidak kalah penting juga harus disesuaikan dengan perubahan zaman yaitu evaluasi pembelajaran. Kegiatan evaluasi pembelajaran Bahasa Inggris dapat dilakukan dengan memanfaatkan berbagai media aplikasi diantaranya adalah Microsoft Teams dan platform online quizzes (Damayanti dan Mulyadi (2020), Jaidi dkk ,2021).

Rektor, Ketua dan sekretaris senat,dan hadirin yang berbahagia
Peluang mahasiswa dan lulusan Pendidikan Bahasa Inggris untuk menjawab tantangan- tantangan seperti diuraikan di atas tentunya harus segera disikapi dengan cepat, tepat dan cerdas.
Dua dari banyak cara untuk menyikapinya adalah dengan merestrukturisasi kurikulum Pendidikan Bahasa Inggris sesuai dengan perubahan zaman dan menyiapkan mahasiswa dengan kompetensi dan keterampilan untuk pekerjaan sampingan selain menjadi tenaga pendidik.

Kurikulum merupakan komponen penting dalam suatu program pendidikan, khususnya di Magister Pendidikan Bahasa Inggris. Hal ini merupakan tonggak awal dalam menerapkan rencana perbaikan pendidikan. Zapevalov dkk (2021). menyatakan bahwa efisiensi dan kesuksesan pelaksanaan suatu program pendidikan tergantung pada sejauh mana keseimbangan kurikulum (yang dipelajari mahasiswa di perguruan tinggi dan yang mereka butuhkan di masyarakat).

Firmansyah dkk (2019). menyatakan ada dua faktor utama dalam restrukturisasi dan pengembangan kurikulum, yaitu: a. Pertama, bidang penelitian dan teknologi harus memiliki terobosan dan penemuan baru, oleh karena itu perguruan tinggi harus beradaptasi dengan perkembangan tersebut. b. Kedua, perubahan dalam masyarakat diakibatkan oleh berbagai variabel. Masyarakat harus berubah untuk memenuhi kebutuhan dan prioritas anggotanya, yang berdampak pada munculnya perubahan kurikulum. Kurikulum bersifat dinamis, maka harus menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kemajuan teknologi; sehingga, restrukturisasi/perubahan dan pengembangan kurikulum tidak dianggap tabu.

Dalam proses restrukturisasi kurikulum, terdapat dua hal penting yang harus diperhatikan, yaitu: 1. Struktur kurikulum sesuai dengan keadaan dunia saat ini. Penting untuk dicatat bahwa, untuk memenuhi konsep restrukturisasi kurikulum, perlu juga mengacu pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi Pasal 35 ayat 2, yang mensyaratkan bahwa Kurikulum Pendidikan Tinggi yang dikembangkan oleh setiap perguruan tinggi berpegang pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi untuk setiap Program Studi yang meliputi pengembangan kecerdasan intelektual, akhlak mulia, dan keterampilan. Selain itu, poin-poin tersebut juga sejalan dengan program “Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM)” yang merupakan strategi yang diterapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia bidang pendidikan tinggi pada awal tahun 2020 guna menjawab tantangan pendidikan di Indonesia pada abad ke-21.

Selanjutnya yang ke-2 adalah Sumber Daya Manusia (Dosen) yang menguasai teknologi.
Pendidik sebagai sumber daya manusia, menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional; Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen; dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang 33 Standar Nasional Pendidikan, adalah pendidik profesional yang memiliki berbagai kompetensi seperti kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan pemahaman sistem pendidikan Indonesia. Namun seiring berjalannya waktu, secara signifikan ketika wabah Covid-19 meluas di Indonesia, sistem pendidikan dalam praktiknya berubah secara drastis. Akibatnya, dosen di perguruan tinggi harus memiliki kompetensi di atas dan kemampuan menggunakan teknologi di dunia yang serba digital era 4.0 menuju era 5.0.

Rektor, Ketua dan sekretaris senat,dan hadirin yang berbahagia
Penggabungan metode pembelajaran blended learning dan hybrid learning sudah tidak dapat dielakkan lagi. Blended learning merujuk pada berbagai strategi pengajaran yang menggabungkan instruksi tatap muka dengan individu dengan program pembelajaran berbasis komputer. Hybrid learning mengacu pada pencampuran lingkungan belajar, yaitu instruksi kelas tatap muka dan lingkungan online. Selanjutnya, Wahyuningsih dan Sungkono (2018) berpendapat bahwa synchronous sendiri merupakan komunikasi yang dilakukan pada waktu yang sama, sedangkan asynchronous dilakukan pada waktu yang berbeda. Pada synchronous learning, meskipun pembelajaran jarak jauh, peserta didik/mahasiswa menghadiri sesi kelas secara virtual setiap minggunya, pada waktu yang sama dengan guru/dosen dan kelas tidak dapat dijadwal ulang. Sedangkan, asynchronous learning memungkinkan peserta didik untuk melihat materi instruksional setiap minggu kapan saja mereka pilih dan tidak termasuk komponen kuliah video langsung.

Poin penting terakhir yang ingin saya sampaikan adalah bahwa lulusan Pendidikan
Bahasa Inggris tidak hanya menjadi guru dan atau dosen. Tetapi mereka juga memiliki pekerjaan lainnya. Diantara nya dengan bekal kemampuan dan kecakapan Bahasa Inggrisnya, mereka juga dapat meniti karir menjadi content creator untuk video pembelajaran Bahasa Inggris, copy writer, content editor, translator, mentor pelatihan media berbasis teknologi, administrator web, dan lainvsebagainya.

Akan tetapi peluang pekerjaan baru selain guru untuk lulusan pendidikan Bahasa Inggris tidak bisa bergantung pada kemampuan Bahasa Inggris lisan maupun tulisan saja. Untuk dapat bekerja di beberapa bidang pekerjaan lain tersebut, seorang lulusan pendidikan Bahasa Inggris juga harus memiliki kemampuan digital teknologi dan informasi dan komputer yang cukup handal, agar dapat beradaptasi dengan pekerjaan baru di masa New Normal ini. Mengingat kemajuan zaman dan teknologi yang merubah beberapa aspek kehidupan menjadi online, lulusan pendidikan Bahasa Inggris yang sudah dibekali oleh kemampuan digital teknologi, informasi dan komputer tidak akan kaget akan perubahan tren dan teknologi di masa mendatang, bahkan mereka cenderung akan mudah mengikuti perubahan tersebut.

Rektor, Ketua dan sekretaris senat, dan hadirin yang berbahagia
Demikian yang dapat saya sampaikan dalam pidato ini. Kepada seluruh civitas akademika, seluruh jajaran panitia Pengukuhan Guru Besar ini, dan kepada seluruh hadirin, saya mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kesabarannya dalam mengikuti seluruh rangkaian acara. Mohon maaf atas segala kekurangan, kepada Allah dan RasulNYA saya mohon ampunan dan taubat.

Wabillahi taufiq wal hidayah. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh

(MusAm)