Asesmen Lapangan Prodi Magister PBI

Gedung FITK, BERITA FITK Online– Dalam rangka pembaruan status akreditasi (reakreditasi), Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris  (MPBI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada hari Jumat dan Sabtu, (11-12/06/2021) dilakukan Asesmen Lapangan (AL) secara daring. Bertugas sebagai tim asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) kali ini adalah Dr Ngadiso MPd, dari Universitas Sebelas Maret, Surakarta dan Dr Oikurema Purwati MA, M.AppL dari Universitas Negeri Surabaya.

Sebelum proses asesmen lapangan daring dilaksanakan, acara dimulai terlebih dahulu dengan pembukaan dan sambutan-sambutan oleh Dekan, Rektor UIN Sayarif Hidayatullah Jakarta, dan dua asesor. Acara asesmen lapangan daring kali ini dihadiri oleh Rektor UIN Jakarta Prof Dr Hj Amany Lubis MA didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Dr Zulkifli MA, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Alumni Dr Arief Subhan MA, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Prof Lily Surayya, Dekan FITK Dr Sururin MAg, Wakil Dekan Bidang Akademik Dr Kadir MPd, Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum Dr Abdul Muin MPd, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Dr Khalimi MAg, Ketua Prodi MPBI Dr Ratna Sari Dewi MPd, dan sejumlah dosen Prodi MPBI serta tamu undangan.

Dalam sambutannya sebagai Dekan, Sururin menyampaikan selamat datang dan terima kasih kepada para asesor yang hari ini ditugaskan oleh BAN-PT untuk asesmen lapangan ke Prodi MPBI FITK. Sururin juga menyampaikan kesiapannya melaksanakan AL dua hari kedepan.

“Izinkan kami menyampaikan selamat datang dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran Bapak/Ibu asesor walaupun secara virtual, kami siap untuk melaksanakan asesmen lapangan dengan segala kemampuan, upaya yang ada pada kami. Insyallah kami akan menyampaikan data-data dan informasi maupun yang lainnya sesuai dengan ketentuan dan sesuai dengn standar yang ada. Kami sudah berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik, tidak hanya untuk kepentingan akreditasi, akan tetapi kepentingan untuk bangsa, kepentingan untuk umat manusia, kepentingan untuk peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia”, ujar Sururin.

Selanjutnya, Sururin meminta kepada para asesor untuk memberikan masukan-masukan dan pembinaan kepada Prodi MPBI dan FITK UIN Jakarta untuk menjadi lembaga pendidikan yang lebih baik lagi.

“Mohon masukannya, mohon koreksinya apabila ada (data dan dokumen) yang mungkin belum kami laoprkan, mungkin belum kami sampaikan di borang akreditasi yang kami kirimkan. Terus terang borang ini adalah borang pertama sembilan kriteria yang divisitasi di tingkat fakultas maupun universitas. Oleha karena itu kami menyadari apabila ada data dan dokumen masih ada kekurangan,” pungkasnya.

Sementara itu, Amany Lubis dalam sambutannya sebagai Rektor menyampaikan terima kasih kepada asesor dan menyampaikan selamat datang di kampus UIN Jakarta meskipun berlangsung secara daring. Dia menambahkan, meskipun AL dilakukan dengan daring namun mudah-mudahan tidak mengurangi semangat dari asesor dan semua pihak guna perbaikan mutu pendidikan utamanya Prodi MPBI.

“Saya sampaikan terima kasih dan selamat datang kepada asesor yang ditugaskan BAN-PT ke Prodi MPBI FITK UIN Jakarta. Semoga AL yang digelar secara virtual ini tidak mengurangi semangat dari Bapak/Ibu asesor dan semua pihak guna perbaikan mutu pendidikan utamanya Prodi MPBI”, ujar Amany Lubis.

Sementara itu dalam sambutannya sebagai perwakilan asesor, Ngadiso merasa beruntung dapat ditugaskan kembali di UIN Jakarta. Pasalnya, ini kali kedua yang bersangkutan silaturahmi ke FITK UIN Jakarta yang sebelumnya pernah melakukan visitasi ke Prodi PBI S1. Selain itu, Ngadiso menyampaikan mohon izin kepada seluruh pimpinan universitas dan fakultas untuk berkunjung dan masuk ke Prodi MPBI selama dua hari ke depan.

“Saya bersyukur bahwa pada hari ini bisa bertemu dengan ibu Rektor dan semua jajarannya di UIN Jakarta. Saya merasa ini seperti asesmen perguruan tinggi karena semua pimpinan universitas, lembaga, dan para guru besar turut hadir,” ucap Ngadiso.

Selanjutnya Ngadiso menyampaikan, kedatangannya ke FITK UIN Jakarta tidak untuk memeriksa, mengintrogasi, tapi untuk berbagi informasi karena tujuannya adalah untuk kemajuan keilmuan Prodi. Selain itu, Ngadisoi datang ke MPBI FITK UIN Jakarta untuk melihat, berdiskusi, dan memverifikasi dokumen yang telah Prodi MPBI kerjakan.

“Bapak/Ibu, kami datang ke FITK UIN Jakarta tidak untuk memeriksa, mengintrogasi, tapi untuk berbagi informasi kepada Bapak/Ibu, karena tujuannya adalah untuk kemajuan keilmuan Prodi, selain itu kami juga ingin melihat, berdiskusi, dan memverifikasi dokumen yang telah Bapak/Ibu lakukan baik di Prodi maupun di fakultas,” ucapnya.

“Saya yakin, karena ini orang UIN, perguruan tinggi Islam dalam pelaksanaan asesmen  ini akan menyampaikan data-data dengan jujur,” tutupnya.

Sementara itu, Oikurema Purwati merasa yakin hal-hal yang ditanyakan dalam borang didukung oleh data dan dokumen yang tersedia di Prodi maupun institusi.

“Saya yakin, saya percaya bahwa apa yang ditanyakan dan ditulis dalam borang 9 kriteria terdapat data dan dokumennya (di fakultas) dan ada semua di UIN Jakarta untuk MPBI FITK”, terang Pungki sapaan akrabnya.

Berikutnya, Pungki berharap dalam tugasnya kali ini dibantu oleh tim Prodi dan fakultas jika dalam tugasnya membutuhkan sejumlah dokumen dan informasi pendukung mengenai borang Prodi maupun institusi.

“Kami mohon dibantu oleh tim Prodi dan fakultas jika dalam tugas kami membutuhkan sejumlah dokumen dan informasi pendukung mengenai borang Prodi maupun institusi,” tutupnya.

Selanjutnya, asesmen lapangan daring Prodi MPBI FITK UIN Jakarta dimulai dengan konfirmasi kepada Unit Pelayan Program Studi (UPPS) yang langsung dipimpin oleh Ngadiso. Asesmen Lapangan ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, Jumat-Sabtu, 11-12 Juni 2021.

Menyoal Pembelajaran Tatap Muka di Tengah Menguatnya Covid-19

Dr. Fauzan, M.A.
Dosen FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ketua Bidang Pendidikan dan Penguatan Nilai Karakter IKALUIN

Dalam situasi mengkhawatirkan atas bahaya virus Corona yang masih merebak, lembaga pendidikan (sekolah/madrasah/perguruan tinggi) dihadapkan pada pilihan situasi sulit antara melaksanakan kegiatan pembelajaran langsung sesuai situasi normal dengan memperhatikan protokol kesehatan, menerapkan kembali proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), atau perpaduan antara keduanya (blended learning).

Berbagai pertimbangan kesehatan sebagaimana dikemukakan lembaga profesi, seperti Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melihat banyaknya kasus penularan Covid-19 pada anak hingga saat ini masih berharap semua lembaga masih menerapkan PJJ.
Hal lain yang tak kalah penting adanya Abad 21, di mana pendidik dan pembelajar perlu lebih banyak menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai sarana penunjangnya.

Abad 21 merupakan abad di mana kehidupan sudah mulai menyatu dengan kecanggihan teknologi. Pengetahuan, industri, pendidikan, bisnis, ekonomi, dan budaya berkembang dengan pesat.
Sebagai manusia yang hidup di masa yang serba cepat ini, kreativitas dan inovasi sangat dibutuhkan. Persaingan antar negara dalam bidang pendidikan pun semakin cepat seiring perkembangan teknologi yang semakin cepat pula.
Tidak hanya itu, kita juga harus mampu membaca dan memetakan peluang. Bahkan kita seharusnya sudah mampu menciptakan peluang. Terus mengasah skill dan mengubah cara berpikir di tengah-tengah revolusi digital.

Teknologi tidak hanya menambah sesuatu, tetapi juga mengubah segalanya. Termasuk bagaimana mengubah sistem pendidikan menjadi lebih inovatif bahkan kreatif. Peserta didik, pendidik dan pembelajaran merupakan satuan proses pendidikan yang sistemik.
Di mana ketiganya harus berjalan beriringan agar tercipta tujuan pembelajaran yang baik serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

Guru atau pendidik merupakan arsitek pendidikan, desainer pendidikan. Guru harus mampu mengimbangi revolusi digital. Di mana anak-anak merupakan generasi digital di abad sekarang ini. Anak-anak mulai bertransmigrasi menjadi penduduk dunia maya, sedangkan orang dewasa sebagai imigran. Guru harus mampu menciptakan inovasi pembelajaran dengan menggunakan sumber yang tak terbatas.

Adanya TIK atau Digital Learning satu sisi semakin memudahkan pola pembelajaran, bahkan beragam informasi pembelajaran dapat diakses dari sumber manapun tanpa ada batas, pembelajaran bisa dilakukan di manapun dengan memanfaatkan beberapa platform pembelajaran online (sebut saja Zoom, Gmeet, dll).
Pada saat yang lain keberadaan TIK atau Digital Learning juga menyisakan beberapa persoalan, terutama menyangkut persoalan nilai karakter, habituasi, kedisiplinan yg selama ini biasanya dilakukan langsung saat pembelajaran tatap muka (PTM).

PJJ Yang Kurang Maksimal
Sejatinya, pembelajaran adalah aktivitas interaktif, edukatif yang mengedepan nilai-nilai sosial secara jelas. Pendidik melakukan pola desain pembelajaran yang kreatif agar semua kompetensi/kemampuan peserta dapat terakomodasi.
Sementara, peserta unsur terpenting dalam pembelajaran yang memiliki hak untuk diberikan diberi sajian pembelaharan kreatif, interaktif guna mencapai target tujuan pendidikan.

Jika melihat paparan tersebut, sudah selayaknya pola pembelajaran dilakukan tanpa diskrimasi, pembelajaran Daring atau Luring, online atau offline seharusnya tidak jadi permasalahan. PJJ  digunakan dengan memadukan antara pola pembelajaran dalam jaringan (daring) dengan pembelajaran di luar jaringan (luring).

Kedua pola tersebut awalnya diharapkan peserta didik dapat menemukan pengalaman yang bermakna dan menantang kemampuan mereka secara integrated, yaitu aspek karakter (nilai atau sikap), knowledge, dan skill. Tapi sayangnya tujuan tersebut belum terpenuhi secara baik.

Disadari atau tidak PJJ yg selama ini dikembangkan (pada masa Covid-19) belum mengakomodasi semua aspek kemampuan yang diharapkan, terutama aspek karakter nilai sikap yang menjadi “tagihan” undang-undang.

PJJ yang dilakukan masih terbatas pada seberapa besar “knowledge” dapat dikuasai para peserta didik, terlebih saat mendesaknya waktu Penilaian Tengah Semester (PTS) dan Penilaian Akhir Tahun (PAT).

Pada saat yang sulit seperti ini, menjadi ironis dan miris ketika guru tidak bisa lagi hadir sebagai “panutan” yang selalu menjadi contoh, teladan peserta didik dalam setiap perkataan dan perbuatannya. Interaksi pembelajaran yang biasanya dilakukan secara langsung (direct teaching), kini harus digantikan oleh media lain, seperti Youtubewhatshap, Google Classroom, Google Slide,  dll yang sangat mekanistik.

Penugasan via google form juga terkadang menjadi “pilihan” untuk mengukur kemampuan para peserta didik. PJJ saat ini perlu dikembalikan pada ruh pembelajaran yang sebenarnya, yaitu peserta didik yang memiliki wawasan pengetahuan luas, keterampilan baik, serta karakter nilai (attitude) yang selalu menghiasi kehidupan.

Kondisi pandemi Covid-19, semakin memperparah arah pelaksanaan pendidikan kita; tidak sedikit sekolah/madrasah yang bingung dengan desain kurikulum yang diterapkan, penguatan intelektual dengan pola penugasan oleh guru begitu terasa dominan, banyak juga orang tua yang masih acuh terhadap kondisi ini, membiarkan anaknya belajar sendiri tanpa bimbingan orangtuanya; alih alih pembelajaran yang dilakukan boleh jadi hanya berfokus pada “intelektualisme”, tapi abai terhadap sikap dan psikomotorik yang menjadi tagihan pendidikan.

Proses yang dilakukan semakin menjauh dari penguatan nilai karakter, sikap, sebagaimana inti dari pendidikan itu sendiri, yakni melakukan perubahan dan penanaman nilai karakter sebagai bekal kehidupannya di masyarakat global.
Untuk mencapai target pembelajaran tersebut, semua konsep pembelajaran perlu diarahkan pada kebutuhan peserta didik dengan memaksimalkan peran dari semua komponen pendidikan, termasuk PJJ.
Minimal ada tiga komponen yg berkontribusi besar dalam kesuksesan pembelajaran, yaitu (1) orangtua/keluarga, (2) pendidik, dan (3) lingkungan.

Dalam penerapan konsep PJJ, orangtua/keluarga harus hadir sebagai “pendidik pertama” terutama dalam pembentukan kebiasaan (habit) positif anak. Kejujuran, kedisiplinan, dan kemandirian merupakan karakter nilai yang hanya bisa diwujudkan dari keluarga. Ajak orangtua/keluarga dalam rencana dan monitoring evaluasi kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan. PJJ bukan hanya milik sekolah/madrasah, kepala sekolah, pendidik, dan para peserta didik, tetapi juga milik semua orangtua/keluarga yang bertanggung jawab atas semua kompetensi yang diharapkan.

Desain Pembelajaran Tatap Muka Terbatas: Studi Madrasah Pembangunan UIN Jakarta
Kegelisahan sebagian orangtua, rasa kangen siswa kepada guru dan temannya DO sekolah disinyalir menjadi pertimbangan signifikan muncul kebijakan Presiden Jokowi Kompas, 8 Juni 2021) tentang pembelajaran tatap muka.
Pelaksanaan PTM dilakukan dengan mempertimbangkan:  (1) Sekolah hanya boleh mengadakan pembelajaran tatap muka untuk maksimal 25 persen total siswa. Siswa lainnya tetap mesti mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). (2). Pembelajaran tatap muka hanya bisa berjalan maksimal 2 hari dalam seminggu. (3) Sekolah tatap muka maksimal bisa berlangsung selama 2 jam saja. (4) Siswa yang boleh mengikuti pembelajaran tatap muka mesti sudah mendapat izin dari orangtuanya. (5) Seluruh guru dan tenaga pendidikan di sekolah yang ingin menyelenggarakan pembelajaran tatap muka mesti telah mendapat dua dosis vaksin Covid-19; dan (6) Seluruh sekolah akan masuk daftar pemeriksaan kesiapan PTM terbatas.

Bila tak siap, sekolah itu akan tetap memberlakukan PJJ. Aturan tersebut semakin menegaskan keberadaan sekolah/madrasah, termasuk Madrasah Pembangunan UIN Jakarta menyempurkan desain pembelajaran tahun akademik 2021/2022. Bagi Madrasah Pembangunan, desain PTM ini bukan desai baru, tetapi desain lanjutan yang sudah diterapkan selama dua semester.
Jika sebelumnya Madrasah Pembangunan memadukan dua pola daring dan luring;  pembelajaran daring dilakukan dengan tatap muka via online selama tiga hari dengan memanfaatkan platform digital learning seperti zoom, google meet, dll (sinkronus), dan pola luring dilakukan hanya dengan memanfaatkan modul, google form, dan video (asinkronus) tanpa ketemu dengan gurunya. Pada pola PTM, Madrasah Pembangunan UIN Jakarta berusaha mengisi dua hari pembelajaran luring dengan PTM.

Prinsip utama dalam desain PTM lebih diarahkan pada (1) penguatan nilai karakter yg selama ini hilang dalam pembelajaran (loss learning); (2) pengobat rasa kangen peserta didik kepada guru dan temen lainnya; dan (3) penguatan konten materi tertentu yg dianggap krusial, terutama untuk level MTS/SMP dan MA/SMA.
Berdasarkan pada prinsip  PTM tersebut, Madrasah Pembangunan berusaha menyiapkan kegiatan pembelajaran yang lebih bermakna (meaning full), pembelajaran menyenang (fun learning), atau bentuk pembelajaran interaktif lain yang dapat meningkatkan imun para peserta didik. [www.rmolbanten.com/MusAm]

 

Jelang Visitasi, Magister PBI Gelar Simulasi

Gedung FITK, BERITA FITK Online– Rabu, (9/06/2021) Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris (MPBI) menggelar simulasi persiapan Asesmen Lapangan Daring bertempat di Ruang Sidang lantai 2 fakultas. Hadir sebagai asesor internal Dr Muhammad Farkhan MPd dosen senior Prodi Magister PBI FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Simulasi ini merupakan rangkaian dari proses persiapan AL yang akan dilangsungkan pada Jumat dan Sabtu, (11-12/06/2021). Sementara itu, yang akan bertugas sebagai asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) kali ini adalah Dr Ngadiso MPd, dari Universitas Sebelas Maret, Surakarta dan Dr Oikurema Purwati MA, M.AppL dari Universitas Negeri Surabaya.

Menurut Farkhan, ada beberapa hal teknis yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan AL Daring MPBI.

“Ada hal teknis yang harus diperhatikan saat pelaksanaan AL daring nanti seperti jaringan internet aman, jangan sampai internet terputus dan lambat. Itu akan mempersulit proses AL. Pastikan juga ruangan tidak berisik karena terdapat banyak tim borang. Pastikan juga seluruh tim borang menggunakan laptop dan terhubung dengan zoom,” ujarnya.

Sebagai informasi, Muhammad Farkhan minggu sebelumnya telah melaksanakan asesmen lapangan berpasangan dengan  Oikurema Purwati salah satu asesor yang akan visitasi ke MPBI FITK UIN Jakarta. Menurutnya, dari obrolang ringan dengannya, tim borang MPBI harus menyiapkan betul tentang RPS dan hal-hal yang berkaitan dengan mata kuliah.

“Saya minggu yang lalu berpasangan dengan Ibu Oikurema Purwati, dari obrolang ringan dengannya, tim borang MPBI harus menyiapkan betul tentang RPS dan hal-hal yang berkaitan dengan mata kuliah,” terangnya.

Selanjutnya, Ratna Sari Dewi sebagai Kaprodi MPBI meminta doa dan dukungan kepada seluruh pimpinan mulai dari pimpinan universitas, unit terkait dengan akreditasi, dan khususnya pimpinan FITK sebagai Unit Pengelola Program Studi (UPPS).

“Bundo mohon doa supportnya kepada seluruh pimpinan, mulai dari rektorat, unit-unit yang terkait dengan akreditasi, pimpinan FITK sebagai UPPS, dan seluruh sivitas akademika FITK untuk kelancaran dan kesuksesan AL Prodi MPBI, semoga mendapatkan nilai unggul,” tutup Ibu dua anak ini. (MusAm)

 

 

 

421 Mahasiswa PPG Dalam Jabatan Ikuti Orientasi Akademik

Ruang Sidang Fakultas, BERITA FITK Online– 421 Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Madrasah mengikuti Orientasi Akademik secara Daring (Dalam Jaringan) pada Minggu, (6/6/2021) di ruang sidang lantai 2 Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK).

Para mahasiswa PPG yang mengikuti orientasi akademik tersebut terdiri dari para guru PAI bidang keilmuan PAI, al-Quran al-Hadis, Akidah Akhlak, Fiqh, Bahasa Arab, PGMI, PIAUD, dan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Pada kegiatan tersebut mahasiswa PPG dibekali informasi mengenai proses pelaksanaan PPG mulai dari sistem yang akan digunakan sampai modul yang akan dipelajari mereka selama tiga bulan.

Hadir dalam acara tersebut Dekan FITK Dr Sururin MAg, Wakil Dekan Bidang Akademik (Wadek I) Dr Kadir MPd, Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum (Wadek II) Dr Abdul Muin MPd, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja sama (Wadek III) Dr Khalimi MAg, Kaprodi dan Sekprodi PPG, Koordinator Subbag Akademik Asep Saprudin SPd dan Dr Kidup Supriyadi MPd sebagai narasumber utama serta para pengelola PPG yang mengikuti acara secara langsung dari ruang sidang lantai 2 fakultas.

Dalam sambutan dan pembekalannya, Sururin menyampaikan selamat datang kepada seluruh mahasiswa PPG Dalam Jabatan (Daljab) 2021. “Saya ucapkan selamat datang kepada Bapak/Ibu mahasiswa PPG di LPTK FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Gedung PPG seperti yang ada di layar belakang ibu adalah gedung PPG milik kita, yang sebenarnya siap menyambut Bapak/Ibu semua dalam pelaksanaan PPG. Namun apa di kata, Allah memberikan cobaan berupa pandemi covid-19 ini. Tapi, saya meyakini kondisi ini tidak mengurangi semangat dan keseriusan Bapak/Ibu mengikuti rangkaian kegiatan PPG,” ucapnya.

Selanjutnya, Sururin menyampaikan harapannya mengenai peningkatan jumlah lulusan PPG LPTK UIN Jakarta. “Kami sangat berharap saudara semua bisa belajar dengan baik, belajar dan bersama, karena kami berharap di pelaksanaan PPG tahun ini ada peningkatan jumlah lulusan. Sekedar informasi, tahun-tahun sebelumnya mahasiswa PPG yang berhasil lulus hanya di angka 60 persen, artinya 40 persen mahasiswa lain dinyatakan tidak lulus. Yang rugi dengan ketidaklulusan itu bukan hanya mahasiswa yang bersangkutan, namun juga negara dan FITK. Oleh karena itu, marilah kita mencari solusi, mencari cara agar jumlah lulusan mahasiswa PPG meningkat. Dan itu butuh kerja sama dan kerja keras bersama,” pungkasnya.

Sementara itu, Kadir dalam sambutan dan pembekalannya menyampaikan tujuan pokok pelaksanaan PPG yang diselenggarakan di LPTK UIN Jakarta.

“Bapak/Ibu, tujuan PPG ini adalah mempersiapkan pendidik agar menguasai kompetensi keguruan secara utuh. Kompetensi profesional, pedagogik, sosial, dan kepribadian. Guru itu pendidik profesional yang tugas utamanya mendidik, mengajar, melatih, mengarahkan, membina, dan mengevaluasi agar anak didik mencapai tujuan pendidikan. Untuk bisa mendidik seperti tu, seorang guru harus memiliki tiga hal yaitu sertifikat pendidik, kualifikasi akademik, dan kompetensi. Saya kira untuk kualifikasi dan kompetensi bapak/ibu sudah memiliki, tinggal sertifikat pendidik yang sedang diperjuangkan. Nah, di sinilah peran kami sebagai LPTK yang ditunjuk oleh Kemenag sebagai penyelenggara PPG, karena pintu mendapatkan sertifikat pendidik itu menurut regulasi pemerintah hanya melalui PPG yang dilaksanakan LPTK, “tutup Daeng sapaan akrabnya.

Sementara itu Khalimi dalam pembekalannya menjelaskan cara-cara dan trik agar mahasiswa bisa lulus Uji Kinerja (Ukin) dan Uji Pengetahuan (UP).

“Saya yakin Bapak/Ibu sudah menguasai bidang keilmuan masing-masing, namun tidak cukup di situ. Tolong baca dan kuasai betul-betul modul PPG dan biasakan kita menjawab soal-soal yang bersifat analisis, sebab waktunya terbatas, sementara soalnya panjang lebar. Jadi dibutuhkan kecermatan, kejelian dan kecerdasan dari Bapak/Ibu semua. Tapi saya yakin, dengan semangat, dengan kerja sama yang sungguh-sungguh insyaallah Bapak/Ibu bisa mengerjakan soal-soal UP yang berbentuk pilihan ganda itu. ”jelasnya.

Dalam laporannya sebagai Kaprodi, Zaenul menjelaskan perbedaan antara PPG 2019 dan 2021 yang cukup signifikan utamanya pelaksanaan pembelajaran menggunakan daring secara keseluruhan.

“Bapak/Ibu, ada perbedaan antara PPG 2019 dan 2021 ini, terutama saat pelaksanaan pembelajaran yang full menggunakan daring, termasuk saat Ukin (Uji Kinerja) dan UP (Uji Pengetahuan),” jelas Zaenul.

“Sebagai informasi, pelaksanaan PPG tahun 2021 dijadwalkan selama tiga bulan, dimulai 7 Juni sampai Agustus 2021. Sementara itu, jumlah peserta PPG tahun 2021 sebanyak 421 peserta PPG dengan rincian 171 guru PAI dan 250 guru madrasah yang terbagi menjadi 22 rombongan belajar (PAI 9 rombel, Bahasa Arab 1 rombel, Fikih 3 rombel, Akidah Akhlak 2 rombel, Quran Hadis 2 rombel, SKI 1 rombel, PGMI 2 rombel, dan PGRA 2 rombel),” tutup pria kelahiran Majalengka ini.

Saat berita ini diunggah, acara masih berlangsung dengan narasumber Dr Kidup Supriyadi MPd dan Afif Ahmad Faisal ST MM. (MusAm)

 

 

FITK Gelar Refreshment Instruktur PPG 2021

Teater Mahmud Yunus, BERITA FITK Online– Sejumlah instruktur Pendidikan Profesi Guru Pendidikan Agama Islam dan Madrasah mengikuti Refreshment dan Simulasi Pembelajaran Daring (Dalam Jaringan) pada Sabtu, (5/6/2021) di ruang teater Prof Mahmud Yunus lt 3 Gedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK).

Para instruktur yang mengikuti refreshment tersebut terdiri dari para dosen PAI bidang Struktur Keilmuan PAI, PAI Kontemporer, al-Quran al-Hadis, Akidah Akhlak, Fiqh, Bahasa Arab, PGMI, PIAUD, dan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Pada kegiatan tersebut masing-masing instruktur akan diberikan akun pribadi dengan login ke aplikasi space.kemenag.go.id dengan menggunakan NIDN dan password yang diberikan FITK.

Dalam acara tersebut, FITK menghadirkan dua narasumber, yang pertama Dr Kidup Supriyadi MPd dosen FITK dan Dr Anis Masykhur MA dari direktorat PAI.

Dalam penyampaian materinya, Kidup menjelaskan capaian pembelajaran lulusan PPG di antaranya:

  1. Mampu melaksanakan tugas keprofesian sebagai pendidik yang dilandasi sikap cinta tanah air, berwibawa, disiplin, penuh panggilan jiwa, samapta, disertai dengan jiwa kesepenuhatiandan kemurahatian dalam proses pembelajaran;
  2. Mampu merumuskan indikator capaian pembelajaran yang harus dimiliki peserta didik mencakup pengetahuan keterampilan secara utuh;
  3. Menguasai materi ajar termasuk advance materials yang dapat menjelaskan aspek “apa” (konten), “mengapa”, dan “bagaimana”;
  4. Mampu merancang pembelajaran dengan menerapkan prinsip memadukan pengetahuan materi ajar, pedagogik, serta teknologi informasi;
  5. Mampu melaksanakan pembelajaran yang mendidik dengan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi untuk membangun sikap pengetahuan, dan keterampilan peserta didik dalam memecahkan masalah secara kritis, humanis, inovatif, kratif, kolaboratif, dan komunikatif dalam model pembelajaran dan sumber belajar yang didukung hasil penelitian;
  6. Mampu mengevaluasi masukan, proses, dan hasil pembelajaran yang mencakup sikap, pengetahuan, keterampilan peserta dengan menerapkan asesmen otentik, dan;
  7. Mampu mengembangkan diri secara berkelanjutan sebagai tenaga profesional melalui penelitian, refleksi diri, pencarian informasi baru, dan inovasi.

Selanjutnya, Kidup menjelaskan perbedaan antara PPG 2019 dan 2021 yang cukup signifikan utamanya pelaksanaan pembelajaran menggunakan daring secara keseluruhan.

“Bapak/Ibu, ada perbedaan antara PPG 2019 dan 2021 ini, terutama saat pelaksanaan pembelajaran yang full menggunakan daring, termasuk saat Ukin (Uji Kinerja) dan UP (Uji Pengetahuan),” jelas Kidup.

Untuk diketahui, dikumpulkannya para instruktur ini, selain untuk penyamaan persepsi dan pembekalan juga memperkenalkan sistem daring Learning Management System (LMS) dengan simulasi. “tujuan refreshment ini adalah selain untuk penyamaan persepsi dan pembekalan kepada instruktur PPG juga memperkenalkan sistem daring Learning Management System (LMS) dengan simulasi,” tutupnya.

Sebagai informasi, pelaksanaan PPG tahun 2021 dijadwalkan selama tiga bulan, dimulai 7 Juni sampai Agustus 2021. Sementara itu, jumlah peserta PPG tahun 2021 sebanyak 421 peserta PPG dengan rincian 171 guru PAI dan 250 guru madrasah yang terbagi menjadi 13 rombongan belajar.

Saat berita ini diunggah, acara masih berlangsung dengan narasumber yang kedua.

(MusAm)

 

5 Juni 2021, FITK Gelar Refreshment Instruktur PPG

Gedung FITK, BERITA FITK Online– Sejumlah instruktur Pendidikan Profesi Guru Pendidikan Agama Islam dan Madrasah akan mengikuti Refreshment dan Simulasi Pembelajaran Daring (Dalam Jaringan) pada Sabtu, (5/6/2021) di ruang teater Prof Mahmud Yunus lt 3 Gedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK).

Para instruktur yang akan mengikuti refreshment tersebut terdiri dari para dosen PAI bidang Struktur Keilmuan PAI, PAI Kontemporer, Alquran Alhadis, Akidah Akhlak, Fiqh, Bahasa Arab, PGMI, PIAUD, dan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Masing-masing instruktur akan diberikan akun pribadi dengan login ke aplikasi space.kemenag.go.id dengan menggunakan NIDN dan password yang diberikan FITK.

Sekretaris Prodi PPG Nengsih Juanengsih MPd saat diwawancarai tim humas FITK menyampaikan persiapan PPG LPTK UIN Jakarta sedang berjalan dan siap memulai PPG sesuai jadwal, “kegiatan PPG ini terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan, setelah peserta terjaring, proses selanjutnya adalah pembelajaran daring sampai proses ujian pengetahuan (UP) selama 3 bulan yang akan dimulai pada 7 Juni sampai Agustus. Berikutnya akan dilanjutkan dengan tahap kedua pada bulan September-Desember 2021. Insyaallah kita siap laksanakan sesuai jadwal” ucap Nengsih.

Untuk diketahui, dikumpulkannya para instruktur, selain untuk penyamaan persepsi dan pembekalan juga memperkenalkan sistem daring Learning Management System (LMS) dengan simulasi. “tujuan refreshment ini adalah selain untuk penyamaan persepsi dan pembekalan kepada instruktur PPG juga memperkenalkan sistem daring Learning Management System (LMS) dengan simulasi,” tutupnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum Dr Abdul Muin MPd menjelaskan persiapan kegiatan PPG tahun ini sudah dimulai dari Februari 2021 untuk penyiapan modul dan soal pembelajaran daring. Sedangkan pelaksanaannya dijadwalkan selama tiga bulan dimulai 7 Juni sampai 7 Agustus 2021. “Persiapan kegiatan PPG tahun ini sudah dimulai dari Februari 2021 untuk penyiapan modul dan soal pembelajaran daring. Sedangkan pelaksanaannya dijadwalkan selama tiga bulan dimulai 7 Juni sampai 7 Agustus 2021, ”ujar Muin.

Diuraikannya, untuk PPG Guru PAI dan Madrasah 2021 tahap pertama pada tahun 2021 ini, peserta PPG yang terdaftar sebanyak 421.
“Untuk PPG Guru PAI dan Madrasah tahun 2021 tahap pertama ini, mahasiswa yang terdaftar sebanyak 421 peserta PPG dengan rincian 171 guru PAI dan 250 guru madrasah yang terbagi menjadi 13 rombongan belajar,” tutup pria kelahiran Sumedang ini.

(MusAm)